Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Resiko Jatuh pada Keluarga dengan Lansia di Kabupaten Cianjur Haryanto, Ricko Dwi; O, Obar; S, M Jafar
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 1-2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10426930

Abstract

Berbagai masalah kesehatan yang terjadi pada lansia akibat dari kemunduran sel-sel tubuh sehingga mengakibatkan fungsi dan daya tahan tubuh menurun. Masalah kesehatan fisik yang banyak sekali terjadi pada lansia salah satunya adalah jatuh. Akibat jatuh yang dialami lansia berdampak ada psikologis sosiologis dan emosional serta akan mengakibatkan cedera fisik, keterbatasan gerak serta kematian. Program latihan ini melibatkan pusat keseimbangan yang berada pada otak dan untuk meningkatkan respon keseimbangan sehingga dapat mengurangi jatuh. Tujuan dari laporan ini adalah memberikan gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif terhadap lansia dengan risiko jatuh, Pelayanan kesehatan di wilayah Cianjur cenderung telah mendorong percepatan perubahan lingkungan perawatan di lingkungan kesehatan, salah satunya dengan pelayanan dalam penyuluhan oleh perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif. Pengambilan sampel dengan total sampling. Itu jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 37 lansia dengan didampingi keluarga. Hasil: sebagian besar lansia (78,5%) atau sebanyak 25 orang adalah dalam kategori resiko jatuh di sekitar keluarga. Sedangkan 21,5 % lansia tidak beresiko jatuh atau sebanyak 12 orang lansia tidak beresiko jatuh.
Faktor-Faktor Penyebab Ternyadinya Diabetes Melitus Pada Anak Pra Sekolah Di Wilyah Puskesmas Cianjur Kota: Faktor-Faktor Penyebab Ternyadinya Diabetes Melitus Pada Anak Pra Sekolah obar, obar; Hartati, Sri; Zahara, Sri Alfina Putri
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2022): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v5i2.2417

Abstract

Diabetes Melitus (DM) pada anak usia pra-sekolah, walaupun merupakan kondisi langka, memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak-anak. Diagnosa DM pada tahap ini sering mengalami keterlambatan karena gejala yang tidak spesifik dan sulit diungkapkan oleh anak. Pengelolaan DM pada anak pra-sekolah memerlukan kolaborasi erat antara orang tua, dokter, perawat, dan ahli gizi, yang melibatkan pemantauan glukosa darah secara teratur. Faktor penyebab DM melibatkan peran genetik sebagai predisposisi, dengan faktor lingkungan, termasuk pola makan, dapat memicu reaksi autoimun yang merusak sel beta pankreas yang bertanggung jawab untuk menghasilkan insulin. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab DM pada anak pra-sekolah, dengan penekanan pada peran genetik dan lingkungan. Melalui metodologi analisis regresi logistik, variabel lingkungan, seperti tingkat stres, paparan polusi udara, dan akses terhadap makanan sehat, dievaluasi untuk menentukan signifikansinya. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil dari analisis regresi logistik menunjukkan bahwa Faktor Lingkungan memiliki signifikansi yang tinggi dalam memprediksi kemungkinan terjadinya Diabetes Melitus pada anak-anak pra-sekolah. Variabel Pola Makan menunjukkan tingkat signifikansi yang hampir mencapai batas, sementara variabel lainnya tidak terbukti signifikan. Keseluruhan, model regresi logistik ini secara konsisten sesuai dengan data dan memiliki kekuatan prediktif yang baik.Berdasarkan temuan ini, saran diberikan untuk meningkatkan pemantauan lingkungan anak pra-sekolah, termasuk tingkat stres, paparan polusi udara, dan akses terhadap makanan sehat. Upaya pencegahan dan deteksi dini perlu diperkuat, dengan penekanan pada edukasi orang tua mengenai pola makan sehat dan manajemen stres guna mengurangi risiko perkembangan DM pada anak pra-sekolah.
Telemidicine Untuk Pelayanan Kepada Keluarga Pebrianti, Febby; rubianti, risma; Isnaeni R, Dila Nur; Obar, Obar
Lentera : Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2023): LENTERA: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jl.v6i1.2525

Abstract

Pendahuluan Telemedicine adalah penggunaan teknologi komunikasi dan informasi untuk memberikan bantuan medis dengan jarak jauh ketika jarak menjadi kendala bagi konsultan. Telemedicine sangatlah penting bagi keluarga karena dengan adanya telemedicine dapat memudahkan keluarga untuk melakukan pelayanan kesehatan dalam jarak jauh. Dengan adanya telemedicine keluarga bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah proses pengobatan melalui pesan atau telepon. Tujuan riview literatur ini untuk mengetahui bagai mana manfaat teknologi informasi dibidang kesehatan yaitu telemedicine untuk pelayanan keluarga. Metode ini menggunakan metode tinjauan pustaka yang diperoleh berdasarkan penelusuran kepustakaan yang dilaksanakan dengan cara membaca berbagai jurnal, buku, dan artikel lain yang berkaitan dengan pokok pembahasan dengan jumlah artikel yang diriview sebanyak 10. H asil literatur riview menyimpulkan bahwa telemedicine adalah pilihan lain dari pelayanan Kesehatan yang mudah dan praktis untuk keluarga karena tidak harus datang ke tempat pelayanan dan hadir secara fisik.
Peningkatan Pengetahuan Keluarga Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Di Wilayah Kerja Puskesmas Nagrak Patimah, Papat; Obar; Wulan
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.94

