Rima Berlian Putri
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH FOOT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) CIPUTRA HOSPITAL CITRA GARDENCITY JAKARTA Tamrin; Rima Berlian Putri
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i2.1420

Abstract

Tekanan darah yang lebih tinggi dari batas normal yang ditetapkan disebut hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tekanan darah dianggap tinggi jika tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg dan tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg. praktik klinis pasien sekarat di ICU RS Ciputra Citra Garden City dengan menguji pengaruh intervensi pijat kaki baru terhadap denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah. Metode Penelitian: Desain EBN (Evidence Base Nurse) yang digunakan adalah Quasy Eksperimen khususnya desain pretest-posttest yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah intervensi kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan terapi Foot Massage selama 4 hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari pada intervensi tekanan darah pasien mempunyai nilai rata-rata sebesar 1,75 (SD=0,500) sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tekanan darah mempunyai nilai rata-rata sebesar 1,50 (SD=0,577) dengan p-value sebesar 0,083 atau lebih besar dari nilai signifikansi. nilai p-value >0,05.Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan bermakna rerata tekanan darah antara kelompok intervensi pijat kaki dan kelompok kontrol dalam menurunkan tekanan darah pada pasien penelitian ini.
PENGARUH SENAM OSTEOPOROSIS TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA Mei Rosenta Rustiyanti; Rima Berlian Putri
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5691

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas fisik membantu lansia beraktivitas merupakan salah satu aktivitas yang baik untuk lansia. Jenis olahraga yang efektif untuk lansia, contohnya senam. Senam osteoporosis adalah senam yang bersifat aerobik ringan, latihan kekuatan di kedua tangan, latihan keseimbangan dan latihan pernafasan  (Azizah et al., 2020).Tujuan : Tujuan case report  ini diharapkan dapat memahami, menjelaskan dan menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, setelah dilakukan analisis praktik keperawatan berbasis bukti pengaruh senam osteoporosis terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia Di Rumah Sakit Royal Taruma Metode Penelitian: yang digunakan adalah Quasy Experiment khususnya pretest-posttest design. Yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi tanpa kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang diberikan Senam osteoporosis 4 hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari. Hasil: menunjukkan nilai mean nyeri pada kelompok kontrol sebesar 1.25 (SD=0.500), sementara nyeri pada kelompok intervensi yakni pasien lansia yang melakukan senam osteoporosis menunjukkan hasil latihan senam osteoporosis terhadap penurunan nyeri sendi setelah dilakukan intervensi dengan nilai mean sebesar 1.00 (SD=0.000) atau rerata tingkat nyeri memiliki perbedaan antara kelompok intervensi dan control sehingga diperoleh nilai p-value (0.024) atau kurang dari nilai signifikansi p-value 0.05. Kesimpulan: ada perbedaan pengaruh latihan senam terhadap penurunan nyeri sendi pada pasien kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada penelitian ini
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Lansia Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Cilandak Jakarta Selatan Shinta Hidayati; Rima Berlian Putri
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi Februari 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i2.138

