Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penggunaan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) Untuk Meningkatkan Aktivitas Mahasiswa Pada Mata Kuliah Dasar Penyelengaraan Konvensi Tuti Hartati; . Kadunci; Tuty Herawati
SOSIALITA Vol 1, No 1 (2010): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.604 KB)

Abstract

The research is aimed to apply the teaching and learning method by using studi case method. On MICE study program, one of the subjects given is the basic knowledge how to organizing convention. On the subject the students learn how to organize the convention professionally. The learning process make the students will be creative to organize one convention. The teaching and learning process use the Students Team Achievement Division (STAD) by distributing and deviding the classs or students in to small group 4-5 student in one group. It is the good method to apply on the class, because the result of research said that finally the application of case based method are able to increase the student's performance and achievement on the class. The most important thing, the lecture need to give serious attention to support the students and to give explanation what they have to do in solving the case
STRATEGI PEMASARAN HOTEL KOLLEKTIV BANDUNG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Tuty Herawati; Heri Setyawan; Firman Syah
EPIGRAM (e-journal) Vol 19 No 1 (2022): Epigram Volume 19 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v19i1.4329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi bagi hotel dengan merancang strategi pemasaran hotel selama masa pandemi covid-19. Seperti yang kita ketahui, pandemi covid-19 melanda dunia usaha khususnya pada hunian hotel. Penurunan tajam penjualan kamar hotel di masa pandemi juga akan mengubah strategi hotel. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Melakukan wawancara dengan manajemen hotel untuk mengetahui bagaimana hotel Kollektiv menyesuaikan strategi pemasarannya, sesuai dengan perubahan lingkungan yang terjadi selama pandemi covid-19, dan untuk mengetahui data review hotel dengan mengakses web hotel kolektiv. Hasil kajian menyebutkan hotel kolektiv selama pandemi tetap buka meski tingkat huniannya hanya 20%. Hotel Kollektiv memiliki keunggulan desain yang unik, hijau, instagrammable, clean room, dan memiliki outdoor dining room. Selain itu memiliki keramahan yang unggul dan meraih penghargaan kebersihan terbaik dari Traveloka pada tahun 2019. Kekurangannya, tidak memiliki Business Model dan tidak bersertifikat CHSE. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan Model Bisnis Kanvas, serta menambahkan strategi untuk menarik karyawan yang bekerja dari rumah ke bekerja dari hotel untuk menggunakan hotel sebagai tempat yang nyaman untuk bekerja dan harus meluncurkan layanan baru yaitu kerja keras bermain keras program dengan mengemas paket kombinasi WFH dan wisata. Hal ini membutuhkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan pengelola destinasi.
PEMETAAN DESTINASI MICE DI KOTA DEPOK Firman Syah; Tuty Herawati
EPIGRAM (e-journal) Vol 19 No 2 (2022): Epigram Volume 19 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v19i2.4877

Abstract

The purpose of this study is to map destinations in the field of Meeting, Incentive Travel, Conference, and Exhibition (MICE) in Depok City. As one of the cities directly adjacent to DKI Jakarta, Depok City can be an alternative for industry players in the MICE field. The diverse and scattered tourism potential in Depok City, especially the MICE industry, is able to develop even better. The research method used is qualitative to understand the phenomenon of MICE destinations in Depok City as a whole. The results of the research explain that Setu Tujuh Muara, training center building Kemendikbud, Balai Thirta Building, Depok City Square, Balai Rakyat, Studio Alam TVRI, Merpati Stadium, D'Kandang Amazing Farm, Setu 7 Muara, Pondok Zidane, Pine Forest, Wiladatika Recreational Park, Kampung 99, the Kubah Mas Mosque, F. Widiyanto Gallery, and Kabeda House can be MICE destinations. Meanwhile, like Taman Gurame and several setu scattered in Depok City, they have potential as MICE destinations. To develop MICE destinations, the Depok City government needs to cooperate in pentahelix.
