Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI DESA SILANGJANA Putu Sukma Megaputri; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Luh Yenny Armayanti; Gede Agus Sastra Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 1 No. 1 (2023): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v1i1.17

Abstract

Kekerasan seksual saat ini Kembali marak terjadi dan seharusnya generasi muda memiliki upaya pertahanan diri dalam mencegah kekerasan seksual. Pemberian eduaksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja merupakan satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pencegahan kekerasan seksual khususnya pada remaja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk dapat memberikan informasi mengenai edukasi pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Jumlah sasaran mitra yaitu 30 orang remaja perempuan dan laki-laki dengan didampingi oleh Psikolog Remaja. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan kuesioner yang meliputi identitas dan informasi kekerasan seksual serta pencegahannya dan apa yang dilakukan untuk menangani pencegahan kekerasan seksual. Bahan yang disiapkan adalah LCD, proyektor, materi yang disampaikan secara bergantian dimulai dengan psikolog remaja dan selanjutnya oleh dosen pelakasana. Metode yang dilaksanakan dimulai dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian ini tampak bahwa terdapat perbedaan rata-rata remaja sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi dinilai dari pengetahuan sebelum dengan rata-rata 67,8 dan pengetahuan sesudah diberikan edukasi meningkat menjadi 80,5. Simpulannya bahwa edukasi memiliki efektifitas yang tinggi untuk dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan kekerasan seksual.
PENDAMPINGAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SD 3 BUBUNAN I Komang Indra Wijaya; Ida Bagus Andika Wiguna; I Made Artha Mulyasa; K. Rheina Anggaresha; Putu Tegar Dewantara; Gede Mahardika; Putu Sukma Megaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.36

Abstract

Perundungan merupakan salah satu dosa dalam dunia Pendidikan, saat ini perundungan banyak terjadi pada lingkungan Pendidikan dan menyebabkan berbagai masalah serta dampak yang dirasakan oleh siswa. Perubahan karakter anak bahkan penurunan kesehatan mental sering dirasakan oleh anak usia sekolah dan dapat berujung menjadi depresi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada siswa di SDN 3 Bubunan untuk melakukan pencegahan perundungan kepada sesama temannya. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 40-50 orang siswa SDN 3 Bubunan dari kelas 4,5 dan 6. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan Kepala Sekolah dan Guru, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan sebelum diberikan pendampingan dengan proporsi 60,5% dan setelah diberikan pendampingan pencegahan perundungan menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI KONTRASEPSI METODE JANGKA PANJANG DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN IVA DI SEKOLAH NON FORMAL SRIKANDIKU DESA KUBUTAMBAHAN Putu Sukma Megaputri; Ni Made Mira Indra Sari; Luh Sheilla Parcelina; Kadek Ernita Sari; Luh Putu Ayu Septianingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker serviks menggunakan inspeksi visual asam asetat (IVA) serta penggunaan kontrasepsi jangka Panjang merupakan suatu hal yang harus dipahami oleh perempuan. Tanpa terkecuali Perempuan di Desa Kubutambahan dimana cakupan penggunaan kontrasepsi jangka Panjang dan IVA sangat rendah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada Perempuan dengan membentuk sekolah Perempuan non formal dengan sebutan srikandiku Dimana setiap kelompok terdapat 15-20 orang peserta. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 3 kelompok Perempuan srikandiku dengan anggota 15-20 setiap kelompoknya. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan Kepala Desa Kubutambahan, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Kemudian melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan penggunaan MKJP dan pemeriksaan IVA sebelum diberikan pendampingan dan sesudah diberikan pendampingan dengan perbedaan proporsi berturut-turut 80,0 menjadi 88,5 dan 82,5 menjadi 87,5.. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Perempuan di Desa Kubutambahan terkait dengan MKJP dan Deteksi dini kanker serviks menggunakan IVA
PENDAMPINGAN BANTUAN HIDUP DASAR PADA POKDARWIS DI DESA WISATA AIR TERJUN JEMBONG Desak Ketut Sugiartini; Putu Sukma Megaputri; Kadek Rika Lestarini; Indrie Lutfiana; Cindy Meilinda Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.51

