Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENGGUNAAN APD TERHADAP KESIAPAN MENTAL PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RSU DR. FERDINAND LUMBAN TOBING Sinaga, Janno; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan besar pada tenaga kesehatan, terutama perawat yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. Penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi komponen penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari paparan virus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan APD terhadap kesiapan mental perawat dalam merawat pasien COVID-19 di RSU Dr. Ferdinand Lumban Tobing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 100 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APD secara tepat dan konsisten berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan mental perawat. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan penggunaan APD dan dukungan psikologis bagi perawat selama pandemi.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Masyarakat Pesisir Pantai Belawan Galvani Simanjutak; Siska Evi Martina; Sinurat, Lasma Rina Efrina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat pesisir pantai, khususnya nelayan, di pantai belawan. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan di laut, termasuk tenggelam, yang sering disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama. Melalui pendekatan ceramah, tanya jawab, dan simulasi praktis, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Tingginya risiko kecelakaan laut di wilayah Belawan menuntut peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya nelayan, dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan BHD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan dalam menghadapi situasi darurat. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung, demonstrasi, dan simulasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam melakukan RJP dan membuka jalan napas. Diharapkan pelatihan ini dapat mengurangi angka kematian akibat kecelakaan laut dan meningkatkan keselamatan nelayan.
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Lalang Kecamatan Medan Beras Batu Bara Sinurat, Lasma Rina Efrina; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi medis kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah secara terus-menerus di atas ambang normal. Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas namun dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan merokok, serta faktor genetik dan usia. Diagnosis hipertensi dilakukan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer, dengan kategori tekanan darah ≥140/90 mmHg sebagai indikator hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, dan jika diperlukan, pengobatan dengan antihipertensi. Pencegahan hipertensi sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini secara global, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan edukasi masyarakat dan kebijakan kesehatan publik.
Pemberian Edukasi Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan Masyarakat Galvani Volta Simanjutak; Siska Evi Martina; Sinurat, Lasma Rina Efrina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang apabila menemukan korban yang membutuhkannya seperti pasien dengan henti jantung atau cardiac arrest. Secara global kejadian henti jantung diluar rumah sakit atau Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) rata-rata di antara orang dewasa sebesar 55 OHCA per 100.000 orang/tahun. Henti jantung akan berakhir dengan kematian jika pertolongan tidak cepat diberikan, karena tenaga medis tidak selalu ada di tempat kejadian, orang atau masyarakat awam yang terlatih diwajibkan untuk melakukan BHD. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan untuk henti jantung, oleh karena itu penting adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bantuan hidup dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang dilakukan pada 30 responden dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan rumus mean.Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan edukasi mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 20 orang (66,7%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (57%), setelah diberikan edukasi pengetahuan masyarakat meningkat menjadi pengetahuan baik yaitu 28 orang (93,3%) dengan rata-rata kualitas pengetahuan (92,1%).kesimpulan yang dapat ditarik adalah hasil penelitian ini mengambarkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan. Puskesmas diharapkan dapat melakukan program khusus untuk kegiatan penyuluhan atau pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan rutin ikut edukasi atau pelatihan yang ada.
Optimalisasi Pengetahuan Kader Lansia Dalam Penanganan Gawat Darurat Pada Lansia Di Puskesmas Helvetia Saragih, Masri; Lasma Rina Efrina Sinurat; Siska Evi Martina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia memunculkan berbagai tantangan, terutama dalam penanganan kasus gawat darurat yang sering terjadi pada kelompok usia ini. Kader lansia memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama dan mendukung layanan kesehatan di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan kader lansia di Puskesmas Helvetia mengenai penanganan gawat darurat pada lansia. Metode yang digunakan adalah intervensi pendidikan berupa pelatihan intensif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus gawat darurat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40%. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan penilaian awal, resusitasi, dan tindakan pertolongan pertama yang sesuai. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi kader lansia dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelayanan kesehatan lansia di komunitas.