Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Dosis Klorin terhadap Total Coliform Wai Sauq Bantaran Sungai Mandar Patmawati Patmawati; Sukmawati Sukmawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.05 KB)

Abstract

Wai Sauq merupakan salah satu sumber air bersih dan diminum langsung melalui filtrasi secara alami oleh warga. Salah satu pencemaran secara mikrobiologis yang terjadi yaitu melimpahnya bakteri coliform. Bakteri E.Coli dan fecal coliforms merupakan bagian terkecil dari total coliforms yang digunakan sebagai indikator dimana bakteri tersebut dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total coliform di Wai Sauq di Bantaran Sungai Mandar. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel, survey lapangan, pengujian di lapangan menggunakan chlorinediffuser serta analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi dosis klorin maka semakin rendah jumlah total colifrom yang ada di Wau Sauq Bantaran Sungai Mandar. Keywords : Dosis, Klorin, Total Coliform, Wai Sauq.
Menurunkan Bakteri Total Coliform Wai Sauq Bantaran Sungai Mandar Dengan Chlorine Diffuser Patmawati Patmawati; Sukmawati Sukmawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 2 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1462.012 KB)

Abstract

Masyarakat Polewali Mandar sebagian mengandalkan wai sauq untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehingga diperlukan metode untuk menghasilkan baku mutu air layak konsumsi.. Alat chlorine diffuser diharapkan dapat membantu menangangani masalah air bersih sehingga kejadian diare tidak mengalami kenaikan setiap tahunnya terjadi di bantaran Sungai Mandar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui efektifits penggunaan metode chlorine diffuser  dalam menurunkan total coliform wai sauq yang dilakukan secara eksperimen berdasarkan pemberian dosis aplikasi waktu pengamatan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis yang digunakan adalah hasil uji laboratorium perbandingan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 tahun 2017 dan rujukan pemeriksaan sebelumnya oleh Badan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wai sauq mengalami penurunan kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu pada pengamatan waktu kontak selama 1 jam jumlah bakteri total coliform mengalami penurunan. Untuk peningkatan kualitas wai sauq dapat dilakukan dengan menerapakan teknologi sederhana tepat guna yaitu chlorine diffuser yang sesuai dengan lingkungan perairan sungai. Kata Kunci: Chlorinediffuser, Wai Sauq, Sungai Mandar.
MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH B3 MEDIS PADAT DI MASA PANDEMI COVID-19 : STUDI KASUS RSUD POLEWALI Sukmawati Sukmawati; Maarifah Dahlan
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.945 KB) | DOI: 10.35907/bgjk.v13i2.206

Abstract

Bencana pandemik Covid-19 telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dan dirawat di rumah sakit sehingga dalam penanganan pasien Covid-19 membutuhkan perlengkapan medis yang lebih banyak daripada kondisi normal. Limbah B3 Medis yang dihasilkan RSUD Polewali sebangak 12.000 kg pada tahun 2020. Tujuan menelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan limbah b3 medis padat selama pandemi covid-19 di RSUD Polewali. Metode yang digunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian yaitu Kepala Rumah Sakit, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan, Petugas incinerator, cleaning service, Kepala Ruangan Instalasi dan Bagian Perencanaan. Penelitian di RSUD Polewali menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan limbah B3 medis padat sudah melakukan identifikasi, pemisahan, labeling, pengangkutan, penyimpanan hingga pembuangan/pemusnahan serta menggunakan pihak ketiga dalam proses pembuangan akhir sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Limbah rumah Sakit Rujukan, Rumah Sakit Darurat dan Puskesmas yang menangani Pasien Covid-19 Kementrian Kesehatan Repuklik Indonesia tahun 2020.
Manajemen Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Umum Daerah Polewali di Masa Pandemi Covid-19 Sukmawati Sukmawati; Maarifah Dahlan
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.326

