Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Seks Edukasi Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Ikha Ardianti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.197 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.17

Abstract

ABSTRAK Remaja lebih suka menyimpan dan memilih solusinya sendiri. Menurut Nurjannah (2014) hal ini dikarenakan orangtua yang dari awal sudah sangat tertutup dan tidak pernah memberikan seks edukasi kepada anaknya sejak kecil, karena orangtua merasa bahwa berbicara tentang seks kepada anak adalah hal yang tabu. Pendidikan seks usia dini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentengi anak dari perilaku seks pranikah. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan (Sarwono, 2011). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey analitik dengan pendekatan waktu dengan metode cross sectional. Penelitian ini menelaah hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau kelompok subjek. Untuk mengetahui korelasi antara suatu variabel dengan variabel lain tersebut diusahaakan dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu objek, kemudian diidentifikasi variabel lain yang ada pada objek yang sama dan dilihat apakah ada hubungan antara keduanya (Notoatmodjo, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian besar responden mendapat seks edukasi yang baik yaitu sebanyak 52%, responden yang mendapat seks edukasi cukup sebanyak 36%, dan sisanya sebanyak 12% respondeng dengan seks edukasi yang kurang. Responden yang mendapatkan pendidikan dengan kategori baik dapat disebabkan karena responden banyak mendapatkan seks edukasi baik dari orangtua, guru, dan media baik media cetak maupun media elektronik. Responden yang mendapatkan seks edukasi dengan kategori baik diharapkan lebih mampu menjaga dirinya dari perilaku seks menyimpang. Kata Kunci : Remaja, Seks edukasi, Perilaku Seksual
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Tentang Jajanan Sehat Dengan Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Di SDN Kadipaten 03 Kabupaten Bojonegoro Ikha Ardianti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.197 KB)

Abstract

ABSTRAK Kasus bullying pada anak mengalami peningkatan setiap tahun. Bullying pada anak memberikan berbagai dampak negatif yang berbeda-beda dan dapat menjadi sangat mengkhawatirkan sebab dapat menimbulkan dampak jangka panjang di sepanjang kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak usia remaja dengan bullying di Kabupaten Bojonegoro tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang mengalami bullying yang berusia 12-19 tahun yang berjumlah 6 partisipan. Analisa data menggunakan analisa tematik menurut Colaizz’s method. Hasil penelitian ini teridentifikasi 5 tema yaitu ; 1) Bentuk bullying yang dialami oleh remaja, 2) Kondisi saat mengalami bullying, 3) Dampak setelah mengalami bullying, 4) Mekanisme koping yang dilakukan, 5) Harapan setelah mengalami bullying. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merekomendasikan bahwa; perawat anak diharapkan melakukan pengembangan model perawatan pada remaja dengan bullying dan melakukan pengembangan model pencegahan bullying pada remaja dan diperlukan adanya penyusunan kurikulum pendidikan bagi perawat yang di dalamnya terdapat mata kuliah dengan target kompetensinya mahasiswa mampu memiliki kompetensi yaitu dapat memberikan konseling bagi kliennya. Kata kunci: Pengetahuan, Attitude, Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat, SDN Kadipaten 03 Bojonegoro.
Pengalaman Remaja Dengan Bulliying Di Kabupaten Bojonegoro Ikha Ardianti; Moh. Roni Al Faqih
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.61 KB)

Abstract

ABSTRAK Kasus bullying pada anak mengalami peningkatan setiap tahun. Bullying pada anak memberikan berbagai dampak negatif yang berbeda-beda dan dapat menjadi sangat mengkhawatirkan sebab dapat menimbulkan dampak jangka panjang di sepanjang kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak usia remaja dengan bullying di Kabupaten Bojonegoro tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja yang mengalami bullying yang berusia 12-19 tahun yang berjumlah 6 partisipan. Analisa data menggunakan analisa tematik menurut Colaizz’s method. Hasil penelitian ini teridentifikasi 5 tema yaitu ; 1) Bentuk bullying yang dialami oleh remaja, 2) Kondisi saat mengalami bullying, 3) Dampak setelah mengalami bullying, 4) Mekanisme koping yang dilakukan, 5) Harapan setelah mengalami bullying. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti merekomendasikan bahwa; perawat anak diharapkan melakukan pengembangan model perawatan pada remaja dengan bullying dan melakukan pengembangan model pencegahan bullying pada remaja dan diperlukan adanya penyusunan kurikulum pendidikan bagi perawat yang di dalamnya terdapat mata kuliah dengan target kompetensinya mahasiswa mampu memiliki kompetensi yaitu dapat memberikan konseling bagi kliennya Kata Kunci : remaja, bullying, pengalaman
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Respon Psikososial Keluarga Pasien Yang Dirawat Di Ruang ICU RSUD Dr.Sosodoro Djatikoesumo Bojonegoro Maslichah; Bayu Akbar Khayudin; Ikha Ardianti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.478 KB)