Abstract

Kesehatan daerah wisata merupakan salah satu prioritas yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng. Sehingga pelatihan pada pokdarwis utamanya untuk wisata air sangat diharapkan dan diperlukan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan kepada pokdarwis dalam pencegahan dan penanaganan awal risiko kejadian kecelakaan di daerah wisata air melalui bantuan hidup dasar (BHD). Metode pengabdian ini menggunakan Teknik identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring kegiatan. Sasaranya adalah pokdarwis Air Terjun Jembong sejumlah 28 orang. Pendampingan ini dilaksanakan selama 2 hari dan menilai pre serta posttest dari pendampingan yang dilakukan. Hasilnya bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada pokdarwis setelah diberikan pendampingan mengenai BHD. Selanjutnya jika dilihat dari trend kunjungan tampak peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong. Simpulannya bahwa pendampingan yang dilakukan kepada pokdarwis membawa hal yang baik selain meningkatkan pemahaman pokdarwis mengenai pencegahan kecelakaan wisatawan dan BHD terjadi juga peningkatan kunjungan wisatawan ke air terjun jembong.
PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM KELUARGA DI SEKOLAH NON-FORMAL SRIKANDIKU Putu Sukma Megaputri; Made Bayu Oka Widiarta; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ni Luh Made Krisna Dwipayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17794

Abstract

Abstrak: Peningkatan derajat kesehatan ibu merupakan salah satu target dari sustainable development goals. Sebagian besar perempuan memiliki peran ganda dan selalu menjadi ujung tombak dalam sebuah keluarga. Kesehatan ibu merupakan kesehatan sebuah keluarga. Pendidikan mengenai gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi menjadi salah satu tujuan dari pengabdian ini dengan membentuk kelas nonformal. Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dari identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan masyarakat selanjutnya pelaksanaan kegiatan dengan membentuk 2 kelas masing-masing peserta di tiap kelas sebanyak 20 orang. Kemudian membagi pelatihan ini menjadi 5 modul besar. Peserta sebelumnya diberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal selanjutnya diakhir kegiatan seluruh kelas dan modul peserta diberikan Kembali posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan perempuan baik dalam kesetaraan gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi. Hasilnya bahwa terdapat 5 modul besar yang diberikan dan pengetahuan Perempuan sebagian besar meningkat dari sebelum dan sesudah adanya kelas Srikandiku secara berturut-turut pengetahuan gender (78% dari 64%), kespro dan KB (85% dari 73%), deteksi dini kanker serviks dan payudara (90% dari 85%), stimulasi tumbuh kembang (82% dari 76%) terakhir adalah peningkatan kapasitas ekonomi (80% dari 69%). Simpulannya bahwa pengabdian ini dapat membantu ibu meningkatkan kapasitasnya baik dari segi peran gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi.Abstract: Improving maternal health is one of the targets of sustainable development goals. Most women have multiple roles and are always the spearhead in a family. Maternal health is the health of a family. Education regarding gender, health and economic capacity is one of the goals of this service by forming non-formal classes. The service method used starts from identifying problems, identifying community needs, then implementing activities by forming 2 classes with 20 participants in each class. Then divide this training into 5 large modules. Participants were previously given a pretest to measure their initial knowledge, then at the end of the whole class and module activities participants were given a posttest again to measure the increase in women's knowledge in terms of gender equality, health and economic capacity. The result was that there were 5 major modules provided and women's knowledge mostly increased from before and after the Srikandiku class, respectively gender knowledge (78% from 64%), reproductive health and family planning (85% from 73%), early detection of cervical cancer and breast (90% of 85%), stimulation of growth and development (82% of 76%) and finally increasing economic capacity (80% of 69%). The conclusion is that this service can help mothers increase their capacity both in terms of gender roles, health and economic capacity.