Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERSEPSI DAN PERILAKU PEGGUNAAN KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE PADA IBU PRIMIPARA PASCA SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG Nuril Alifia Damayanti; Diyan Indriyani; Siti Kholifah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i1.482

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) merupakan sebuah alat kontrasepsi yang berguna untuk meminimalisasi risiko kesehatan reproduksi dalam jangka waktu yang lama, dalam penggunaannya perlu adanya optimalisasi persepsi tentang kontrasepsi intra uterine device ini dengan adanya support system dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dengan persepsi tentang kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini rata-rata sebulan dalam 3 bulan terakhir yaitu 62 pasien, pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan sampel sejumlah 54 responden. Sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dukungan suami dan persepsi menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan Spearman Rho dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil: Didapatkan dukungan suami paling banyak yaitu kategori optimal sejumlah 31 (57,4%), sebagian besar persepsi ibu primipara tentang kontrasepsi IUD berada pada kategori positif sejumlah 37 (68,5%), dan sebagian besar perilaku penggunaan kontrasepsi IUD pada ibu primipara yaitu belum menggunakan IUD sejumlah 34 (63,0%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) <0,0001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,626 dan nilai signifikan (p value) 0,009 dengan koefisien korelasi sebesar 0,350. Kesimpulan: Ada hubungan kuat antara dukungan suami dengan persepsi tentang kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca Sectio Caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung dan ada hubungan cukup antara dukungan suami dengan perilaku penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device pada ibu primipara pasca Sectio Caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung.
Edukasi Pedoman Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi Fase Pra Krisis Kesehatan Pada Perempuan Pengrajin Genteng Siti Kholifah; Resti Utami; Alfia Indah Juwita; Dayinta Wintang Rukmi; Aliyah Ratnaning Palupi
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.653

Abstract

Edukasi tentang PPAM kesehatan reproduksi pada fase pra krisis merupakan penyiapan perempuan jika saat terjadi bencana perempuan dapat terpenuhi kebutuhan akan Kesehatan reproduksi meskipun fasilitas pelayanan kesehatan tidak berfungsi atau akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi sulit terjangkau oleh perempuan yang terdampak. Pemberian edukasi pada perempuan terutama tentang PPAM merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan guna mengurangi risiko kesakitan dan kematian kelompok rentan kesehatan reproduksi jika terjadi bencana. Mengingat sasaran PPAM adalah masyarakat yang merupakan kelompok rentan kesehatan reproduksi yaitu bayi baru lahir, ibu hamil, ibu bersalin, ibu pascapersalinan, ibu menyusui, anak perempuan, remaja dan wanita usia subur. Adapun metode yang telah dilakukan adalah edukasi penerapan PPAM, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: 1) tahap persiapan; 2) tahap edukasi PPAM; 3) tahap evaluasi pelaksanaan edukasi PPAM. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan perempuan pengrajin genteng tentang PPAM. Hendaknya peran serta dinas terkait, BPBD, perangkat desa dan tokoh masyarakat dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan siaga bencana.
Penguatan Literasi Emergency First Respone (EFR) untuk Mencegah Fatalitas Kasus Geriatri di PCA Patrang Dian Ratna Elmaghfuroh; Siti Kholifah; Putri Salwa Ayu Rengganis; Zherina Zherina; Synthya Septy Ramadhany; Eka Nur Andini
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 7, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v7i1.22636970

Abstract

Peningkatan populasi lansia di Indonesia berimplikasi pada meningkatnya risiko kejadian kegawatdaruratan geriatri di lingkungan rumah. Keterlambatan respons pada fase golden period 5–10 menit pertama sering menjadi faktor penyebab fatalitas, terutama akibat rendahnya literasi Emergency First Response (EFR) di tingkat keluarga dan komunitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi EFR kader dan keluarga lansia di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Patrang melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif, diskusi kasus, distribusi media edukasi (booklet, poster, kartu saku darurat), serta evaluasi pre–post test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Jumlah peserta sebanyak 35 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan Rerata skor yang literasinya baik meningkat dari 15,4 menjadi 84,6, dengan persentase peningkatan sebesar 69,2%. Selain peningkatan pengetahuan, terjadi perubahan sikap dan kesiapsiagaan, termasuk penyimpanan nomor darurat dan perbaikan sederhana keamanan rumah lansia. Program ini menghasilkan model pemberdayaan “Aisyiyah Siaga Lansia” yang berpotensi direplikasi pada komunitas lain. Dapat disimpulkan bahwa edukasi literasi EFR berbasis organisasi perempuan efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dan berkontribusi pada upaya pencegahan fatalitas kasus geriatri di tingkat rumah tangga.
Prevensi Bencana Non Alam Ktd (Kehamilan Tidak Di-ingankan) Pada Remaja Melalui Komunikasi Informasi Dan Edukasi (Kie) Dengan Media Audiovisual Siti Kholifah; Resti Utami; Anisatus Syamsil Arifin; Fatimah Azzahra; Yuli Suci Andarini; Anggih Nadiatul Jannal; Kamilah Rachmadita; Septia Widari
JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata Vol 6, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jiwakerta.v6i2.22636781