Abstract

Family support is an attitude and action of acceptance towards family members in the form of informational support, assessment support, instrumental support and emotional support. The good quality of life of elderly people with Diabetes Mellitus can be caused by family support factors. The aim of this research is to determine the relationship between family support and the quality of life of elderly people suffering from diabetes mellitus in the Cilandak Community Health Center working area. This research uses a correlational analytical design with a cross sectional approach. The sampling technique used purposive sampling technique, the sample in this study was 78 respondents. Data collection used the Family Support Questionnaire and the Diabetes Quality of Life (DQOL) Questionnaire. The research results were obtained from 78 respondents, as many as 54 respondents (69.2%) were female, as many as 68 respondents (87.2%) were aged 60-74 years, as many as 40 respondents (51.3%) had at least a high school education, as many as 76 respondents (97.4%) did not working, as many as 53 respondents (67.95%) had a history of Diabetes Mellitus > 5 years, as many as 41 respondents (52.6%) had poor family support and as many as 44 respondents (56.4%) had poor quality of life. The results of the Chie Square Statistical Test show that the P-Value = 0.034, where p < 0.05. The conclusion of this research is that there is a relationship between family support and the quality of life of elderly people suffering from diabetes mellitus in the working area of ​​the Cilandak Health Center, South Jakarta. Nurses are expected to be able to involve families directly in improving the quality of life of elderly people suffering from Diabetes Mellitus at home and in community health centers.
Pengaruh Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Di Ruang Intensive Care Unit (Icu) Ciputra Hospital Citra Gardencity Jakarta Tamrin, Tamrin; Rima Berlian Putri
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekanan darah yang lebih tinggi dari batas normal yang ditetapkan disebut hipertensi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tekanan darah dianggap tinggi jika tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg dan tekanan sistolik lebih besar dari 140 mmHg. praktik klinis pasien sekarat di ICU RS Ciputra Citra Garden City dengan menguji pengaruh intervensi pijat kaki baru terhadap denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah. Metode Penelitian: Desain EBN (Evidence Base Nurse) yang digunakan adalah Quasy Eksperimen khususnya desain pretest-posttest yaitu dengan melakukan observasi sebelum dan sesudah intervensi kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi yaitu 2 kelompok yang diberikan terapi Foot Massage selama 4 hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari pada intervensi tekanan darah pasien mempunyai nilai rata-rata sebesar 1,75 (SD=0,500) sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata tekanan darah mempunyai nilai rata-rata sebesar 1,50 (SD=0,577) dengan p-value sebesar 0,083 atau lebih besar dari nilai signifikansi. nilai p-value >0,05.Kesimpulannya adalah tidak terdapat perbedaan bermakna rerata tekanan darah antara kelompok intervensi pijat kaki dan kelompok kontrol dalam menurunkan tekanan darah pada pasien penelitian ini.
The Relationship Between Parenting Patterns and The Independence of Alpha Generation School-Age Children at SD X Jakarta. Aprillia Rohmana; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: generational change is a natural consequence of the dynamics of modern development, requiring parents to adapt their parenting styles to meet the needs of Generation Alpha school-age children. This study aims to determine the relationship between parenting styles and the level of independence of Generation Alpha school-age children. This research method used a quantitative correlational cross-sectional approach, with variables measured only once. The population in this study was all Generation Alpha students at Elementary School X Jakarta, with a sample size of 52 students drawn using total sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using descriptive statistics. The instrument contained 52 indicators representing the three parenting styles on aspects of child independence. The results of the study, using the Chi-Square Test with Likelihood Ratio, showed a significant correlation of 8.795 with p=0.012 > 0.05. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between parenting styles and the independence of Generation Alpha school-age children at Elementary School X. Generation Alpha demonstrates unique independence, thus parenting styles play a crucial role in supporting the independence of Generation Alpha school-age children.  
Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Di Wilayah Puskesmas X Setiawati, Erma; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Panrita
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v10i2.550

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas X. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 97 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan lima dimensi SERVQUAL: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas (56,7%) dan sangat puas (24,7%) terhadap pelayanan yang diberikan, sedangkan 18,6% menyatakan cukup puas. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada dimensi Responsiveness dan Empathy, sementara dimensi Tangibles masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan BPJS di Puskesmas X. secara umum telah memuaskan pasien, meskipun beberapa aspek fisik masih perlu dievaluasi dan diperbaiki. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan layanan kesehatan berbasis JKN.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa di Rumah Sakit X Khasanah, Uswatun; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Panrita
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v10i2.551

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis, baik di dunia maupun di Indonesia, menunjukkan bahwa sebagian besar penderitanya mengalami penurunan kualitas hidup. Self-efficacy atau keyakinan diri terhadap kemampuan untuk mengatur tindakan, motivasi, dan pola pikir guna mencapai tujuan tertentu, berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan self efficacy dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan rancangan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel mengguanakan teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini sebanyak 67 responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner General Self Efficacy Scale (GSES) dan Kuesioner WHOQOL-BRE. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara self efficacy dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit X. Pada uji statistic chi-squre diperoleh nilai p-value 0.002, yang artinya nilai p-value lebih kecil dari nilai signifikan α (0.002<0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit X. Perawat diharapkan dapat mengembangkan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy, misalnya melalui edukasi kesehatan atau konseling, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa.
Hubungan Body Image (Citra Tubuh) Dengan Kecemasan Sosial Pada Remaja Di SMK X Jakarta Afifah, Umu; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Panrita
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v10i2.553

