Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERAN PEMBELAJARAN SENI TARI DALAM PENGEMBANGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS V SDN KOSAMBI I KABUPATEN TANGERANG Hanif Rismillatus Syaidah; Eka Yulyawan Kurniawan
Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE) Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ijoee.v2i1.3894

Abstract

Pembelajaran seni tari perlu diajarkan pada tingkat sekolah dasar karena mempunyai manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan siswa, salah satunya berperan untuk mengasah kemampuan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran pembelajaran seni tari dalam pengembangan kemampuan motorik siswa kelas V; (2) mengetahui kemampuan motorik siswa kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah guru seni tari dan siswa kelas V. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan guru seni tari dan siswa kelas VA. Data sekunder diperoleh dari arsip resmi SD Negeri Kosambi 1 Kabupaten Tangerang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, proses kemampuan motorik siswa (tes perfomance), dan angket. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan motorik siswa dapat dikembangkan dengan menari. Setiap tahap dalam pembelajaran seni tari memberikan andil yang berbeda- beda dalam perkembangan motorik. 
Minat Belajar Menyanyi Siswa pada Pembelajaran Seni Budaya Siswa Kelas II Sekolah Dasar Riana Okta Prabandani; E. Sumadiningrat; Eka Yulyawan Kurniawan
AS-SABIQUN Vol 4 No 4 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v4i4.2137

Abstract

This study aims to obtain information about how the interest in learning to sing in second grade elementary school students in learning art and culture at SDN Karanganyar 3, and what factors influence the interest in learning. This research was started from February to August 2022. This study used a qualitative approach and a descriptive type of research. The method used by researchers in this study is a combined method. Data was collected by researchers by observing and interviewing teachers to obtain information about what factors influence interest in learning to sing in second grade students at SDN Karanganyar 3, and distributing questionnaires to grade 2A students to get the results of students' interest in singing. Quantitative data is from the results of questionnaires and is supported by qualitative data from interviews. The results showed that based on indicators of feeling happy students got 85% results, indicators of student interest got 85% results, indicators of student attention reached 81%, and indicators of student participation reached 85%. The results of this questionnaire said that the four indicators were in the category of strongly agree. This is also supported by the results of interviews which stated that the high interest in learning to sing was caused by several factors, namely very adequate school facilities, active and creative teachers, good communication between teachers and parents, parental support, student talents, and students' thinking skills.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Terhadap Hasil Belajar Siswa SDN Pondok Bahar 03 Kota Tangerang Farida Farida; Eka Yulyawan Kurniawan; Sunaryo Sunaryo
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa SDN Pondok Bahar 03 Kota Tangerang. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV A yang berjumlah 30 siswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen observasi, angket, dokumentasi, dan data yang diolah dengan persentase (%). Adapun data untuk untuk mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa ini diperoleh melalui teknik korelasi dengan rumus korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang positif antara kegiatan ekstrakurikuler terhadap hasil belajar siswa yaitu sebesar 0,029 dan berada pada koefisien korelasi yang kuat. Hal ini berarti kedua variabel tersebut saling mempengaruhi. Berarti semakin siswa aktif dan semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka semakin meningkat juga hasil belajar mereka.
Analisis Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pelajaran Seni Budaya Kelas 4 di SDN Salembaran II Roudhotus Sabila; Eka Yulyawan Kurniawan; E. Sumadiningrat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3817

Abstract

Penelitian ini Berjudul Analisis Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Seni Budaya Kelas 4 di SDN Salembaran II, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Seni Budaya Siswa Kelas 4 SDN Salembaran II. Menggunakan metode kualitatif deskriftif. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Teknik wawancara kepada guru dan memberikan angket kepada 28 orang siswa dengan hasil rata-rata 50% dengan kriteria cukup serta studi dokumentasi. Usaha yang dilakukan oleh guru tentunya dengan cara memberi motivasi dan semangat kepada siswa, dan memberikan kata-kata pujian, hadiah, nilai yang bagus agar siswa lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran dan memberikan arahan, membangun suasana belajar yang menyenangkan, memilih metode belajar yang tepat dan memberikan evaluasi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN LEARNING DELIVERY STRATEGY TOWARDS LEARNING ACHIEVEMENT OF CULTURAL ARTS AND CRAFTS OF CLASS IV STUDENTS OF SDN PETIR 4 TANGERANG CITY Maya Agustina; Eka Yulyawan Kurniawan; Sunaryo .
Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah Vol 6 No 2 (2023): JIPA : Jurnal Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STKIP Ahlussunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether there is a relationship between learning delivery strategies on learning achievement in arts and crafts. This type of research uses a quantitative approach to the survey method. The population is fourth grade students at SDN Petir 4, Tangerang City, with a total of 80 students. The sample used was 40 students. The data collection technique consisted of even semester grade IV students at SDN Petir 4 and 30 items of learning delivery strategy statements using a Likert scale with 4 scales. To test the hypothesis, the correlation coefficient test was used to obtain a t_(table) value of 2.024. That the results of the t test for the learning delivery strategy obtained t_(count) = 2.200 > 2.024 with a significance of 0.00 <0.05. So it can be concluded that there is a relationship between learning delivery strategies on student achievement and the contribution of student learning delivery strategies of 11.2%. Thus a significant positive relationship between high learning delivery strategies means that student achievement will also be higher.
Mengoptimalkan Pembelajaran Bagi Anak dengan Adhd Melalui Pendekatan Inklusif di Sekolah Dasar Septy Nurfadhillah; Eka Yulyawan Kurniawan; Andini Aqmarani; Devi Fitriya; Emaliah Samhatul Ulyah; Melia Gita Andreani; Nazwakhairy Putri Syahra; Nur Fauziyah Fadhillahwati; Pujianti Pujianti; Rahma Azzahra Putri; Rizkia Dwi Lestari
Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Vol 4 No 2 (2024): Tarbiatuna:  Journal of   Islamic Education Studies 
Publisher : PKP Pusat Jurnal LPPM IAi Nasional Laaroiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/tarbiatuna.v4i2.6340