Abstract

ABSTRAK Pasien yang dirawat di ICU pada umumnya mengalami sakit kritis biasanya hal ini akan menimbulkan bebagai respons psikososial dari anggota keluarganya. Respons ini dapat berupa respons positif maupun respons negatif. Salah satu cara agar respons psikososial menjadi positif yaitu memberikan penyuluhan kepada keluarga pasien agar ada peningkatan kognisi dan emosi. Desain penelitian ini menggunakan metode “Pre-Experiment”, dengan rancangan “One group pra-post test design”. Dengan populasi semua keluarga yang anggota keluarganya dirawat di Ruang ICU RSUD.dr.Sosodoro Djatikoesumo. Sampel diambil dengan proses Total Sampling. Variabel independen yaitupenyuluhan keluarga pasien ICU, dan variabel dependen adalah respon psikososial keluarga pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. hasil penelitian yang dilakukan dengan uji statistik paired sample t-test, pada tingkat signifikansi diperoleh nilai 0,027< 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima Perawat sebagai tenaga kesehatan yang harus selalu mengembangkan profesionalisme, perlu mengupayakan agar respons psikososial keluarga yang negatif dapat ditekan. Salah satu upayanya yaitu adalah memberikan penyuluhan kepada keluarga. Dalam penyuluhan akan diberikan: komunikasi, informasi, edukasi dan support. Kata Kunci : Penyuluhan, Respon Psikososial Keluarga
Studi Fenomenologi Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Autis Di Sdlb Sumbang 3 Bojonegoro Ikha Ardianti; Bayu Akbar Khayudin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.398 KB)

Abstract

ABSTRAK Autisme merupakan ganguan perkembangan fungsi otak yang mencakup bidang sosial dan afek, komunikasi verbal (bahasa) dan non–verbal, imajinasi, fleksibilitas, lingkup interest (minat), dan kognitif. Yayasan Autis Indonesia tahun 2010 memperoleh indikator peningkatan jumlah anak autis yang diperoleh dari catatan praktek dokter yang dari menangani 3-5 pasien baru per tahun, kini menangani 3 pasien baru setiap hari. Salah satu hal yang membantu keberhasilan dalam melakukan penanganan pada penyandang autis adalah kesiapan dari orang tua si anak untuk menerima keadaan anaknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk sikap penerimaan orang tua terhadap anak autis di SDLB Sumbang 3 Bojonegoro. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sampel diambil menggunakan tehnik snow ball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bentuk – bentuk sikap penerimaan orang tua terhadap anak autis meliputi keluhan (grief), perasaan bersalah (guilt), kemarahan (anger) dan menerima (acceptance). Kata kunci: Autis, sikap penerimaan
Pengetahuan Perawat Tentang Attraumatic Care Di RSUD Ibnu Sina Bojonegoro Ikha Ardianti; Mei Fitria Kurniati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.927 KB) | DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.207

Abstract

ABSTRAK Prosedur tindakan yang diterima anak merupakan stressor fisik yang dapat membuat anak tidak kooperatif, sehingga dapat menghambat intervensi keperawatan yang akan diberikan. Oleh karena itu penting bagi seorang perawat mengetahui prinsip attraumatic care dalam pemberi asuhan keperawatan pada anak. Attraumatic care adalah prinsip pemberian asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mencegah trauma pada anak dan keluarga selama proses hospitalisasi. Tujuan penelitian yaitu mengetahui Mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang attraumatic care di di RSU Ibnu Sina Bojonegoro. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di RS Ibnu Sina Bojonegoro yang berjumlah 66. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Agustus 2019 sejumlah 32 dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan Usia dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P- value 0.91. Tidak ada hubungan Jenis Kelamin dengan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P- value 0.681 perawat yang memiliki tingkat pengetahuan tentang atraumatic care berada dalam kategori cukup yaitu sebanyak 14 orang (43,8%), kategori baik sejumlah 9 orang (28,1%) dan kategori kurang sejumlah 9 orang (28,1%). Anak yang tidak tidak kooperatif selama masa perawatan dapat memperlambat proses penyembuhan. Hal tersebut dapat dicegah dengan penggunaan prinsip atraumatic care dalam pemberian asuhan keperawatan. Oleh karena itu penting bagi seorang perawat mengetahui prinsip attraumatic care dalam pemberi asuhan keperawatan pada anak. sehingga bisa mencegah terjadinya komplikasi dan meminimalkan dampak hospitalisasi.
OMAH GENTING (Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil Guna Menciptakan Generasi Bebas Stunting) Ikha Ardianti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.63 KB)

