Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

AKURASI PREDIKSI DURASI PENYELESAIAN PROYEK DENGAN EARN VALUE MANAGEMENT DAN EARN SCHEDULE (STUDI KASUS PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI UNESA) Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Purwo Mahardi; Mochamad Firmansyah Sofianto; Dian Eksana Wibowo
Inersia : Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 14, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.77 KB) | DOI: 10.21831/inersia.v14i2.22539

Abstract

ABSTRACT The earn value method (EVM) has been widely recognized and proven to provide an overview of the performance of construction project implementation from the aspects of time and schedule. Specifically EVM is used to evaluate the progress of the work, so identification of deviations both on time and cost can be done early.The Earn Schedule (ES) method is an elaboration to the schedule analysis on the EVM method. This study aimed to examine and compare the capability of the two methods, namely the earn value and earn schedule methods in predicting the completion time of construction project. The research used the real data from the Unesa building project. The results showed that at week 9, the value of CPI was 1.15 or had a variant cost of 13.32% lower than the planned budget. While for the schedule aspect, both methods indicated a delay in the project with the delay variant of 0.16%. The ES method is able to give information of how long the delay in time unit of 0.02 week.Keywords: accuration, actual cost, earn value, earn schedule,  planed value  ABSTRAKMetode nilai hasil (EVM) telah dikenal luas dan terbukti mampu memberikan gambaran kinerja pelaksanaan proyek konstruksi dari aspek waktu dan jadwal. Secara khusus EVM digunakan untuk mengevaluasi progress pekerjaan sehingga dapat dilakukan identifikasi lebih awal terhadap penyimpangan baik terhadap waktu maupun biaya. Metode Earn Schedule (ES) merupakan pendalaman terhadap analisis jadwal pada metode EVM. Penelitian ini dilakukan untuk menguji dan membandingkan kemampuan dua metode yaitu metode earn value dan earn schedule dalam memprediksi waktu penyelesaian proyek konstruksi. Data penelitian menggunakan data pelaksanaan dari pembangunan proyek bangunan gedung di Unesa. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pada minggu ke-9, nilai CPI adalah sebesar 1,15 atau memiliki varian biaya sebesar 13,32% lebih rendah dari anggaran yang direncanakan. Sedangkan dari aspek jadwal, kedua metode mengindikasikan bahwa terjadi keterlambatan pada proyek yaitu dengan varian keterlambatan sebesar 0,16% . Metode ES mampu memberikan informasi berapa lama keterlambatan yang terjadi dalam satuan waktu yaitu sebesar 0,02 minggu. Kata Kunci: akurasi, biaya aktual, nilai hasil, earn schedule, biaya rencana
ASSESSMENT OF E-PROCUREMENT SUBJECTS' MISSTEPS FOR CONSTRUCTION AND CONSULTANCY SERVICES THROUGHOUT THE SURABAYA CITY AREA AS AN EDUCATIONAL ADJUNCT FOR PROJECT TENDER COURSES Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Mas Suryanto HS; Purwo Mahardi; Mochamad Firmansyah Sofianto
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.523 KB) | DOI: 10.21009/jpensil.v11i1.25294

Abstract

From the government's perspective, an electronic tender or e-tendering system in the procurement of goods and services in Indonesia is a platform to acknowledge good governance and public services since it enhances cost efficiency, effectiveness, shorter turnaround periods, delivers excellent public monitoring, fosters competitiveness, and increases government accountability. Nevertheless, numerous tenders have managed to fail during the implementation of e-tendering for construction works. The purpose of this study is to identify the factors that contribute to tender failures throughout the Surabaya City area. The factors that contributed to the tender's failure were identified from the results of the 220 construction tenders stated on the LPSE website. Descriptive statistical analysis was used to obtain factors that cause e-tender failures from the data obtained. Administrative, technical, price, and qualification criteria are the most dominant four failure criteria. The most apparent cause for auction failure is the provider's inability to attach references to previous projects.
Mengembangkan Keterampilan Memecahkan Masalah melalui Pembelajaran Berdasar Masalah Imami Arum Tri Rahayu; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p86-91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah tujuan pembelajaran level tinggi dalam ranah kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran tertentu memberikan dampak peningkatan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap sosial pebelajar. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan selama dua siklus dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian non-test berupa lembar penilaian. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus satu kemampuan pemecahan masalah siswa belum optimal karena 75% subyek tidak berhasil menyelesaikan permasalahan. Selain itu, masih banyak ditemukan sikap yang tidak relevan dengan proses pembelajaran. Pada siklus kedua terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan indikasi bahwa 75% siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan disertai dengan penurunan sikap yang tidak relevan. AbstractProblem solving ability is a high level learning goal in the cognitive domain. Some studies show that using certain learning models has a significant impact on improving cognitive learning outcomes. This research is a collaborative classroom action research which aims to find out how the influence of the use of problem-based learning models on students' problem solving abilities and social attitudes. The application of the problem-based learning model was carried out for two cycles and the measurement of learning outcomes was carried out using a non-test assessment instrument in the form of an assessment sheet. Data analysis is then carried out using the scoring method. The results showed that in the cycle one the problem solving ability of students was not optimal because seventy-five percent of the subjects did not succeed in solving the problem. In addition, there are still many attitudes that are not relevant to the learning process. In the second cycle there is an increase in problem solving ability with an indication that seventy-five percent of students are able to solve the problems given and accompanied by a decrease in irrelevant attitudes.
Wastafel Portabel Sistem Injak Sebagai Piranti Pendukung Protokol Kesehatan Di Masa Adaptasi Baru Wahyu Dwi Mulyono; Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Heri Suryaman
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i01.a3331

