Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KIPRAH PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN DALAM MELAHIRKAN SANTRI SEBAGAI SUMBER AUTORITATIF DAN PERSUASIF DI ERA GLOBALISASI Jihada, Ilfiana Iffah; Anton, Anton; Musa, Muhajir
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.788

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam dalam membentuk manusia berpengetahuan agama dan berakhlak karimah, karena itu merupakan bagian dari peran penting pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pondok pesantren Al-Muhajirin. Kegiatan dan metode pembelajaran di pondok pesantren Al-Muhajirin Atambua sangat berpengaruh pada santri. Para santri memiliki tantangan dalam menghadapi era globalisasi di Indonesia. Santri harus bisa survive (bertahan) pada era globalisasi dan menjadi pelopor untuk penggunaan informasi dan teknologi untuk kemanfaatan kehidupan belajar mengajar di dunia pendidikan. Penelitian ini merumuskan bagaimana peran pondok pesantren Al-Muhajirin dalam melahirkan santri sebagai sumber autoritatif dan persuasif. Subjek dari penelitian ini adalah pengajar maupun pengasuh serta santri-santri di pondok pesantren Al-Muhajirin. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah para santri memiliki dua peran dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di kehidupan masyarakat pada era globalisasi, yakni sumber autoritatif dan sumber persuasif. Peran pesantren Al-Muhajirin dalam penelitian ini telah melahirkan para santri sebagai sumber persuasif dan juga santri sebagai sumber autoritatif.
SENI DAN BUDAYA ISLAMI DALAM MUHAMMADIYAH SEBAGAI STRATEGI DAN MEDIA DAKWAH Jihada, Ilfiana Iffah; Tamrin, Muhammad
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ta'lim: Pendidikan Agama Islam & Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v5i2.2884

Abstract

Dalam Konsep Dasar Kepribadian Muhammadiyah ditegaskan bahwa Identitas / hakikat Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada Al Qur’an dan Sunnah dilaksanakan dalam berbagai aspek, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, seni dan budaya, dan aspek lainnya. Penelitian ini memfokuskan pada Gerakan dakwah Muhammadiyah melalui aspek Seni dan Budaya. Hal ini dikarenakan banyaknya program-program hiburan yang tidak lain adalah berupa seni yang merupakan hasil karya kreativitas manusia, seperti musik, drama, tari, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pustaka. Hasil penelitan ini adalah Muhammadiyah melahirkan dakwah Kultural sebagai strategi dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada seluruh dimensi kehidupan dengan memperbaiki potensi dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya secara luas. Muhammadiyah juga menggunakan Seni dan Budaya sebagai media Dakwah melalui seni pertunjukkan seperti Wayang, seni suara dan musik seperti drumband atau lagu-lagu yang berciri Islami, dan seni sastra seperti karya-karya sastra berupa buku dan majalah atau dalam bentuk lain selalu bertemakan dakwah, perjuangan sosial, dan pengembangan moral.
Perubahan Fonologis Dalam Kasus Ta’rib (Arabisasi) Pada Rubrik Fotografi Media Al-Jazeera Ilfiana Iffah Jihada
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v2i2.169

Abstract

Bahasa Arab memiliki ciri dan tanda khusus, terutama pada kosakata. Bahasa Arab kaya dengan kosakata, ditambah lagi dengan adanya pemindahan bahasa Asing ke dalam bahasa Arab yang semakin memperkaya kosakata bahasa Arab. Pemindahan kosakata Asing ke dalam bahasa Arab ini disebut dengan Arabisasi (ta’rib). Pembentukan kata atau istilah dalam ta’ribdapat dilakukan dengan cara menyerap kata asing (yang dimaksud Inggris) ke dalam bahasa Arab. Penyerapan ini mengalami perubahan fonologi sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Perubahan fonologi yang terjadi pada penyerapan tersebut adalah asimilasi fonetis dan asimilasi fonemis.asimilasi fonetis terjadi karena perubahannya masih dalam lingkup alofon dari satu fonem, misalnya fonem /p/ berubah menjadi fonem /b/ atau dalam bahasa Arab (?) karena fonem /p/ merupakan alofon dari fonem /b/. Sedangkan asimilasi fonemis terjadi karena perubahannya pada lingkup dua fonem yang berbeda. Misalnya fonem /g/ dalam bahasa Arab berubah menjadi fonem /j/ atau (?). Bunyi /g/ merupakan alofon dri fonem /g/ dan fonem /j/ merupakan alofon dari fonem /j/.
TINJAUAN FONOLOGIS TERHADAP INTEGRASI PENGGUNAAN NAMA DIRI BAHASA ARAB DI INDONESIA Ilfiana Iffah Jihada
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 1 (2019): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v3i1.245

Abstract

Masyarakat Indonesia lebih banyak memeluk agama Islam, sehingga banyak nama diri dari masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa Arab. Nama diri dalam bahasa Arab di Indonesia banyak terjadi perubahan sistem kebahasaan, baik dalam sistem fonologi. Analisis nama diri berbahasa Arab dalam tataran fonologi menggunakan metode deskriptif kualitatif, di mana penulis mendeskripsikan lalu menganalisis nama-nama diri tersebut dilihat dari tataran fonologi. Sebagai contoh nama diri berbahasa Arab Jamal. Nama diri ini mengalami perubahan fonem yaitu dengan menghilangnya salah satu fonem suprasegmental yaitu tanda panjang (lenght/maddah), yang sebenarnya dalam bahasa Arab ???? dengan transliterasinya Jamaal menjadi Jamal. fenomena seperti yang disebutkan di atas sering terjadi bahkan berulang-ulang dalam penggunaan nama diri berbahasa Arab di Indonesia, sehingga bisa diterima dan terjadilah integrasi.