Abstract

Abstrak Bencana pandemik Covid-19 telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dan dirawat di  rumah sakit sehingga dalam penanganan pasien Covid-19 membutuhkan perlengkapan medis  yang lebih banyak daripada kondisi normal. Limbah B3 Medis yang dihasilkan RSUD Polewali sebangak 12.000 kg pada tahun 2020. Tujuan menelitian untuk mengetahui manajemen pengelolaan limbah selama pandemik Covid-19 di RSUD Polewali. Metode yang digunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian yaitu Kepala Rumah Sakit, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan, Petugas incinerator, cleaning service, Kepala Ruangan Instalasi dan Bagian Perencanaan. Penelitian di RSUD Polewali menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan limbah sudah melakukan identifikasi, pemisahan, labeling, pengangkutan, penyimpanan hingga pembuangan/pemusnahan serta menggunakan pihak ketiga untuk limbah dalam proses pembuangan akhir sesuai dengan Pedoman Pengelolaan Limbah rumah Sakit Rujukan, Rumah Sakit Darurat dan Puskesmas yang menangani Pasien Covid-19 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini manajemen Pengelolaan Limbah Padat Domestik, Limbah Cair, dan Limbah B3 Medis Padat Rumah Sakit Umum Daerah Polewali menunjukkan dalam pengelolaan sudah memiliki SOP dengan merujuk pada Pedoman Pengelolaan Limbah rumah Sakit Rujukan. Kata kunci : beban kerja psikologis, NASA-TLX, perawat covid-19 Abstract The Covid-19 pandemic disaster has resulted in thousands of people dying and being treated in hospitals, so handling Covid-19 patients requires more medical equipment than normal conditions. Medical B3 waste generated by RSUD Polewali is 12,000 kg in 2020. The purpose of this research is to determine the management of waste management during the covid-19 pandemic at RSUD Polewali. The method used is a qualitative research design with a case study approach. Research informants are the Head of the Hospital, Person in Charge of Environmental Health, Incinerator Officer, cleaning service, Head of Installation Room and Planning Section. Research at Polewali Hospital shows that waste management management has identified, separated, labeled, transported, stored and disposed of/destroyed and used third parties for solid medical B3 waste in the final disposal process in accordance with the Waste Management Guidelines for Referral Hospitals, Emergency Hospitals and Hospitals. Health Center that handles Covid-19 Patients of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2020. The conclusion of this study is that the management of Domestic Solid Waste Management, Liquid Waste, and Medical B3 Solid Waste at the Polewali Regional General Hospital shows that the management already has an SOP by referring to the Referral Hospital Waste Management Guidelines. Keywords : waste management, hospital, covid-19
Gambaran Kadar Klorin (Cl2) Pada Beras Di Pasar Toddopuli Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.157

Abstract

Beras adalah salah satu kebutuhan makanan pokok dan sebagian besar penduduk Indonesia makanan pokoknya adalah nasi (beras). Beras yang dikonsumsi tiap hari tidak hanya memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia tetapi juga harus mempunyai kualitas yang baik dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi kesehatan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran residu kadar klorin ada beras berklorin. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan kriteria yaitu beras yang positif berklorin dan diambil dari semua sisi dalam 1 karung sampai memenuhi 1 liter. Temuan dari penelitian ini adalah masih ditemukan kadar klorin pada beras R dan RA baik setelah proses pencucian dan setelah dimasak dan menjadi nasi. Disarankan kepada masyarakat khususnya ibu – ibu rumah sebaiknya berhati-hati dalam membeli beras. Jangan mudah tertarik dengan beras yang berwarna putih bersih.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENJUAL MAKANAN ONLINE TERHADAP PENGGUNAAN WADAH STYROFOAM DI WONOMULYO. Elvit Indirawati Elvit Indirawati; Sukmawati Sukmawati; Yuliani Soerachmad
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2019): J-Kesmas Volume 5, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i1.310

Abstract

Styrofoam adalah material dari polytrene, masih termasuk golongan plastik dan merupakan sebuah monomer styrene. Bahaya monomer styrene terhadap kesehatan setelah terpapar dalam jangka panjang yaitu menyebabkan sakit kepala, letih, depresi dan anemia selain itu sampah Styrofoam merupakan limbah yang sangat sulit terurai oleh alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan pada penjual makanan online. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun sampel pada penelitian ini adalah penjual makanan online dengan jumlah sampel 49 yang diambil dengan teknik Total sampling. Data kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan Styrofoam pada penjual makanan online (ρ = 0,036 < 0,05) dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan penggunaan wadah Styrofoam pada penjual makanan online (ρ = 0,727 > 0,05). Disarankan kepada penjual makanan online lebih memperhatikan wadah yang digunakan apakah layak atau tidak sebagai wadah untuk semua jenis makanan, terutama wadah Styrofoam harus lebih dikurangi penggunaannya atau jangan digunakan lagi karena kandungan yang terdapat didalam Styrofoam mengandung zat kimia yang bisa berpindah dengan cepat apabila makanan tersebut dalam keadaan panas.
Chlorinediffuser sebagai metode menurunkan total coliform Wai Sauq bantaran Sungai Mandar Patmawati Patmawati; Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): J-kesmas Volume 5, Nomor 2, November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i2.518

