Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

System Dynamic Analysis of the Fleet Availability and Reliability Influence on the Lead Time of the Delivery Order Process Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian; Long, Zalizah Awang; Prasetyo, Vinsensius Widdy Tri; Waloyo, Lorensius Anang Setiyo; Murdapa, Petrus Setya
Indonesian Journal of Information Systems Vol. 6 No. 1 (2023): August 2023
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/ijis.v6i1.7049

Abstract

The inventory replenishment process in the warehouse becomes difficult if there is uncertainty. It can cause warehouse performance not to be as expected. The warehouse is an important part of the supply chain subsystem, which smooths the flow of goods from upstream to downstream throughout the system. This paper uses system dynamics modeling to analyze the replenishment of raw materials where there is randomness in availability and reliability and their effects on the delivery lead time of the fleet. The model obtained is much simpler but more robust when compared to the analytical-mathematical model or the discrete-events simulation. Tests on the model show that the model can behave as it should logically. Several experiments were conducted to see how fleet availability's reliability can affect the delay in receiving or delivery lead time. One interesting thing revealed is that reliability does not have to be 100%, but there is a certain minimum threshold for the system to perform well. This is different from availability, which must be 100%.
Pengendalian Kualitas Produk Sablon Souvenir Keramik dengan Metode Seven Tools Windyaningrum, Theresia Liris; Indrawati, Chatarina Dian; Murdapa, Petrus Setya
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9270

Abstract

Pengendalian kualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meminimasi kecacatan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cacat produk sablon souvenir keramik pada Ina Souvenir. Metode analisis menggunakan pendekatan seven tools yang dapat membantu menganalisis penyebab kecacatan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama terjadinya cacat produk pada pengerjaan sablon souvenir keramik adalah stiker sobek saat penempelan pada media keramik (41%), warna stiker buram (28%), serta pemasangan stiker yang miring (22%). Permasalahan ini terjadi dikarenakan tenaga kerja yang kurang teliti, penggunaan kertas stiker decal dan tinta printer yang kurang berkualitas, serta pelapisan clear cover coating pada kertas stiker decal yang kurang merata. Usulan perbaikan untuk meminimasi tingkat kecacatan pada sablon souvenir keramik yaitu pengawasan produksi secara lebih intensif, penggunaan kertas stiker dan tinta printer premium, serta proses pelapisan clear cover coating pada kertas decal yang diulang beberapa kali agar stiker tidak mudah sobek
Pengaruh Jaringan Sosial dan Berbagi Pengetahuan Terhadap Perilaku Inovatif Karyawan Prasetyo, Vinsensius Widdy Tri; Pitoyo, Didik Joko; Murdapa, Petrus Setya
JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2024): JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jueb.v3i2.1082

Abstract

Persaingan bisnis menuntut Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk melakukan inovasi. Inovasi dapat diciptakan oleh pegawai yang mempunyai perilaku inovatif. Perilaku inovatif mengacu pada tindakan atau sikap individu yang melibatkan kemampuan berpikir kreatif, berani mengambil risiko, mencoba pendekatan baru, dan beradaptasi dengan perubahan pasar, mampu bersaing, dan menciptakan produk atau jasa yang unggul. Perilaku inovatif pegawai tidak lepas dari jaringan sosial yang dimiliki pegawai. Jejaring sosial merupakan hubungan sosial yang dimiliki oleh individu karyawan dimana pola hubungan tersebut mempunyai keteraturan dalam bagaimana karyawan berperilaku dalam lingkungan kerja. Berdasarkan jejaring sosial yang dimiliki, karyawan akan memiliki rasa berbagi ilmu dengan rekan kerja. Berbagi pengetahuan adalah suatu keadaan dimana setiap individu yang berbagi saling bertukar pengetahuan dengan maksud untuk menciptakan pemahaman baru bersama-sama berdasarkan kemauan untuk berbagi dengan orang lain. Dalam makalah ini, kami membuat kerangka usulan mengenai pengaruh jejaring sosial dan berbagi pengetahuan terhadap perilaku inovatif karyawan di UKM. Berdasarkan studi dan literatur yang ada, makalah ini menjelaskan dampak jaringan sosial dan transmisi informasi melalui berbagi pengetahuan antar karyawan dan memungkinkan perubahan perilaku inovatif karyawan.
Pemodelan Proses Assembly Menggunakan Bahasa System Dynamics Windyaningrum, Theresia Liris; Murdapa, Petrus Setya
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v2i3.925

