Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : NANAEKE

ANALISIS PENERAPAN METODE TABARAK MENGHAFAL AL-QUR’AN JUZ 30 DI SEKOLAH TAHFIDZ AL-HUSNA BALITA DAN ANAK MAKASSAR Tendri Herma; Umi Kusyairy; Muh Rusdi T
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v3i1.14332

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran, faktor pendukung serta faktor penghambat penerapan metode Tabarak dalam menghafal al-Qur’an pada juz 30 di Sekolah Tahfidz Al-Husna Balita dan Anak Makassar. Sumber data penelitian adalah ketiga ustadzah yang mengajar metode Tabarak kelas Balita, kepala sekolah dan ustadzah berlisensi yang memvalidasi prosesnya. Instrumen penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) proses pembelajaran metode Tabarak dalam menghafal al-Qur’an di Sekolah Tahfidz Al-Husna Balita dan Anak Makassar memiliki buku pedoman khusus yang disusun oleh  Kamil el-Laboody. Pelaksanaannya dengan mentalqinkan anak bacaan al-Qur’an dan muraja’ah hafalan dengan memperdengarkan murattal yang memanfaatkan media elektronik (TV, MP3, Speaker, dan MIC); 2) faktor pendukung yaitu ruangan kondusif, ustadzah yang ramah, tahsin dan tahfidz ustadzah yang bagus, sarana dan prasarana memadai, serta dukungan orangtua dalam menghafal al-Qur’an; 3) faktor penghambat yaitu anak kurang fokus karena bermain dalam kelas, anak yang terlambat atau tidak hadir ke sekolah, kesibukan orangtua sehingga kurang terkontrolnya muraja’ah hafalan anak di rumah, ketiga ustadzah yang belum berlisensi, serta sekolah tidak menerapkan 2 file video yang ada pada metode Tabarak (Tikror dan muraja’ah) sehingga tidak maksimal terutama kedisiplinan anak.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SALAT PADA ANAK USIA DINI Hardianti Hardianti; M. Rusdi Tahir; Umi Kusyairy
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v3i2.18116

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas mengenai keterampilan salat peserta didik sebelum penerapan metode demonstrasi pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa, keterampilan salat peserta didik setelah penerapan metode demonstrasi pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa, serta pengaruh penerapan metode demonstrasi terhadap keterampilan salat peserta didik pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain one group pretest posttest design. Populasi penelitian berjumlah 46 orang dengan sampel penelitian sebanyak 18 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan salat peserta didik sebelum penerapan metode demonstrasi pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa berada pada kategori rendah, keterampilan salat peseta didik setelah penerapan metode demonstrasi pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa berada pada kategori sedang, serta terdapat pengaruh penerapan metode demonstrasi pada kelompok B TK Pusat PAUD Tunas Inti Baturappe Gowa.
STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 USIA 5-6 TAHUN Ika Dewi Sartika; Umi Kusyairy; Muh Rapi
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v4i1.21605

Abstract

Tujuan dari penelitian ini: (1) untuk mengetahui bentuk stimulasi perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun selama pandemi covid-19; dan (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam memberikan stimulasi perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun selama pandemi covid-19. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk stimulasi untuk perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun sangat beragam seperti memberikan kebebasan anak untuk bermain sepeda, senam, bulutangkis, berjalan diatas papan titian, berlari, bermain bola sedangkan untuk kegiatan dalam rumah membantu orangtua seperti menyapu serta mencuci piring. Kegiatan tersebut tidak terlepas dari pantauan orangtua terlebih untuk kebersihan dan kesehatan anak sehingga kegiatan mencuci tangan dan membuang sampah pada tempatnya. (2) Faktor pendukung sebagai berikut: lingkungan masyarakat yang kondusif, bimbingan dari sekolah, pemberian motivasi, kebutuhan gizi dan kreativitas orangtua selama pandemi covid-19. (3) Faktor penghambat seperti kecanduan gadget yang memicu kemalasan anak, minimnya peran ayah dalam pengasuhan, serta kurangnya penerapan protokol kesehatan.
PENGGUNAAN NYANYIAN UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK SPEECH DELAY Nur Ardianti; Umi Kusyairy; M. Yusuf Tahir
NANAEKE: Indonesian Journal on Early Childhood Education Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Early Childhood Islamic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nananeke.v4i2.25880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang: (1) bagaimana perkembangan bahasa anak speech delay sebelum penggunaan nyanyian; (2) bagaimana perkembangan bahasa anak speech delay setelah penggunaan nyanyian; (3) apakah terdapat peningkatan perkembangan bahasa sebelum dan sesudah penggunaan nyanyian terhadap anak speech delay. Penelitian dengan metode eksperimen ini menggunakan jenis penelitian subjek tunggal (single subject research) dengan desain penelitian A-B-A. Objek dalam penelitian ini, yaitu perkembangan bahasa anak speech delay dengan jumlah sampel yaitu satu orang (AR). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) perkembangan bahasa anak speech delay sebelum penggunaan nyanyian sebanyak 19 kata (kategori belum meningkat); (2) perkembangan bahasa anak speech delay setelah penggunaan nyanyian sebanyak 82 kata (kategori meningkat meskipun termasuk rendah untuk anak seusianya); (3) terdapat peningkatan perkembangan bahasa sebelum dan setelah penggunan nyanyian terhadap anak speech delay, dimana AR memperoleh kosakata sebanyak 108 kata setelah evaluasi (kategori meningkat).