Abstract

Masyarakat Polewali Mandar sebagian mengandalkan wai sauq untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehingga diperlukan metode untuk menghasilkan baku mutu air layak konsumsi.. Alat chlorine diffuser diharapkan dapat membantu menangangani masalah air bersih sehingga kejadian diare tidak mengalami kenaikan setiap tahunnya terjadi di bantaran Sungai Mandar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui efektifits penggunaan metode chlorine diffuser  dalam menurunkan total coliform wai sauq yang dilakukan secara eksperimen berdasarkan pemberian dosis aplikasi waktu pengamatan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis yang digunakan adalah hasil uji laboratorium perbandingan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 tahun 2017 dan rujukan pemeriksaan sebelumnya oleh Badan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wai sauq mengalami penurunan kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu pada pengamatan waktu kontak selama 1 jam jumlah bakteri total coliform mengalami penurunan. Untuk peningkatan kualitas wai sauq dapat dilakukan dengan menerapakan teknologi sederhana tepat guna yaitu chlorine diffuser yang sesuai dengan lingkungan perairan sungai..
Gambaran Penggunaan Alat Pelindung Diri Tenaga Outsourcing Distribusi Di PT PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Sukmawati Sukmawati; Andriyani Andriyani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu cara untuk menghindari bahaya kecelakaan. APD adalah seperangkat alat kerja yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari adanya kemungkinan potensi bahaya untuk kecelakaan kerja. APD tidaklah secara sempurna dapat melindungi tubuh tetapi akan mengurangi tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi. Meskipun telah menggunakan alat pelindung diri usaha pencegahan secara teknis adalah yang paling utama oleh karena itu manfaat yang pokok pada penggunaan APD yaitu untuk menghindari dan mengurangi terjadinya kecelakaan atau gangguan kesehatan tenaga kerja yang membawa implikasi yang positif bagi karyawan dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan penggunaan APD Tenaga Outsourcing Distribusi di PT.PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian kuantitatif.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dalam bentuk distribusi frekuensi persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,8% memiliki pengetahuan cukup dan yang memiliki pengetahuan yang kurang sebesar 6,2% pada tenaga outsourcing distribusi di PT.PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar dan yang memiliki sikap negatif dalam penggunaan APD pada tenaga distribusi sebesar 15,6%, yang memiliki sikap positif sebesar 84,4% dan yang melakukan tindakan kurang baik sebesar 9,4%, yang melakukan tindakan yang baik sebesar 90,6%Sebaiknya tetap meningkatkan aplikasi pengetahuan yang telah ada melalui pelatihan APD pada tenaga kerja dan tetap menanamkan kesadaran untuk selalu menggunakan APD.
Studi Tentang Pelayanan Di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (Tp2rj) Di Puskesmas Pekkabata Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i1.165

Abstract

Pelayanan di Tempat Penerimaan Pelayanan Rawat Jalan (TP2RJ) merupakan tempat dimana antara pasien dengan petugas rumah sakit melakukan kontak yang pertama kali dengan jumlah pasien yang cukup banyak dan berasal dari berbagai tempat dengan sosial budaya yang beragam. Selain itu, diantara pasien terjadi kontak yang dapat memberikan penilaian terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Oleh sebab itu mutu pelayanan, kenyamanan dan kepuasan pengguna jasa rumah sakit menjadi perhatian utama di tempat ini. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang responden dan waktu yang dibutuhkan penerimaan pasien rawat jalan di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TP2RJ) pada Badan Pengelola Puskesmas Pekkabata, dengan menggunakan metode survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini keseluruhan pasien rawat jalan di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TP2RJ) yang terdaftar berjumlah 812 orang, dengan sampel berjumlah 66 responden yang ditentukan dengan cara accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60,6% responden memberi respon baik, sementara waktu yang dibutuhkan dalam penerimaan pasien rawat jalan menunjukkan sebagian besar pasien di TP2RJ merasakan ketepatan waktu atas pelayanan yang diberikan, hal tersebut ditandai sekitar 62,1 % pasien rawat jalan menyatakan sesuai dengan waktu yang dibutuhkan, penerimaan pasien rawat jalan bagian pelayanan yang memberi penilaian baik sebanyak (68,2%). Kepada Jajaran Petugas di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TP2RJ), senantiasa melaksanakan tugasnya dengan sikap ramah, sopan, tertib dan penuh tanggung jawab dan kepada Kepala Puskesmas, melakukan pengawasan secara berkala dalam rangka mendukung tingkat ketepatan waktu pelayanan di Tempat Penerimaan Pasien Rawat Jalan (TP2RJ), pada hasil penelitian sudah dominan pada namun upaya untuk peningkatan ketepatan waktu masih perlu mendapat perhatian.
Faktor Yang Mendorong Pencapaian K4 Kunjungan Ibu Hamil Di Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Nur Rahmatia; Muh. Anwar; Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.254

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamia yang di alami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai atrem adalah 280 sampai 300 hari atau 39-40 minggu, sehingga selamamasa tersebut ibu hamil memerlukan pengawasan yang tepat. Janin dalam kandungan berkembang seiring usia kehamilan, maka apabila tidak dilakukan pengawasan bisa menyebabkan masalah, baik dalam kehamilan, persalinan dan nifasnya, bisa juga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Jenis  penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan subjek penelitiannya adalah informan biasa sebanyak tujuh, informan kunci sebanyak dua orang penentuan sampel dipilih secara purposive sampling yaitu sampel diambil bukan tergantung pada populasi melainkan disesuaikan dengan tujuan penelitian.Hasil penelitian dari 7 responden menunjukkan bahwa kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Anreapi, keluarga sangat mendukung jika melakukan pemeriksaan kehamilan namun ada juga  ibu hamil yang biasa melakukan pemeriksakan kehamilannya jika ada keluhan-keluhan yang di rasakan oleh ibu hamil tersebut. Disimpulkan bahwa sebagian besar keluarga mendukung untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan di puskesmas Anreapi itu sudah mencapai target kunjungan K4 ibu hamil