Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Validitas Perangkat Pembelajaran Berbantuan Media 3D SketchUp pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan di UPT SMK Negeri 1 Kota Mojokerto Dharma Sandi Kusuma; Heri Suryaman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i2.50487

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ISPRING SUITE BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI DI SMKN 2 SURABAYA Ivan Setiya Aldiyansah; Heri Suryaman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v10i1.62309

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan media pembelajaran, evaluasi media pembelajaran, efektivitas media pembelajaran, dan tanggapan siswa terhadap media iSpring Suite yang berbasis android dalam mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi di SMK Negeri 2 Surabaya. Penelitian ini respon peserta didik setelah menggunakan media iSpring Suite, menunjukkan bahwa rerata total respon 1 dan XII DPIB 2 SMK Negeri 2 Surabaya pada tahun pelajaran 2023/2024. Untuk mengumpulkan data, digunakan lembar validasi kelayakan media, angket respon, dan tes hasil belajar. Hal ini penelitian akan menganalisis kelayakan media pembelajaran, hasil belajar peserta didik, dan respon peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kelayakan media pembelajaran rata-rata mencapai 84% dan termasuk dalam kategori sangat layak. Sementara itu, media efektif pada nilai posttest kelas pengendali mencapai 62,42, sementara posttest kelas eksperimen mencapai 87,39 dan tergolong sangat efektif. Dari situ, dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan dalam hasil belajar antara siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penggunaan media pembelajaran interaktif iSpring Suite memiliki efektivitas yang lebih tinggi daripada metode konvensional. Dalam analisis respon peserta didik setelah menggunakan media iSpring Suite, menunjukkan bahwa rerata total respon dari semua aspek adalah 81% dan dianggap sangat-baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Terhadap Hasil Belajar dan Keaktifan Belajar Pada Pembelajaran Perencanaan Konstruksi Perumahan Annas Yogha Pratama; Heri Suryaman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 11 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v11i1.66110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) terhadap hasil belajar dan keaktifan belajar siswa. Model TPS merupakan pembelajaran kooperatif yang disusun dalam upaya meningkatkan keterlibatan siswa melalui tiga tahap utama: berpikir secara mandiri (Think), berdiskusi dengan teman (Pair), dan berbagi hasil diskusi di kelas (Share). Menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan Quasi Eksperimental Pretest-Posttest Control Group Design sebagai metode penelitian. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan di SMK Negeri 1 Kediri, terbagi atas dua kelompok: kelompok eksperimen dengan menerapkan model TPS dan kelompok kontrol dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi yang menilai keaktifan belajar siswa.Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest serta menganalisis peningkatan hasil belajar menggunakan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan, adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Peningkatan nilai rata-rata maksimum pada kelas eksperimen mencapai 50 poin, sementara kelas kontrol hanya 35 poin. Nilai N-Gain rata-rata kelas eksperimen adalah 0,40, sedangkan kelas kontrol 0,05. Keaktifan belajar siswa di kelas eksperimen juga menunjukkan hasil yang baik dengan persentase 67,63%. Berdasarkan hasil tersebut, simpulan yang dihassilkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar siswa. Disarankan bagi guru untuk mempertimbangkan model pembelajaran lain yang lebih efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Kata Kunci: Hasil belajar, keaktifan belajar, pembelajaran kooperatif, Think-Pair-Share.
PENERAPAN MEDIA JOBSHEET PRAKTIKUM UKUR TANAH MENGGUNAKAN WATERPASS (AUTOLEVEL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK SISWA KELAS X DPIB SMK Ghufron Mu’ti; Heri Suryaman
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11014

Abstract

This study is based on the low practical skills in land surveying caused by lecture-centered instruction without structured guidance. The research aims to determine student responses and examine the effectiveness of a jobsheet in improving psychomotor learning outcomes in waterpass (auto level) practicum. The theoretical review includes learning media, jobsheet, waterpass, and the psychomotor learning domain. Previous studies indicate that jobsheets support skill-based learning in vocational schools.The method used is a quasi-experimental Posttest-Only Control Group design. The subjects were 60 tenth-grade DPIB students (30 experimental and 30 control). Data were collected using student response questionnaires and psychomotor observation sheets, and analyzed using normality, homogeneity, and independent t-test. Results show very positive student responses (89%). The average psychomotor score of the experimental class was 81.9 compared to 70.7 for the control class. The t-test revealed a significant difference (Sig. 0.000 < 0.05), indicating that the jobsheet effectively improves practical performance. It is concluded that the jobsheet enhances psychomotor achievement in waterpass practicum. Continued implementation and broader investigation of other learning domains are recommended. ABSTRAK Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya keterampilan praktik ukur tanah karena pembelajaran masih berpusat pada ceramah tanpa panduan tertulis. Penelitian bertujuan mengetahui respons siswa dan efektivitas jobsheet dalam meningkatkan hasil psikomotorik pada praktikum ukur tanah dengan waterpass (Autolevel). Landasan teori pada penelitian ini mencakup media pembelajaran, jobsheet, waterpass, dan ranah psikomotorik. Penelitian terdahulu menunjukkan jobsheet mendukung pembelajaran praktik di SMK. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen desain Posttest-Only Control Group. Subjek penelitian 60 siswa kelas X DPIB (30 eksperimen dan 30 kontrol). Data diperoleh melalui angket respons dan lembar observasi psikomotorik, dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan respons siswa sangat baik (89%). Nilai rata-rata psikomotorik kelas eksperimen 81,9 dan kontrol 70,7. Uji t membuktikan perbedaan signifikan (Sig. 0,000 < 0,05), sehingga jobsheet efektif meningkatkan kemampuan praktik. Dari penelitian ini di simpulkan bahwa jobsheet meningkatkan keterampilan psikomotorik pada praktikum waterpass. Disarankan penerapan berkelanjutan dan kajian lebih luas pada ranah lain.
Penguatan Kemampuan Menulis Buku dan Literasi Teknologi untuk Menciptakan Pembelajaran Inovatif di SMK Negeri 1 Nganjuk dan Sekitarnya Heri Suryaman; Subuh Isnur Haryudo; Desy Ratna Arthaningtyas
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2858