Abstract

Remaja rentan mengalami kecemasan sosial akibat persepsi negatif terhadap body image (citra tubuh), yang dipengaruhi oleh standar kecantikan dari media ataupun lingkungan sosial. Masa Remaja memiliki tahap pertumbuhan dan perkembangan yang unik, sehingga memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda Kecemasan sosial seringkali disebabkan oleh faktor fisik, dimana individu merasa tidak puas dengan penampilan mereka hingga merasa takut dihakimi oleh orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Body Image (citra tubuh) dengan Kecemasan Sosial pada Remaja di SMK X  Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 71 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner body image (citra tubuh) dan kecemasan sosial, kemudian dinalisis menggunakan uji Chi-Square. Lebih dari separuh responden yaitu berjumlah 44 remaja (62%), memiliki body image (citra tubuh) positif. Dan lebih dari sebagian responden yaitu sebanyak 32 remaja (72,7%) mengalami kecemasan sosial tinggi. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan  nilai p-value = 0,187, dimana a >0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara body image (citra tubuh) dengan kecemasan sosial pada remaja di SMK X  Jakarta.
The Relationship Between Mother's Knowledge And The Completeness Of Basic Immunization For Children Aged 0-12 Months At Posyandu X, Bekasi Regency Nuraeniah, Siti; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.567

Abstract

Background: Basic immunization is an important preventive strategy to protect infants from infectious diseases that can be prevented by vaccination. At Posyandu X, Bekasi Regency, basic immunization coverage has not yet reached the optimal target. One factor suspected to be the cause of this low coverage is the low level of knowledge of mothers regarding the importance of immunization, including its benefits, schedule, and potential side effects. Lack of information can impact low awareness and participation of parents in completing their children's immunizations. Objective: This study aims to determine the relationship between maternal knowledge levels and the completeness of basic immunizations in children aged 0–12 months. Method: This study used a quantitative method with a descriptive correlational approach and a cross-sectional design. The sample consisted of 80 mothers with infants aged 0–12 months, selected using a purposive sampling technique. The instruments used included a questionnaire to measure maternal knowledge levels and a checklist to assess the completeness of children's immunizations. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The results showed that most mothers had a low level of knowledge (48%). In addition, only 37.5% of infants received complete basic immunizations. The analysis results showed a significant relationship between maternal knowledge and the completeness of basic immunization (p < 0.05). Conclusion: Maternal knowledge is significantly related to the completeness of basic immunization in children aged 0–12 months. Therefore, it is recommended that Posyandu regularly provide education and counseling to improve maternal knowledge and basic immunization coverage in the community.
The Relationship Between Parenting Styles And Parental Eating Behavior Towards Picky Eating Behavior In Preschool Children Ranti Wulan Safitri, Desti; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.568

Abstract

Background: Picky eater is a condition in which children exhibit selective eating behavior, such as refusing to try new foods or only wanting to eat certain types of food. This habit can have a negative impact on nutritional adequacy, growth, and children's ability to interact socially. According to WHO, around 28.7% of toddlers in the world experience growth problems, and Indonesia is ranked third in Southeast Asia in this regard. One of the factors that can influence the emergence of picky eating behavior is parenting and parental eating habits. Research Objective: This is to determine the relationship between parenting and parental eating behavior with the tendency of children to become picky eaters. The design uses quantitative descriptive correlation, involving 73 respondents. Data were analyzed using the chi-square test. Results: The study showed a significant relationship between parenting and parental eating behavior with picky eating behavior in preschool children (p = 0.001). Conclusion: that inappropriate parenting can increase the risk of children becoming picky eaters by 5.8 times, while poor eating behavior from parents can increase the risk by up to 8.3 times (OR = 5.8; 8.3). Therefore, it is important for parents to implement supportive parenting styles and demonstrate healthy eating habits as an example for their children.