Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBEDAAN AGRESIVITAS DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA Novita, Eryanti
ANALITIKA Vol 4, No 2 (2012): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.159 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan agresitivitas ditinjau dari pola asuh orang tua pada siswa SMAN 1 Medan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians satu jalur atau anava satu jalur dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah 52 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif dengan bilangan signifikansinya <0,010 yaitu p = 0,000. Dengan melihat nilai rata–rata diketahui bahwa siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter memiliki agresivitas yang lebih tinggi (nilai rata–rata 125, 250) dibandingkan dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh permisif (nilai rata–rata 111,111) dan demokratis (nilai rata –rata 83,364). Sementara itu, diketahui bahwa agresivitas siswa SMAN 1 Medan berada pada kategori rendah.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA KORBAN SEXUAL ABUSE Hardjo, Suryani; Novita, Eryanti
ANALITIKA Vol 7, No 1 (2015): ANALITIKA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.27 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif  korelasional. Populasi penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual di kabupaten Langkat yang diketahui berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan skala psikologi, yaitu skala psychological well-being dan skala dukungan sosial yang dikembangkan peneliti berdasarkan teori yang relevan. Analisa terhadap data penelitian yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan teknik analisa korelasi pearson product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin tinggi psychological well-being yang mereka miliki. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin rendah  psychological well-being yang mereka miliki.
Perbedaan Penerimaan Diri Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita ditinjau dari Tingkat Pendidikan di SLB-E PTP Medan Novita, Eryanti
JURNAL DIVERSITA Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Psychology Department Faculty of Psychology Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.372 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penerimaan diri ibu yang memiliki anak tunagrahita ditinjau dari tingkat pendidikan, dimana subjek penelitian adalah ibu dari anak tunagrahita di SLB-E PTP yang berjumlah 60 orang. Dimana 30 ibu berpendidikan SMA, dan 30 ibu berpendidikan Sarjana.Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi: Ada perbedaan penerimaan diri ibu yang memiliki anak tunagrahita ditinjau dari tingkat pendidikan  Dalam t-test. upaya membuktikan hipotesis tersebut, digunakan metode analisis data t dimana berdasarkan pengolahan data, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: a). terdapat perbedaan penerimaan diri antara ibu dengan tingkat pendidikan sarjana danibu dengan tingkat pendidikan SMA yang signifikan dengan signifikan p = 0.000 < 0,050. Artinya adanya perbedaan penerimaan diri antara ibu dengan tingkat pendidikan sarjana dan ibu dengan tingkat pendidikan SMA, dinyatakan diterima. b). Secara umum hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan Sarjana lebih tinggi dibandingkan Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan SMA. Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan sarjana mean empiriknya adalah 155.10 dan Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan SMA mean empiriknya adalah 138.53, sedangkan nilai rata-rata hipotetiknya sebesar = 127.5
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU IMPULSIVE BUYING PADA REMAJA PENGGEMAR K-POP Nafeesa Nafeesa; Eryanti Novita
Cakrawala - Jurnal Humaniora Vol 21, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jc.v21i2.10319

Abstract

KPop is currently a trend for some teenagers. Most of these teenage Kpop fans feel that being a fan also has to collect various kinds of goods or what is commonly known as merchandise related to their idols. They assume that buying these items will make them true fans no matter what the price. They are willing to spend up to millions of rupiah to get their idol's original products such as albums, clothes, bags, pants, hats, bracelets and so on. Furthermore, this study will analyze the problem of high idol impulsive buying behavior in the adolescent community and determine the relationship between self-esteem and impulsive buying behavior in adolescents. This study will specifically examine whether there is a relationship between self-esteem and impulsive buying behavior in adolescents. This research will use Coopersmith's theory of self-esteem and Rook and Fisher's theory of impulsive buying, which is then examined in terms of its aspects and characteristics. Keywords : Teens, KPop Fans, Impulsive Buying, Self-Esteem
PERBEDAAN AGRESIVITAS DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA Eryanti Novita
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 4, No 2 (2012): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v4i2.773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan agresitivitas ditinjau dari pola asuh orang tua pada siswa SMAN 1 Medan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians satu jalur atau anava satu jalur dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah 52 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif dengan bilangan signifikansinya <0,010 yaitu p = 0,000. Dengan melihat nilai rata–rata diketahui bahwa siswa yang diasuh dengan pola asuh otoriter memiliki agresivitas yang lebih tinggi (nilai rata–rata 125, 250) dibandingkan dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh permisif (nilai rata–rata 111,111) dan demokratis (nilai rata –rata 83,364). Sementara itu, diketahui bahwa agresivitas siswa SMAN 1 Medan berada pada kategori rendah.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA KORBAN SEXUAL ABUSE Suryani Hardjo; Eryanti Novita
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 7, No 1 (2015): ANALITIKA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v7i1.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif  korelasional. Populasi penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual di kabupaten Langkat yang diketahui berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan skala psikologi, yaitu skala psychological well-being dan skala dukungan sosial yang dikembangkan peneliti berdasarkan teori yang relevan. Analisa terhadap data penelitian yang terkumpul dilakukan dengan menggunakan teknik analisa korelasi pearson product moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban kekerasan seksual. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin tinggi psychological well-being yang mereka miliki. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima oleh remaja korban kekerasan seksual maka akan semakin rendah  psychological well-being yang mereka miliki.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Menonton Film Porno pada Remaja Eryanti Novita
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 4, No 1 (2018): Anthropos
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/antro.v4i1.9885

