Articles
Pertolongan Pertama Pada Remaja Tersedak (choking) Di SMA Muhammadiyah 3 Medan
Marbun, Agnes Silvina;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Henny Syapitri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tersedak merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat ditangani. Tersedak bisa dialami oleh semua golongan usia. Tersedak adalah penyebab utama keempat kematian yang tidak disengaja. Akibat kondisi tersedak seseorang akan mengalami gangguan atau penyumbatan pada saluran pernafasan dan bila dibiarkan terlalu lama dan tidak segera ditangani tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) dan dapat mengakibatkan kecacatan maupun kematian. Untuk melakukan pertolongan terhadap kejadian ini diperlukan teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) penanganan tersedak. Teknik ini, selain harus dikuasai oleh petugas medis, juga penting diketahui oleh orangtua sebagai pertolongan pertama jika menemukan anak tersedak sebelum mendapatkan penanganan medis selanjutnya. Oleh karena itu orangtua perlu memiliki wawasan yang didapatkan dari penyuluhan yang diberikan oleh tim tentang pencegahan dan penatalaksanaan tersedak pada anak di rumah untuk mengurangi angka kejadian dan kemungkinan perburukan kondisi pada anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada remaja untuk mengetahui dan mengaplikasikan prosedur pertolongan pertama pada tersedak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i SMA Muhammadiyah 3 Medan, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama tersedak mayoritas kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pertolongan pertama tersedak didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.
Pelatihan Pencegahan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam
Sipayung, Rosetty Rita;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Erwin Silitonga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan pencegahan kecemasan bagi ibu hamil dalam menghadapi persalinan selama masa pandemi Covid-19 di Aek Nagali. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 30 ibu hamil yang terdaftar di Di Rsu Sari Mutiara Lubuk Pakam berpartisipasi dalam pelatihan yang mencakup teknik relaksasi, informasi tentang proses persalinan, dan strategi coping. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kecemasan ibu hamil sebelum pelatihan memiliki rata-rata skor 18,5 (SD = 3,2), sedangkan setelah pelatihan, rata-rata skor kecemasan menurun menjadi 12,3 (SD = 2,5). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor kecemasan sebelum dan sesudah pelatihan (p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pencegahan kecemasan efektif dalam mengurangi kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan selama pandemi.
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN PADA SISWA SMK
Galvani Simanjutak;
Martina, Siska Evi;
Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini masyarakat awam baik secara individu maupun kelompok dituntut untuk mampu memberikan pertolongan segera jika menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Pertolongan pertama yang diberikan pada kondisi cedera dapat memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan, mencegah cacat, dan bahkan dapat menyelamatkan jiwa penderita. Kejadian kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja seperti di jalan, rumah, tempat kerja maupun disekolah. Mengingat banyaknya kecelakaan atau cedera yang terjadi di sekolah pada siswa baik pada saat mengikuti kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler, siswa perlu memahami prosedur melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan bagi para siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan kepada siswa untuk bisa menangani kondisi kegawatan atau penanganan pertama jika terjadi kecelakaan di sekolah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan : a). Metode ceramah untuk menyampaikan pengetahuan apa saja yang tergolong dalam kejadian kecelakaan, apa saja dampak dari kejadian kecelakaan dan bagaimana cara pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika terjadi kecelakaan disekolah, b). Metode praktek digunakan untuk melakukan simulasi proses pertolongan pertama pada kecelakaan, c). Metode tanya jawab digunakan untuk memberikan tanggapan kepada siswa sekaligus untuk mendapatkan tanggapan siswa tentang materi yang telah disampaikan selama kegiatan.
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA PERLIS
Simamora, Marthalena;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Rani Kawati Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Bayi dengan BBLR memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah dan sistem imun yang belum berkembang optimal, sehingga rentan terhadap infeksi dan hambatan pertumbuhan. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan stunting, di mana bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting di usia balita. Faktor penyebab BBLR meliputi status gizi ibu yang kurang baik, komplikasi kehamilan, serta faktor sosial ekonomi dan lingkungan. Pencegahan stunting pada anak dengan riwayat BBLR memerlukan intervensi holistik yang mencakup pemantauan pertumbuhan, pemberian nutrisi yang adekuat, serta edukasi bagi ibu dan keluarga. Upaya pencegahan dan penanganan BBLR perlu mendapatkan perhatian serius untuk menekan angka kejadian stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal anak.