Abstract

Tujuan PKM untuk meningkatkan kemampuan menulis buku dalam menciptakan pembelajaran inovatif. Metode utama yang digunakan dalam PKM ini adalah workshop dan pendampingan. Tahapan PKM ini adalah (1) Sosialisasi, (2) Pelatihan dasar, (3) Pendampingan dan evaluasi, yaitu review hasil draff buku, (4) Finishing draff akhir buku, dan pengiriman naskah ke penerbit, dan (5) Keberlanjutan program. Kegiatan PKM berjalan dengan baik dan lancar serta telah dilakukan sampai pada tahap pelaksanaan dan telah menghasilkan produk berupa draff buku yang akan dikirim ke penerbit. Peserta PKM memberikan respon positif dan berharap untuk dapat dilakukan kembali serta menambah MGMP bidang yang lain.
Pengembangan Media Pembelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung Berbasis Animasi Power Point Materi Instalasi Listrik Egi Triaghosa; Heri Suryaman; Soeparno Soeparno; Hendra Wahyu Cahyaka
Jurnal Pendidikan Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpts.v4i2.53878

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran konstruksi dan utilitas gedung berbasis animasi pada mata pelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung khususnya pada materi pembuatan gambar instalasi listrik (2) menguji kevalidan dan; (3) keefektifan media pembelajaran konstruksi dan utilitas gedung berbasis animasi untuk membantu peserta didik memahami pesan dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) menurut Sugiyono yang dimodifikasi hingga menghasilkan delapan tahap yang terdiri dari: (1) Potensi dan Masalah; (2) pengumpulan data; (3) Desain Produk; (4) Validasi; (5) Revisi desain; (6) Uji coba produk; (7) Revisi produk; (8) Uji coba pemakaian. Lember validasi dan lembar respon peserta didik merupakan instrumen yang digunakan dalam pengambilan data dengan melibatkan peserta didik kelas XI DPIB SMK Negeri 3 sebagai subjek penelitian. Hasil Uji Validasi perangkat maupun media pembelajaran oleh kedua validator memperoleh nilai kelayakan yang dapat dikatergorikan sangat baik. Hasil dari kuesioner yang diberikan kepada peserta didik selaku subjek penelitian pada saat uji produk perluas juga menghasilkan nilai dengan kaegori sangat baik. perolehan hasil yang didapat mendukung untuk dikembangkannya media pembelajaran berbasis animasi power point pada materi menggambar instalasi listrik dikategorikan layak dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan E-Modul Perhitungan Volume Rumah Tinggal Kelas XI TKP SMKN 2 Surabaya Rizaldi Nur Rachman; Heri Suryaman
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 12 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v12i1.70568

Abstract

Pendidikan vokasi memerlukan inovasi dalam metode pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas pemahaman siswa. Modul elektronik untuk menghitung volume rumah tinggal merupakan salah satu hasil inovasi dalam penelitian ini. Modul ini dirancang untuk siswa kelas XI TKP di SMKN 2 Surabaya dan mengikuti kurikulum Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kelayakan, implementasi, dan reaksi mahasiswa terhadap modul elektronik yang dirancang. Meskipun penelitian ini baru sampai pada tahap Develop, penelitian ini menggunakan proses Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Sebanyak 72 siswa dari dua mata kuliah XI TKP yang dipilih secara simple random sampling menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi implementasi, dan survei respons siswa, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan validasi ahli, hasil penelitian menunjukkan bahwa modul elektronik untuk menentukan volume rumah tinggal memiliki skor rata-rata 86,5%, sehingga masuk dalam kategori "Sangat Layak". Pengamatan keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berjalan dengan baik, dengan persentase keterlaksanaan mencapai 82%. Selain itu, respon siswa sangat positif, dengan 91% siswa menyatakan bahwa e-modul mempermudah pemahaman materi dan meningkatkan motivasi belajar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa e-modul untuk mengetahui volume rumah tinggal berfungsi dengan baik sebagai alat bantu pengajaran untuk membantu siswa memahami materi pelajaran. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah pengujian dalam skala lebih luas (tahap Disseminate) untuk memastikan efektivitas e-modul dalam berbagai konteks pembelajaran.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa SMK pada Elemen Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan Anggun Danella Putri; Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh; Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Heri Suryaman
Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter)
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/jpk81487

Abstract

Learning outcomes in the Basic Principles of Building Construction element at SMKN 5 Surabaya remain suboptimal, as indicated by students’ limited participation in learning activities. This condition is associated with teacher-centered instruction, which provides limited opportunities for students to engage actively in the learning process. One alternative approach is the Problem Based Learning (PBL) model, which encourages students to actively participate in problem-solving activities. This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning model on students’ learning outcomes in the Basic Principles of Building Construction element at SMKN 5 Surabaya. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. Data were collected through pretests, posttests, and student response questionnaires. Learning outcome data were analyzed using the Mann–Whitney U test, while questionnaire data were analyzed descriptively. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.030 (< 0.05), indicating a significant difference in learning outcomes between the experimental and control groups. The experimental group achieved a higher mean posttest score of 94.00 compared with 89.58 in the control group. Students also responded positively to the implementation of PBL. Therefore, Problem Based Learning has a significant effect on students’ learning outcomes and can be used as an alternative instructional model for the Basic Principles of Building Construction element.