Abstract

Kasus stunting merupakan masalah yang serius yang harus ditangani. Anak yang mengalami stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan akan menggangu tahapan pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam prosesnya, periode kritis pertumbuhan yaitu dalam seribu hari pertama kehidupan, dari masa kehamilan sampai dengan usia anak 2 tahun. Perlu adanya optimalisasi kesehatan ibu hamil guna menciptakan generasi bebas stunting. Metode pelaksanaan program dengan melakukan pencarian data ibu hamil, dan melakukan pemeriksaan TD. Intervensi yang diberikan berupa edukasi tentang nutrisi bagi ibu hamil dan yaitu mengajarkan senam hamil melalui pendampingan ibu hamil dan demonstrasi. Hasil yang didapatkan sebanyak 12 ibu hamil yang diberikan intervensi senam hamil, sebanyak 9 ibu mau melakukannya secara rutin setiap seminggu sekali yaitu sebanyak 75%, dan sisanya mengaku masih takut sebanyak 3 ibu hami, serta meningkatnya pengetahuan ibu tentang tujuan dan manfaat senam hamil. Respon yang didapatkan dari pelaksanaan program antara lain minat dan antusiasme ibu untuk mengikuti kegiatan senam hamil, rasa ingin tahu ibu bagaimana melakukan senam hamil, keinginan ibu agar janin yang dikandungnya sehat dan proses persalinannya lancar. Beberapa kepercayaan yang menghambat ketercapaian program antara lain tidak boleh “kakean polah awak lan sikile” atau banyak tingkah banyak gerakan badan dan kakinya nanti bisa keguguran.
Peduli Covid-19 “Gerakan Masyarakat Dan Pemuda ICsada Peduli Covid-19” Ahmad Abidin; Yusuf Efendi; Errix Kristian Julianto; Ikha Ardianti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.446 KB)

Abstract

Covid-19 (Corona Virus Deases-19) merupakan penyakit baru yang sedang mewabah dunia. Diperlukan adanya upaya pencegahan yang kuat terhadap infeksi Covid-19, yang harus mensinergikan seluaruh lapisan masyarakat dan seluruh pihak yang ada. Akibat yang ditimbulkan pun sudah masuk dalam kategori darurat karena berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Sudah banyak tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat yang tumbang karena kelelahan dan kekurangan APD sehingga mereka yang seharusnya menyelamatkan pasien Covid-19 justru menjadi pasien berikutnya. Kampus Ungu STIKes ICsada Bojonegoro dengan sebuah program kemanusiaan yang memberikan bantuan pada masyarakat/profesi terdampak Covid-19. Pelaksanaan program ini dengan memberikan bantuan APD dan paket sembako pada jurnalis /wartawan anggota PWI di Bojonegoro serta pekerja lapangan lainnya seperti ojek online petugas di desa siaga Covid-19, relawan dan warga umum. Selain itu juga diberikan bantuan APD dan stimulant imun kepada tenaga Kesehatan dan Tim Siaga Desa/Tim Jaga di lingkungan puskesmas, dan Rumah Sakit di Bojonegoro dan Tuban. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa donasi dan edukasi/penyuluhan kesehatan, stimulasi imunitas dan support sistem pada sektor sasaran untuk menciptakan ketahanan di masa pandemi Covid-19. Dalam masa pandemi ini, sudah selayaknya keluarga di stimulasi juga peran dan fungsinya dalam ikut serta untuk menjaga dan memutus mata rantai penyebaran penularan di masa pandemi saat ini.
Pemberian Edukasi Tentang KB Hormonal Pada Wanita Usia Subur (WUS) Keluarga Binaan Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Ikha Ardianti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.059 KB)

