Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMODELAN SYSTEM DYNAMICS PROSES PENGADAAN BAHAN BAKU YANG MENGGUNAKAN MEKANISME (R, Q) Putri, Tan Maria Prajitno; Gugun, Yusufitus; Hanafi, Syahrul Fadhil; Ratini, Kornelis; Laminto, Yubilius Ardido; Murdapa, Petrus Setya
Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 7, No 1 (2023): SEMNAS RISTEK 2023
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/semnasristek.v7i1.6253

Abstract

Paper ini membahas bagaimana proses pengadaan bahan baku produksi dapat dimodelkan dengan menggunakan metode system dynamics. Proses pengadaan bahan baku tersebut memperhatikan durasi waktu pemrosesan order oleh pihak supplier dan durasiwaktu untuk transportasi dari lokasi supplier ke lokasi gudang bahan baku di pabrik. Pemodelan ini dilakukan dengan terlebih dahulu menyusun stock and flow diagram. Di balik diagram tersebut terdapat sehimpunan persamaan yang beberapa di antaranya merupakan persamaan diferensial ordiner. Persamaan-persamaan tersebut harus diselesaikan secara simultan. Persoalan yang muncul ialah munculnya pengiriman berkali-kali (dalam hal ini tiga kali) ketika hanya keputusan pemesanan hanya dilakukan satu kali. Paper ini memaparkan cara menyelesaikan persoalan tersebut. Caranya adalah dengan menambahkan aspek "memori" ke dalam diagram maka permasalahan pun dapat diatasi. Eksekusi program dilakukan dengan software Vensim PLE.
System Dynamic Analysis of the Fleet Availability and Reliability Influence on the Lead Time of the Delivery Order Process Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian; Long, Zalizah Awang; Prasetyo, Vinsensius Widdy Tri; Waloyo, Lorensius Anang Setiyo; Murdapa, Petrus Setya
Indonesian Journal of Information Systems Vol. 6 No. 1 (2023): August 2023
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijis.v6i1.7049

Abstract

The inventory replenishment process in the warehouse becomes difficult if there is uncertainty. It can cause warehouse performance not to be as expected. The warehouse is an important part of the supply chain subsystem, which smooths the flow of goods from upstream to downstream throughout the system. This paper uses system dynamics modeling to analyze the replenishment of raw materials where there is randomness in availability and reliability and their effects on the delivery lead time of the fleet. The model obtained is much simpler but more robust when compared to the analytical-mathematical model or the discrete-events simulation. Tests on the model show that the model can behave as it should logically. Several experiments were conducted to see how fleet availability's reliability can affect the delay in receiving or delivery lead time. One interesting thing revealed is that reliability does not have to be 100%, but there is a certain minimum threshold for the system to perform well. This is different from availability, which must be 100%.
Pengendalian Kualitas Produk Sablon Souvenir Keramik dengan Metode Seven Tools Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian; Murdapa, Petrus Setya
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9270

Abstract

Pengendalian kualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meminimasi kecacatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat produk sablon souvenir keramik pada Ina Souvenir. Metode analisis menggunakan pendekatan seven tools yang dapat membantu menganalisis penyebab kecacatan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama terjadinya cacat produk pada pengerjaan sablon souvenir keramik adalah stiker sobek saat penempelan pada media keramik (41%), warna stiker buram (28%), serta pemasangan stiker yang miring (22%). Permasalahan ini terjadi dikarenakan tenaga kerja yang kurang teliti, penggunaan kertas stiker decal dan tinta printer yang kurang berkualitas, serta pelapisan clear cover coating pada kertas stiker decal yang kurang merata. Usulan perbaikan untuk meminimasi tingkat kecacatan pada sablon souvenir keramik yaitu pengawasan produksi secara lebih intensif, penggunaan kertas stiker dan tinta printer premium, serta proses pelapisan clear cover coating pada kertas decal yang diulang beberapa kali agar stiker tidak mudah sobek
Pengaruh Jaringan Sosial dan Berbagi Pengetahuan Terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Prasetyo, Vinsensius Widdy Tri; Pitoyo, Didik Joko; Murdapa, Petrus Setya
JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jueb.v3i2.1082