Abstract

Inclusive education has become a focus of attention in supporting the successful learning of all students, including those with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Children with ADHD face special challenges in managing their attention, impulsivity, and energy, requiring appropriate learning approaches. This research aims to investigate and identify the optimal implementation of an inclusive approach in supporting the learning of children with ADHD in elementary schools. Qualitative research methods were used to explore the experiences of educators, school staff, and parents in facing the learning challenges of children with ADHD. The results show that inclusive approaches implemented in elementary schools can play a key role in creating a supportive learning environment for children with ADHD.
Pengaruh Metode Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di SDN Legok II Tangerang Metha Rahmatika; Een Unaenah; Eka Yulyawan Kurniawan
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i3.35520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian dilakukan karena kemampuan berpikir kritis siswa masih relatif rendah, yang diduga dipengaruhi oleh praktik pembelajaran konvensional yang belum sepenuhnya mendorong peserta didik untuk menganalisis informasi, mengevaluasi permasalahan, serta menemukan solusi secara mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain non-equivalent control group. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran berbasis PjBL dan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, Independent Sample t-test, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif sama, ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 56,75 dan kelas kontrol 56,31. Setelah perlakuan diberikan, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 88,22, sedangkan kelas kontrol mencapai 78,78. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penerapan Project Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini diperkuat oleh nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 75,06 yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 51,58. Dengan demikian, model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 melalui kegiatan berbasis proyek dan penyelesaian masalah yang kontekstual.
ANALISIS PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISWA KELAS IV SDN PEGADUNGAN 14 PAGI JAKARTA BARAT Fazri Nusaibah; Eka Yulyawan Kurniawan; Ahmad Amarullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal pada siswa kelas IV SDN Pegadungan 14 Pagi Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melibatkan guru, kepala sekolah, serta siswa sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa bahwa penerapan P5 dengan tema kearifan lokal melalui pembelajaran seni tari Ratoh Jaroe mampu menanamkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, kemandirian, dan berkebinekaan global. Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar kontekstual melalui latihan menari, pengenalan budaya, dan pementasan karya. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kemampuan guru tari, strategi kolaborasi dengan orang tua dan pemanfaatan media digital mampu mengatasi hambatan tersebut. Kesimpulannya, pelaksanaan P5 berbasis seni tari efektif memperkuat karakter siswa sekaligus pelestarian budaya daerah sebagai wujud kearifan lokal.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SENI RUPA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS IV SDN GONDRONG 3 KOTA TANGERANG Ivo Luckyantoro; Eka Yulyawan Kurniawan; Sumadiningrat Sumadiningrat
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran pendidikan seni rupa dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas IV di SDN Gondrong 3 Kota Tangerang. Penelitian ini melakukan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran, termasuk diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang sesuai dengan sifat siswa. Untuk mendorong siswa untuk membuat karya seni tiga dimensi yang unik, guru juga memanfaatkan metode dan media sederhana seperti kardus dan kertas bekas. Untuk meningkatkan kreativitas, siswa harus diberi kebebasan untuk berbicara secara bebas dan bebas. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan proses dan hasil karya. Ini juga mencakup penilaian diri sendiri dan penilaian antar rekan (penilaian teman). Secara keseluruhan, telah terbukti bahwa pembelajaran seni rupa dapat meningkatkan daya cipta, rasa percaya diri, dan nilai karakter siswa selama proses berkarya. 
Peran Sekolah Dasar dalam Menumbuhkembangkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa di MIN 6 Tangerang Syifani Yasmin; Een Unaenah; Eka Yulyawan Kurniawan
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i3.35731

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) is one of the important efforts in instilling healthy living habits in elementary school students. However, studies on PHBS in schools generally focus more on the role of teachers or school health programs, so the involvement of the entire school community has not been comprehensively examined. This study aims to describe the role of elementary schools in fostering PHBS among students at MIN 6 Tangerang. This study uses a qualitative approach with a phenomenological type. The research informants consist of the principal, teachers, administrative staff, cleaning staff, and students selected purposively. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and then analysed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study results indicate that the implementation of Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) at MIN 6 Tangerang is carried out through the active involvement of all school members. The principal plays a role in policy formulation and facility provision, teachers contribute to education, habituation, and role modelling, while administrative and cleaning staff support the creation of a clean and healthy school environment. In addition, adequate facilities and various school programs support the formation of clean and healthy living habits among students.