Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis dan Evaluasi Sisa Material Kontruksi Menggunakan FTA (Fault Tree Analysis) Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gedung ICU RSUD Limpung Kabupaten Batang Diah Rahmawati; Ferry Firmawan; M Bagas Auliya; Dwiky Martiano
Jurnal Pengembangan Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021): November (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jprt.v17i2.4556

Abstract

The rest of the construction material is common occurs in building construction project work, the presence of residual construction materials is unavoidable on construction project work, waste materials construction is also called construction waste can have a negative impact on the environment building construction projects, be it work demolition, renovation, or work related to building construction, research This method uses the Fault Tree Analysis (FTA) method. to analyze the cause of the remaining material occur. As for the type of material being researched, it is brick red, sand, cement, concrete, D16 reinforcing steel, and iron reinforcement 10. The results of the calculation of the cost of the remaining materials red brick Rp. 402,600, sand Rp. 3,137,600, cement Rp. 179.200, concrete Rp. 4,304,325, D16 steel reinforcement Rp. 22,459,110, and reinforcing steel 10 Rp. 3,886,613, from As a result, the largest residual material cost is iron reinforcement D12 and the smallest residual material cost is red brick materials.
Mengukur Kontribusi Kepedulian Masyarakat Dalam Restorasi Vegetasi DAS (Study Kasus: DAS Garang) Emil Elestianto Dardak; Bambang Sudarmanto; Ferry Firmawan
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.8980

Abstract

Eksistensi DAS sebagai wilayah pelindung kebencanaan sangat penting dan hal itu terkait dengan eksistensi vegetasinya. Penelitian terdahulu tentang peran vegetasi DAS dalam menyokong resiliensi kawasan telah banyak dilakukan, namun pendalaman penelitian yang menghubungkan hal tersebut dalam bentuk aksi nyata restorasi lingkungan masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini melakukan pengujian peran masyarakat dalam bentuk bobot kontribusi terhadap tindakan merestorasi vegetasi DAS dengan studi kasus di wilayah DAS Garang. Metode yang digunakan adalah melakukan kuantifikasi nilai kepedulian masyarakat dalam menanam dan merawat vegetasi dan mengukur korelasinya dengan indeks vegetasi dari interpretasi citra satelit pada musim kemarau dan musim penghujan. Pengukuran bobot kontribusi peran masyarakat diukur dari interpretasi statistikal secara spatial maupun non-spatial. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat DAS Garang dalam menjaga vegetasi berpola menyebar atau disperse. Kontribusi kepedulian dalam bervegetasi menunjukkan bobot pengaruh 22,65% dengan ketergantungan kepada peran institusi sebesar 35%. Hasil dari pengukuran ini diharapkan mampu dijadikan sebagai pertimbangan dalam penyusunan model restorasi vegetasi DAS dalam format integrasi sistem sosial dan ekologi
IDENTIFIKASI KELAYAK AN GEDUNG KANTOR KELURAHANKALICARI SEMARANG MENGGUNAKAN HAMMER TEST Hani Purwanti; Nur Fithriani Fatma; Ferry Firmawan
TEMATIK Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v2i1.4536

Abstract

AbstrakKelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya,sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan. Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurahsebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yangberstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Peraturan terbaru yang mengatur hal yang berkaitan denganKelurahan, yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. KantorKelurahan Kalicari dibangun pada tahun 1995 secara swakelola. Ini berarti Usia bangunan kantorkelurahan kalicari sudah mencapai 26 tahun. Dalam pasal 25 ayat 2 UU 18/1999, Umur bangunankonstruksi sendiri bisa lebih lama atau lebih singkat dari 10 tahun, tergantung pada rencana ataujenis konstruksinya. Tetapi secara umum, umur maksimum bangunan ialah 30 tahun. Sebenarnyasebuah bangunan bisa saja tetap berdiri kokoh hingga 50 tahun, bahkan 100 tahun, tetapi perludiperhatikan jika sudah menginjak usia 30 tahun. Karena kantor kelurahan kalicari ini dibangun secara swakelola oleh masyarakat sehinggabaik dana, perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan dilakukan sendiri oleh masyarakatsehingga perlu di cek secara fisik keamanan bangunannya yang sudah mencapai usia 26 tahun.Karena semakin tua bangunan maka tingkat ketahanan bangunan semakin berkurang. Untuk mengetahui kekokohan sebuah bangunan bisa diketahui dengan peralatan khususantara lain Hammer Test. Untuk itu Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknik,Universitas Semarang menguji kekuatan beton menggunakan Hammer test dari bangunan kantorkelurahan di beberapa titik kolom, dan sloof dari bangunan tersebut. Pelaksanaan pengujianhammer test di kelurahan kalicari dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2021 didampingi daripihak kelurahan Kalicari yaitu Lurah Bapak Didik Agung Mulyana, SE, MSI  
Peningkatan Kapasitas Siswa SMA Institut Indonesia tentang Penulisan Ilmiah Bertemakan Green Building Hani Purwanti; Ferry Firmawan; Hendra Masvika; Purwanto
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i1.12727

Abstract

The increasing human activities and climate change have significantly contributed to global warming, which threatens environmental sustainability. The construction sector is one of the major contributors to environmental degradation and climate change due to its high carbon emissions. As a solution, the implementation of the green building concept has been developed. This concept emphasizes the use of renewable energy and the application of zero-energy-use principles. This condition creates opportunities for students of SMA Institut Indonesia Semarang to produce scientific articles and academic writings related to green building. This activity aims to improve students’ abilities in writing scientific articles on green building themes that align with environmental and sustainability issues. The methods applied include lectures, discussions, and simulations. The pre-test and post-test results indicate an increase in participants’ understanding from 43.75% to 81.25% regarding green building concepts and scientific writing. This improvement serves as an indicator of the program’s success. The activity received positive responses and full support from the school, and it had a beneficial impact on enhancing students’ fundamental understanding of scientific writing, particularly in the green building topics that are highly relevant to current environmental issues.
Infiltration Wells as a Solution to Runoff and Flooding Problems in Purwodinatan Subdistrict Semarang City Hendra Masvika; Bintang Husni Haikal; Purwanto Purwanto; Ferry Firmawan; Nur Khasanah
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i1.13017

Abstract

During the rainy season or under heavy rainfall events, roads in Purwodinatan Subdistrict, Semarang City, frequently experience water ponding. This condition disrupts community activities and other road users. Insufficient drainage capacity to accommodate rainfall volume, along with inadequate drainage maintenance that leads to sedimentation, contributes to surface runoff and water inundation. These conditions require further mitigation measures to control surface runoff and shorten the drainage recession time. Therefore, the planning of infiltration wells is proposed as an alternative solution to address this problem. The implementation method adopted in this study consists of a literature review related to the design dimensions of infiltration wells, followed by the calculation of the Bill of Quantities (BoQ). The planning conducted represents a preliminary approach and is solely based on a literature review of infiltration well design, without involving detailed technical analyses of infiltration well capacity. Based on the BoQ calculation, a cost of IDR 6,462,954.92 is required to construct one infiltration well along the Bubakan Baru Street segment, where 9 infiltrations well locations are identified within a single road segment. The final outputs of this activity include a map of proposed infiltration well locations and the BoQ calculation to be submitted to the subdistrict authority. This activity serves as a preliminary planning stage to assist the community in estimating the dimensions, number of locations, and cost of infiltration wells.