Abstract

Proses assembly (perakitan) umum digunakan dalam berbagai sistem keindustriaan manufaktur. Selama ini, pemodel menggunakan teknik matematis, ataupun simulasi diskrit untuk memenuhi keperluan analisis kinerja sistem tersebut. Paper ini mencoba memberikan bukti dan gambaran bahwa metode system dynamics yang selama ini dikenal sebagai sarana pemodelan simulasi kontinyu dapat pula digunakan untuk pemodelan sistem lintasan assembly yang adalah suatu sistem diskrit. Sistem yang dikaji sebagai bahasan dalam paper ini adalah sistem proses assembly, di mana ada proses-proses pabrikasi komponen-komponen assembly yang diperlukan yang mendahului proses assembly tersebut. Dari dua pengujian yang dilakukan terhadap hasil yang diberikan oleh model yang tersusun dapat disimpulkan bahwa proses assembly dapat dimodelkan dengan bahasa system dynamics.
Metodologi Pendekatan Sistemik: Metode Manajerial Mendasar Dan Powerful Yang Perlu Diimplementasikan Indrawati, Chatarina Dian; Pitoyo, Didik Joko; Murdapa, Petrus Setya
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2024): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v3i1.1003

Abstract

Large-scale problems are complex and interrelated. Decisions made in these matters can have unexpected impacts. A systemic approach is a management method that can be used to solve systemic problems. This approach consists of two models, namely a qualitative model and a quantitative model. Qualitative models ensure that the issue is fully understood, while quantitative models allow for analysis of policy scenarios. In this article, the systemic approach methodology is briefly discussed. This methodology begins with a qualitative formulation in the form of a causal-loop diagram. Causal-loop diagram is a diagram that describes the cause-and-effect relationship between variables in a system. Next, this methodology is continued with quantitative formulation in the form of stock-and-flow diagrams. Stock-and-flow diagram is a diagram that depicts the flow and supply of resources in a system. Further computations for experimental purposes (up to policy scenario simulations) can be implemented using Vensim® software. This article discusses the systemic approach methodology up to the experimentation example stage.
Modeling the Multi-channel Section in the Supply Chain System using the Multiserver Queue Analogy Murdapa, Petrus Setya
Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Vol. 23 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jti.23.1.47-54

Abstract

The industry generally consists of a supply chain system. The main constituents of any supply chain system are suppliers, manufacturers, distribution centers, and retailers. The system configuration can be straight chain, branched, cyclic, or a combination of all. An analytical model is needed to study system behavior as a result of the dynamics of its constituents. Modeling a multi-channel section becomes quite a challenging job in this regard. A method of modeling the multi-channel section will be discussed in this paper by adopting multi-server queues. As is well known, in a multi-server queue, there is a branching point at which the flow of entities begins to spread across several parallel servers. In the modeling perspective of this paper, the branching point is in the buffer (finished good warehouse in the factory, i.e., the focal echelon). That is the end of the waiting line from which the entity specifically moves to one of the servers, or in this context; it is called a channel. In this paper, the number of channels can be any, generalizable, can be more than two. Hence, the subsystem studied includes a factory, finished product warehouse, and several distribution centers. The factory produces by the mechanism of, where and r are stopping point and production restarting point, respectively. Production stops when the quantity of finished product in the warehouse reaches units and will restart the production when the quantity drops to the same or lower than units. The model is developed under Markovian assumptions by considering the quantities of production rates, the number of distribution centers (channels), travel time from factories to each distribution center, delivery lot size, and the time between the arrival of orders from distribution centers. The system under study is seen as a case of two echelons, namely factories and distribution channels. The numerical model obtained is applied to one case example with certain conditions. Comparisons with discrete simulation results give relatively small and acceptable differences. So, in the future, this model can complement the overall modeling of the supply chain system, a multi-echelon system with multi-channel distribution.
Edukasi Pemanfaatan Biomassa Menjadi Arang dan Briket Skala Rumah Tangga Menggunakan Reaktor Double Barrel Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i2.3070

Abstract

Sampah organik kering seperti serpihan kayu, bambu, ranting, dan daun kering masih banyak dijumpai di lingkungan permukiman, tetapi pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah biomassa menjadi arang menggunakan reaktor double barrel serta memanfaatkannya sebagai bahan baku briket. Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 di RW 11 Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan arang dan briket, serta diskusi interaktif. Reaktor terdiri atas dua tabung koaksial, yaitu tabung bagian dalam sebagai ruang pirolisis dan tabung luar sebagai ruang pembakaran. Sebanyak 10 peserta yang terdiri atas 6 ibu rumah tangga, 3 bapak-bapak, dan 1 Ketua RW mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil uji coba menunjukkan bahwa reaktor mampu menghasilkan arang dari biomassa bambu, meskipun masih menghasilkan asap dalam jumlah cukup banyak akibat kadar air biomassa dan bahan bakar yang belum benar-benar kering. Berdasarkan hasil evaluasi, dilakukan modifikasi reaktor dengan menambahkan ventilasi udara pada tabung luar untuk meningkatkan suplai oksigen sehingga proses pembakaran menjadi lebih sempurna dan produksi asap berkurang. Demonstrasi pembuatan briket juga memperoleh respons positif karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung proses pencampuran, pencetakan, dan pengeringan briket. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reaktor double barrel merupakan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan pada skala rumah tangga. Penerapan teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan limbah biomassa yang lebih produktif, menghasilkan bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah secara ramah lingkungan.
Perhitungan Ketinggian Tambahan Optimal Pada Sistem Filtrasi Pasir Dua Tabung Terbuka Seri Petrus Setya Murdapa; Leo Eladisa Ganjari; Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1448

