Articles
Analisis Efektifitas Pembelajaran Daring Dalam Menghadapi Wabah Pandemi Covid-19
Dwinda Nur Baety;
Dadang Rahman Munandar
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 3 (2021): June Pages 631-1091
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.756 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i3.476
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pembelajaran daring ditinjau dari akses pendukung terlaksananya pembelajaran daring yang paling banyak digunakan pada peserta didik jenjang menengah hingga perguruan tinggi serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran daring. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Responden pada penelitian ini adalah 118 peserta didik di Kabupaten Bekasi. Data dianalisis dengan teknik kualitatif. Berdasarkan hasil kuisioner, 63% responden menyatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring belum efektif. Akses pendukung pembelajaran daring yang paling banyak digunakan adalah google classroom dengan 72,9% pengguna dan dilengkapi fitur-fitur yang cukup membantu pelaksanaan daring. Hasil kuisioner menunjukan bahwa efektifitas dari pembelajaran daring dipengaruhi oleh faktor ekonomi (38%), faktor sosial (30%), faktor Kesehatan (19%) dan faktor kepribadian (13%). Terakhir, saran peserta didik untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran daring bagi para tenaga pendidik yaitu: 1) meringkas materi belajar yang perlu di unduh; 2) menggunakan virtual meeting hanya untuk menjelaskan teori yang sekiranya sulit dipahami; 3) menghindari pemberian tugas yang berlebihan; 4) Selalu menanyakan kepada peserta didik terkait materi yang kurang dimengerti secara berkelompok/individu; 5) memberikan informasi terkait forum diskusi/webinar untuk melatih beradaptasi daring; 6) melaksanakan pembelajaran sesuai dengan jadwal; 7) menggunakan sistem/platform yang sama sebagai media pembelajaran daring.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi SPLDV
Shafa Khadijah;
Dadang Rahman Munandar
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 12, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33087/dikdaya.v12i1.263
The ability to solve problems is crucial to increase cognitive skills and can motivate students to learn mathematics. This research aims to determine the mathematical problem-solving ability of VIII graders in Academic year 2021/2022. The sample in this research is specifically class VIII/K students totaling 19 students. This type of research is carried out by qualitative descriptive research while data collection techniques used with giving test of ability problem solving as many as 3 questions. The results of the analysis in this research showed that the average of ability problem solving are 49,995% and belongs to moderate category. This research can be concluded that the average ability of students in SPLDV learning material is in the moderate category, especially in applying it to daily activities.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas VII Pada Materi Pecahan
Vanie Dewi Rosliani;
Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1968
Kemampuan berpikir kritis yaitu kemampuan siswa saat mempertimbangkan masalah serta memutuskan sebuah keputusan sehingga dapat memecahkan sebuah masalah. Tujuan penelitian ini guna menganalisis kemampuan berpikir matematis siswa di materi pecahan. Penelitian ini mempergunakan metode deskriptif pendekatannya kualitatif. Penelitian ini menelaah atau menunjukan hasil jawaban siswa pada materi pecahan berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Pelaksanaan penelitian pada kelas VII di SMP Negeri 1 Tirtamulya, dengan pemilihan sampel secara acak yaitu 20 siswa dari kelas VII – A. Penelitian ini mempergunakan instrument soal meliputi 2 soal uraian materi pecahan. Analisis tersebut dilakukan terhadap jawaban siswa sesuai indikator instrument soal. Penelitian menghasilkan berdasarkan setiap indikator sesuai persentase kategori kemampuan berpikir kritis, diketahui 100% siswa mampu menginterpretasikan dengan tepat, 50% siswa dapat membuat model matematika, lalu terdapat 15% siswa yang mampu menggunakan strategi dalam perhitungan dan secara tepat waktu menyelesaikan soal, serta 15 siswa mampu menyimpulkan dengan tepat. Oleh karena itu, siswa masih banyak siswa yang berkemampuan berpikir kritis rendah
Deskripsi Proses Berpikir Literasi Matematis Siswa Kelas X SMK pada Soal PISA
Alfira Nurul Husna;
Dadang Rahman Munandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v8i2.1971
