Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Literasi Proses Bisnis yang Berkelanjutan pada Kelompok Usaha Tani Jeruk Desa Amohola Safaruddin safaruddin; Arifuddin Arifuddin; Mulyati Akib; Nitri Mirosea; Satira Yusuf; Si Made Ngurah Purnaman; Andi Muhammad Fuad Ramadhan; Syaiah Syaiah; Hasnidar Hasnidar; Taufan Sufatriansa Awal; Siti Anugrah Halwia
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v5i1.2124

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan jeruk manis yang menjadi salah satu komoditas hortikultura prospektif, namun Kelompok Usaha Tani Jeruk Desa Amohola masih menghadapi rendahnya literasi proses bisnis berkelanjutan yang berdampak pada efisiensi produksi, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan mitra dalam menerapkan proses bisnis yang terintegrasi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan menggunakan pendekatan Triple Layered Business Model Canvas (TLBMC), disertai monitoring serta evaluasi melalui kuesioner. Kegiatan melibatkan 23 peserta yang terdiri atas aparat desa, kelompok tani, dan mahasiswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan materi dinilai jelas oleh 60,87% peserta (jelas/sangat jelas), relevan oleh 65,21% (relevan/sangat relevan), dan bermanfaat oleh 65,21% (bermanfaat/sangat bermanfaat). Metode penyuluhan dinilai efektif oleh 69,56% peserta (efektif/sangat efektif) dan tingkat kesiapan mitra untuk mengimplementasikan proses bisnis berkelanjutan juga tinggi (69,56% siap/sangat siap). Program kegiatan ini menunjukkan efektifnya kegiatan dalam meningkatakan literasi dan kesiapan penerapan praktik usaha tani jeruk yang lebih efisien serta ramah lingkungan, berorientasi pada peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan pendapatan, serta tersusunnya modul/panduan proses bisnis berkelanjutan sebagai acuan implementasi.
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PRODUK ECO ENZYME UNTUK MENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Satira Yusuf; Ika Maya Sari; Yuli Lestari Labangu; Taufan Sufatriansa Awal; La Ode Muhammad Saum Fasihu
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.36552

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI) oleh tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzyme sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga. Pemanfaatan eco enzyme diharapkan mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk kebutuhan pembersih alami, serta membuka peluang pengembangan produk bernilai jual. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, serta sesi diskusi interaktif. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terkait konsep eco enzyme dan tahapan fermentasinya, yang ditunjukkan melalui kemampuan seluruh peserta memproduksi eco enzyme secara mandiri serta adanya rencana pemanfaatan produk untuk kebutuhan rumah tangga dan peluang penjualan skala kecil. Antusiasme peserta tercermin dari partisipasi aktif selama praktik dan diskusi. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga, pengurangan limbah organik, serta penguatan potensi ekonomi berbasis rumah tangga melalui pendampingan lanjutan pada bulan kedua dan ketiga selama masa fermentasi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai capaian utama, yaitu mendorong penerapan pengelolaan sampah organik yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.Kata kunci: Eco Enzyme, Pengabdian Kepada Masyarakat, Sampah Organik.   ABSTRACTThis community service activity was carried out through the Internal Community Partnership Program (PKMI) by a team of lecturers from the Faculty of Economics and Business, Halu Oleo University, with the aim of increasing the knowledge and skills of the community in processing organic waste into eco enzymes as an environmentally friendly solution that also has the potential to provide economic benefits for families. The use of eco enzymes is expected to reduce household expenses, particularly for natural cleaning products, and open up opportunities for the development of marketable products. The implementation methods included material presentations, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussion sessions. This activity was attended by 15 participants consisting of housewives and local youth. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills related to the concept of eco enzyme and its fermentation stages, as demonstrated by the ability of all participants to produce eco enzyme independently and the existence of plans to utilize the product for household needs and small-scale sales opportunities. The enthusiasm of the participants was reflected in their active participation during the practice and discussion. This activity had a positive impact on increasing awareness of household waste management, reducing organic waste, and strengthening household-based economic potential through continued assistance in the second and third months during the fermentation period. Thus, this community service activity successfully achieved its main objective, which was to encourage the implementation of productive, sustainable, and economically valuable organic waste management for the community.Keywords: eco enzyme, community service, organic waste.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA BOS DI SMA NEGERI 1 WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA Kevin Kurniawan Amuni; Husin Husin; Satira Yusuf
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 5 (2026): September
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i5.3085

Abstract

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Wakorumba Selatan menghadapi sejumlah kendala yang berdampak pada efektivitas program sekolah. Komponen people yang menangani sistem belum memadai, prosedur pengelolaan belum berjalan optimal, data yang digunakan tidak sepenuhnya akurat, software yang tersedia kurang dimanfaatkan secara maksimal, serta infrastruktur IT mengalami gangguan jaringan. Kondisi inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan analisis mendalam terhadap penerapan sistem informasi akuntansi pada penerimaan dan pengeluaran dana BOS di sekolah tersebut, mengingat permasalahan yang ada belum pernah dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan SIA penerimaan dan pengeluaran dana BOS, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan kunci, yaitu Kepala Sekolah, Bendahara BOS, dan Ketua Komite Sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan mengelompokkan temuan berdasarkan lima komponen SIA menurut Romney dan Steinbart (2021), yaitu people, procedures, data, software, dan infrastruktur teknologi informasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIA penerimaan dan pengeluaran dana BOS secara prosedural telah sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024. Namun, berdasarkan evaluasi lima komponen SIA menurut Romney dan Steinbart (2021), ditemukan kelemahan pada seluruh komponen, yakni: people, procedures, data, software, dan infrastruktur IT. Kelemahan ini menyebabkan kesenjangan antara kepatuhan administratif (compliance) dan efektivitas pelaksanaan program (performance), yang berdampak nyata pada kondisi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang pada tahun 2024 hanya tersisa satu kegiatan, meskipun anggaran tetap dialokasikan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan administratif terhadap regulasi belum menjamin efektivitas pelaksanaan program. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme pemantauan berbasis capaian program, penyederhanaan prosedur revisi RKAS, pembentukan tim pengelola kegiatan, serta peningkatan pemanfaatan aplikasi RKAS sebagai alat monitoring aktif.