Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KARAKTERISTIK AIR GAMBUT DI JALAN KALIBATA KOTA PALANGKARAYA Elfa Pradita Azizah Rivani; Achmad Imam Santoso
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v3i01.54

Abstract

Hutan rawa gambut ialah salah satu ekosistem lahan basah yang lumayan luas di Indonesia dengan ciri spesial ialah jenuh air serta tanahnya berbentuk tanah organik( gambut) yang berkembang di atas Kawasan yang digenangi air tawar dalam kondisi asam dengan ph 3, 5- 4, 0. Secara universal, hutan rawa gambut berkembang di wilayah dataran rendah beriklim senantiasa basah. Air gambut ialah salah satu air tanah ataupun air permukaan yang banyak ditemui serta ada di wilayah Kalimantan, terkhususnya kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Identitas air gambut di kota ini ialah keseriusan warna yang besar( merah kecoklatan), ph yang rendah, isi zat organic yang besar, kekeruhan serta isi partikel tersuspensi yang rendah dan isi kation yang rendah. Warna air gambut di kota ini yang merah kecoklatan berasal dari tingginya isi zat organic( bahan humus) yang terlarut dalam wujud asam humus. Tidak hanya itu warna merah kecoklatan air gambut ialah ciri terdapatnya isi besi yang besar. Tujuan riset ini merupakan buat memandang ciri air gambut yang terdapat di Gram. Obos 14 tepatnya di jalur Kalibata kota Palangkaraya saat sebelum diberi tawas serta setelah diberi tawas. Pengujian ini meliputi pengujian mikrobiologi serta uji fisika. Parameter yang digunakan ialah meliputi ph, Konduktivitas,, zat organil, TDS, kesadahan, serta Fe.
SISTEM PENGOLAHAN AIR GAMBUT MENJADI AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PENJERNIH AIR Lutfia Nur Azizah Azzahra; Achmad Imam Santoso
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v3i01.56

Abstract

Air merupakan komponen kehidupan yang sangat penting, semua aspek kehidupan tidak terlepas akan pada kebutuhan air. Kurangnya persediaan air bersih saat ini bukan saja menjadi masalah dibeberapa daerah saja, tetapi telah menjadi masalah nasional. Dibeberapa daerah sumber air tersedia banyak seperti air laut, air sungai, maupun air gambut. Namun sumber air tersebut belum memiliki standar air bersih, begitu juga di daerah dataran rendah dan berawa di Kalimantan Tengah Palangka Raya yang masih mengalami kesulitan mencari sumber air bersih dan juga air minum. Hal ini karena sumber air yang terdapat di daerah tersebut adalah air gambut. Kebutuhan akan suatu solusi atau alat untuk menyelesaikan masalah tersebut merupakan hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat.
Perancangan Sistem Pengolahan Air Gambut untuk Meningkatkan Ketersediaan Air Bersih Dhymas Sulistyono Putro; Achmad Imam Santoso; Sri Muliani Agustina; Alicia Wafiq Nur Azizah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5572

Abstract

AbstractOne effort that can be done to increase the quantity of clean water is a water treatment system. So that the resulting water quality results can reach PP No. 22 Tahun 2021 quality standards, the resulting water quality results must have an appropriate treatment system to improve the quality of peat water and increase clean water availability. Manufacturing of tools and trials at the Laboratorium Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and collecting peat water on the Palangkaraya Cross-City road. The type of sample used in the implementation of this research is a grab sample, namely a sample taken directly from the water to be monitored. Peat water samples were taken as much as 10 liters. The water treatment system consists of 3 tanks which have their respective functions. Where the first tub is the coagulation tub, the second is the flocculation tub and the third is the filtering tub. The time needed to process peat water into 10 liters of clean water takes about ± 15 minutes. Clean water treatment of 10 liters for 15 minutes can be used by 2-3 people in one treatment. The quantity of water produced by this water treatment device is physically usable, as seen from the efficiency of the time it takes to process 15 minutes in 10 liters so that it can be used for hand washing activities.Keywords: Clean water, peat water, treatment system, time and volume efficiency
PEMANFAATAN TEKNOLOGI BIOPORI SEBAGAI TEKNIK MITIGASI LINGKUNGAN DI KOMPLEK PERGURUAN MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TENGAH Tia Monika; Sari Marlina; Achmad Imam Santoso
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 3 No. 02 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v3i02.75

Abstract

Musim hujan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Kalimantan Tengah atau Kampus 1 Muhammadiyah Palangkaraya mengalami limpasan air hujan karena aliran air yang mengalir ke badan saluran drainase tersumbat. Sehingga menyebabkan akses kendaraan terganggu, ruas jalan berair, susah untuk dilalui, mengganggu aktivitas. Melihat kondisi tersebut perlu adanya kegiatan rekayasa untuk menangani permasalahan air yang tergenang di lingkungan seperti membuat teknologi biopori.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar daya serap biopori sebagai bentuk mitigasi lingkungan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Kalimantan Tengah, selain itu untuk mengetahui efektifitas biopori sebagai mitigasi lingkungan. Hsail pengujian diperoleh bahwa daya serap air A, B, C, D, E dan F menurun dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan jenis tanah. Efektifitas tidak terpenuhi karena lubang biopori tersebut memiliki daya serap rendah, mudah tertutup atau erosi lalu menutupi lubang, tanah bersifat gambut yang ketika mencapai 70 cm tanah tersebut sudah tercampur dengan air.
KUALITAS AIR SUNGAI LAMANDAU: ANALISIS KANDUNGAN BOD DAN COD TAHUN 2019 – 2021 Achmad Imam Santoso; Suhenra Maulana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.169

