Articles
Hubungan Antara Kepercayaan Diri (Self Confidence) Dengan Penyesuaian Sosial (Social Adjustment) Pada Remaja Kelas X Di SMA Swasta Nurul Amaliyah Tanjung Morawa
Muflih Pratama;
Eryanti Novita
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 4, No 2 (2022): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Juli
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/tabularasa.v4i2.1346
This article or paper aims to find out the relationship between self-confidence and social adjustment of class X teenagers at nurul Amaliyah Tanjung Morawa private high school. The problem is focused on the relationship between self-confidence and social adjustment in class X adolescents at nurul Amaliyah Tanjung private high school. To approach this problem, theoretical references from Hurlock (2002) and Lauster (Ghufron and Risnawita, 2010) are used. The data was collected through the Likert scale and quantitatively analyzed. This study concluded that the results of the product moment correlation were known to have a relationship between self-confidence and social adjustment in class X adolescents at nurul amaliyah tanjung morawa private high school, where r_xy= 0.598 ; p = 0.000 0.050. the determinant coefficient (r^2) of the relationship between the free variable (X) and the bound variable (Y) is 0.358. This suggests that Social Adjustment is influenced by Self-Confidence. Self-confidence of 0.358% affects social adjustment.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Harga Diri Mantan Pecandu Narkoba Di BNN Sumatera Utara
Ayu Surgana;
Eryanti Novita
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 5, No 1 (2023): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Januari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/tabularasa.v5i1.1600
This study aims to determine and empirically test the relationship between family support and self-esteem of former drug addicts at BNN North Sumatra. The population in this study were drug addicts at the BNN North Sumatra as many as 80 people. The sampling technique in this study used total sampling. Self-esteem compiled by researchers based on aspects according to Coopersmith (in Komaruddin et al, 2016) Power (power), Significance (Significance), Virtue (Virtue), Ability (Competence). Family support in this study was measured by aspects according to Gunarsa Gunarsa (2012): Giving real support, giving attention, giving warmth, and giving love and protection. It is known that there is a positive relationship between family support and self-esteem. This result is evidenced by the correlation rxy = 0.979, with significant p = 0.000 0.05. The determinant coefficient (r2) of the relationship between the independent variable and the dependent variable is r2= 0.959. This shows that family support is distributed 95.90% of self-esteem. It can be concluded that family support is very low with a hypothetical mean of 67,500 and an empirical mean of 52,600. Furthermore, self-esteem is classified as very low with a hypothetical mean value of 112,500 and an empirical mean of 87,750.
Dampak Psikologis Perilaku Phubbing Dalam Berinteraksi Sosial Pada Mahasiswa
Ausani Silmi;
Eryanti Novita
Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2022): Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (793.473 KB)
|
DOI: 10.31289/jsa.v1i1.1096
The purpose of this study was to find out about the psychological impact of phubbing behavior in social interaction on Medan Area University Students, two of them from the 2018 class and one class 2019. This research is a type of qualitative research using phenomenological methods to deepen one's social interaction when presenting a smartphone in the middle. The interaction takes place face-to-face which leads to phubbing behavior. As well as looking for factors that cause phubbing behavior, the impact of phubbing perpetrators and also victims of phubbing perpetrators. The research respondents were three students. Two of them are phubber or perpetrators and one of them is a victim or called phubbe. The results of this study indicate that the factors that cause phubbing behavior are smartphone addiction, internet addiction, social media addiction, online game addiction, and no control or time limit in smartphone use. The social contact generated by the actor is the dominant negative social contact. Perpetrators tend to be vulnerable when imitating one of the closest people and lose control when after imitating, so that the loss of ethics when interacting directly socially and erodes the nature of sympathy and sensitivity to the surrounding environment. The impact of this behavior is to damage the quality of relationships, decrease mood when interacting socially, not focus, feel neglected, and feel unappreciated.
