Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dan Tingkat Stres dengan Manajemen Perawatan Diri pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Titis Nurhandayani; Retno Setyawati; Erna Melastuti
Journal of Medical Practice and Research Vol 1 No 2 (2025): December: Essentia: Journal of Medical Practice and Research
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/6fcsj263

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic condition that requires continuous self-care management to prevent complications and maintain glycemic control. However, self-care performance is not solely determined by physical factors, but also influenced by psychological aspects, particularly self-efficacy and stress level. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and stress level with self-care management among patients with type 2 diabetes mellitus. A quantitative cross-sectional design was applied at Guntur 1 Public Health Center from September 16 to October 14, 2025. The study involved 120 patients selected using total sampling. Data were collected using structured questionnaires, including the Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES), Perceived Stress Scale (PSS-10), and Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Data analysis was conducted using Gamma correlation with a significance level of p < 0.05. The results indicated a significant relationship between self-efficacy and self-care management (p = 0.006; r = 0.576). Stress level also showed a significant and strong relationship with self-care management (p = 0.001; r = 0.725). Strengthening self-efficacy and stress management should be prioritized in nursing interventions to support sustainable diabetes self-care behaviors.  
PENGARUH TRIPOD POSITION TERHADAP PERUBAHAN SKOR DYSPNEA PADA PASIEN PPOK DI POLIKLINIK PARU RSU BANYUMANIK 2 SEMARANG Nur Indah Febriani; Erna Melastuti; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis progresif yang ditandai dengan hambatan aliran udara dan keluhan utama berupa dyspnea (sesak napas). Dyspnea yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi sesak napas adalah tripod position, yaitu posisi duduk condong ke depan untuk mengoptimalkan kerja otot bantu pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tripod position terhadap perubahan skor dyspnea pada pasien PPOK di Poliklinik Paru RSU Banyumanik 2 Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tingkat dyspnea dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Modified Borg Dyspnea Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden berusia ≥60 tahun (51,4%) dan didominasi laki-laki (71,4%). Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami dyspnea kategori sedang (74,3%) dengan rata-rata skor 3,8 ± 1,6. Setelah diberikan tripod position selama 10–15 menit, sebagian besar responden mengalami dyspnea kategori ringan (68,6%) dengan rata-rata skor menurun menjadi 2,1 ± 1,1. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan tripod position terhadap penurunan skor dyspnea pada pasien PPOK.Simpulan: Tripod position berpengaruh signifikan terhadap penurunan skor dyspnea pada pasien PPOK di Poliklinik Paru RSU Banyumanik 2 Semarang dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif dalam membantu mengurangi sesak napas.Kata kunci: PPOK, Tripod Position, Dyspnea, Modified Borg Dyspnea Scale, Intervensi Nonfarmakologis.