Abstract

Penyebaran pandemi COVID-19 dapat diminimalisir dengan melakukan upaya non medis seperti social distancing dan Gerakan Masyakat Sehat (GERMAS). Salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan dalam rangka mewujudkan gerakan hidup sehat adalah dengan membersihkan area tangan (telapak tangan). Terdapat dua metode yang disarankan oleh WHO untuk membersihkan area tangan yakni rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah terbatasnya tempat cuci tangan yang mudah dijangkau. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah untuk mengadakan dan mendistribusikan wastafel portabel dengan sistem injak ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mudah digunakan, dapat meminimalisir kontak, dan mudah dipindahkan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih rajin untuk membersihkan area tangan sehingga resiko terjangkit COVID-19 dapat dikurangi. Pengabdian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2, 3, 5, dan 7 Surabaya. Pelaksanaan PKM dimulai dari survey dan koordinasi dengan mitra. Selanjutnya adalah menyiapkan wastafel portabel yaitu pembuatan atau perakitan. Kegiatan selanjutnya adalah distribusi wastafel portabel ke SMK.
Mengembangkan Keterampilan Memecahkan Masalah melalui Pembelajaran Berdasar Masalah Imami Arum Tri Rahayu; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3 No 2 (2018): Volume 3, Nomor 2, September 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.881 KB) | DOI: 10.26740/jp.v3n2.p86-91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah tujuan pembelajaran level tinggi dalam ranah kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran tertentu memberikan dampak peningkatan yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap sosial pebelajar. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dilakukan selama dua siklus dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian non-test berupa lembar penilaian. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode penskoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus satu kemampuan pemecahan masalah siswa belum optimal karena 75% subyek tidak berhasil menyelesaikan permasalahan. Selain itu, masih banyak ditemukan sikap yang tidak relevan dengan proses pembelajaran. Pada siklus kedua terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan indikasi bahwa 75% siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang diberikan dan disertai dengan penurunan sikap yang tidak relevan. AbstractProblem solving ability is a high level learning goal in the cognitive domain. Some studies show that using certain learning models has a significant impact on improving cognitive learning outcomes. This research is a collaborative classroom action research which aims to find out how the influence of the use of problem-based learning models on students' problem solving abilities and social attitudes. The application of the problem-based learning model was carried out for two cycles and the measurement of learning outcomes was carried out using a non-test assessment instrument in the form of an assessment sheet. Data analysis is then carried out using the scoring method. The results showed that in the cycle one the problem solving ability of students was not optimal because seventy-five percent of the subjects did not succeed in solving the problem. In addition, there are still many attitudes that are not relevant to the learning process. In the second cycle there is an increase in problem solving ability with an indication that seventy-five percent of students are able to solve the problems given and accompanied by a decrease in irrelevant attitudes.
Pelatihan Penjadwalan Proyek Konstruksi Dengan Aplikasi Microsoft Project Pada Siswa SMKN 5 Surabaya Gde Agus Yudha Prawira Adistana; Meity Wulandari; Purwo Mahardi; Muhammad Imaduddin; Mochamad Firmansyah Sofianto; Lynda Refnitasari
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.4583

Abstract

Learning related to scheduling is done manually and with the help of Microsoft Excel applications. In its implementation, there are still some minor errors that cause changes in the total cost as a whole. The use of applications such as Microsoft Project is believed to be able to minimize the occurrence of this error because of the workflow control feature. The implementation of community service is expected to be able to increase knowledge and improve students' skills in preparing schedules appropriately and in accordance with applicable rules. From the questionnaire, it can be concluded that the students felt this training helped them to be more familiar with the scheduling function with Microsoft Project and helped to better understand the Construction Cost Estimation (EBK) learning.
DEVELOPMENT AND IMPLEMENTATION OF POCKETBOOK LEARNING MEDIA IN THE COST BUDGET PLAN SUBJECT AT SMKN 1 TUBAN Vannia Aisha Putri Wahyudi; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/xf065b69