Model Pemasaran Hotel Dalam Menangkap Peluang Minat Masyarakat Bekerja Sambil Liburan Setelah Pandemi Covid-19 Tuty Herawati; Imam Syafganti
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama pandemic penjualan kamar hotel menurun tajam, menyebabkan banyak hotel yang tutup bahkan banyak hotel di Bali, Jawa dan di beberapa kota lainnya dijual karena sudah tidak mampu mendanai kegiatan operasional hariannya. Sebagaiman kita ketahui selama pandemi karyawan bekerja dari rumah, hal ini akan mengubah gaya hidup dan cara bekerja. Jika bekerja bisa dilakukan dari rumah atau dari mana saja maka ruang kerja yang fleksibel sangat dibutuhkan. Dari permasalahan tersebut,maka tujuan dari penelitian ini untuk memberikan solusi bagi hotel untuk meningkatkan tingkat hunian dengan membuat draft model strategi marketing setelah pandemic covid-19. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif. Data yang diambil data primer pemasaran hotel diambil dengan mengadakan wawancara dengan pemilik hotel, sedangkan data sekunder mengenai kesan konsumen terhadap hotel diambil dari web hotel. Data primer cara bekerja para karyawan di instansi swasta dan pemerintah diperoleh melalui survey dengan menyebarkan kuesioner. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa karyawan lebih senang bekerja kombinasi antara bekerja dari rumah dan bekerja di kantor, dan hotel akan menjadi pilihan sebagai tempat bekerja dan liburan, karena bekerja di rumah memiliki beberapa kendala seperti suasana kurang nyaman, tidak bisa fokus terganggu sama anak anak. Disarankan situasi ini akan menjadi peluang bagi hotel untuk memasarkan ruangannya sebagai tempat bekerja yang nyaman dengan pemandangan yang indah. Oleh karena itu hotel harus menerapk an strategi marketing yang tepat dengan membuat paket bekerjan sambil liburan. Kata Kunci: Strategi, Pemasaran, Tempat Bekerja, H otel, WFH ABSTRACT During the pandemic, hotel room sales declined sharply, causing many hotels to close and even many hotels in Bali, Java and several other cities were sold because they were no longer able to fund their daily operational activities. As we all know, during a pandemic, employees work from home, this will change their lifestyle and way of working. If work can be done from home or from anywhere then a flexible workspace is needed. From these problems, the purpose of this research is to provide solutions for hotels to increase occupancy rates by drafting a marketing strategy model after the covid-19 pandemic. The research method is descriptive qualitative. Primary data taken from hotel marketing was taken by conducting interviews with hotel owners, while secondary data regarding consumer impressions of hotels were taken from the hotel web. Primary data on how employees work in private and government agencies were obtained through surveys by distributing questionnaires. The data collected were tabulated and analyzed descriptively. The results of the study stated that employees prefer to work a combination of working from home and working in the office, and the hotel will be an option as a place to work and vacation, because working at home has several obstacles such as an uncomfortable atmosphere, being unable to focus on being distracted by children. It is suggested that this situation will be an opportunity for the hotel to market its space as a comfortable place to work with beautiful views. Therefore, the hotel must implement the right marketing strategy by making work packages while on vacation. Key words:Strategy, Marketing, Hotel, Work Space, Hotel, WFH
Penggunaan Promosi Acara Ternyata Ini Sebabnya Melalui Digital Marketing Sarita Rahmayati; Tuty Herawati
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The use of social media in Indonesia increased throughout 2021. According to data released by We Are Social released in January 2021, social media users were recorded at 170 million users. The increase in the number of social media users cannot be separated from the conditions of the COVID-19 pandemic that occurred in 2020. This condition makes several companies engaged in organizing events switch to organizing events online and hybrid, especially in the implementation of seminar events, talk shows, and product launches. The role of promotion cannot be separated from every implementation of an event. Promotion is an important factor to support the smooth running and how an event is managed properly. This study aims to find out how the implementation of promotion through digital marketing in a stand-up comedy event entitled It Turns Out This Is Why is held in a hybrid manner. This research uses qualitative research methods by making observations, and documentation. Meanwhile, the data analysis method used is qualitative so to collect information, the author will make observations, namely by directly involving himself in the activities of the show event and collecting data. The results of this study show that the implementation of promotion through digital marketing gets good results because it is in accordance with the planning that has been made. To find out which promotion is the most effective, it is recommended to create a system that can validate in the form of data on the implementation of digital marketing promotions by asking consumers through the form when buying event tickets. Keyword: event, hybrid event, promotion, digital marketing. ABSTRAK Penggunaan media sosial di Indonesia meningkat sepanjang tahun 2021. Menurut data yang dirilis We Are Social yang dirilis Januari 2021, pengguna media sosial tercatat sebanyak 170 juta pengguna. Kenaikan jumlah pengguna media sosial tidak lepas dari kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi pada tahun 2020. Kondisi ini membuat beberapa perusahaan yang bergerak dibidang penyelenggaraan event beralih untuk menyelenggarakan event secara online maupun hybrid, khususnya pada pelaksanaan event seminar, talkshow, dan product launching. Peran promosi tidak lepas dari setiap pelaksanaan sebuah acara. Promosi menjadi faktor yang penting untuk mendukung kelancaran dan bagaimana sebuah acara dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan promosi melalui digital marketing dalam acara stand-up comedy yang berjudul Ternyata Ini Sebabnya yang diadakan secara hybrid. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi serta dokumentasi. Sedangakan metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif sehingga untuk mengumpulkan informasi, penulis akan melakukan observasi yaitu dengan melibatkan diri secara langsung dalam kegiatan acara pertunjukkan dan mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan promosi melalui digital marketing mendapat hasil yang baik karena sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Agar mengetahui promosi mana yang paling efektif, disarankan membuat sistem yang dapat memvalidasi berupa data pada pelaksanaan promosi digital marketing dengan memberi pertanyaan pada konsumen melalui form saat membeli tiket acara. Kata Kunci: acara, hybrid, promosi, digital marketing.
