Articles
Dukungan Keluarga Terhadap Anak Dengan Infeksi Covid-19 Pada Saat Isolasi Mandiri Di Rumah
Eva Martini;
Obar
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.197
Pada awal tahun 2020, Covid 19 mulai masuk ke Indonesia dan wabah tersebut berasal dari Wuhan yang secara cepat menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Covid 19 menyerang berbagai lapisan usia, tidak hanya lansia, dewasa bahkan anak-anak pun bisa terserang Covid 19. Imunitas pada anak yang belum terbentuk sempurna menyebabkan anak-anak rentang terkena penyakit, salah satunya Covid 19. Indonesia menjadi negara tertinggi kedua kasus kematian Covid 19 di wilayah Asia Tenggara dengan jumlah 102.375 jiwa (Wahyuni & Sahara, 2021). Ketika anak yang mengalami Covid 19 akan menjadi masalah ketika melaksanakan isolasi mandiri dirumah. Anak akan sering sekali meminta ibu untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan ibu harus tetap bisa menjaga imunitas tubuhnya agar tidak terpapar Covid 19. Keluarga harus dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dan baik maka keluarga tersebut dapat melakukan pencegahan untuk anggota keluarga lainnya. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi dukungan keluarga terhadap anak dengan infeksi Covid 19 pada saat isolasi mandiri dirumah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 6 partisipan. Hasil penelitian didapatkan 4 tema yaitu Respon Keluarga setelah Mengetahui Anak Positif Covid 19, Upaya yang Dilakukan Keluarga dengan Anak Positif Covid 19, Strategi Koping Keluarga, Dukungan Lingkungan Sekitar. Kesimpulan bahwa keluarga tetap memberikan kebutuhan asah, asih, asuh anak selama isolasi mandiri dengan menggunakan protokol kesehatan selama isolasi mandiri dirumah agar tidak menularkan terhadap anggota keluarga yang lain. Saran untuk lebih memaksimalkan peran serta keluarga dalam upaya penanganan Covid 19 terhadap anak. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Anak dengan Covid 19, Isolasi Mandiri
Slow Breathing Sebagai Metode yang Efektif untuk Menurunkan Kekambuhan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi
Obar Obar;
H. Yayan Sopyan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/sf13318
Laparotomy surgery will cause surgical wounds that will give pain. One way to deal with pain is to breathe deeply. The purpose of this study was to determine the effect of slow breathing on the recurrence of pain in post-laparotomy patients. The research design used was one group pretest-posttest, which involved 18 patients selected by accidental sampling technique. The level of pain was measured by a questionnaire, namely the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using paired sample t-test. The results of the analysis showed that the p value <0.05, so it can be interpreted that there is a difference in the level of pain between before and after slow breathing. Furthermore, it was concluded that slow breathing is effective for reducing pain recurrence in post-laparotomy patients aged adolescents.Keywords: slow breathing; post laparotomy; teenage age ABSTRAK Operasi laparatomy akan menimbulkan luka operasi yang akan memberikan rasa nyeri. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri adalah dengan bernapas dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh slow breathing terhadap kekambungan nyeri pasien pasca operasi laparatomi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest, yang melibatkan 18 pasien yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Tingkat nyeri diukur dengan kuesioner yaiu Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p <0,05, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah melakukan tindakan slow breathing. Selanjutnya disimpulkan bahwa slow breathing efektif untuk menurunkan kekambungan nyeri pasien pasca operasi laparatomi berusia remaja. Kata kunci: slow breathing; pasca laparatomi; usia remaja
Dukungan Keluarga Terhadap Anak Dengan Infeksi Covid-19 Pada Saat Isolasi Mandiri Di Rumah
Eva Martini;
Obar
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.035 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v12i1.197
Pada awal tahun 2020, Covid 19 mulai masuk ke Indonesia dan wabah tersebut berasal dari Wuhan yang secara cepat menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Covid 19 menyerang berbagai lapisan usia, tidak hanya lansia, dewasa bahkan anak-anak pun bisa terserang Covid 19. Imunitas pada anak yang belum terbentuk sempurna menyebabkan anak-anak rentang terkena penyakit, salah satunya Covid 19. Indonesia menjadi negara tertinggi kedua kasus kematian Covid 19 di wilayah Asia Tenggara dengan jumlah 102.375 jiwa (Wahyuni & Sahara, 2021). Ketika anak yang mengalami Covid 19 akan menjadi masalah ketika melaksanakan isolasi mandiri dirumah. Anak akan sering sekali meminta ibu untuk memenuhi kebutuhannya, sedangkan ibu harus tetap bisa menjaga imunitas tubuhnya agar tidak terpapar Covid 19. Keluarga harus dapat menjalankan peran dan fungsinya secara optimal dan baik maka keluarga tersebut dapat melakukan pencegahan untuk anggota keluarga lainnya. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi dukungan keluarga terhadap anak dengan infeksi Covid 19 pada saat isolasi mandiri dirumah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 6 partisipan. Hasil penelitian didapatkan 4 tema yaitu Respon Keluarga setelah Mengetahui Anak Positif Covid 19, Upaya yang Dilakukan Keluarga dengan Anak Positif Covid 19, Strategi Koping Keluarga, Dukungan Lingkungan Sekitar. Kesimpulan bahwa keluarga tetap memberikan kebutuhan asah, asih, asuh anak selama isolasi mandiri dengan menggunakan protokol kesehatan selama isolasi mandiri dirumah agar tidak menularkan terhadap anggota keluarga yang lain. Saran untuk lebih memaksimalkan peran serta keluarga dalam upaya penanganan Covid 19 terhadap anak. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Anak dengan Covid 19, Isolasi Mandiri