Abstract

ABSTRAK Sehat menurut WHO adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sedangkan kesehatan reproduksi diartikan sebagai keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Salah satu unsur yang harus ada di dalam negara hukum dan demokrasi, perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia termasuk di dalamnya termasuk perlindungan terhadap wanita. UU No. 7/1984 (hasil ratifikasi CEDAW 1979) menjamin hak-hak wanita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai termasuk memperoleh informasi, edukasi, dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh pasangan usia subur (PUS) menurut Deswani (2017) adalah masalah KB, PMS, dan masalah yang dialami saat kehamilan dan menyusui. Fenomena yang terjadi di desa Sumberagung kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang merupakan desa binaan dari STIKes ICSADA Bojonegoro, sebagian besar PUS tidak memahami arti pentingnya kesehatan reproduksi. Dari 18 keluarga yang dibina (keluarga binaan) 15 keluarga memiliki masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti keputihan, kurangnya pengetahuan tentang KB dan penyakit menuar seksual, ketidakefektifan menyusui, dan ketidakcukupan produksi ASI. Edukasi yang kami berikan adalah sebuah intervensi keperawtan berdasarkan masalah keperawatan yang muncul pada keluarga binaan, yaitu berupa edukasi pada keluarga terkait penyakit menular seksual. Dalam program pengabdian masyarakat ini, kami melibatkan mahasiswa baik saat melakukan pengkajian masalah kesehatan reproduksi maupun pemberian penyuluhan. Akan tetapi untuk konseling mahasiswa tidak terlibat langsung. Pada saat pemberian edukasi/penyuluhan maupun konseling, tidak hanya PUS saja sebagai sasaran edukasi namun juga anggota keluarga yang lain. Hal ini dilakukan dengan harapan anggota keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan kesehatan dan manajemen kesehatan keluarga. Menurut Setyowati & Murwani (2018), saat berhubungan denga masalah kesehatan, kebanyakan individu mendapatkan bantuan lebih banyak dari keluarga mereka daripada sumber lainnya, bahkan dokter yang menangani mereka sekalipun. Keluarga mempunyai peranan penting dan membantu anggota keluarganya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih sehat. Dengan mempercayai kemampuan keluarga untuk menyediakan perawatan kesehatan diri dan bertindak sesuai dengan keinginan mereka yang terbaik, perawat kesehatan harus tetap memberikan dukungan positif dan berupaya menjadi narasumber dan fasilitator sebaik mumgkin bagi keluarga ( Setyowati & Murwani, 2018). Kata Kunci : Edukasi, KB Hormonal, WUS, Keluarga Binaan
Pemberian Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Usia Subur Di Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Ikha Ardianti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.259 KB)

Abstract

ABSTRAKMasalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh wanita usia subur (WUS) menurut Deswani (2017) adalah masalah KB, PMS, dan masalah yang dialami saat kehamilan dan menyusui. Dari 18 keluarga yang dibina (keluarga binaan) 15 keluarga memiliki masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi seperti keputihan, kurangnya pengetahuantentang KB dan penyakit menuar seksual, ketidakefektifan menyusui, dan ketidakcukupan produksi ASI,Pada saat pemberian edukasi/penyuluhan maupun konseling, tidak hanya WUS saja sebagai sasaran edukasi namun juga anggota keluarga yang lain. Hal ini dilakukan dengan harapan anggota keluarga dapat menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan kesehatan dan manajemen kesehatan keluarga. Bagi Wanita Usia Subur (WUS) Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan derajat kesehatan bagi masyarakat meningkatkan pengetahuan keluarga terkait pertumbuhan dan perkembangan anak.Metode penerapan iptek yang digunakan adalah dengan memberikan intervensi keperawatan berupa edukasi tentang kesehatan reproduksi, memberikan penyuluhan dan konseling terkait masalah kesehatan reproduksi yang dialami oleh wanita usia subur (WUS) pada keluarga binaan yang dikunjungi di rumahnya, masalah-masalah yang dialami oleh WUS ini mungkin dikarenakan kurangnya informasi dari petugas kesehatan, masih minimnya upaya pemerintah dalam memberikan informasi dan sosialisasi serta kurangnya upaya-upaya promotifdan preventif dalam mencegah masalah kesehatan reproduksi wanita. Selain itu kurangnya kesadaran dari WUS dan keluarga untuk berupaya mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi wanita, khususnya pada WUS, Dengan diberikannya edukasi pada WUS, mereka dapat memiliki pengetahuan yang benar dan dapat memberikan pemahaman yang tepat tentang kesehatan reproduksi.Kata Kunci : Wanita Usia Subur, Kesehatan Reproduksi