Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KINERJA STASIUN KERETA API LUBUK LINGGAU Erika Buchari
Jurnal Transportasi Vol. 10 No. 2 (2010)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.446 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v10i2.386.%p

Abstract

According to Law Number 23 of 2007, on Railways, the train station for loading and unloading of goods shall be equipped with safety, security, loading and unloading goods, and public facilities. The condition of the railway station in Lubuk Linggau, South Sumatra, is now very crowded, with spaces for vehicle parking shuttle and for loading and unloading of goods are no longer sufficient, thus affecting the performance of this station. The data indicate that the modes of transport used by passengers using the railway mode for Palembang-Lubuk Linggau or vice versa are motorcycles, paratransit, private car, which require facilities to intermodal transfer. The transport of goods shows that those with two trips, which indicate the existence of a distribution of goods in the town of Lubuk Linggau, are about 7.6%. This means that loading and unloading facilities at the station are needed. To improve its performance, in Lubuk Linggau station must be equippedwith the facilities in accordance with existing regulations.Keywords: railway station performance, passenger transport, cargo transport, intermodal transfer
POTENSI PENGGUNA PARK AND RIDE PADA STASIUN LIGHT RAIL TRANSIT ASRAMA HAJI PROVINSI SUMATERA SELATAN Rika Nabila Mardyah; Erika Buchari; Heni Fitriani
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.879 KB)

Abstract

Meningkatnya perekononian Kota Palembang memberikan dampak yang luar biasa terhadap pergerakan pelaku perjalanan. Masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi sebagai alternatif dalam beraktifitas. Berdasarkan data pergerakan perjalanan di Kota Palembang, sebesar 78,33% pergerakan Kota Palembang masih didominasi oleh kendaraan pribadi. Kondisi diatas apabila tidak segera ditanggulangi maka akan menjadi masalah besar kedepannya. Untuk menurunkan angka pengguna kendaraan pribadi, maka dibangunlah suatu angkutan massal kategori Kereta yaitu Light Rail Transit (LRT). Agar penggunaannya menjadi optimal, maka diperlukan fasilitas pendukung berupa park and ride. Untuk itulah penelitian ini diangkat, yaitu untuk mengetahui besarnya potensi pengguna fasilitas park and ride pada Stasiun Asrama Haji. Survei kuesioner dilakukan pada 2 lokasi amatan, yaitu Kecamatan Sukarame dan Alang Alang Lebar. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan regresi binary logistik model. Hasil analisis menunjukkan 96% responden mau beralih menggunakan fasilitas tersebut dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan massal LRT. Analisis menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan fasilitas park and ride adalah ketersediaan lahan parkir dan biaya perjalanan. Semakin terbatasnya fasilitas parkir pada lokasi tujuan dan terjangkaunya biaya perjalanan maka peluang untuk pemanfaatan fasilitas park and ride pada lokasi Stasiun LRT Asrama Haji semakin besar.
PENGEMBANGAN PROGRAM PENANGANAN JALAN MENGGUNAKAN GIS DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Norca Pradity; Joni Arliansyah; Erika Buchari
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.054 KB)

Abstract

Pada umumnya setiap instansi pemerintahan yang melakukan pemeliharaan jalan nasional memiliki data jalan dan informasi. Keterbatasan secara teknis baik sarana maupun prasarana dan sumberdaya menimbulkan banyak kendala dalam mengoptimalkan pengelolaan data jalan nasional. Hal ini menyebabkan tidak tersedianya data yang terpadu, dapat dipakai bersama serta kurang mampunya sistim yang ada berkomunikasi secara universal. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan Pembuatan dan Pemanfaatan SIG untuk Sistim Informasi Data Jalan Nasional di Provinsi Sumatera Selatan. Pembuatan sistim ini berdasar pada data survey primer dan data survey sekunder. Metode analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi IRMS yang digunakan oleh instansi Kementerian PU PR dan aplikasi ArcGIS & webGIS.Hasil yang dicapai adalah terbangunnya sistem informasi pengelolaan jalan nasional di Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari data inventarisasi jalan, kondisi jalan, tipe pemeliharaan dan biaya pemeliharaan jalan. Terjadi perbedaan nilai kondisi jalan berdasarkan IRI dan SDI. Penurunan kondisi kemantapan jalan tahun 2015 ke 2016 sebesar 0.53% berdasarkan nilai IRI dan nilai SDI sebesar 9,06%.Biaya pemeliharaan yang dianggarkan tidak sesuai dengan kebutuhan biaya pemeliharaan kondisi jalan, baik berdasarkan paramater nilai IRI ataupun SDI. Terjadi kenaikan kebutuhan biaya penanganan dari tahun 2015 ke tahun 2016 sebesar 323 Milyar berdasarkan nilai IRI dan nilai SDI 545 Milyar.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kinerja Layanan Terminal Peti Kemas Boom Baru Palembang Tulus Umy Purwati; Erika Buchari; Edi Kadarsah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v5i1.25197