Gambaran Pengetahuan Ibu Dengan Balita (0-5) Tahun Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap di Kabupaten Cianjur
Sri Hartati;
Obar O;
Fajriah Eshadrianti Idris
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 1-2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10395719
Imunisasi merupakan suatu metode untuk menghentikan penyebaran penyakit menular yang di cegah oleh sebuah vaksin. Dengan pemberian vaksin dapat menciptakan imunitas atau kekebalan terhadap berbagai penyakit. Peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat imunisasi dasar dapat membantu mengubah perilaku ibu terhadap imunisasi dasar, yang merupakan salah satu cara untuk memerangi sentimen negatif tentang imunisasi. Hal ini dapat ditingkatkan dengan melakukan promosi kesehatan dalam menerima semua imunisasi yang dianjurkan, yang akan meningkatkan sikap dan pemahaman ibu tentang imunisasi. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu dengan Balita (0-5 Tahun) Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap di Kabupaten Cianjur. Metodologi Penelitian: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah ibu dengan memiliki balita usia 0-5 tahun. Sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan Total Sampling pada ibu yang memiliki anak usia balita (0-5) tahun dengan responden sebanyak 60 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 36 responden (60%), dan hampir setengahnya dari responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 24 responden (40%). Kesimpulan: Dalam penelitian ini didapatkan hasil distribusi pernyataan responden berdasarkan pengetahuan, sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 36 responden (60%), dan hampir setengahnya dari responden memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 24 responden (40%). Saran: Diharapkan responden dapat meningkatkan pengetahuan mengenai imunisasi dasar lengkap dan selalu membawa anak ke posyandu.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien
Febby Pebrianti;
Risma Rubianti;
Obar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 No.1 Tahun 2023
Publisher : STIKES Permata Nusantara Cianjur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan Proses keperawatan merupakan suatu bentuk perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan keperawatan yang langkah-langkahnya disusun secara sistematis dan rasional untuk mengatasi masalah kesehatan pasien. Komunikasi keperawatan merupakan landasan seorang perawat dan kunci untuk memenuhi tugasnya. Komunikasi adalah proses membangun hubungan antara perawat dan klien, serta dengan petugas kesehatan lainnya. Komunikasi terapeutik merupakan bagian penting dari pekerjaan keperawatan, komunikasi antara perawat dan pasien merupakan hubungan terapeutik yang tujuannya adalah perbaikan kondisi pasien. Komunikasi terapeutik yang baik terdiri dari empat fase yang mempengaruhi kepuasan pasien: pra interaksi, orientasi kerja, dan akhir, dimana kepuasan pasien merupakan ukuran kualitas pelayanan pengobatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau sastra dengan sumber dari 10 majalah sekolah Google. Hasil literature review menurut 10 jurnal yang kami baca adalah pasien merasa puas tergantung bagaimana perawat berkomunikasi dan mempengaruhi kesembuhan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien
Dampak Program SETEL (Sehat dengan Telor) terhadap Peningkatan Berat Badan Anak Resiko Stunting
Obar, Obar;
Patimah, Papat;
Ulum , Bahrul
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.1969
Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Program SETEL (Sehat dengan Telor) adalah sebuah program yang bertujuan untuk mengatasi stunting dengan memberikan telur kepada anak-anak yang berisiko stunting.Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol yang disejajarkan. Partisipan penelitian adalah anak-anak usia 1-5 tahun dengan risiko stunting. Kelompok eksperimen menerima Program SETEL selama 6 bulan, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima program.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam berat badan anak antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, baik sebelum maupun sesudah program. Nilai F-statistik untuk berat badan sebelum dan sesudah program masing-masing adalah 1,47 dan 1,69, dengan signifikansi (Sig.) sebesar 0,24 dan 0,21. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Program SETEL tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berat badan anak yang berisiko stunting. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dikontrol dalam penelitian ini, seperti asupan nutrisi lain, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan anak.
