Hartini Hartini
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH COVID-19 TERHADAP PRAKTIK KEAGAMAAN DI KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA Krisma Lolongan; Hartini Hartini; Hidayah Rahman
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol. 7 No. 2 (2023): Volume. 7 Nomor 2. Desember 2023
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the influence of COVID-19 on the religious practices of Christians during the pandemic in Pomalaa District, Kolaka Regency. In this study using the theory of change William A. Haviland (1985) in the translation of Haryono Soekanto by using ethnography. The results of the study show that the existence of COVID-19 has a huge influence on people's lives, especially in Pomalaa District, Kolaka Regency. Specifically in religious practices. The influence of COVID-19 has made restrictions on churches and even spiritual activities that are usually carried out are temporarily eliminated such as household worship. Not only that, worship is also carried out online. During the pandemic, activities in the church are very limited and congregants are required to wear masks, wash their hands, sit at a distance and before entering the church, congregants must first check their body temperature to avoid transmission of COVID-19. If anyone is not feeling well, they are advised to return and worship from their homes.
MAHASISWA DRIVER OJEK ONLINE (GRAB) UNIVERSITAS HALU OLEO Ersa Trialmawati; Hartini Hartini
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v5i2.1274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa mahasiswa memilih bekerja sebagai driver grabbike dan mengetahui hambatan yang dihadapi mahasiswa selama menjadi driver grabbike. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologis oleh Berger dan Luckmann, dengan metode snowball sampling dan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik lapangan (field research) wawancara mendalam (indepth interview), dan Pengamatan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa, mahasiswa memilih menjadi driver grabbike karena melihat adanya peluang penghasilan yang cukup bagus dan dapat memenuhi kebutuhan pribadi mereka sehingga tidak memberatkan orang tua. Tidak memiliki persyaratan yang rumit dan juga sistem kerja yang fleksibel sehingga pekerjaan tersebut bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, kemudian hambatan yang dihadapi mahasiswa selama menjadi driver grabbike adalah susah membagi waktu antara belajar dan bekerja, adanya kecemburuan sosial terhadap sesama tukang ojek, mendapatkan orderan yang fiktif, pelanggan yang memasang titik penjemputan tidak sesuai lokasi, dan sepeda motor yang digunakan untuk bekerja terkadang mengalami masalah ataupun kerusakan.
PERILAKU MASYARAKAT PESISIR PANTAI DALAM MENGELOLA SAMPAH Ilyas Ilyas; Hartini Hartini
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i1.1445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat pesisir pantai dalam mengelola sampah. Penelitian ini menggunakan teori model of dan model for oleh Clifford Geertz, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis etnografi. Penelitian ini menujukkan bahwa Perilaku masyarakat pesisir pantai di Kelurahan Petoaha dalam mengelola sampah masih tergolong kurang baik. Karena, sampah yang dihasilkan sehari-hari semuanya berakhir di tempat pembuangan sampah dan laut. Pelakunya pun beragam mulai anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, hingga kepala rumah tangga. Namun, untuk sampah ibu rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan sampah sebelumnya ditampung terlebih dahulu di dalam rumah lalu, dibuang ke tempat sampah depan rumah atau biasa juga langsung ke laut. Hal ini karena masyarakat pesisir pantai jarang mengikuti edukasi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan pemerintah terkait sampah. Pemerintah Kelurahan Petoaha telah membuat program dan eduksi terkait sampah, membangun sarana dan prasarana yang dapat menunjang masyarakat pesisir pantai agar dapat hidup bersih dan sehat. Namun, kembali lagi dari kesadaran masyarakat yang masih kurang baik membuat keberadaan sampah ada di mana-mana.
Sompa dalam Perkawinan Orang Bugis Bone di Desa Marga Jaya Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana Wahyu Indah Permatasari; Hasniah Hasniah; Hartini Hartini
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i2.1644

Abstract

This study aims to determine and determine and describe the determination of giving sompa and the meaning of sompa in Bugis marrianges in marga Jaya villace, North Rarowatu District, Bombana Regency, ethnographic method. The result showed trat the tradition of determining ompa in the marriage of the Bugis Bone in Marga Jaya Village still sees the equality of social status for the bride to be. In addition, this tradition must be carried out by the Bugis Bone as a sign that there are conditions that must be carried out before marriage. Thus, the high demand for sompa and panai money is in accordance with the request from the woman’s family through a spokesperson who was sent to participate in the application or asaessment program. The simbols in the sompa mean that in the future their domestic life will remain safe, harmonious and full of love.