Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN PERILAKU SOSIAL KEWARGANEGARAAN: UPAYA GURU DALAM MEMUPUK GOTONG ROYONG SEJAK DINI Tuti Istianti; Fauzi Abdillah; Solihin Ichas Hamid
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 9, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.663 KB) | DOI: 10.17509/cd.v9i1.11729

Abstract

Abstract: There are at least two prefix skills that need to be mastered in realizing gotong royong early on, ie friendship and sharing skills. These two altruistic skills need to be strategically grown through the learning model. The Social Behavior Models of Citizenship (PrSKn) that are being developed carry the mission. As an integrated strategy in early childhood learning games, this learning model seeks to strengthen its role as a strategy to nurture and grow altruistic skills in realizing mutual cooperation, so that children have enough skills for the community. This article explains how the teacher's efforts and difficulty in optimizing the learning game through the civic social behavior model. The results show that teachers have difficulty in three things, namely the selection of appropriate games, timing and management of learning in accordance with the PrSKn model. So this article recommends providing references to different types of learning games, comprehensive instructional instruction guides and regular training so that teachers can optimize the game as a child's learning strategy to master friendship and sharing skills.Keywords: Social Citizenship Behavior, Gotong Royong, Early Childhood Education Abstrak: Setidaknya terdapat dua keterampilan awalan yang perlu dikuasai dalam mewujudkan gotong royong sejak dini, yakni keterampilan berteman dan keterampilan berbagi. Dua keterampilan altruistik tersebut perlu ditumbuhkan secara strategis melalui model pembelajaran. Model Perilaku Sosial Kewarganegaraan (PrSKn) yang tengah dikembangkan mengemban misi tersebut. Sebagai strategi yang terintegrasi pada permainan belajar anak usia dini, model pembelajaran ini berupaya menguatkan perannya sebagai strategi untuk memupuk dan menumbuhkan keterampilan altruistik dalam mewujudkan gotong royong, sehingga anak mempunyai bekal keterampilan yang cukup untuk bermasyarakat. Artikel ini menjelaskan bagaimana upaya guru dan kesulitannya dalam mengoptimalkan permainan belajar melalui model perilaku sosial kewarganegaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga hal, yakni pemilihan permainan yang tepat, pengaturan waktu dan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan model PrSKn. Maka artikel ini merekomendasikan untuk menyediakan referensi jenis permainan belajar, pedoman pelaksanaan pembelajaran yang komprehensif dan pelatihan yang rutin agar guru dapat mengoptimalkan permainan sebagai strategi belajar anak untuk menguasai keterampilan berteman dan berbagi. Kata Kunci: Perilaku Sosial Kewarganegaraan, Gotong Royong, PAUD
PANCASILA, GENERASI MUDA, DAN WISATA EDUKASI: PEMBERDAYAAN DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS PEMUDA DI CISAAT SUBANG JAWA BARAT Sarkadi; Raharjo; Fauzi Abdillah; Indah Wardatussa'idah; Abdul Rohman Tarigan; Adrian Azhari; Luri Sandrina Utami; Aya Warda Maghfira
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol 5 No 1 (2023): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v5i1.3964

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Edukasi, Cisaat, Subang Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh ditetapkannya Desa Wisata Edukasi di Cisaat Subang oleh Universitas Negeri Jakarta. Tim pelaksana sebagai bagian dari sivitas akademika UNJ, mengambil peran dalam memberdayakan masyarakat sesuai ruang lingkup keilmuannya. Tim pelaksana yang terdiri dari ahli Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila, dan Ilmu Pengetahuan Sosial berkolaborasi menyusun program pengabdian yang mengambil tema peneguhan identitas masyarakat berdasarkan Pancasila. Pada program ini, tim pelaksana bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Wisata Cisaat untuk melaksanakan kegiatan Penyuluhan, FGD, Penyusunan program kerja, dan Penyajian program kerja. Kegiatan ini menghasil program kerja POKDARWIS dari tiga bidang, yakni Keagamaan, Sosial Kebudayaan dan Kewirausahaan. Selanjutnya, program kerja tersebut diajukan dan POKDARWIS berencana untuk memanfaatkannya sebagai arahan serta acuan dalam rangka membentuk identitas pemuda di Desa Wisata Cisaat yang berkarakter Pancasila dan budaya lokal.
MASYARAKAT URBAN, DISKURSUS GENDER DAN PENDIDIKAN KARAKTER: STUDI PERSEPSI DAN EKSPEKTASI PERAN ORANG TUA PEREMPUAN DI JAKARTA Wuri Handayani; Fauzi Abdillah
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2019): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v4i2.1321