Abstract

Kajian ini mengusulkan metode perhitungan untuk menentukan ketinggian tambahan minimal pada sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka yang disusun seri. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan persamaan Ergun dan pendekatan Darcy–Weisbach untuk menghitung penurunan tekanan saat aliran air melewati media pasir. Tekanan hidrostatis pada masing-masing tabung kemudian dikaitkan dengan hasil perhitungan tersebut guna menetapkan kenaikan ketinggian yang diperlukan agar aliran tetap lancar tanpa menimbulkan luapan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tambahan ketinggian minimal yang dibutuhkan adalah sekitar 12,1 cm untuk tabung pertama dan 11,2 cm untuk tabung kedua, yang kemudian dibulatkan menjadi 13 cm untuk implementasi di lapangan. Pengujian fisik menunjukkan bahwa aliran berlangsung lancar tanpa luapan, menegaskan keandalan metode ini dalam perancangan sistem filtrasi pasir dua tabung terbuka. Temuan ini memberikan dasar numerik penting dalam desain sistem filtrasi pasif berbasis gravitasi.
Reformulasi Metode Holt Dalam Kerangka System Dynamics Untuk Peramalan Adaptif Petrus Setya Murdapa; Theresia Liris Windyaningrum; Chatarina Dian Indrawati
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i1.2406

Abstract

Metode Holt merupakan salah satu pendekatan pemulusan eksponensial yang luas digunakan untuk peramalan deret waktu bertendensi. Namun, formulasi klasiknya memperlakukan parameter pemulusan sebagai konstanta eksogen yang tidak bereaksi terhadap performa model. Penelitian ini mengusulkan reformulasi metode Holt dalam kerangka system dynamics (SD), dengan merepresentasikan komponen level, tren, serta parameter pemulusan sebagai variabel level yang saling berinteraksi melalui mekanisme umpan balik berbasis kesalahan peramalan. Dua kasus simulasi numerik digunakan untuk membandingkan perilaku dinamis Holt konvensional dan SD Holt. Hasil simulasi menunjukkan bahwa meskipun kedua pendekatan memiliki struktur matematis dasar yang ekuivalen, keberadaan umpan balik adaptif pada SD Holt menghasilkan respons dinamis yang berbeda secara struktural, terutama pada kondisi data yang volatil. Dalam konteks rekayasa sistem produksi, formulasi SD Holt memungkinkan mekanisme peramalan yang terintegrasi dengan pengendalian kapasitas dan persediaan, sehingga lebih sesuai untuk dianalisis sebagai bagian dari sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang bersifat dinamis. Kontribusi utama penelitian ini adalah perluasan metode Holt dari algoritma statistik rekursif menjadi model sistem dinamis adaptif yang eksplisit secara struktural.
Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Divisi Logistik Industri Manufaktur dengan Metode Full Time Equivalent Chatarina Dian Indrawati; Theresia Liris Windyaningrum; Petrus Setya Murdapa; Wahyu Prabawati Putri Handayani
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v5i2.2914

Abstract

Peningkatan volume pemesanan dan kompleksitas aktivitas logistik berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan beban kerja pada Divisi Logistik PT XYZ. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keterlambatan penyelesaian pekerjaan, meningkatnya lembur, dan menurunnya kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja optimal menggunakan Workload Analysis (WLA) dengan pendekatan Full Time Equivalent (FTE). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 15 karyawan Divisi Logistik. Data waktu siklus diolah menjadi waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating dan allowance sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan perhitungan beban kerja dan nilai FTE untuk setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh karyawan memiliki nilai FTE di atas 1,00 yang mengindikasikan kondisi overload. Nilai FTE tertinggi terdapat pada staf pengadaan jasa dan investasi sebesar 2,65, diikuti staf gudang sebesar 2,43 dan staf logistik sebesar 1,92. Tingginya beban kerja terutama ditemukan pada aktivitas pengadaan dan pengelolaan gudang. Meskipun demikian, kebutuhan tenaga kerja tidak sepenuhnya mengikuti hasil pembulatan nilai FTE karena masih terdapat peluang redistribusi pekerjaan dan pengoptimalan aktivitas administratif. Berdasarkan hasil evaluasi, kebutuhan tenaga kerja optimal direkomendasikan bertambah 4 orang, terdiri atas 1 orang pada bagian logistik, 1 orang pada bagian ekspedisi dan gudang, serta 2 orang pada bagian pengadaan.