Abstract

This study was motivated by the need for practical learning media to help students understand the technical content of the Cost Budget Plan (RAB) subject in Grade XI of Building Modeling and Information Design (DPIB) at SMK Negeri 1 Tuban . Therefore, this study aimed to develop and implement a pocket book as a learning medium and to determine its feasibility, students' responses, and learning outcomes after its use. This study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects were Grade XI DPIB students at SMK Negeri 1 Tuban , and data were collected through observation, questionnaires, learning outcome tests, as well as validation by material experts and media experts. The results showed that the pocket book learning media was feasible, with a material expert validation score of 88% and a media expert validation score of 81%. Teacher observation results reached 90%, while students' responses achieved 86%, categorized as very good. Students' learning outcomes showed a classical mastery level of 94% students achieving mastery. Thus, the pocket book is effective as a learning medium for the Cost Budget Plan (RAB) subject.
STUDI TERHADAP VALIDASI SERTA MANFAAT PENGGUNAAN MAKET DALAM PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG Dinar Trenada; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v6i1.35877

Abstract

Pembelajaran yang efektif membutuhkan sarana prasarana penunjang yang baik termasuk media pembelajaran, bahan ajar yang digunakan, dan kondisi ruang belajar yang kondusif. Media embelajaran adalah aspek penting dalam penyerapan materi yang diterima peserta didik, karena media bersifat mewakili dan memperjelas materi yang telah disampaikan guru sehingga proses pembelajaran lebih mudah diterima dan dipahami. Penggunaan media yang tepat, kreatif dan inovatif mampu membangkitkan motivasi dan kemauan belajar siswa yang tinggi sehingga proses pembelajaran akan lebih efektif. Tujuan studi ini adalah mengetahui kelayakan media maket potongan rumah tinggal untuk mata pelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung, dan mengetahui manfaat penggunaan maket dalam suatu pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Konstruksi dan Utilitas Gedung. Studi dilakukan dengan cara melaksanakan validasi maket oleh ahli media serta melakukan telaah terhadap beberapa artikel hasil penelitian sebelumnya yang relevan dan mengkaji teori dari beberapa referensi terkait. Hasil dari studi yang dilakukan adalah validasi media maket yang dikembangkan mendapatkan rata-rata nilai dari dua validator sebesar 86,67 % dengan kesimpulan bahwa media dinilai sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, validasi oleh mahasiswa menghasilkan perbaikan media maket agar lebih sempurna dan layak digunakan dalam pembelajaran. Manfaat penggunaan maket dari hasil kajian adalah 1) maket dapat mengurangi siswa dalam berimajinasi yaitu mengubah penyampaian informasi yang abstrak menjadi lebih konkret, 2) maket memudahkan guru dalam menjelaskan materi, 3) maket memberikan kesan utuh bagi siswa saat pembelajaran. Kata kunci : Media maket, potongan rumah tinggal, penelitian relevan.
KORELASI MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN Hafidz Firmansyah; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i1.47624

Abstract

Maraknya penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar. Pemerintah memberlakukan aturan pembelajaran dalam jaringan (daring) pada seluruh sekolah untuk meminimalisir penyebaran virus corona di dunia pendidikan. Namun hal tersebut dinilai kurang relevan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memerlukan kegiatan praktik untuk mendukung pengetahuan teori dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, model pembelajaran kombinasi campuran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) atau model pembelajaran blended learning diterapkan bagi siswa SMK. Pembelajaran blended learning ini mempengaruhi minat belajar dan hasil belajar yang berbeda bagi setiap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa SMK dalam pembelajaran Konstruksi Jalan dan Jembatan menggunakan blended learning dan korelasinya dengan hasil belajar mereka. Pada penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Total peserta dalam penelitian sebanyak 31 siswa kelas XII DPIB SMKN 2 Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan yakni berupa angket tertutup dari minat belajar siswa menggunakan Skala Likert 5 poin dan hasil belajar siswa SMK menggunakan blended learning dalam pembelajaran konstruksi jalan dan jembatan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan SPSS 25.0 dengan teknik analisis Pearson Product Moment dan dengan metode deskriptif statistik. Hasil analisis deskriptif statistik menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat belajar yang positif menggunakan blended learning dalam pembelajaran konstruksi jalan dan jembatan dengan rata-rata 3.94. Hasil analisis product moment menunjukkan bahwa terdapat adanya korelasi antara minat belajar siswa dengan hasil belajar menggunakan blended learning dalam pembelajaran konstruksi jalan dan jembatan menunjukkan nilai r hitung sebesar 0.936 dengan taraf signifikansi 0.05 dan r tabel 0.355, serta koefisien korelasi data yakni 0.15 {r hitung ? r tabel (0.936 ? 0.355)}. Semakin tinggi minat belajar siswa maka semakin tinggi nilai hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL DAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PADA MATERI PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN KONTRUKSI GEDUNG Deva Bagas Prasetya; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jkptb.v8i2.49217

Abstract