Abstract

Persaingan bisnis menuntut Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk melakukan inovasi. Inovasi dapat diciptakan oleh pegawai yang mempunyai perilaku inovatif. Perilaku inovatif mengacu pada tindakan atau sikap individu yang melibatkan kemampuan berpikir kreatif, berani mengambil risiko, mencoba pendekatan baru, dan beradaptasi dengan perubahan pasar, mampu bersaing, dan menciptakan produk atau jasa yang unggul. Perilaku inovatif pegawai tidak lepas dari jaringan sosial yang dimiliki pegawai. Jejaring sosial merupakan hubungan sosial yang dimiliki oleh individu karyawan dimana pola hubungan tersebut mempunyai keteraturan dalam bagaimana karyawan berperilaku dalam lingkungan kerja. Berdasarkan jejaring sosial yang dimiliki, karyawan akan memiliki rasa berbagi ilmu dengan rekan kerja. Berbagi pengetahuan adalah suatu keadaan dimana setiap individu yang berbagi saling bertukar pengetahuan dengan maksud untuk menciptakan pemahaman baru bersama-sama berdasarkan kemauan untuk berbagi dengan orang lain. Dalam makalah ini, kami membuat kerangka usulan mengenai pengaruh jejaring sosial dan berbagi pengetahuan terhadap perilaku inovatif karyawan di UKM. Berdasarkan studi dan literatur yang ada, makalah ini menjelaskan dampak jaringan sosial dan transmisi informasi melalui berbagi pengetahuan antar karyawan dan memungkinkan perubahan perilaku inovatif karyawan.
Pemodelan Proses Assembly Menggunakan Bahasa System Dynamics Windyaningrum, Theresia Liris; Murdapa, Petrus Setya
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.925

Abstract

Proses assembly (perakitan) umum digunakan dalam berbagai sistem keindustriaan manufaktur. Selama ini, pemodel menggunakan teknik matematis, ataupun simulasi diskrit untuk memenuhi keperluan analisis kinerja sistem tersebut. Paper ini mencoba memberikan bukti dan gambaran bahwa metode system dynamics yang selama ini dikenal sebagai sarana pemodelan simulasi kontinyu dapat pula digunakan untuk pemodelan sistem lintasan assembly yang adalah suatu sistem diskrit. Sistem yang dikaji sebagai bahasan dalam paper ini adalah sistem proses assembly, di mana ada proses-proses pabrikasi komponen-komponen assembly yang diperlukan yang mendahului proses assembly tersebut. Dari dua pengujian yang dilakukan terhadap hasil yang diberikan oleh model yang tersusun dapat disimpulkan bahwa proses assembly dapat dimodelkan dengan bahasa system dynamics.
Metodologi Pendekatan Sistemik: Metode Manajerial Mendasar Dan Powerful Yang Perlu Diimplementasikan Indrawati, Chatarina Dian; Pitoyo, Didik Joko; Murdapa, Petrus Setya
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2024): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v3i1.1003

Abstract

Large-scale problems are complex and interrelated. Decisions made in these matters can have unexpected impacts. A systemic approach is a management method that can be used to solve systemic problems. This approach consists of two models, namely a qualitative model and a quantitative model. Qualitative models ensure that the issue is fully understood, while quantitative models allow for analysis of policy scenarios. In this article, the systemic approach methodology is briefly discussed. This methodology begins with a qualitative formulation in the form of a causal-loop diagram. Causal-loop diagram is a diagram that describes the cause-and-effect relationship between variables in a system. Next, this methodology is continued with quantitative formulation in the form of stock-and-flow diagrams. Stock-and-flow diagram is a diagram that depicts the flow and supply of resources in a system. Further computations for experimental purposes (up to policy scenario simulations) can be implemented using VensimĀ® software. This article discusses the systemic approach methodology up to the experimentation example stage.
Pemodelan System Dynamics Untuk Adopsi Teknologi Wearable Berbasis Dinamika Perilaku dan Konstruk TAM Pitoyo, Didik Joko; Murdapa, Petrus Setya; Indrawati, Chatarina Dian; Windyaningrum, Theresia Liris
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i3.2239

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur model System Dynamics yang dibangun mampu mendeskripsikan mekanisme dasar adopsi wearable sebagaimana dikonstruksikan melalui interaksi promosi, perceived usefulness, word-of-mouth, dan social influence. Dengan menggunakan data ilustratif, simulasi memperlihatkan bahwa intensitas promosi dan peningkatan persepsi manfaat menghasilkan akselerasi adopsi pada fase awal, sementara WOM dan social influence yang lebih kuat mendorong pertumbuhan yang lebih bertahap dan menyerupai pola S-curve. Perilaku tersebut mencerminkan konsekuensi logis dari struktur loop penguatan dan penyeimbang yang dibangun di dalam model, sehingga lebih menekankan validitas konseptual daripada representasi empiris.Temuan-temuan yang dihasilkan bersifat eksploratif karena parameter dan data yang digunakan hanyalah contoh kasus. Oleh karena itu, hasil simulasi belum dapat diinterpretasikan sebagai gambaran kondisi populasi pengguna wearable yang sesungguhnya. Meski demikian, model ini menyediakan kerangka awal yang dapat digunakan untuk menguji berbagai intervensi promosi, penguatan jaringan sosial, dan strategi peningkatan persepsi manfaat dalam konteks adopsi teknologi digital.Untuk memperoleh rekomendasi kebijakan yang lebih definitif, penelitian selanjutnya perlu menggunakan data empiris, melakukan kalibrasi parameter secara sistematis, serta menambahkan mekanisme perilaku lain yang relevan. Dengan demikian, model dapat berkembang dari kerangka konseptual menjadi alat analisis kebijakan yang lebih representatif terhadap dinamika adopsi teknologi di lapangan.
Reformulasi Metode Holt Dalam Kerangka System Dynamics Untuk Peramalan Adaptif Murdapa, Petrus Setya; Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.2406