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja perempuan berpotensi memicu tingginya angka aborsi, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Meningkatnya kasus KTD pada remaja dapat menyebabkan bencana non alam berupa tingginya AKI, AKB, dan stunting di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat besarnya populasi remaja di Indonesia. Faktor penyebab KTD meliputi usia, pendidikan, status ekonomi keluarga, pengetahuan alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pengetahuan kesehatan reproduksi. Upaya prevensi KTD memerlukan peran aktif tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di berbagai setting. Penggunaan media audiovisual dalam edukasi terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terkait kesehatan reproduksi. Salah satu lokasi pengabdian adalah SMK 3 Muhammadiyah Ambulu di Jember, yang belum pernah mendapatkan edukasi KTD berbasis audiovisual. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah, kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dengan media audiovisual belum pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, intervensi melalui KIE dengan media audiovisual diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pencegahan KTD. Adapun metode yang telah dilakukan adalah KIE dengan media audiovisual, pemberdayaan mitra, dan keberlanjutan program, antara lain: 1) tahap persiapan; 2) tahap sosialisasi; 3) tahap pelaksanaan edukasi 4) Tahap evaluasi pelaksanaan edukasi 5) Tahap Tindak lanjur dan rekomendasi. Hasil edukasi PPAM adalah adanya peningkatan yang signifikan terkait pengetahuan dan sikap remaja tentang KTD. Hendaknya peran serta dinas terkait, perangkat desa, tokoh Masyarakat dan utamanya orang tua dioptimalkan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bencana non alam berupa KTD.
Safety Industry (Pencegahan K3 pada Industri Genteng) Ginanjar Sasmito Adi; Siti Kholifah; Noer Afni Arifanti; Erika Novarinda
Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diankes.v1i2.14

Abstract

Occupational health and safety is a method used to protect workers from accidents and occupational diseases. This occupational safety and health effort does not only apply to the industrial sector such as manufacturing, mining, construction, this also applies to the small industrial sector such as the tile-making industry. The purpose of this community service is to provide health education to tile industry workers related to health and work safety. This service activity was carried out at UD Genteng Baru Muncul Jember. The results of the community service carried out in the tile industry showed an increase in knowledge from the average pre-test was 12.7 and the post-test was 14 (the highest score was 15). Another result of this service shows that health complaints among tile industry workers are pain in the joints and back and fatigue due to heat and thirst, several other complaints that arise include cough, shortness of breath, visual and hearing impairment. Work accidents that have occurred to workers include machine injuries and falls. Occupational health and safety must be a concern for business owners with regard to providing a safe environment as well as appropriate personal protection and balanced by obedient behavior of workers in using the prescribed personal protection.
Kontribusi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Berbasis Audiovisual terhadap Penguatan Pengetahuan dan Sikap Remaja dalam Pencegahan KTD Siti Kholifah
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 17 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v17i2.4561

Abstract

Beragam faktor seperti usia, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan tentang alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi berkontribusi terhadap perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan, terutama perawat, sangat penting dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi. Media audiovisual dipilih sebagai sarana Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif, karena sesuai dengan karakteristik remaja dan mampu meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KIE dengan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan KTD. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model media audiovisual yang lebih interaktif dan partisipatif, memungkinkan remaja berinteraksi dan memberikan umpan balik secara langsung. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta media edukasi yang lebih efektif dalam mencegah KTD dan menekan dampak bencana non alam seperti AKI, AKB, dan stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan rancangan Pre test and Post test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu dengan melibatkan 105 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa SMK yang berada di X serta belum pernah mendapatkan edukasi tentang Kesehatan reproduksi. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Pengolahan data dilakukan melalui proses pembersihan data, pemberian skor, penentuan kategori, tabulasi, dan entry data. Selanjutnya menganalisis uji statistik yaitu Wilcoxon. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil perhitungan uji  Wilcoxon didapatkan nilai p value (Asymp.Sig 2 tailed) sebesar 0.0001 dimana kurang dari 0.05 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dengan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam Pencegahan Bencana Non Alam KTD (Kehamilan Tidak Diingankan). Hendaknya edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap remaja dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan lintas sektoral terutama orang tua.      
Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kanker Payudara Pada Remaja Putri dengan Edukasi Model Word Square Putri Nofia Marta Wulandari; Sri Wahyuni Adriani; Siti Kholifah
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.31

