Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Relationship Between Anxiety Levels And Student Academic Achievement At SMK X Jakarta Apita Nur Rahma; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.569

Abstract

Background: Anxiety is a psychological factor that can affect students' learning ability and academic achievement. Vocational High School (SMK) students generally face high academic pressure and demands for practical skills, which have the potential to cause anxiety. The purpose of this study is to determine the relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. This study uses a quantitative approach with an observational analytical design and a cross-sectional approach method. The population in the study amounted to 65 students, all of whom were sampled using a total sampling technique. Data collection was carried out using validated instruments, then analyzed using the Spearman Rho correlation test. Results: The analysis showed a very weak positive relationship between anxiety levels and academic achievement, with a correlation coefficient (r) of 0.006 and a significance value of 0.965 (p > 0.05). This value indicates that statistically there is no significant relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. The conclusion is that anxiety does not have a significant effect on academic achievement in the context of this study. These results can be a consideration for schools in developing learning strategies and psychological support for students, although other factors beyond anxiety still need to be considered as determinants of academic success
The Relationship Between Mothers' Knowledge Of Nutrition And The Risk Of Stunting In Toddlers At Community Health Center X Fadiyatul Mufidah, Imtiyaaz; Roza Indra Yeni; Ricky Riyanto Iksan; Reghula Maryeti Sandra
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.570

Abstract

Background: Stunting is a condition of stunted growth in toddlers due to chronic malnutrition and other factors such as maternal knowledge, immunization, family economic status and lack of nutrition. The purpose of this study is to determine the relationship between maternal knowledge about nutrition and the risk of stunting in toddlers at Community Health Center X. Research Methods: This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach, the population of this study were mothers who have toddlers who visited Community Health Center X, this study involved 90 respondents with a total sampling technique. Results: The results showed that the majority of mothers, 65 people (92.9%) had good knowledge. Among mothers with good knowledge, there were 9 toddlers (13.8%) stunting, and 56 toddlers (86.2%) were not stunted. The analysis showed that there was no significant relationship between maternal knowledge about nutrition and the risk of stunting in toddlers with a p-value of 1,000. Conclusion: Good maternal knowledge is not significantly related to the risk of stunting in toddlers. Therefore, it is important for nutritional interventions to not only focus on increasing knowledge, but also include a more comprehensive approach..
Gambaran Kinerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit X Tangerang Ifarotul Khasanah, Meilani; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.600

Abstract

Kinerja perawat pelaksana merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Rumah Sakit X Tangerang menghadapi tantangan berupa tingginya beban kerja dan keterbatasan sarana yang dapat memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit X  Tangerang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 73 perawat pelaksana yang ditentukan melalui rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berisi 21 pernyataan yang mengukur aspek kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan efektivitas kinerja. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%, n=73) mayoritas berjenis kelamin perempuan (90,4%), berusia 26–35 tahun (75,3%), berpendidikan Profesi Ners (84,9%), dan sebagian besar memiliki lama bekerja satu tahun (47,9%). Berdasarkan hasil penelitian, kinerja perawat pelaksana berada pada kategori cukup sebanyak 47 orang (64,4%), kategori baik sebanyak 25 orang (34,2%), dan hanya 1 orang (1,4%) yang termasuk dalam kategori kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum kinerja perawat di Rumah Sakit X  Tangerang tergolong baik, meskipun mayoritas masih berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pihak perawat maupun manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kinerja melalui pengelolaan beban kerja, peningkatan sarana, serta pelatihan berkelanjutan guna mencapai standar kinerja yang lebih optimal.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Tangerang Akhsani, Nurul; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartingsih; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.617

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi seseorang terhadap posisi mereka dalam kehidupan, yang dipengaruhi oleh konteks budaya, sistem nilai, dan lingkungan tempat tinggal. Kualitas hidup mencakup kesehatan fisik dan psikologis, tingkat kemandirian, hubungan sosial, kepercayaan diri, serta interaksi dengan lingkungan sekitar. Pada pasien Diabetes Melitus, kualitas hidup dapat terpengaruh oleh kondisi penyakit kronis, pengelolaan kesehatan, serta dukungan sosial dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kualitas hidup dengan 12 item pertanyaan berdasarkan alat ukur WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kualitas hidup responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 14 orang (46,7%) memiliki kualitas hidup baik, sedangkan 16 orang (53,3%) memiliki kualitas hidup kurang baik. Karakteristik responden didominasi oleh usia di atas 48 tahun (21 responden, 70%), perempuan (19 responden, 63,3%), pendidikan menengah (18 responden, 60%), dan sebagian besar tidak bekerja (22 responden, 73,3%). Kesimpulannya, sebagian besar pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit X, Tangerang memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih optimal, baik melalui manajemen kesehatan, dukungan psikologis, maupun interaksi sosial, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit X Tangerang Safinaningsih, Nadia; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.618

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui  dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien CHF yang dirawat di RS X Tangerang sebanyak 244 orang. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan emosional keluarga yang terdiri dari 6 item pertanyaan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 46–59 tahun (46,5%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP (52,1%). Sebagian besar responden tinggal bersama keluarga besar (43,7%) dan menderita CHF kurang dari 1 tahun (47,9%). Berdasarkan dukungan emosional, 57,7% responden memperoleh dukungan baik, 32,4% cukup, dan 9,9% kurang. Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien serta mencegah rehospitalisasi.
Gambaran Tingkat Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit X Bara, Olivia Florentina; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.892

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan psikososial yang sering dialami oleh perawat sebagai akibat dari tuntutan pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Kondisi stres kerja yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap kinerja perawat, kesehatan fisik dan mental, serta mutu pelayanan keperawatan yang diberikan. Oleh karena itu, identifikasi tingkat stres kerja perawat menjadi hal penting sebagai dasar perencanaan upaya pencegahan dan pengelolaan stres di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit X sebanyak 143 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh sampel sebanyak 58 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stres kerja perawat, kemudian dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai mean, dan standar deviasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mengalami stres kerja ringan, yaitu sebanyak 56 responden (96,6%), dengan nilai rata-rata skor stres sebesar 79,1 ± 0,609. Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat stres kerja perawat berada pada kategori rendah dan relatif homogen. Tidak ditemukan responden dengan tingkat stres berat. Kesimpulannya, tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit X berada pada kategori ringan, sehingga perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung kesejahteraan perawat.