Abstract

Metode Holt merupakan salah satu pendekatan pemulusan eksponensial yang luas digunakan untuk peramalan deret waktu bertendensi. Namun, formulasi klasiknya memperlakukan parameter pemulusan sebagai konstanta eksogen yang tidak bereaksi terhadap performa model. Penelitian ini mengusulkan reformulasi metode Holt dalam kerangka system dynamics (SD), dengan merepresentasikan komponen level, tren, serta parameter pemulusan sebagai variabel level yang saling berinteraksi melalui mekanisme umpan balik berbasis kesalahan peramalan. Dua kasus simulasi numerik digunakan untuk membandingkan perilaku dinamis Holt konvensional dan SD Holt. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun kedua pendekatan memiliki struktur matematis dasar yang ekuivalen, keberadaan umpan balik adaptif pada SD Holt menghasilkan respons dinamis yang berbeda secara struktural, terutama pada kondisi data yang volatil. Dalam konteks rekayasa sistem produksi, formulasi SD Holt memungkinkan mekanisme peramalan yang terintegrasi dengan pengendalian kapasitas dan persediaan, sehingga lebih sesuai untuk dianalisis sebagai bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang bersifat dinamis. Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan metode Holt dari algoritma statistik rekursif menjadi model sistem dinamis adaptif yang eksplisit secara struktural.
Dari Pabrik hingga Layanan: Teknik Industri sebagai Rekayasa Organisasi Produktif Murdapa, Petrus Setya; Windyaningrum, Theresia Liris
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 101 No. 101 (2026): Special Issue Seminar Konstelasi Bali
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v101i101.13981

Abstract

Praktik Teknik Industri tidak lagi dapat dipahami semata sebagai rekayasa sistem manufaktur. Ia lahir dari pabrik, tetapi tidak berhenti di sana. Teknik Industri hidup dan berkembang dalam layanan, institusi publik, rantai pasok, serta tatanan sosial yang lebih luas. Paper ini mengajukan argumen bahwa Teknik Industri pada hakikatnya adalah rekayasa organisasi produktif, yakni rekayasa sistem sosial-teknis yang memungkinkan manusia, teknologi, proses, dan kebijakan berinteraksi secara terstruktur, adil, dan berkelanjutan. Dengan menjadikan asas-asas Teknik Industri sebagai jiwa metodologis, paper ini menegaskan posisi Teknik Industri sebagai disiplin nasional yang memiliki relevansi lintas sektor dan lintas generasi. Kontribusi utama paper ini adalah penyusunan kerangka konseptual yang memosisikan Teknik Industri bukan sebagai kumpulan alat, melainkan sebagai pendekatan sistemik terhadap keorganisasian produktif dalam konteks manufaktur, jasa, pemerintahan, dan sistem sosial.
Modeling the Multi-channel Section in the Supply Chain System using the Multiserver Queue Analogy Murdapa, Petrus Setya
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 23 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jti.23.1.47-54

Abstract

The industry generally consists of a supply chain system. The main constituents of any supply chain system are suppliers, manufacturers, distribution centers, and retailers. The system configuration can be straight chain, branched, cyclic, or a combination of all. An analytical model is needed to study system behavior as a result of the dynamics of its constituents. Modeling a multi-channel section becomes quite a challenging job in this regard. A method of modeling the multi-channel section will be discussed in this paper by adopting multi-server queues. As is well known, in a multi-server queue, there is a branching point at which the flow of entities begins to spread across several parallel servers. In the modeling perspective of this paper, the branching point is in the buffer (finished good warehouse in the factory, i.e., the focal echelon). That is the end of the waiting line from which the entity specifically moves to one of the servers, or in this context; it is called a channel. In this paper, the number of channels can be any, generalizable, can be more than two. Hence, the subsystem studied includes a factory, finished product warehouse, and several distribution centers. The factory produces by the mechanism of, where and r are stopping point and production restarting point, respectively. Production stops when the quantity of finished product in the warehouse reaches units and will restart the production when the quantity drops to the same or lower than units. The model is developed under Markovian assumptions by considering the quantities of production rates, the number of distribution centers (channels), travel time from factories to each distribution center, delivery lot size, and the time between the arrival of orders from distribution centers. The system under study is seen as a case of two echelons, namely factories and distribution channels. The numerical model obtained is applied to one case example with certain conditions. Comparisons with discrete simulation results give relatively small and acceptable differences. So, in the future, this model can complement the overall modeling of the supply chain system, a multi-echelon system with multi-channel distribution.