Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Paparan Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Gangguan Pendengaran Rafa Zemy Amalia; Srisantyorini, Triana; Hasanah, Irna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.409

Abstract

Paparan kebisingan di lingkungan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang umum terjadi dan dapat berdampak serius terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Kebisingan yang melampaui nilai ambang batas 85 dB dalam durasi kerja yang lama berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, baik sementara maupun permanen. Penelitian ini dilakukan melalui metode literature review. Literatur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 4 database elektronik yaitu Google Scholar, semantic Scholar, PubMed, dan ProQuest. Penelitian ini diambil dari 5 tahun terakhir dari masing masing jurnal. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret 2025 – April 2025. Paparan kebisingan di lingkungan kerja berdampak besar terhadap kesehatan pekerja dan dapat dikategorikan menjadi dampak permanen serta sementara. Dampak permanen berupa gangguan pendengaran (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL) disebabkan oleh kerusakan sel rambut telinga akibat paparan suara intensitas tinggi, serta gangguan pada sistem vestibular yang mengganggu keseimbangan tubuh. Sementara itu, dampak sementara meliputi gangguan pendengaran yang dapat pulih setelah istirahat, penurunan kualitas tidur, gangguan konsentrasi, dan tinnitus yang dapat berkurang apabila paparan kebisingan dikendalikan. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai faktor-faktor risiko dan penerapan strategi pencegahan menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan aman, dan juga menurunkan angka kejadian gangguan pendengaran akibat kebisingan di tempat kerja.
Edukasi Kesehatan Mental Remaja dan Dampaknya terhadap Pemahaman Tanda, Penyebab, dan Pencegahan Gangguan Psikologis Abul A’la Al Maududi; Rafa Zemy Amalia; Nayla Jasmine Fadillah; Syaharani Laila Chaerunnisa Tengku; Siti Neza Azmarina; Siti Rosdiana; Riza Elhanina Ramadhani; Rizki Hashym
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2022

Abstract

Adolescent mental health is an essential component of optimal growth and development, yet it often receives less attention compared to academic achievement. Adolescents are in a vulnerable developmental stage characterized by emotional changes, social pressure, and environmental demands, which increase the risk of mental health problems. This activity aimed to improve knowledge and promote positive attitudes among junior high school students regarding adolescent mental health, including its definition, signs and symptoms, risk factors, and prevention strategies. The method used was a health education intervention employing a pre-test and post-test design. The activity was conducted at Al Amanah Junior High School, South Tangerang City, involving 25 students. The evaluation instrument consisted of a 10-item multiple-choice questionnaire with a maximum score of 100. The results showed that the average pre-test score was 98.40%, while the post-test score increased to 99.60%, indicating a 1.20% improvement. Although the increase was relatively small due to the high baseline knowledge (ceiling effect), the findings demonstrate that the educational intervention effectively reinforced students’ understanding of adolescent mental health. In addition, interactive discussions during the session contributed to increased awareness and reduced stigma related to mental health issues. This mental health education program has the potential to support early prevention efforts and foster a more supportive school environment for adolescents’ psychological well-being.