Abstract

Abstrak. Kebijakan pemerintah tentang KB saat ini mengarah pada pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang. Intra Uterine Device (IUD) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman dibandingkan alat kontrasepsi lainnya seperti pil. Alat kontrasepsi IUD sangat efektif untuk menekan angka kematian ibu dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk karena tingkat efektifitas penggunaan sampai 99,4% dan IUD dapat digunakan untuk jangka waktu 3-5 tahun (jenis hormon) dan 5-10 tahun (jenis tembaga). Alat kontasepsi IUD dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastik. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai penggunaan kontrasespsi IUD. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 40 Ibu dan Bapak. Instrument yang digunakan lembar pre-test dan post test mengenai pengetahuan kelurga tentang penggunaan alat kontrasepsi IUD. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan adanya peningkatan hasil dari pre-test dengan post-test hal ini disebabkan karena keluarga sudah diberikan pengetahuan mengenai pengetahuan penggunaan alat kontrasepsi IUD
Gambaran Tingkat Gangguan Tidur pada Anak Usia Pra Sekolah: Description of the Prevalence of Sleep Disorders in Preschool-Aged Children MUHAMMAD AZKA NAILUL MAARIF; Obar; Ricko Dwi Haryanto1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.452

Abstract

Pendahuluan: Gangguan tidur sebagai salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah yang bisa memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, fungsi kognitif, dan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat gangguan tidur pada anak usia prasekolah di RA Nurani Anak Bangsa Nuansa Desa Maleber Kecamatan Karangtengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di RA Nurani Anak Bangsa Nuansa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga diperoleh sebanyak 26 responden. Instrumen yang digunakan adalah Children’s Sleep Habits Questionnaire (CSHQ) yang terdiri dari 33 item pertanyaan. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi, persentase, nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa skor total gangguan tidur memiliki nilai rata-rata 55,12±3,456 dengan nilai minimum 48 dan maksimum 63. Seluruh responden (100%) berada dalam kategori mengalami gangguan tidur. Hasil analisis subskala menunjukkan bahwa daytime sleepiness memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 13,31±2,205, sedangkan sleep onset delay memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 1,04±0,196. Kesimpulan: Tingkat gangguan tidur pada anak usia prasekolah di RA Nurani Anak Bangsa Nuansa tergolong tinggi karena seluruh responden mengalami gangguan tidur. Domain gangguan tidur yang paling dominan ditemukan adalah daytime sleepiness yang menunjukkan tingginya kejadian kantuk pada siang hari.
The Relationship Between Smartphone Addiction and Daytime Sleepiness in Adolescents At Senior High School Febby Pebrianti; Sifa Fauziah; Obar Obar
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i1.6998

Abstract

Smartphone addiction is a behavioral dependency due to excessive use that can cause negative impacts, one of which is daytime sleepiness. This condition occurs when someone feels sleepy in a situation that should not cause drowsiness. Lack of sleep contributes to this problem, especially in students who sleep less than 7 hours each night, so they are at higher risk of experiencing drowsiness and difficulty focusing while studying. The Purposive was determine the relationship between smartphone addiction and daytime sleepiness in students of SMAN 1 Sukaresmi. This Methode was quantitative study with a cross-sectional design involved 94 respondents. The instruments used were the Internet Addiction Test (IAT) questionnaire to measure smartphone addiction and the Epworth Sleepiness Scale (ESS) to measure daytime sleepiness. The Results showed Bivariate analysis using the Chi-Square test showed a significance value of 0.013 (p <0.05) H0 was rejected and H1 was accepted indicating that there is a relationship between smartphone addiction and daytime sleepiness in adolescents at SMAN 1 Sukaresmi, Cianjur Regency. There is a significant relationship between smartphone addiction and daytime sleepiness in adolescents at Senior High School in Cianjur Regency
The Role of Cadres in Improving the Health of Pregnant Women Regarding Drinking Compliance Fe Tablets and Folic Acid Papat Patimah; Sifa Fauziah; Obar Obar
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i2.6640

Abstract

Pregnant women should consume Fe during pregnancy, in addition to consuming folic acid. The function of folic acid can increase the enzymes alanine aminotransferase (ALT), aspartate transaminase (AST), and glutamyl transpeptidase (GGT) which are important for metabolism in the liver. Design of the study used generic exploratory research design. This study investigated the role of cadres in improving the health of pregnant women regarding compliance with taking Fe and folic acid tablets Method Data collection techniques used in-depth interviews with freer questions than semi-structured interviews with in-depth interviews. Testing the validity of the interview guidelines using pilot interviews Results were focus of cadre activities during posyandu and Factors influencing cadres to play an active role. In Conclusion, the role of health cadres is less effective. This is due to factors that influence the role of cadres, namely the lack of knowledge of cadres regarding the benefits and impacts of taking FE tablets and folic acid for pregnant women, the cadres are still waiting for instructions from the midwife.