Efektivitas Penerapan Program “Belanja Bersama Desainer” dalam Mendukung Penjualan pada Pameran Online Rumah Kriya Asri 2021 Yonathan Christian Hutabarat; Tuty Herawati
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The role of organizing exhibitions is utilized by the handicraft industry sector in Indonesia to support the business ecosystem, namely as a forum for transactions between craftsmen and potential buyers. However, due to the COVID- 19 pandemic in 2020, which originally exhibited activities carried out directly (offline), they were affected and required adjustments to the program of events to be designed and their implementation packaged online. This research was conducted to determine the effectiveness of the implementation of the "Shopping with Designers" program in supporting sales at the 2021 Rumah Kriya Asri online exhibition, which was carried out by the National Crafts Council in collaboration with Mediatama Binakreasi. "Shopping with Designers" is a live shopping activity carried out through the Zoom platform by presenting well-known Indonesian designers to present and sell exhibition products to participants (buyers), namely women from various organizations, associations, and institutions in Indonesia. In the process, this research applies qualitative methods, namely through observation, interviews, documentation, and literature, which are then carried out through descriptive analysis, starting from collecting data, selecting, and making comparisons. So from this research, the results obtained show that in carrying out the 2021 Rumah Kriya Asri online exhibition, the implementation of a live shopping program through a zoom platform called "Shopping with Designers" can help increase product sales and exhibition revenues by Rp. 1,670,666,230. The suggestions that can be conveyed in carrying out the program are the importance of determining buyer segmentation, curating the products displayed, and using the services of KOL (Key Opinion Leader) to increase brand awareness. Keywords: event program, handicraft, online exhibitions, sales, shopping ABSTRAK Peranan penyelenggaraan pameran dimanfaatkan sektor industri kerajinan di Indonesia untuk mendukung jalannya ekosistem bisnis, yaitu sebagai wadah transaksi antara perajin kepada calon pembelinya. Namun dikarenakan adanya pandemi covid-19 pada tahun 2020 yang semula kegiatan berpameran dilakukan secara langsung (offline), menjadi berdampak dan memerlukan penyesuaian program acara yang akan dirancang serta pelaksanaannya yang dikemas secara online. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penerapan program “Belanja Bersama Desainer” dalam mendukung penjualan pada pameran online Rumah Kriya Asri 2021, yang dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional berkolaborasi dengan Mediatama Binakreasi. “Belanja Bersama Desainer” yaitu kegiatan live shopping yang dilakukan melalui platform zoom dengan menghadirkan para desainer ternama Indonesia untuk mempresentasikan dan menjual produk pameran kepada peserta (pembeli) yaitu ibu-ibu dari berbagai organisasi, perkumpulan hingga lembaga yang ada di Indonesia. Dalam prosesnya, penelitian ini menerapkan metode kualitatif yaitu dengan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan pustaka, yang kemudian dilakukan analisis deskriptif mulai dari mengumpulkan data, menyeleksi dan melakukan perbandingan. Sehingga dari penelitian tersebut memperoleh hasil yaitu dalam melaksanakan pameran online Rumah Kriya Asri 2021, penerapan program live shopping melalui platform zoom yang bernama “Belanja Bersama Desainer” dapat membantu meningkatkan penjualan produk dan pendapatan pameran sebesar Rp. 1.670.666.230. Adapun saran yang dapat disampaikan dalam menjalankan program tersebut adalah pentingnya penentuan segmentasi pembeli, kurasi produk yang ditampilkan, hingga menggunakan jasa KOL (Key Opinion Leader) untuk meningkatkan brand awareness. Kata Kunci: belanja, kerajinan, pameran online, penjualan, program acara
Proses Penyelenggaraan Business Matching Online Meeting Antara Perusahaan Indonesia dan Korea oleh PT Antara Networks Indonesia Shafa Putri Yeridzka; Tuty Herawati
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT In 2019, the whole world was shocked by the outbreak of the Covid-19 disease which made the whole world impose a lockdown. This has an impact on the deteriorating world economy. During the economic recovery period, business matching events can help companies in Indonesia find business partners to supply products in Indonesia. This study aims to determine the process of organizing a business matching online meeting held by PT Antara Networks Indonesia. This study uses qualitative methods, namely interviews, observations, and literature review. For data analysis using descriptive method, namely analyzing data collected from direct observation and comparing them. This study obtained the results of the implementation process, namely accepting cooperation with Korean organizers, receiving information from participating Korean companies, creating databases, contact databases, sending invitations, following up, scheduling meetings