Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas Kata-kata Kutukan sebagai Retorika dalam Komunikasi Perubahan Perilaku: Kajian Makro Linguistik M. Yanuardi Zain; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2022): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ksatra.v4i2.870

Abstract

Communication style or rhetoric plays an essential role in helping a person to deliver a message effectively. Therefore, someone will use an appropriate rhetoric in communication based on the characteristics of the message recipient. However, regardless to the style used, everybody has the same purpose in communication that is how to change the people’s behavior when they receive the message. The study is aimed at exploring the effectiveness of using cursing words as communication style to change people’s behavior in disposing of garbage. Descriptive qualitative analysis with open-ended questions was applied in semi-structure interview to a garbageman and local person to explore the effectiveness of cursing words as communication style to change human’s behavior. The result showed that the words give good impact in changing human’s behavior which is proved by the reduce of garbage volume thrown by the people in the area where the banner of cursing words installed. Furthermore, if the banner is damaged, the habit of the people to throw garbage in the area will increase.
Agresivitas Karakter Utama dalam Film The Departed oleh William Monahan Arya Yoga Swara Sumantri; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol 6 No 1 (2022): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kibasp.v6i1.4109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis tindakan agresif pada manusia. Film adalah satu karya sastra yang sangat penting karena permasalahan yang terjadi dalam film dapat dianalisis dengan penelitian psikologi ilmiah. Penelitian ini akan menggunakan teori agresivitas untuk menemukan agresivitas karakter dalam film, Penelitian ini difokuskan pada agresivitas karakter dalam film dilihat dari gejala dan perlakuan karakter tersebut sepanjang film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut: Persiapan; Menyimak film The Departed untuk memahami karakternya. Kemudian pengumpulan data; Peneliti mengumpulkan data untuk menemukan tokoh utama dan mengidentifikasi data berupa perlakuan agresif yang merupakan ciri-ciri kepribadian tokoh. Dan kemudian analisis data; Dalam menganalisis data, peneliti mengumpulkan data dan mengidentifikasi data terkait tindakan agresif. Temuan dari penelitian ini adalah ada delapan jenis agresivitas yang ditemukan pada karakter utama dalam film The Departed. Kata Kunci : Agresivitas, Kepribadian, karya sastra.
Nationality Education Based on Literary Works Case Studies of 19th-Century Indonesian Modern Literature Saifur Rohman
Journal of General Education and Humanities Vol. 2 No. 2 (2023): May
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v2i2.57

Abstract

The learning of Indonesian nationality has been focused on understanding the formality of values in ideology, state forms, or forms of government without looking at the lower-layer network consisting of individuals who interact with each other, build events, and form stories, through language. This review is based on Ben Anderson's conception of the nation as an imagined community. Through the object of study of modern Indonesian literature of the 19th century, the nationality that was discovered was not to reinforce the stigma that already existed but instead wanted to prove that the idea of nationality was so fluid, dynamic, and always open to being reinterpreted. The objects of study were Sair Kadatangan Sri Maharaja Siam in Betawi (1870), Sair Jalan Kreta Api (1890) by Tan Teng Kie, Sair from Hal Datangja Poetra Makoeta Keradjaan Roes in Betawi (1891), Sair Kembang (1898), and Njai Dasima (1900). The study uses the semiotic method to offer a single national learning model through literary works. Because, more than just expressing the idea that "language forms a nation" on the one hand, on the other hand, modern Indonesian literature of the 19th century is a medium between fossils of the past and the purpose of the present. Each of those sides leads to the conclusion that nationality is not an inanimate object, a meaningless inscription, but the opposite; something that is evolving, pliable, and always makes room for new interpretations.
Masih Adakah Lokalitas dalam Sastra Digital? Sebuah Kajian Estetika Lokal Saifur Rohman
REFEREN Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v2i1.11628