Hubungan Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Theologia di Sekolah Tinggi Theologia (STT) Paulus Medan
Diaken Eklesia Sumbayak;
Mustika Tarigan;
Eryanti Novita
Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2022): Jouska: Jurnal Ilmiah Psikologi Agustus
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.444 KB)
|
DOI: 10.31289/jsa.v1i2.1336
This study aims to examine the relationship between self-concept and interpersonal communication on students at the Paul Theological School of Medan. This study uses a quantitative approach with product moment correlation test. The variables in this study are self-concept and interpersonal communication. The population of this study amounted to 80 people and the research sample also amounted to 80 students of the Paul Theological School of Medan Forces 2016-2018. The data collection technique used in this study used a questionnaire with a Likert scale. The results of the validity test showed that the self-concept variable contained 5 invalid statements and 35 valid statements, while the interpersonal communication variable contained 5 invalid statements and 41 valid statements. Based on the results of testing the condition of self-concept, the results show that the level of self-concept is at a positive level and interpersonal communication variables are at a positive level. Based on the calculation of Product Moment Correlation, it is known that there is a significant positive relationship between Self-Concept and Interpersonal Communication, with (Rxy = 0.640; p= 0.000 0.050). From the results of this correlation, it can be stated that the hypothesis proposed in this study is accepted, namely the better the self-concept, the higher the Interpersonal Communication. The determinant correlation test (r^2) of the relationship above is = 0.410, this shows that interpersonal communication is influenced by self-concept by 41%. Thus, self-concept contributes to improving interpersonal communication.
Gambaran Anxiety (Kecemasan) Antara Pangkat Dan Umur Dalam Menghadapi Kegiatan Mutasi Jabatan Pada Satuan Personil Polisi Polres Padangsidimpuan
Harry Gusramli Rangkuti;
Eryanti Novita
JURNAL ISLAMIKA GRANADA Vol 3, No 3 (2023): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/ig.v3i3.129
Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecemasan antara pangkat dan umur pada personil polisi polres padangsidimpuan dalam menghadapi kegiatan mutasi jabatan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 orang satuan personil Polisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala, yaitu skala Kecemasan terhadap mutase. menurut Clark dan Beck (dalam Nugraha, 2020) disebutkan bahwa aspek kecemasan meliputi: aspek afektif, aspek Fisiologis, aspek Kognitif, aspek Perilaku. Berdasarkan hasil analisis deskriftif, diketahui bahwa gambaran kecemasan paling dominan diperoleh dari aspek fisiologis dan kognitif. Pada aspek fisiologis diukur dari indikator adanya reaksi berlebihan pada anggota tubuh, dan munculnya gejala-gejala fisik. Pada aspek kognitif diukur berdasarkan indikator menurunnya kecerdasan cara berfikir dan kurangnya pengetahuan/pemahaman. Aspek afektif dengan fisiologis dengan frekuensi 6, dan persentasi sebesar 15,0%. Selanjutnya aspek kognitif dengan frekuensi 6, dan persentasi sebesar 15,0%.
Kelekatan Anak pada Orang Tua bekerja
Novita, Eryanti;
Nabilah, Hapsari Nina
ISLAMIKA GRANADA Vol 4, No 3 (2024): ISLAMIKA GRANADA MEI
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/ig.v4i3.308
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran kelekatan anak dengan orang tua bekerja baik faktor yang mempengaruhi kelekatakan, objek lekat anak, maupun bentuk kelekatan pada anak yang memiliki orang tua bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi beberapa responden. Responden penelitian berjumlah tiga anak yang memiliki kedua orang tua bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden tidak kehilangan kelekatan dengan orang tua saat ditinggal bekerja. Responden membentuk kelekatan dengan figur yang bertindak sensitif dan responsif terhadap kebutuhannya. Responden I meletakkan ibu sebagai figur utama dan bibi sebagai figur pengganti, dengan gaya kelekatan aman terhadap figur lekat utama. Kemudian responden II meletakkan ibu sebagai figur lekat utama, dan memiliki gaya kelekatan aman terhadap figur lekat utama sedangkan responden III menjadikan nenek sebagai figur lekat utama dan ibu sebagai figur lekat pengganti dan membentuk gaya kelekatan aman dengan figur lekat utama. Kelekatan tersebut dipengaruhi oleh perbedaan pola asuh orang tua dan pengasuh, kualitas hubungan, sikap ibu terhadap pekerjaan dan temeramen anak. Anak tidak akan kehilangan kelekatan dengan ibunya, tetapi anak akan membentuk hierarki kelekatan dengan figur yang memberikan rasa aman dan nyaman sehingga menjadikan figur tersebut sebagai figur lekat utama.