PENERAPAN SIKAP PERAWAT TERHADAP KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT MELAKSANAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI DESA TUALANG BARU KUTACANE ACEH TENGGARA
Amila;
Siska Evi Martina Simanjuntak;
Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi COVID-19 telah menjadi tantangan global yang membutuhkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus. Namun, ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan masih banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan ketidakpatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan sejumlah responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap ketidakpatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan (p-value < 0,05). Responden dengan tingkat pengetahuan yang rendah cenderung menunjukkan sikap yang negatif, yang berdampak pada perilaku tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk sikap positif masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan COVID-19. Dengan demikian, diharapkan upaya pencegahan COVID-19 dapat berjalan lebih efektif dalam mengendalikan penyebaran virus di masyarakat.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Masyarakat Pesisir Pantai Nias
Galvani Volta Simanjutak;
Martina, Siska Evi;
Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengetahuan tentang pertolongan pertama pada korban tenggelam bagi masyarakat pesisir sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan bantuan, terutama para nelayan yang memiliki resiko dari pekerjaaan di wilayah perairan, akan tetapi kondisi saat ini sangat sedikit edukasi yang diberikan kepada masyarakat sebagai penolong pertama di tempat kejadian. Oleh karena itu keris Agroners melakukan edukasi pelatihan pertolongan korban tenggelam pada nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan keberhasilan nelayan saat memberikan pertolongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan pengetahuan nelayan dalam menolong korban tenggelam dengan metode simulasi. Hasil yang didapatkan terdapat nilai p value < 0.005, sehingga dapat disimpulkan bahawa terdapat perbedaaan kemampuan nelayan dari sebelum dan setelah dilakukan pelatihan dengan metode simulasi. Metode simulasi yang efektif, dapat mengajarkan seseorang secara mudah dalam memahami pengetahuan baru. Hasil ini menunjukan bahwa metode simulasi sangat efektif digunakan untuk melatih orang awam dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Penyakit Serangan Jantung Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Sinaga, Janno;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Rosetty R Sipayung
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Serangan jantung merupakan salah satu penyebab utama kematian mendadak di seluruh dunia, dengan tingkat kematian yang tinggi terutama akibat keterlambatan dalam pemberian pertolongan pertama yang tepat. Pengetahuan masyarakat tentang langkah-langkah awal yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat serangan jantung sangat penting untuk meningkatkan peluang keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat melalui program edukasi berbasis komunitas yang dirancang secara interaktif. Program ini melibatkan penyuluhan, simulasi praktik langsung, serta penyebaran materi edukasi yang mencakup pengenalan gejala serangan jantung, langkah awal pertolongan seperti melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation), dan pentingnya segera menghubungi layanan darurat medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas edukasi dalam meningkatkan pengetahuan peserta. Sebanyak 15 peserta dari berbagai latar belakang sosial mengikuti program ini, dan hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka terhadap pengelolaan situasi darurat serangan jantung. Studi ini membuktikan bahwa edukasi yang tepat dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempercepat respons pertolongan pertama, serta mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung di lingkungan masyarakat.
Optimalisasi Pengetahuan Kader Lansia Dalam Penanganan Gawat Darurat Pada Lansia Di Puskesmas Helvetia
Saragih, Masri;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Siska Evi Martina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia memunculkan berbagai tantangan, terutama dalam penanganan kasus gawat darurat yang sering terjadi pada kelompok usia ini. Kader lansia memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan pertama dan mendukung layanan kesehatan di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan kader lansia di Puskesmas Helvetia mengenai penanganan gawat darurat pada lansia. Metode yang digunakan adalah intervensi pendidikan berupa pelatihan intensif, diskusi kelompok, dan simulasi kasus gawat darurat. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan sebesar 40%. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam melakukan penilaian awal, resusitasi, dan tindakan pertolongan pertama yang sesuai. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi kader lansia dan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung pelayanan kesehatan lansia di komunitas.
Pengabdian Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Kasus Kegawatdaruratan Tersedak Di Kelurahan Gaharu Dengan Metode Simulasi
Galvani Volta Simanjuntak;
Marthalena Simamora;
Lasma Rina Efrina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus gawat darurat akibat tersedak merupakan salah satu kondisi medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius, termasuk risiko henti napas atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis mengenai pelaksanaan pertolongan pertama pada kasus tersedak di wilayah Kelurahan Gaharu. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan simulasi teknik pertolongan pertama, seperti manuver Heimlich dan tindakan penanganan lainnya yang sesuai dengan usia korban, baik pada dewasa maupun anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Gaharu memiliki pemahaman yang meningkat terkait identifikasi gejala tersedak dan keterampilan memberikan pertolongan pertama secara efektif. Kesimpulannya, pelatihan dan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kasus tersedak berperan penting dalam meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menghadapi situasi gawat darurat, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan nyawa korban.
Edukasi Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi
Marbun, Agnes Silvina;
Lasma Rina Efrina Sinurat;
Henny Syapitri;
Putri Lestari;
Rifki Amtenar;
Satidasar Halawa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologi yang memiliki dampak terhadap kualitas serta keseimbangan hidup. Kualitas tidur yang jelek artinya faktor resiko terjadinya masalah fisik serta psikologis. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting untuk segera diatasi karena jumlah penderitanya semakin tinggi. Yang menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur yang buruk. Selain kualitas tidur yang buruk ada beberapa pencetus terjadinya peningkatan tekanan darah yaitu tingkat stres yang berat. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, sehingga tidak mencapai kualitas tidur yang adekuat dan akan menimbulkan berbagai macam keluhan tidur. Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, kualitas tidur yang buruk atau kurang jam tidur akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi tentang kualitas tidur pada penderita hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan kepada penderita hipertensi di UPT. Puskesmas Sumbul, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang kualitas tidur kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang kualitas tidur didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.