Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Sosialisasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Social Engineering untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Keamanan Informasi Eko Wahyu Tyas Darmaningrat; Achmad Holil Noor Ali; Anisah Herdiyanti; Apol Pribadi Subriadi; Feby Artwodini Muqtadiroh; Hanim Maria Astuti; Tony Dwi Susanto
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.479 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.92

Abstract

Pada tahun 2018, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 49% dari total penduduk Indonesia yaitu 130 juta dari total 265,4 juta populasi. Perilaku upload foto, video, atau tulisan yang berisikan informasi pribadi dapat menyebabkan pengguna berada dalam posisi yang berbahaya dan berpotensi hilangnya privasi pengguna. Banyak dari kasus kriminal dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Pelaku mengambil foto dan informasi nomor seluler korban melalui sosial media dan mengedit foto korban menjadi foto vulgar untuk mengancam dan memeras korban. Kasus penyalahgunaan informasi disebabkan oleh kurangnya kesadaran untuk menjaga privasi informasi di media sosial. Social engineering merupakan salah satu teknik yang perlu diwaspadai dalam menjaga keamanan informasi. Social engineering berfokus pada bagian terlemah pada sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Teknik ini berusaha mengambil informasi pribadi dengan melakukan manipulasi psikologis melalui mekanisme interaksi sosial. Selain itu, dalam pelaksanaan social engineering, pelaku meminta langsung apa yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi melakukan sosialisasi mengenai berbagai teknik social engineering, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahannya kepada masyarakat. Adanya kebijakan WFH di era pandemi COVID-19 saat ini mengakibatkan penggunaan gadget dan media sosial semakin massif. Sebagian besar peserta berpendapat bahwa materi yang disampaikan menarik. Hal ini membuat peserta sangat antusias dan menyampaikan cukup banyak pertanyaan. Setelah mengikuti sosialisasi, peserta menjadi lebih berhati-hati jika hendak membagikan foto atau informasi yang mungkin mengandung informasi pribadi di media sosial.
Digitalisasi Konten Pembelajaran Pendidikan Al Qur’an di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya Menggunakan Aplikasi yukBlajar! Eko Wahyu Tyas Darmaningrat; Achmad Holil Noor Ali; Sholiq; Radityo Prasetianto Wibowo; Khakim Ghozali
Sewagati Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.422 KB)

Abstract

Problematika Pendidikan Al Qur’an (dan Pendidikan Islam) di era Global, dapat dikategorikan menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa permasalahan dari faktor internal meliputi: relasi kekuasaan dan orientasi pendidikan islam, masalah kurikulum, pendekatan/metode pembelajaran, profesionalitas dan kualitas SDM, serta biaya pendidikan. Sedangkan permasalahan dari faktor eksternal meliputi: dikotomi antara Ilmu Agama dengan Ilmu Umum, sifat ilmu pengetahuannya yang masih terlalu umum dan kurang memperhatikan upaya penyelesaian masalah, rendahnya semangat untuk melakukan penelitian, sistem hafalan (memorizing), dan mencari ilmu hanya merupakan sebuah proses untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah (certificate oriented). Penerapan digital learning memiliki keunggulan berupa biaya pengembangan yang lebih murah, lebih baik, serta lebih cepat. Untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh mitra, kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan pelatihan bagi pengajar Pendidikan Al Qur’an di SMP Islam Al Azhar 13 Surabaya untuk merancang konten pembelajaran digital dengan menggunakan aplikasi “yukBlajar!”. Aplikasi ini memungkinkan guru, siswa, maupun orang tua untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, aplikasi ini bertujuan untuk membantu guru dalam merancang rencana pembelajaran dengan metode pembelajaran yang interaktif. Dengan adanya konten pembelajaran yang menarik dan interaktif, diharapkan siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi dan lebih termotivasi dalam belajar Pendidikan Al Qur’an.
Pengenalan Sistem Aquaponik Cerdas untuk Memfasilitasi Kemampuan Mandiri pada Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Anggraeni, Wiwik; Risqiwati, Diah; Husniah, Lailatul; Sugiyanto; Aulia Sidharta, Hanugra; Budiyanta, Nova Eka; Djunaidy, Arif; Tyasnurita, Raras; Ali, Achmad Holil Noor; Divka, Princessa Sissy; Rahmanisa, Fathia
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.967

Abstract

SLB ABCD Bakti Sosial merupakan sebuah sekolah luar biasa yang melayani siswa dengan kebutuhan khusus, terletak di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.SLB tersebut memiliki 28 siswa SD, 18 siswa SMP, dan 17 siswa SMA, yang dibimbing oleh 11 guru. Berdasarkan diskusi dengan para guru, diketahui bahwa tempat tinggal siswa memiliki radius hingga 25 kilometer, karena jumlah SLB di Jawa Tengah yang belum sebanding dengan jumlah siswa. Metode pengajaran di SLB ini berbeda dengan sekolah umum, dengan kurikulum tahun 2013 yang mengalokasikan 40% pembelajaran pada materi teori dan 60\% pada keterampilan praktis. Untuk meningkatkan keterampilan siswa, Tim Pengabdian Masyarakat ITS mengusulkan penerapan sistem smart-aquaponic. Sistem ini tidak hanya menjadi alat latihan, tetapi juga sesuai dengan latar belakang pertanian masyarakat Boyolali, yang merupakan mata pencaharian utama di daerah tersebut. Materi video dan modul pendukung diperkenalkan untuk membantu para guru dalam membimbing siswa berkebutuhan khusus. Pengajaran ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dengan memperkenalkan integrasi budidaya ikan dan tanaman melalui otomatisasi sederhana. Otomatisasi ini meliputi pemberian pakan ikan secara terjadwal dan aliran air yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan tanaman. Dengan memperkenalkan smart-aquaponic di SLB ABCD Bakti Sosial, harapannya adalah guru dan siswa dapat mengembangkan keterampilan aquaponik dan menyesuaikannya dengan kebutuhan daerah sekitar.