Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR RISIKO PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSEKESMAS RANTEBULAHAN TIMUR KECAMATAN RANTEBULAHAN TIMUR KABUPATEN MAMASA Andi Liliandriani; Urwatil Wusqa Abidin; Murni Dian Sapitri
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.2585

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia remaja yang masih dibawah unur 19 tahun. Resiko kehamilan adalah kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang sangat berbahaya pada ibu maupun cabang bayi yang jika berkelajutan akan menyebabkan sakit, cacat, bahkan kematian kematian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini dan dampaknya terhadap resiko kehamilan ibu usia dini di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa. Metode penelitian yakni penelitian kwantitatif. Metode ini menggunakan desain case control,dengan analitik observsional yang membandingkan antara kelompok control dan kelompok kasus. Hasil dari peneltian ini di dapatkan : Tidak adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan ukuran LILA. Adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan dengan kadar Hb. Tidak adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan  tekanan darah. Tidak adanya hubungan signifikan antara status pernikahan dini dengan ukuran LILA. Adanya hubungan yang signifikan antara status pernikahan dini dengan kadar Hb. Tidak adanya hubungan signifikan antara status pernikahan dengan tekanan darah. Tidak adanya hubungan signifikan  antara status ekonomi dengan pengetahuan. Adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan kadar Hb.Tidak adanya hubungan signifikan antara status ekonomi dengan tekanan darah.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AL ASYARIAH MANDAR Andi Liliandriani; Urwatil Wusqa Abidin; Inrawati Inrawati
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 2 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v3i2.2545

Abstract

Meningkatnya prevalensi gastritis di beberapa negara disebabkan karena gaya hidup urbanisasi, globalisasi, dan modernisasi. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan yang pedas dan asam, makan tidak tepat waktu menjadi penyebab gangguan pencernaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 66 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar dengan nilai p=0,001 <α= 0,05. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Disarankan agar mahasiswa memperhatikan pola makan dengan baik agar dapat menekan timbulnya angka kejadian gastritis. Kata kunci:  pola makan, gastritis
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAPILLI Andi Liliandriani; Urwatil Wusqa Abidin; Alfi Syahri Futri Diana
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5909

Abstract

 Increasing drop out rates in contraceptive use can have an impact on population growth, which in turn affects welfare, quality of education, development and health, thereby reducing the quality of the population in a country. This study aims to identify risk factors that cause drop outs in contraceptive use among women of childbearing age (PUS) in the Mapilli Community Health Center area. The type of research used is analytical observational with a case control design. Samples were taken using the Lames How formula with a ratio of 1:1, and the total sample was 176 people. Data were analyzed using the chi square test and odds ratio test. The results of the study showed that there was a significant relationship between age (p=0.001) and the incidence of dropping out of contraceptive use, while knowledge (p=0.232), side effects (p=0.061) and husband's support (p=0.395) did not have a significant relationship with the incidence of drop out use of contraceptives in women of childbearing age in the working area of the Mapilli Health Center. Women at reproductive age who are classified as healthy have a tendency to experience drop outs (OR=5.051) or 5 times greater than women who are not reproductively healthy.         
Gambaran Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Di Desa Taora Kecamatan Buntumalangka Kabupaten Mamasa Sri Nengsi; Lismeika Lismeika; Andi Liliandriani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.3207

Abstract

Sanitasi dasar merupakan syarat kesehatan lingkungan yang harus di miliki oleh setiap keluarga. Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang terjadi hampir di seluruh daerah geografis di dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi dasar dengan kejadian diare di Desa Taora Kecamatan Buntumalangka Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dengan 30 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik menarik kesimpulan dengan menentukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis, kemudian diinterpretasikan, disajikan dalam bentuk narasi, yang dikembangkan dengan reduksi, display dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana air bersih di Desa Taora sudah tersedia. Menggunakan jamban leher angsa dan jamban cemplung. SPAL belum tersedia, tempat sampah belum cukup memadai. Karena itu, kejadian diare terjadi akibat sarana air bersih, terjadi akibat sarana jamban keluarga, pengelolaan saluran pembuangan air limbah yang tidak benar dan tempat pembuangan sampah yang tidak baik.
hubungan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan di desa salumokanan kecamatan rantebulahan timur kabupaten mamasa Andi Liliandriani; Sitti Sohorah; Puri Anggriani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4180

Abstract

Imunisasi merupakan bagian penting dari kesehatan masyarakat sebagai pencegahan primer yaitu segala upaya pencegahan penyakit atau kejadian yang dapat menimbulkan sakit atau luka dan kecacatan, memperagakan gizi dengan sanitasi lingkungan yang baik, perlindungan terhadap segala macam luka dan keracunan serta imunisasi terhadap penyakit. Permasalahan yang ditemukan adalah apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga terhadap ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Salumokanan Kecamatan Rantebulahan Timur Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan observasional melalui pendekatan cross sectional. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan dengan p-value = 0.000 dan juga ada hubungan antara dukungan keluarga dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan dengan p-value = 0.000. Kesimpulannya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga denga ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi umur 0-12 bulan. Karena itu disarankan agar pemerintah dan tenaga kesehatan untuk bekerja sama dalam memberi lebih banyak lagi informasi-informasi tentang pentingnya imunisasi dasar pada anak melalui penyuluhan.