Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kaji Eksperimental Kekuatan Tarik dan Kekuatan Impak Komposit Serbuk Sabut Kelapa-Polyster Fauzan; Yovial Mahjoedin; Wenny Marthiana; Duskiardi; Iqbal
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 1 No. 2 (2022): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v1i2.9765

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kekuatan tarik dan kekuatan impact komposit dengan penguat serbuk sabut kelapa ukuran >75 mm dengan matriks polyester. Bahan yang digunakan merupakan komposit dengan komposisi resin dan serbuk masing-masing 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%. Kedua bahan dicampur dengan kecepatan 150 rpm menggunakan pencampur mekanik selama 10 menit. Standar ASTM D638-02 untuk uji tarik dan ASTM D265 untuk uji impak digunakan dalam pengujian sifat mekanik bahan. Hasil pengujian menunjukkan komposisi 60%:40% memiliki energi impak tertinggi sebesar 78,54 J, dan energi impact terendah pada komposisi 70%:30% sebesar 46,43 J. Hasil yang mirip ditunjukkan oleh kekuatan tarik bahan, dengan nilai tertinggi pada komposisi 70%:30% sebesar 15,31 N/mm2 dan nilai kekuatan tarik terendah pada komposisi 60%:40% sebesar 11,67 N/mm2.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Upaya Mengantisipasi Musculoskeletal Disorders (MSDS) Petani Di Kube Usaho Basamo Mufti, Dessi; Duskiardi, Duskiardi; Zoni, Mirza
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 2, No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.309 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v2i2.24

Abstract

Pertanian di Indonesia umumnya masih dilakukan secara sangat sederhana dengan mengandalkan tenaga manusia dan hewan. Jorong Koto Gadang merupakan daerah yang berpotensi untuk bercocok tanam holtikultura seperti tomat, cabe, kol, dan sayur-sayuran lainnya. Lahan yang tersedia lebih kurang seluas 20 ha, tetapi tergarap semua oleh masyarakat. ini disebabkan petani masih menggunakan peralatan manual (cangkul) untuk mengolah lahan yang ada. Selain itu pekerjaan mencangkul yang relatif lama akan dapat menyebabkan resiko cedera pada beberapa bagian anggota tubuh (Musculoskeletal Disorders/MSDs). Dirasakan sangat perlu memanfaatkan teknologi yang telah untuk memudahkan pekerjaan petani dan mengurangi resiko cedera tersebut. Berdasarkan asesmen awal dengan REBA diperoleh skor awal 10 artinya resiko levelnya sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Teknologi yang dapat digunakan adalah menggunakan cultivator. Pemilihan cultivator ini diperoleh dari diskusi dengan anggota Kube dengan melihat kondisi lahan dan fungsinya. Selanjutnya dilakukan asesmen kembali dengan REBA dan memperlihatkan hasil lebih baik dengan skor 7 yang artinya masih perlu perbaikan. Perbaikan dapat dilakukan dengan memodifikasi alat dan jenis material alat tersebut.  Kata Kunci: Ergonomi, Holtikultura, KUBE, Musculoskeletal disorders