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengaji pola asuh Ibu dalam membentuk karakter anaknya ditinjau dari perspektif gender. Studi dari perspektif gender merupakan hal penting sebab sejak seseorang lahir sampai dewasa gender menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dalam menggiring dan mengarahkan manusia untuk mengikuti norma-norma gender. Studi dilaksanakan dengan menganalisis data primer yaitu hasil wawancara mendalam terhadap Sembilan (9) orang Ibu, orangtua siswa TK Labschool di Rawamangun Jakarta, dan studi dokumen ini menginterpretasi pemikiran-pemikiran dan yang disampaikan oleh informan. Hasil dari penelitian ini adalah afeksi informan mengenai diskursus gender cukup positif walau secara kognitif kurang, namun ekspektasi dan persepsi mereka terhadap anak-anak mereka adalah lebih pada pemaknaan skope karakter yang lebih general, tidak mendasarkan pada arena tergenderkan atau tidak. Tanpa mendasarkan pada jenis kelamin anak, karakter mendasar bagi terbangunnya kepribadian yang penting yang mereka utamakan, seperti disiplin, tanggungjawab, kreativitas dan kebebasan anak-anak menentukan yang mereka anggap baik untuk dirinya.
GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH Achmad Husen; Fauzi Abdillah; Dina Rahma Fadlilah; Rivaldo Sanjaya; Abraham Erlangga Renaldo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Currently, natural phenomena show a decline in quality and even environmental damage. This is a shared responsibility of all parties, namely the government, the business world and the industrial world, and society. Efforts to overcome this can be carried out both preventively (prevention) in the form of: being economical in the utilization and use of natural resources and the environment, being wise in the management of natural resources and being professional in environmental conservation, or repressively (remediation) in the form of: disaster mitigation, providing assistance, and psychological treatment as a result of trauma and giving sanctions to those who damage the environment. As part of society, schools cannot escape from this responsibility. The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia has long directed and given awards to schools that consistently and continuously make efforts to develop pro-environmental attitudes and behaviors for their citizens, which are named Adiwiyata Schools. In relation to this, it is very necessary and strategic to carry out the Environmental Care and Culture Movement in Schools. The benefits of this activity are very important in developing a safe and comfortable environment, so that people can live their lives with better quality.  The activity was held on Thursday, July 11, 2024, attended by Supervisors, Principals, and Teachers of Elementary Schools in 4 Makasar District, East Jakarta, a total of 41 people. `Based on monitoring and evaluation of the activities and interviews conducted, participants showed enthusiasm and were very enthusiastic in participating in the activities, and they felt the enormous benefits for the school's efforts in realizing the Adiwiyata School in the future. Therefore, they hope that after this activity there will be a follow-up, either in the form of consultation or other forms of activities.   Abstrak   Saat ini fenomena alam menunjukkan terjadi penurunan kualitas dan bahkan kerusakan lingkungan. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, yaitu pemerintah, dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat. Upaya penanggulangannya dapat dilakukan baik preventif (pencegahan)  berupa: hemat dalam pemanfaatan dan penggunaan sumber daya alam dan  lingkungan, bijaksana dalam pengelolaan sumber daya alam dan profesional dalam pelestarian lingkungan, maupun represif (penanggulangan) berupa: mitigasi  bencana, pemberian bantuan, dan penanganan psikologis sebagai akibat trauma serta  pemberian sanksi bagi para perusak lingkungan. Sebagai bagian dari masyarakat, sekolah dengan demikian tidak dapat melepaskan  diri dari tanggung jawab tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik  Indonesia, sudah sejak lama mengarahkan dan memberikan penghargaan kepada  sekolah yang secara konsisten dan berkesinambungan melakukan upaya  mengembangkan sikap dan perilaku pro-lingkungan kepada warganya, yang  diberi nama Sekolah Adiwiyata. Terkait dengan hal ini maka sangat perlu dan strategis bila dilakukan kegiatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan di Sekolah. Manfaat dari kegiatan ini sangat penting dalam mengembangkan  lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupannya secara lebih berkualitas.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Kamis, 11 Juli 2024, diikuti oleh  Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru-guru Sekolah Dasar Binaan 4 Kecamatan  Makasar, Jakarta Timur, seluruhnya berjumlah 41 orang. Berdasarkan pantauan dan evaluasi terhadap kegiatan serta wawancara yang  dilakukan, peserta menunjukkan antusiasme dan sangat bersemangat dalam mengikuti  kegiatan, dan mereka merasakan manfaat yang sangat besar bagi upaya-upaya sekolah  dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata pada masa yang akan datang. Oleh karena itu  mereka berharap setelah kegiatan ini ada tindaklanjutnya, baik berupa konsultasi  maupun bentuk kegiatan lainnya.
PANCASILA, GENERASI MUDA, DAN WISATA EDUKASI: PEMBERDAYAAN DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS PEMUDA DI CISAAT SUBANG JAWA BARAT Sarkadi; Raharjo; Fauzi Abdillah; Indah Wardatussa'idah; Abdul Rohman Tarigan; Adrian Azhari; Luri Sandrina Utami; Aya Warda Maghfira
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v5i1.3964

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wisata Edukasi, Cisaat, Subang Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh ditetapkannya Desa Wisata Edukasi di Cisaat Subang oleh Universitas Negeri Jakarta. Tim pelaksana sebagai bagian dari sivitas akademika UNJ, mengambil peran dalam memberdayakan masyarakat sesuai ruang lingkup keilmuannya. Tim pelaksana yang terdiri dari ahli Pendidikan Kewarganegaraan, Pancasila, dan Ilmu Pengetahuan Sosial berkolaborasi menyusun program pengabdian yang mengambil tema peneguhan identitas masyarakat berdasarkan Pancasila. Pada program ini, tim pelaksana bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Wisata Cisaat untuk melaksanakan kegiatan Penyuluhan, FGD, Penyusunan program kerja, dan Penyajian program kerja. Kegiatan ini menghasil program kerja POKDARWIS dari tiga bidang, yakni Keagamaan, Sosial Kebudayaan dan Kewirausahaan. Selanjutnya, program kerja tersebut diajukan dan POKDARWIS berencana untuk memanfaatkannya sebagai arahan serta acuan dalam rangka membentuk identitas pemuda di Desa Wisata Cisaat yang berkarakter Pancasila dan budaya lokal.