Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING (DLPS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI BENCANA ALAM indriyani indriyani; Mochammad Ahied; Irsad Rosidi
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 1 No. 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v1i1.3442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bencana alam SMP kelas VII melalui penerapan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS). Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data tentang kemampuan pemecahan masalah siswa melalui tes uraian dalam bentuk pretest dan postest, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran guru, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah siswa pada nilai pretest adalah 50,90 yang tergolong kategori rendah, sedangkan rata-rata nilai posttest siswa adalah 79,49 dengan kategori tinggi. Hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran guru adalah 78,23% dengan kriteria sangat baik. Adapun hasil angket respon siswa terhadap proses pembelajaran mencapai 87,08% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi bencana alam.
ARGUMENTASI ILMIAH SISWA SMP KELAS VIII PADA KONSEP SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA Annisa Setiawan; Nur Qomaria; Mochammad Ahied; Irsad Rosidi; Maria Chandra Sutarja
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v0i0.17812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan argumentasi ilmiah siswa pada konsep materi sistem peredaran darah manusia di SMP Negeri 4 Pamekasan. Desain penelitian ini adalah mix methods dengan subjek penelitian siswa kelas VIII-A sejumlah 20 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat keterampilan argumentasi pada konsep materi sistem peredaran darah manusia SMP Negeri 4 Pamekasan 58,56% pada kategori tingkat sedang. (2) Pola argumentasi pada konsep materi sistem peredaran darah manusia di SMP Negeri 4 Pamekasan terdiri atas pola klaim, bukti/ data, pembenaran, dan argumentasi ilmiah dengan hasil skor rata-rata setiap pola klaim 81,75%, bukti 47,5%, pembenaran 48,5%, dan argumentasi ilmiah 56,5%.
IDENTIFIKASI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN BERDASARKAN SELF AWARENESS SISWA Hudiya Salsabila; Nur Qomaria; Irsad Rosidi; Dwi Bagus Rendy Astid Putera; Aditya Rakhmawan
Natural Science Education Research Science Education National Conference 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v0i0.17808

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan berpikir kritis dan proses berpikir kritis pada materi pencemaran lingkungan ditinjau dari self-awareness siswa. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method research) dengan strategi  explanatory sequential design. Subjek penelitian menggunakan siswa kelas VII UPTD SMPN 2 Bangkalan dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling jenis purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII A UPTD SMP Negeri 2 Bangkalan tahun ajaran 2021-2022. Teknik pengambilan data melalui tes keterampilan berpikir kritis, angket self awareness, dan wawancara. Hasil persentase rata-rata keterampilan berpikir kritis sebesar 67,71% dan persentase rata-rata self awareness sebesar 73,46%. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa kategori keterampilan berpikir kritis dan self awareness berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil angket self awareness, masing-masing kategorinya memiliki tingkat kategori keterampilan berpikir kritis yang beragam. Siswa dengan kategori self awareness tinggi belum tentu memiliki keterampilan berpikir kritis yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya faktor lain yang dapat mempengaruhi keterampilan berpikir kritis, seperti faktor perkembangan intelektual, motivasi, kondisi fisik, dan keadaan emosional.