and reminders, on the day of the event being able to help communicate and become meeting hosts. There are several suggestions, including having a backup contact for each company and making sure the internet network is stable. Keywords: business matching, partners, business, process, online meeting ABSTRAK Pada tahun 2019, seluruh dunia digemparkan oleh adanya wabah penyakit Covid-19 yang membuat seluruh dunia memberlakukan lockdown. Hal ini berimbas kepada perekonomian dunia yang memburuk. Pada masa pemulihan ekonomi, event business matching dapat membantu perusahaan di Indonesia mendapatkan mitra bisnis untuk suppy produk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelenggaraan business matching online meeting yang diadakan oleh PT Antara Networks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Untuk analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu menganalisis data yang terkumpul dari pengamatan langsung dan membandingkannya. Penelitian ini memperoleh hasil proses penyelenggaraan yaitu penerimaan kerjasama dengan organizer Korea, penerimaan informasi perusahaan Korea yang berpartisipasi, membuat database, kontak database, mengirimkan invitation, follow up, menjadwalkan meeting dan reminder, pada hari penyelenggaraan dapat membantu komunikasi dan menjadi meeting host. Terdapat beberapa saran diantaranya, mempunyai kontak backup untuk setiap perusahaan dan memastikan jaringan internet tidak terhambat. Kata Kunci: Business matching, mitra, bisnis, proses, online meeting
Proses Registrasi Exhibitor Dalam Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2021 Oleh PT. Debindomulti Adhiswasti Naila Elvari; Tuty Herawati
Seminar Nasional Riset Terapan Vol. 11 No. 01 (2022): SNRT XI TAHUN 2022
Publisher : Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Organizing exhibition certainly requires careful preparation and a fairly long process. One of the processes that must be prepared is the registration process for both internal and external purposes, which in its implementation will certainly experience obstacles. This research aims to determine the exhibitor registration process at the Trade Expo Indonesia - Digital Edition 2021 event by PT. Debindomulti Adhiswasti which is held online. This is the second time the annual Trade Expo Indonesia event has been held in an online format due to the high number of COVID-19 spreads. Following the change in the format of the event, the exhibitor registration process also is also carried out entirely online. This research uses qualitative research methods, namely through direct observation, interview and documentation during the event, and literature by citing theories relevant to the related topic. This research found that judging by the increase in the number of exhibitors by 20.87% compared to the previous year, exhibitor registration at the Trade Expo Indonesia - Digital Edition 2021 event was declared successful despite experiencing minor scale obstacles. The implementation uses a manual registration procedure using the Microsoft Excel program, through seven stages of data collection and stages of implementation in the form of collecting assets and filling out trade contacts. The suggestions that can be submitted in order to minimize the obstacles that have occurred or that might occur are by making risk management documents and reconsidering the registration procedures used. Keyword: MICE, exhibition, process, registration, Trade Expo Indonesia ABSTRAK Penyelenggaraan pameran tentu membutuhkan persiapan yang matang dan proses yang cukup panjang. Salah satu proses yang harus dipersiapkan adalah proses registrasi baik untuk keperluan internal maupun eksternal yang dalam pelaksanaannya tentu mengalami hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses registrasi exhibitor pada penyelenggaraan acara Trade Expo Indonesia - Digital Edition 2021 oleh PT. Debindomulti Adhiswasti yang dilaksanakan secara online. Ini merupakan kali kedua acara tahunan Trade Expo Indonesia terselenggara dengan format online dikarenakan masih tingginya angka penyebaran COVID-19. Mengikuti perubahan format penyelenggaraan acara, proses registrasi exhibitor juga seluruhnya dilaksanakan secara online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung saat acara, dan pustaka yakni dengan mengutip teori yang relevan dengan topik bahasan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa dilihat dari adanya kenaikan jumlah exhibitor sebanyak 20,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, registrasi exhibitor pada acara Trade Expo Indonesia - Digital Edition 2021 dinyatakan berhasil meskipun mengalami hambatan skala minor. Adapun pelaksanaannya menggunakan prosedur registrasi manual dengan program Microsoft Excel, melalui tujuh poin tahapan pendataan dan tahapan pelaksanaan berupa pengumpulan asset dan pengisian kontak dagang. Saran yang dapat disampaikan guna meminimalisir hambatan yang sudah terjadi ataupun yang mungkin akan terjadi yakni dengan membuat dokumen manajemen risiko dan mempertimbangkan kembali prosedur registrasi yang digunakan. Kata Kunci: MICE, pameran, proses, registrasi, Trade Expo Indonesia