Abstract

 Tulisan ini mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan menonton film porno pada remaja urutan faktor yang mempengaruhi kebiasaan menonton film porno pada remaja yaitu teman sebaya, kecanggihan teknologi, diri sendiri, adanya ketertarikan untuk menonton film porno, kurangnya sarana dan prasarana dan wadah-wadah yang menampung bakat dari remaja itu sendiri, pengaruh lingkungan, adanya pengalihan dan kurangnya bisanya memanfaatkan waktu luang, kebutuhan seksual, adanya permintaan pasangan, keluarga.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Psychological Well Being pada Remaja Korban Sexual Abuse di Kabupaten Langkat Eryanti Novita S.Psi, M.Psi; Azhar Aziz S.Psi, MA; Suryani Hardjo
PSIKOLOGI KONSELING Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v7i2.5119

Abstract

Dampak sexual abuse pada anak-anak dan remaja berupa tekanan psikologis, sehingga memunculkan berbagai kecenderungan psikopatologi, termasuk depresi, penyalahgunaan alkohol, perilaku antisosial, resiko bunuh diri, kecemasan tentang seks dan ketertekanan kehidupan pribadinya. Dibutuhkan penanganan yang serius dan segera dari semua pihak agar budaya kekerasan dapat diubah, dan bagi korban dibutuhkan penanganan secara intensif agar dapat hidup dan menghadapi masa depannya secara positif dengan mencapai kesejahteraan psikologisnya (psychological well being). Bagi korban sexual abuse langkah awal yang dapat ditempuh mendorong sikap terbuka dan melakukan prevensi intervensi pada pihak sekolah, orang tua dan anak. Tujuan penelitian adalah ingin melihat : Hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well being pada korban sexual abuse di Kabupaten Langkat. Data diungkap melalui Skala kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial. Jumlah populasi adalah 32 orang anak dan remaja yang mengalami sexual abuse dan tehnik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan Psychological well being. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,679 : p = 0,017; p < 0,050. Dengan demikian maka hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, dinyatakan diterima, dimana semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin tinggi  Psychological well being dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka akan semakin rendah Psychological well being.
Perbedaan Penerimaan Diri Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita ditinjau dari Tingkat Pendidikan di SLB-E PTP Medan Eryanti Novita
Jurnal Diversita Vol 3, No 1 (2017): Diversita Juni
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v3i1.1180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penerimaan diri ibu yang memiliki anak tunagrahita ditinjau dari tingkat pendidikan, dimana subjek penelitian adalah ibu dari anak tunagrahita di SLB-E PTP yang berjumlah 60 orang. Dimana 30 ibu berpendidikan SMA, dan 30 ibu berpendidikan Sarjana.Sejalan dengan pembahasan yang ada dalam landasan teori, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi: Ada perbedaan penerimaan diri ibu yang memiliki anak tunagrahita ditinjau dari tingkat pendidikan  Dalam t-test. upaya membuktikan hipotesis tersebut, digunakan metode analisis data t dimana berdasarkan pengolahan data, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: a). terdapat perbedaan penerimaan diri antara ibu dengan tingkat pendidikan sarjana danibu dengan tingkat pendidikan SMA yang signifikan dengan signifikan p = 0.000 < 0,050. Artinya adanya perbedaan penerimaan diri antara ibu dengan tingkat pendidikan sarjana dan ibu dengan tingkat pendidikan SMA, dinyatakan diterima. b). Secara umum hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan Sarjana lebih tinggi dibandingkan Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan SMA. Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan sarjana mean empiriknya adalah 155.10 dan Penerimaan diri ibu dengan tingkat pendidikan SMA mean empiriknya adalah 138.53, sedangkan nilai rata-rata hipotetiknya sebesar = 127.5
Hubungan Self-Efficacy Dengan Penyesuaian Diri Terhadap Perguruan Tinggi Pada Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian Universitas Medan Area Eryanti Novita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 3, No 2 (2022): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v3i2.169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri terhadap perguruan tinggi pada mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Medan  Area.. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Medan Area angkatan 2018 dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 89 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuisioner  berupa skala General Self-Efficacy yang terdiri dari 10 aitem dan skala penyesuaian diri terhadap perguruan tinggi yang terdiri dari 24 aitem. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,467 dengan taraf signifikansi 0,000.Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri terhadap perguruan tinggi pada mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas  Medan  Area  dengan kekuatan hubungan yang berada pada kategori sedang.