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Bullying Pada Siswa SMA Setia Budi Abadi Perbaungan
Annisa, Winda;
Novita, Eryanti
ISLAMIKA GRANADA Vol 3, No 2 (2023): ISLAMIKA GRANADA JANUARI
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/ig.v3i2.117
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan control diri dengan perilaku bullying pada siswa SMA setia budi abadi perbaungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini menggunakan 110 siswa SMA yang terdiri dari kelas x,xi,xii. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert,dengan angket yang berisikan skala control diri dan skala perilaku bullying. Alat ukur yang digunakan adalah dalam pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku bullying. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang ada, yaitu semakin rendah kontrol diri pada siswa maka semakin tinggi perilaku bullying pada diri siswa.
Hubungan Kelekatan Anak Pada Ibu Dengan Kemandirian Anak Di TK IT Nurul Ilmi Medan
Novita, Eryanti;
Siregar, Erlina Sari
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 1, No 3 (2021): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.457 KB)
|
DOI: 10.51849/sl.v1i3.53
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana kelekatan anak pada ibu mandiri dijelaskan, faktor-faktor yang mempengaruhi kelekatan, objek kelekatan anak, dan pola kelekatan anak pada ibu mandiri anak. sekolah.. Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih adanya sikap terhadap anak yang menjadi tanggungan, terutama ibunya ketika melakukan aktivitas atau aktivitas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara attachment dan kemandirian anak TK. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif non eksperimen dengan teknik analisis korelasi product moment Pearson dan desain penelitian korelasi. Sampel penelitian ini adalah 44 siswa laki-laki dan perempuan TKIT Nurulilmi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket/wawancara. Hasil penelitian menunjukkan korelasi sebesar 0,621 yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelekatan anak dengan ibunya dengan kemandirian anak usia sekolah.
Kualitas Kehidupan Kerja Pada Karyawan Tanaman di PT. Perkebunan Nusantara I Regional I
Harahap, Mutiara Fadilla;
Novita, Eryanti
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.638
Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran kualitas kehidupan kerja pada karyawan tanaman di PT. Perkebunan Nusantara I Regional I. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dari penelitian ini adalah 53 orang karyawan Tanaman PT. Perkebunan Nusantara I Regional I Kebun Bandar Klippa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu total sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan skala kualitas kehidupan kerja yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Cascio (dalam Soetjipto, 2017). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariate untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari kualitas kehidupan kerja di PT. Perkebunan Nusantara I Regional I. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi aspek pengembangan karir yakni sebesar 20.545 %, berikutnya adalah kontribusi kompensasi yang layak sebesar 15.435% dan yang terendah adalah kesehatan kerja yakni sebesar 3.851% sehingga kualitas kehidupan kerja di bagian kompensasi yang layak dan pengembangan karir di kategorikan sedang.
Hubungan antara Religiusitas dengan Keharmonisan Keluarga pada Ibu Rumah Tangga di Yayasan Madinatul Quran
Novita, Eryanti;
Husaini, Rizkia
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 2 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-p3k.v6i2.809
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan keharmonisan keluarga pada ibu rumah tangga di Yayasan Madinatul Quran. Hipotesis penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara religiusitas dengan keharmonisan keluarga. Subjek penelitian yaitu 60 ibu rumah tangga di Yayasan Madinatul Quran. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala keharmonisan keluarga. Tipe Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dan metode analisis data yaitu teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas berkorelasi dengan keharmonisan keluarga. Besarnya nilai korelasi rxy = 0,576 dengan nilai signifikansi 0,0000,01 menunjukkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif antara religiusitas dengan keharmonisan keluarga. Variabel religiusitas mempunyai rerata empirik sebesar 127,72 dan rerata hipotetik sebesar 107,5 yang berarti religiusitas pada subjek tergolong tinggi. Variabel keharmonisan keluarga diketahui rerata empirik sebesar 132,57 dan rerata hipotetik sebesar 112,5 yang berarti keharmonisan keluarga pada subjek tergolong tinggi. Kesimpulannya, Ada hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan keharmonisan keluarga, artinya semakin tinggi (kuat) religiusitas maka akan semakin tinggi pula keharmonisan keluarga. Sumbangan efektif religiusitas terhadap keharmonisan keluarga sebesar 33,2%, berarti masih terdapat 66,8 % faktor lain yang mempengaruhi keharmonisan keluarga di luar variabel religiusitas.