Literasi merupakan salah satu jembatan dalam mempelajari suatu ilmu. Hal itu pun berlaku pada pembelajaran matematika dikarenakan literasi ini bertujuan guna memahami matematika secara lebih dalam lagi, serta mengubah paradigma akan matematika dengan menghafalkan rumus untuk menyelesaikan persoalan yang ada tanpa memahami persoalan yang diberikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir literasi matematis dengan menggunakan soal PISA kelas X SMKN Pertanian Karawang. Jenis dari penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, dibantu dengan lembar tes dan pedoman wawancara. Data yang dianalisis adalah proses berpikir siswa baik pada langkah pembuatan pengertian, pembuatan pendapat dan pembuatan kesimpulan. Siswa yang terpilih sebagai subjek penelitian sebanyak tiga orang ialah subjek M, subjek SAR, dan subjek I. Serta banyaknya soal yang terdapat didalam lembar tes sebanyak tiga soal. Subjek dipilih dari kelas X APHP 2 SMKN Pertanian Karawang. Hasil menunjukkan bahwasannya pada soal nomor 1 dan 2 hanya dua subjek yang mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan. Sedangkan untuk soal nomor 3 tidak terdapat subjek yang mampu menyelesaikan persoalan dengan benar.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Pola Bilangan
Novia Agustina;
Dadang Rahman Munandar
Didactical Mathematics Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.246 KB)
|
DOI: 10.31949/dm.v4i1.2012
Mathematical problem solving is a skill that must be possessed by students because it is very important to solve problems and include goals in learning mathematics. But at the time of math learning some students have difficulty in solving problems because of the low mathematical problem-solving ability that students have. This research aims to describe the mathematical problem-solving ability of grade VIII students in solving mathematical problems in patterns of numbers. This research uses qualitative descriptive methods. Purposive sampling techniques were used to select subjects in the study, and selected 6 students as research subjects. This study uses 3 questions in the form of a description. The data collection techniques in this study are tests and interview skills. The study was conducted using the results of student answers analyzed based on indicators of problem-solving skills based on the Polya stage. The results of this study showed that students' mathematical problem-solving skills on indicators wrote information and wrote a settlement plan is 55.56% including moderate categories, then on the problem solving indicators is 44.45% including moderate categories, and on the indicator evaluate is 22.23% including low categories.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Melalui Soal Tes Pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel
Nadidah Ajeng Pratiwi;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis siswa SMP kelas VIII melalui materi Persamaan Liniear Satu Variabel. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Berdasarkan National Council Of Teacher Of Mathematics (NCTM) (2000) lima kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari matematika yaitu kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, membuat koneksi, dan representasi. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP Negeri 3 Karawang Barat tahun pelajaran 2019/2020. Populasi yg diambil pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Karawang Barat dengan subjek sebanyak 20 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrument yang digunakan pada penelitian ini berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi persamaan linear satu variabel. Berdasarkan hasil penelitian memperoleh hasil kemampuan pemecahan masalah matematis : siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi adalah 3 siswa dengan persentse 15% , siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang adalah 8 siswa dengan persentse 65% , sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah adalah 9 siswa dengan persentse 20%. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan matematis siswa SMP kelas VIII pada materi persamaan liniear satu variabel masih tergolong rendah.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP TERHADAP GAYA KOGNITIF SISWA SMP DENGAN MATERI KUBUS DAN BALOK
Yuli Sasmita Wulandari;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil belajar siswa dalam kemampuan pemahaman konsep matematika terhadap gaya kognitif siswa SMP dengan materi kubus dan balok. Penelitian kali ini dilakukan pada siswa SMP kelas IX. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen terdiri dari soal pemahaman konsep dan tes gaya kognitif menggunakan Group Embedded Figure Test (GEFT). Teknik pengumpulan data menggunakan uji intrumen tes. Tes yang dikerjakan oleh siswa diberikan penilaian disetiap indikator untuk mengetahui bahwa siswa tergolong dalam kategori kemampuan pemahaman konsep tinggi, rendah dan sedang. Begitu juga untuk mengetahui bahwa siswa memiliki gaya kognitif field independent atau gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai tes pemahaman konsep siswa 15,62% pada kategori tinggi, 71,88% pada kategori sedang dan 12,5% pada kategori rendah. Pada gaya kognitif terbagi menjadi subjek FI meliputi FI lemah (FIL) sebanyak siswa dan FI kuat (FIK), adapun presentasenya sebagai berikut FIL sebanyak 3,13%, FIK sebanyak 6,25%, FDL sebanyak 43,75% dan FDK sebanyak 46,88%. Kesimpulan Siswa dengan gaya kognitif field independent (FI) cenderung memiliki kemampuan pemahaman konsep yang lebih baik apabila dibandingkan dengan gaya kognitif field dependent (FD). Kemampuan pemahaman konsep berkategori tinggi terdapat pada gaya kognitif FI hingga FDK, pada kategori sedang terdapat pada semua gaya kognitif FDK dan rendah terdapat pada semua gaya kognitif FDL.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Pemecahan Soal Matematika pada Materi Bilangan Bulat dan Pecahan