Abstract

Studi ini membahas perubahan kualitas air Sungai Lamandau dengan fokus pada Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) selama tahun 2019-2021. Sungai Lamandau, sumber daya alam penting bagi masyarakat sekitarnya, terancam oleh pencemaran limbah domestik dan industri. Penelitian dilakukan di Dermaga Nanga Bulik Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Analisis data menunjukkan penurunan signifikan dalam konsentrasi COD dan BOD selama periode tersebut, menunjukkan peningkatan kualitas air. Penyebabnya meliputi pengendalian limbah dan perbaikan lingkungan, seperti pemindahan pasar ikan dari sekitar sungai. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas air. Meskipun demikian, upaya lanjutan dalam pengelolaan limbah dan pemantauan lingkungan masih diperlukan untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas air dan menjaga ekosistem sungai yang sehat.
Analisis Daya Dukung Tanah Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Uji Sondir: Analysis of the Bearing Capacity of Piled Foundation Soil Based on Sondir Test Diharyo; Rudy Yoga Lesmana; Achmad Imam Santoso
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.173

Abstract

His research aims to get a clear picture of the bearing capacity of the soil as a basis for foundation calculations. The bearing capacity of the soil is the ability of the soil to withstand the load of the building without experiencing excessive settlement. Field testing is carried out using two main methods, namely the Boring Test and Standard Penetration Test (SPT) as well as laboratory tests to analyze the physical and mechanical properties of the soil. From the test results at a depth of 15 - 22 meters, it was found that the density of the hard soil was of a clay-silty to sandy type. The foundation used was a deep foundation (Deep Foundations), namely a pile foundation or (Bore Pile) with a size of 40 cm x 40 cm or Bore foundation. Pile to his size 50 cm.
Investigasi Kualitas Tanah pada Pembangunan Kelapa Sawit PT. Tunas Harapan Baru: Soil Quality Investigation for Palm Oil Plantation Development at PT. Tunas Harapan Baru Diharyo, Diharyo; Santoso, Achmad Imam; Lesmana, Rudy Yoga
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 2 (2024): Volume 19 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i2.15854

Abstract

This study aims to evaluate the soil conditions of the land used for palm oil plantation development at PT. Tunas Harapan Baru. The evaluation was conducted by analyzing the physical and chemical properties of the soil, including texture, pH, organic matter content, and key nutrients. Data were obtained from laboratory tests on several soil samples from the location. The results showed that the soil conditions are suitable for palm oil plantation development, although some parameters require attention in sustainable land management. This article also discusses the environmental impact of land use for plantations on local soil conditions and provides recommendations for improving soil quality.
PELATIHAN PEMBUATAN TEMPAT SAMPAH DAUR ULANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Imam Santoso, Achmad; Hidayani, Al; Putro, Dhymas Sulistyono
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2582-2586

Abstract

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengelolaan sampah yaitu melakukan pelatihan dalam meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah dengan memanfaatkan bahan yang dapat didaur ulang. Fasilitas pengelolaan sampah yang berasal dari bahan yang dapat didaur ulang, diantaranya tempat sampah. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan pembuatan tempat sampah. Semakin meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pembuatan tempat sampah, diharapkan mampu mengaplikasikannya pada lingkungan sekitar. Sehingga pengelolaan sampah pada suatu wilayah akan semakin meningkat. Pengabdian kepada masyarakat ini terbagi atas beberapa tahapan, diantaranya persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan yaitu mengumpulkan alat dan bahan yang akan digunakan, yaitu ban bekas sebagai bahan baku utama tempat sampah, cat sebagai penambah estetika tempat sampah, seng sebagai penampang tempat sampah, serta alat pemotong untuk memotong bagian ban yang tidak dibutuhkan. Tahap pelaksanaan, yaitu pembuatan tempat sampah.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG AIR BERSIH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANJUNG TARUNA Faradila, Amelia; Zulfikar Akbar, Reza; Arnisyah, Siti; Imam Santoso, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4521-4527

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Taruna, Kota Palangka Raya, yang ditetapkan sebagai lokus stunting berdasarkan data BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah (2023) dengan prevalensi mencapai 22,5%. Kondisi masyarakat desa menunjukkan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang tidak layak, di mana menurut data BPS (2022) hanya 70,03% rumah tangga di Kalimantan Tengah memiliki akses air bersih, sementara di daerah pinggiran seperti Tanjung Taruna angkanya lebih rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan air bersih untuk mencegah stunting. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Sebanyak 40 warga hadir, termasuk kepala desa dan ketua RT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan. Pemahaman definisi stunting meningkat dari 45% menjadi 85%, pengetahuan faktor penyebab dari 40% menjadi 80%, pentingnya air bersih dari 50% menjadi 90%, cara menjaga kualitas air dari 35% menjadi 82%, dan dampak stunting jangka panjang dari 38% menjadi 78%. Rata-rata peningkatan mencapai 42 poin persentase. Edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan dapat dijadikan strategi pencegahan stunting berbasis komunitas.