Abstract

Makalah ini memfokuskan pada pelacakan bahasa ibu dalam eskrepsi estetis di Youtube, Instagram, Fanfiction Wattpad, dan Tiktok. Endraswara (2013) mendefinisikan “cybersastra” sebagai aktivitas sastra yang memanfaatkan internet. Selama dua dekade, terdapat dua gelombang sastra internet. Pertama memindahkan sastra cetak menjadi sastra digital. Semula karya sastra dimuat di koran atau buku, kini dimuat di laman sehingga praktik ini dapat disebut digitalisasi sastra cetak. Gelombang kedua, meninggalkan sejarah sastra cetak menuju sastra multimedia. Karya sastra ini memanfaatkan musik, video, desain grafis, serta tuturan pengarang. Sisa-sisa sastra cetak tidak lagi bisa dikenali seperti halaman Prancis, data buku, ISBN, maupun kota terbit. Sastra ini hanya bisa diperiksa melalui akun, alamat laman, dan media. Selain empat media sebagai objek kajian itu telah menjadi tren, secara objektif masing-masing usia program terapan itu relatif aktual dalam 10 tahun terakhir. Wattpad berdiri pada 2006 dengan jumlah 15 juta pengguna, 400 juta cerita dan diakuisi pada Januari 2021 oleh Naver Corporation, Instagram berdiri pada 2010, Tiktok didirikan pada 2016 dan 2019 sudah terdapat 500 pengguna aktif di seluruh dunia, dan Youtube berdiri pada 2005. Metode kajian adalah antropologi virtual, yakni sebuah eksperimen teoretis yang didasarkan pada disiplin antropologi di satu sisi dan realitas simulakrum di sisi lain. Hasilnya adalah sebuah gambaran bahasa ibu dari aspek sejarah, asal-usul, serta kultur manusia dan sastra virtual. Pertama, dari sisi genre teks, peran bahasa ibu menjadi bagian penting dalam genre sastra didaktik dan sastra populer. Kedua, secara naratif, selain lebih sering menggunakan sapaan “bro”, “guys”, yang berasal dari bahasa inggris, sapaan bahasa daerah digunakan sebagai bagian dari politik identitas. Ketiga, dalam tuturan naratif, logat bahasa daerah dimanfaatkan untuk menampilkan tokoh-tokoh yang polos atau naif. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengembangan leksikografi, ilmu sastra, serta antropologi postmodern.
Absurdity in Amar Putra’s of Old Man of Kusumpur Prayogo Hadi Sulistio; Zuriyati Zuriyati; Saifur Rohman
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at investigating presentation of absurdity in Amar Putra’s of Old Man of Kusumpur. This study analyzed a short story using library research. Researchers used Camus’ idea of absurdity to analyze the main character and other minor characters. In analyzing the data, researchers follow some steps, as follow: 1) read the short story; 2) identify the main character and minor characters; 3) relate the situation and condition faced by the characters with the concept of absurdity; 4) draw conclusion regarding the absurdity in the short story. The finding shows that the main character defines the meaning of life by looking for help from other character in this case a Godlike character named Big Man. The characters in the story choose not to surrender so that they try to seek for help from others. Even though, Fakirchand found the Big Man has already been death due to big flood as natural disaster swept majority of the village where Big Man lived.
Meta Analysis the Effect of Critical Thinking Skills Towards Students’ Storytelling Skills Dhika Santhi; Hanip Pujiati; Saifur Rohman
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.829

Abstract

The purpose of this study is to evaluate how critical thinking affects students' storytelling skills while they learn English. The findings of previous research will be used to analyze this influence. The meta-analysis method is employed in this study. A meta-analysis examines several research findings on related issues. Written materials about critical thinking research, such as journal articles and research reports that were specifically chosen because they fulfill the research issue, become the analytical unit in this type of study. With the use of a documentation guide, the researcher serves as the primary instrument for this study. Quantitative data analysis using percentages and qualitative data analysis for data derived from narrative studies of the research findings are the methods employed for data analysis. The results of this research showed that teaching English to students through the storytelling approach enhances their capacity for critical thought, decision-making, and narrative invention.
POLA METODOLOGI NEO-POSITIVISME PENELITIAN BAHASA Ida Maulida; Dwi Septiani; Didah Nurhamidah; Abdul Hamid Aly; Endry Boeriswati; Saifur Rohman; Renzy Agathy Amazeli
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 11 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v11i2.6269

Abstract

Metodologi disusun untuk mencapai tujuan.1. Jika tujuannya adalah memperoleh pembuktian tentang keberhasilan atau kegagalansebuah rancangan, maka kita perlu langkah hipotesis-deduktif. Hipotesis dibuktikan dalamuji coba di lapangan. Metodenya empiris-analitis. Sifatnya adalah teknis.2. Jika tujuannya untuk memperoleh kebijaksanaan akal budi dala kerangka intersubjektif,maka kita perlu langkah historis-hermeneutis. Mengetahui latar belalkang dan menafsirkannya.Metodenya penafsiran. Sifatnya adalah praktis.3. Jila tujuannya untuk memperoleh tindakan yang teratur maka kita perlu langkah refleksi-diri,yakni normatif-analitis. Refleksi berarti mengevaluasi sedangkan “diri” mengacu pada tindakanyang teratur dari subjek. Sifatnya adalah praksis.
KAJIAN FENOMENOLOGI PADA PENELITIAN BAHASA Epos Sister Krismon Selan Dakhi; Sri Zulfida; Endry Boeriswati; Saifur Rohman; Yules Sianipar; Mimin Aminah
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 11 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v11i2.6440

