Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

KEANEKARAGAMAN DAN POTENSI MAKROFUNGI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI Aniek Prasetyaningsih; Djoko Rahardjo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang MIPA dan Kesehatan The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.218 KB)

Abstract

Makrofungi atau jamur yang memiliki tubuh buah merupakan komponen utama dalam ekosistem terestrial dan mempunyai kontribusi penting terhadap ekosistem. Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), sebagai sebuah taman nasional yang relatif baru ditetapkan (2004) dan sangat dipengaruhi oleh aktivitas erupsi merapi, menjadi hal yang menarik mengkaji keanekaragaman makrofunginya baik di lereng selatan maupun utara untuk mengetahui keragaman jenis, distribusi, pemanfaatan dan potensi pengembangannya serta strategi konservasinya. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret 2013 hingga Desember 2014, di dua kawasan TNGM yaitu lereng selatan (Telaga Muncar, Telaga Nirmolo dan Turgo) dan lereng utara (Selo dan Stabelan). Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu observasi awal untuk menentukan jalur observasi dan plot untuk penelitian, pengambilan sampel serta pemetaan distribusi makrofungi, dan identifikasi makrofungi. Deskripsi makromorfologi mengikuti deskripsi Bolete and Agaric annotation sheet (B.Ortiz-Santana and D.J. Lodge and Cantrell) Lodge et.al. 2004 dalam Mueller, 2004., sedangkan deskripsi mikromorfologi dilakukan dengan mengamati kharateristik spora (bentuk, warna dan ukuran) Untuk pengklasifikasian digunakan Dictyonary of the Fungi oleh : Kirk, et all. 2008 dan Buku Morphology of Plants and Fungi oleh Bold et all., 1909. Uji potensi senyawa aktif dilakukan dengan metode HTS. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menjelaskan hubungan antara keragaman, sebaran serta potensi masing-masing spesimen yang ditemukan dan keterkaitannya dengan tipe vegetasinya. Dari hasil observasi dan identifikasi, untuk lereng selatan kawasan TNGM ditemukan 129 spesies, 122 spesies diantaranya teridentifikasi dan 7 spesies sisanya belum teridentifikasi. Dari spesies yang teridentifikasi, dikelompokan kedalam 14 ordo dan 41 famili, sementara untuk lereng utara hanya ditemukan 37 spesies. Spesies yang ditemukan didominasi dari ordo Agaricales dan ordo Aphyllophorales. Keragaman makrofungi paling banyak ditemukan di kawasan Lereng Selatan dibanding dengan Lereng Utara, dan faktor yang paling berpengaruh adalah tipe vegetasi, dan ketersediaan bahan organik bagi pertumbuhan makrofungi. Beberapa spesies makrofungi dari famili Mycenaceae, Polyporaceae, Arauculariaceae dan Tremellaceae memiliki potensi sebagai antibakteri, sedangkan beberapa jenis dari ordo Polyporaceae berpotensi sebagai antioksidan. Bahkan untuk Ganoderma applanatum merupakan spesies yang paling potensial untuk digunakan sebagai biokontrol terhadap bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae ; R.s : Ralstonia solanacearum ; P.c: Pectobacterium carotovorum, dengan nilai MIC 1 mg/ml. a dan terdistribusi secara spesifik sesuai dengan karakteristik lingkungan.Keyword : HTS (High Troughput Screening).makrofungi, makromorfologi, TNGM
KONSERVASI AIR DAN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN TELAGA MOTOINDRO Djoko Rahardjo; Aniek Prasetyaningsih
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2015: Prosiding Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi The 2nd University Research Colloquium
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.882 KB)

Abstract

Telaga Motoindro merupakan telaga yang sangat penting bagi masyarakat Girisuko khususnyaPadukuhan Temuireng II sebagai sumber air bersih. Ketika musim hujan, telaga ini penuh denganair namun pada musim kemarau air telaga seperti menghilang dan dalam waktu semalam airtelaga sudah mulai habis. Kejadian ini terjadi sejak tahun 2012, yang diperkirakan akibat bencanaalam (gempa bumi) serta kerusakan kondisi lingkungan sekitar kawasan telaga akibat praktekperubahan peruntukan lahan, dan penebangan pohon. Mempertimbangkan hal tersebut, mendesakuntuk segera dilakukan program konservasi air dan lingkungan kawasan telaga Motoindro,dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran, partisipasi masyarakat untuk menjaga kawasantelaga serta secara sadar melakukan gerakan konservasi lingkungan serta memulihkan kondisilingkungan kawasan telaga dan konservasi air.  Program dilakukan selama 4 bulan, dimulai dariobservasi dan identifikasi kebutuhan, pendampingan kelompok masyarakat, penyusunan program,pengembangan kemitraan, pelaksanaan aksi konservasi disekitar kawasan dan pelatihan sertapembentukan kader konservasi. Dari program ini, masyarakat, yang diwakili oleh kelompokpemuda dan beberapa tokoh masyarakat menyadari bahwa masyarakatlah yang harusbertanggung jawab untuk memulihkan kondisi lingkungan telaga, dan melalui pendampinganprogram pengabdian, masyarakat mampu menyusun program, menjalin kemitraan sertamempunyai ketrampilan dalam melakukan konservasi telaga yang ditunjukan dengan terbentuknyakader konservasi. Keyword : Konservasi, lingkungan, telaga