Penguatan Peran Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Post Operasi Laparatomi
Obar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan dan pemberian pengetahuan dalam merawat anak remaja yang mengalami post operasi laparatomi dalam hal pengendalian nyeri melalui non farmakologis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Mitra pengabdian pada pengabdian masyarakat adalah kelurahan muka sebagai stakeholder yang mempunyai wilayah kerja pemberian pengabdian masyarakat sekalian turunan MOU dengan Puskesmas Muka Kab.Cianjur. Metode pengabdian Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pendekatan Community Development degan pengembangan dan penerapan hasilhasil penelitian berdasarkan judul Slow Breathing Sebagai Metode yang Efektif untuk Menurunkan Kekambuhan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi. Hasil dari pengabdian masyarakat didapatkan data bahwa keluarga responden peningkatan pengetahuan sebelum 33,3 % dan sesudah diberikan pendampingan kekambuhan nyeri dengan slow breathing meningkat menjadi 72,2 %.
Pendampingan Keluarga Pada Pasien Pasca Stroke Dengan Resiko Jatuh Di Wilayah Kerja Puskesmas Ciherang Kabupaten Cianjur
Ricko Dwi Haryanto;
Obar;
Dila Nur Isnaeni;
Wulan Oktiviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 5 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelayanan kesehatan di Puskesmas cenderung telah mendorong percepatan perubahan lingkungan perawatan di lingkungan Puskesmas ke rumah, salah satunya dengan pelayanan homecare oleh perawat. Atau pelaksanaan penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik Pendampingan Keluarga pada Pasien Pasca Stroke dengan Resiko Jatuh di Puskesmas Ciherang Kabupaten Cianjur merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan perawat dalam mendukung percepatan kemandirian kesehatan keluarga di Kabupaten Cianjur. Metode pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi interaktif yang dilakukan secara langsung terhadap masyarakat pada warga wilayah kerja Puskesmas Ciherang Kabupaten Cianjur dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat bahwa pelayanan penyuluhan dengan pendekatan langsung dengan warga wilayah kerja puskesmas ciherang kabupaten cianjur dapat menjadi pilihan efektif sebagai upaya mencapai kemandirian kesehatan keluarga di puskesmas Ciherang Kabupaten Cianjur. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan dengan pendekatan family center nursing di puskesmas Ciherang Kabupaten Cianjur.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PERAWATAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS PADA BALITA
Pratiwi, Julia;
Obar, Obar;
Sania, Parida;
Wijaya, Sherlita Davina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Pernus Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 No. 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Permata Nusantara Cianjur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Organization, overall, there are around 15 million deaths of children under five per year. There are around 20-30% of them who die from ISPA. ISPA is the cause of infant and toddler deaths in developing countries. Riskesdas (2018), the incidence of ISPA in December was 25.5%, with the highest incidence occurring in five-year-old children at 35%. According to SDKI 2017, the prevalence of ISPA is highest in children aged 24-35 months, which is 14%. The results of data collection that have been carried out at the Cianjur City Health Center in 2020 found that the most cases of ISPA occurred at 4,128 cases. The purpose of this study is to explore the relationship between mothers' knowledge and attitudes about ISPA care in toddlers in the Working Area of the Cijedil Health Center, Cianjur Regency. The descriptive research method was a cross-sectional study with a sample of 93 people. The results of the chi-square test showed a relationship between mothers' knowledge and attitudes about the treatment of ISPA in toddlers in the working area of the Ciherang Health Center, Cianjur Regency with p=0.000.
SETEL (Sehat dengan Telor):Generasi Bebas Stunting Program CRS STIKes Permata Nusanata dengan PT QL Agrofood: SETEL (Sehat dengan Telor):Generasi Bebas StuntingProgram CRS STIKes Permata Nusanata dengan PT QL Agrofood
Obar, Obar;
Hartati, Sri;
Balqis, Ummi Malika;
Umaiyah, Siti;
Waluya, Desi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58516/96x2jh89
Abstract Program “SETEL: Generation Free from Stunting” aims to prevent stunting by providing eggs to children and pregnant women. The background reveals the complexity of stunting as a global health challenge that affects the physical and cognitive development of children. The purpose of this program is to provide adequate nutrition intake through eggs, which are rich in protein and essential nutrients, and to increase public awareness of the importance of giving eggs in preventing stunting. The method of implementing the program includes selecting targets, distributing eggs, nutrition education sessions, and monitoring child growth. The results of the program implementation show that giving eggs regularly has resulted in increased weight, height, and upper arm circumference in participating children. Nutrition education sessions successfully increased public understanding of the benefits of eggs in child nutrition. Collaboration with health institutions and communities helped successful implementation. The conclusion of this program is that giving eggs regularly can contribute to preventing stunting and improving the nutritional status of children. The success of this program encourages expansion in other areas facing similar problems. Suggestions are given to continue and develop the program, and to strengthen nutrition education as an important part in the effort to prevent stunting.