Abstract

Kanker merupakan penyakit ganas yang menjadi penyumbang kematian nomor tiga di dunia. Kanker payudara umumnya lebih agresif pada kategori usia remaja 11-24 tahun dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah. Pengetahuan yang kurang menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kejadian kanker payudara akibat ketidaktahuan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan upaya-upaya salah satunya edukasi model word square. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi model word square terhadap tingkat pengetahuan tentang kanker payudara pada remaja putri di sekolah. Metode Penelitian menggunakan Pre Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas VII SMPN 03 Jember yang berjumlah 136 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling dengan jumlah sampel 56 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji wilcoxon untuk mengetahui pretest dan posttest diberikan edukasi model word square terhadap tingkat pengetahuan tentang kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi model word square terhadap tingkat pengetahuan remaja putri di sekolah sebagian besar berada pada kategori baik dengan p 0,001<0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi model word square terhadap tingkat pengetahuan tentang kanker payudara pada remaja putri di sekolah.
Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku Bullying pada Remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember Dhimas Fatahillah Ariyanto; Asmuji Asmuji; Susi Wahyuning Asih; Siti Kholifah
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.57

Abstract

Fungsi afektif merupakan sebuah persepsi atau cara pandang keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan psikososial anggota keluarga. Fungsi afektif adalah salah satu fungsi keluarga yang merupakan penciptaan rasa aman, pengdaan interaksi, pemberian perlindungan pada remaja. Kurangnya interaksi di dalam keluarga akan berpeluang remaja melakukan tindakan bullying. Bullying merupakan istilah yang menggambarkan beberapa tindakan atau sebuah perilaku agresif seseorang atau sekelompok orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Desain penelitian menggunakan model kolerasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden yang diambil menggunakan teknik Proportionate Random Sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil yang didapatkan responden sebanyak 50 orang (60,2%) memiliki fungsi afektif keluarga dalam kategori sedang dan responden sebanyak 42 orang (50,6%) memiliki perilaku bullying dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan diperoleh p value 0,005 dimana p value < α (0,05); r = - 0,308 yang berarti termasuk hubungan moderat yang artinya terdapat fungsi afektif keluarga dengan perilaku bullying pada remaja di SMAN Arjasa Kabupaten Jember. Diharapkan Dengan berjalannya fungsi afektif keluarga yang baik akan membentuk perilaku yang baik pada remaja yang dapat menekan angka terjadinya bullying.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Masalah Perilaku Anak Usia Sekolah di SDN 02 Tribungan Situbondo Rifqatul Husna; Siti Kholifah; Zuhrotul Eka Yulis
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.59

Abstract

Perilaku adalah sebuah respon yang muncul dari diri sendiri terhadap obyek atau benda yang berada disekitarnya. Namun, apabila anak melakukan perilaku yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, maka anak itu dianggap mengalami masalah. Masalah perilaku tidak memiliki etiologi yang tunggal melainkan kombinasi dari berbagai masalah, seperti pengasuhan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan antara pola asuh orang tua dengan masalah perilaku pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain correlation research dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel 104 dari 140 orang tua siswa-siswi di SDN 02 Tribungan Situbondo. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pola asuh yang paling banyak diterapkan oleh responden adalah pola asuh permisif dengan persentase 76% dan sebanyak 78 anak mengalami masalah perilaku. Uji korelasi yang digunakan adalah Spearman rho dengan ketentuan ɑ ≤ 0,05. Hasil analisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan masalah perilaku anak usia sekolah didapatkan r= 0,324 dan p=0,001. Kesimpulan, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan masalah perilaku pada anak usia sekolah. Arah hubungan negatif dengan kekuatan lemah. Pola asuh orang tua yang kurang tepat dapat berisiko menimbulkan masalah perilaku pada anak. Oleh karena itu, upaya edukasi terhadap orang tua dan deteksi dini perlu dilakukan.
Gambaran Kemampuan Adaptasi Ibu Hamil Berbasis Teori Roy pada Ibu Hamil Lailatul Magfiroh; Awatiful Azza; Siti Kholifah
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.68

Abstract

Kehamilan artinya proses yang alamiah, namun akan memberikan beberapa perubahan bagi seorang perempuan Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan perubahan psikologi dengan kemampuan berbasis Teori Roy pada ibu hamil. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester 1 dengan jumlah sampel 60 responden dan diambil melalui teknik cluster random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan kemampuan adaptasi dalam kategori adaptif sejumlah 40 (66,7%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikasi (p value) 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,508. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat gambaran kuat-kuat kemampuan adaptasi berbasis pada ibu hamil.