Rila Septia Pratama Putri;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1a (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan representasi matematis dalam pemecahan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa SMP kelas VII dalam pemecahan soal matematika pada materi bilangan bulat dan pecahan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan pada salah satu sekolah SMP di Karawang Barat Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dengan jumlah 40 siswa. Pemilihan subjek dengan teknik Purpossive Sampling dan Stratified sampling, dengan mengambil masing-masing 2 orang subjek penelitian berdasarkan kategori kemampuan representasi matematis. Pengambilan data diperoleh melalui tes dengan instrumen tes yang telah tervalidasi untuk melihat kemampuan representasi matematis siswa yang kemudian diolah dan dianalisis untuk menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kemampuan representasi matematis siswa SMP masih rendah sebesar 38,57 dengan 8 siswa (20%) memiliki kemampuan representasi matematis tinggi, 24 siswa (60%) memiliki kemampuan representasi matematis sedang, dan 8 siswa (20%) memiliki kemampuan representasi matematis rendah. Siswa dengan kemampuan representasi matematis tinggi mampu menggunakan representasi visual, ekspresi matematis, dan verbal, siswa dengan kemampuan representasi matematis sedang mampu menggunakan representasi visual namun belum maksimal dalam menggunakan representasi ekspresi matematis dan verbal, dan siswa dengan kemampuan representasi matematis rendah belum mampu menggunakan representasi ketiganya dalam pemecahan soal matematika.
Kecerdasan Emosional Dalam Belajar Matematika
Elis Wati;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan karya tulis ini ialah untuk menelaah dan mendeskripsikan mengenai kecerdasan emosional siswa dalam belajar matematika pada siswa di sekolah yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Oleh karenanya apabila siswa dengan kecerdasan emosional tinggi diharapkan dapat mengolah emosinya dengan baik, memotivasi dirinya sendiri, memiliki empati tinggi sehingga mendapatkan prestasi hasil belajar yang baik. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah kajian pustaka, dimana penulis mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan dengan objek kajian yang berkesinambungan. Kecerdasan emosional dipilih karena pada dasarnya tidak selalu kecerdasan intelegensi yang menjadi faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar khususnya belajar matematika tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi. Kata kunci: Kecerdasan emosional, prestasi hasil belajar, belajar matematika
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik
Brilianty Puspa Hapsari;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan memiliki peranan penting dalam mempersiapkan kehidupan di masa yang akan mendatang. Dalam dunia pendidikan memiliki satu mata pelajaran yang wajib dipelajari yaitu mata pelajaran matematika. Manfaat dari matematika ini salah satunya yaitu memberikan konstruk berpikir yang terencana, sehingga peserta didik diharapkan menajdi manusia yang rasional, logis, sistematis, kreatif, kritis, dan cermat. Dalam pembelajaran matematika, salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki peserta didik yaitu kemampuan representasi matematis. Dalam pembelajaran matematika ada hal yang perlu diperhatikan selain kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, yaitu tentang bagaimana pemilihan model pembelajaran yang baik dan tepat untuk digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik di kelas. Di Indonesia sendiri memiliki berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Artikel ini dibuat peneliti dengan tujuan memberikan referensi yang terkait dengan salah satu model pembelajaran dalam penerapannya terbukti terdapat pengaruh untuk meningkatkan kemampuan representasi peserta didik khususnya pada tingkat sekolah menengah pertama. Model pembelajaran yang dipilih peneliti yaitu penggunaan model pembelajaran discovery learning. Peneliti melakukan riset dengan metode kajian kepustakaan, yaitu merupakan salah satu upaya yang merangkum berbagai hasil penelitian dengan sampel sebanyak 5 referensi yang dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik yaitu dengan menunjukkan adanya peningkatan terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Kata kunci: Kajian Kepustakaan, Kemampuan Representasi Matematis, Discovery Learning