Abstract

Fenomenologi, dikonseptualisasikan oleh Edmund Husserl, berpusat pada pengalaman subjektif individu saat mereka terlibat dengan dan memanfaatkan bahasa (Husserl, 2012). fenomenologi berfokus pada bagaimana bahasa dipahami dan dialami oleh individu (Bonyadi, 2023). Pendekatan ini menghindari generalisasi kuantitatif dan lebih mengedepankan eksplorasi kualitatif atas makna dan persepsi bahasa oleh penutur (Ritunnano et al., 2023). Digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pengguna bahasa, dengan fokus pada makna yang dihasilkan individu dalam penggunaan bahasa. Metode ini sering melibatkan teknik seperti wawancara mendalam dan analisis naratif, yang memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana individu membentuk makna melalui bahasa. Pendekatan fenomenologis dalam analisis historis bahasa menekankan pengalaman subjektif individu, menawarkan wawasan tentang bagaimana konteks pribadi dan sosial membentuk pemahaman bahasa. Fokus fenomenologi pada pengalaman subjektif sangat relevan dalam memahami penggunaan bahasa dalam konteks sejarah, seperti pengaturan kolonial, di mana dominasi budaya memainkan peran penting
METODOLOGI PENELITIAN BAHASA DENGAN KAJIAN POSITIVISME Endry Boeriswati; Saifur Rohman; Ahmad Zaki Munibi; Saiyidinal Firdaus; Erfi Firmansyah; Hendrawanto CH; Sastri Br Rajaguk-guk
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 11 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v11i2.6441

Abstract

penelitian yang menggunakan positivisme telah secara efektif menerangi keterkaitan antara variabel sosial dan variasi linguistik, sebagaimana dibuktikan oleh studi Labov, (1971) tentang variasi fonologis di Philadelphia. berfokus pada fakta empiris yang dapat diamati, diukur, dan diverifikasi, dan sangat mendasari metodologi kuantitatif dalam penelitian. positivisme memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data kuantitatif yang dapat dianalisis secara statistik, seperti frekuensi penggunaan struktur sintaksis tertentu dalam bahasa kedua (L2). Tiga pendekatan utama yang sering digunakan dalam studi Bahasa adalah positivisme, neo-positivisme, dan fenomenologi. Ketiga pendekatan ini memiliki asumsi dasar yang berbeda tentang metode memahami bahasa, tetapi semuanya menawarkan pandangan penting tentang bagaimana studi Bahasa dapat dilakukan secara empiris dan analitis.
Understanding Greed in Literature: A Dialogue of Textual and Social Interpretations of Money Saifur Rohman
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4120.257-267

Abstract

This paper focuses on the ethical issues facing Indonesian people in literature and reality. The material object is novel 86 ("eight six") by Okky Madasari and interpretation of money in Indonesian government. The hypothesis that the money becomes the driving force of a corrupt and deceitful figure. If this imagination is reflected in past authors, money as a plot mover was once written by Pramoedya Ananta Toer in the novel Corruption (first published in 1954). The impoverished Bakir had worked as a lowly employee for many years until his fortunes changed after selling office equipment to enrich himself. On the other hand, in colonial times, money moved the flow towards a disciplined and good  figure. F Wigger in Lelakon Raden Beij Soerio Retno (1901) has described a good figure of the establishment class not to use money of. the country. Similarly, Toto Sudarto Bachtiar who wrote a poem entitled "Notes for the Old Days" (1958) treats money as a provision of life and doing good. In conclusion, Indonesia people are still tempted with money so ethically become part of hedonism human being.  In reality, Indonesia ranks top when talking about bad and gets the bottom rank when talking about good. Reading novel 86 (Eight Six) is to read a context that refers to the problem of civil administration.  Based on an analysis of texts, new reality of the national spirit should have to build a new spirit that is replaced greedy to be honor and shame. AbstrakMakalah ini berfokus pada isu-isu etika yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam karya sastra dan kenyataan. Objek materialnya adalah novel 86 ("Delapan Enam") karya Okky Madasari dan interpretasi tentang uang dalam pemerintahan Indonesia. Hipotesisnya adalah uang menjadi motor penggerak tokoh yang korup dan suka menipu. Jika imajinasi ini tecermin pada pengarang-pengarang terdahulu, uang sebagai penggerak alur pernah ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novel Korupsi (terbit pertama kali tahun 1954). Tokoh Bakir yang miskin sempat bekerja sebagai pegawai rendahan selama bertahun-tahun hingga peruntungannya berubah setelah menjual peralatan kantor untuk memperkaya diri. Di sisi lain, pada masa kolonial, uang menggerakkan alur menuju sosok yang disiplin dan tegas. F Wigger dalam Lelakon Raden Beij Soerio Retno (1901) menggambarkan sosok yang tegas dari kalangan penguasa agar tidak menggunakan uang negara. Begitu pula Toto Sudarto Bachtiar yang menulis puisi berjudul "Catatan untuk Masa Lalu" (1958) memperlakukan uang sebagai bekal hidup dan berbuat baik. Kesimpulannya, masyarakat Indonesia masih tergoda dengan uang sehingga secara etika menjadi bagian dari manusia hedonisme. Kenyataannya, Indonesia menduduki peringkat teratas ketika berbicara tentang keburukan dan mendapat peringkat terbawah ketika berbicara tentang kebaikan. Membaca novel 86 adalah membaca konteks yang mengacu pada masalah administrasi masyarakat. Berdasarkan analisis teks, kenyataan baru tentang semangat kebangsaan seharusnya membangun semangat baru yang menggantikan keserakahan menjadi bentuk kehormatan dan rasa malu.