Abstract

This research aimed to evaluate the service performance of Container Terminal, Boom Baru Port, Palembang based on the Ministry of Transportation Standard and to analyze the level of satisfaction of service users on the service performance. Performance analysis is carried out by calculating Bert Occupancy Ratio, Yard Occupancy Ratio, Effective Time: Berth Time, and Berth Troughput. Performance analysis shows that the 2018 BOR value is above the UNCTAD recommended value of 50% and the ET: BT value are under The Ministry of Transportation Standard value of 70%. The capacity analysis is carried out by projecting the flow of ships and containers from 2021 until 2029 by using Microsoft excel with the result that in 2029 the flow of ships is 522 vessels and 148122 TEU's of containers with an increase of 1.46% per year. The level of service user satisfaction was analyzed by using the Importance Performance Analysis method on 7 dimensions. The results show that several attributes have not satisfied service users and several attributes that need to be improved. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan Terminal Peti Kemas Boom Baru Palembang berdasarkan standar kinerja dari Kementerian Perhubungan serta menganalisis tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja pelayanannya. Analisis kinerja dilakukan dengan menghitung Berth Occupancy Ratio, Yard Occupancy Ratio, Effective Time: Berth Time dan Berth Troughput. Hasil analisis kinerja menunjukkan bahwa nilai BOR tahun 2018 lebih besar dari nilai yang disarankan UNCTAD yaitu 50% dan nilai ET:BT lebih kecil dari standar yang ditetapkan Kementerian Perhubungan yaitu 70%. Analisis kapasitas dilakukan dengan menghitung proyeksi arus kapal dan peti kemas tahun 2021 sampai dengan 2029 menggunakan Microsoft excel dengan hasil pada tahun 2029 arus kapal sebanyak 522 kapal dan 148122 TEU’s peti kemas dengan kenaikan 1,46% per tahun. Tingkat kepuasan pengguna jasa dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analys terhadap 7 dimensi. Hasilnya menunjukkan bahwa ada beberapa atribut yang belum memuaskan pengguna jasa, dan beberapa atribut yang perlu diperbaiki pelayanannya.
Analisis Waktu Pelayanan Kapal di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Novi Tri Susanto; Erika Buchari; Edi Kadarsa
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v5i1.25038

Abstract

The Ferry Port of South Sumatra Province is located in Tanjung Api-Api, Banyuasin Regency. This port connects to the Port of Tanjung Kelian – Muntok, Province of the Bangka Belitung Islands. Problems that often occur in the management and operation of the Tanjung Api-Api ferry port are service performance problems that cause ineffective port management due to low service and the occurrence of queues of ships to lean on and carry out loading and unloading activities because they have to wait for ships that have not finished doing the activity on the pier. So that it causes complaints and dissatisfaction of service users with crossing transportation services. This paper is intended to analyze the service time of ships at the port by calculating the average time of raising and lowering passengers and vehicles as well as the average time of maneuvering ships docking and leaving the port pool, as well as adding the variables of opening and closing times for ramps and processing time for approval letters. The sail has not been added by previous researchers. Then the calculation results are compared with the service time that has been set at the Tanjung Api-Api ferry port. The results of the study the average service time of ships at the Tanjung Api-Api ferry port is 121.175 minutes/ship. The ship's service time exceeds the ship's service time that has been set at the port, which is 120 minutes/ship. Abstrak Pelabuhan Angkutan Penyeberangan Provinsi Sumatera Selatan terletak di Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin. Pelabuhan ini menghubungkan ke Pelabuhan Tanjung Kelian - Muntok Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Permasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api adalah masalah kinerja pelayanan yang menyebabkan pengelolaan pelabuhan yang tidak efektif dikarenakan rendahnya pelayanan dan terjadinya antrian kapal untuk bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat, karena harus menunggu kapal yang belum selesai melakukan aktivitas di dermaga. Sehingga menimbulkan keluhan dan ketidak puasan pengguna jasa terhadap pelayanan angkutan penyeberangan. Paper ini dimaksudkan untuk menganalisis waktu pelayanan kapal di pelabuhan dengan menghitung waktu rata-rata menaikkan dan menurunkan penumpang dan kendaraan serta waktu rata-rata manuver kapal merapat dan keluar dari kolam pelabuhan, serta menambahkan variabel waktu buka dan tutup pintu rampa serta waktu pengurusan surat persetujuan berlayar yang belum ditambahkan oleh peneliti sebelumnya. Kemudian hasil perhitungan dibandingkan dengan waktu pelayanan yang telah ditetapkan di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api. Hasil penelitian rata-rata waktu pelayanan kapal di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api sebesar 121,175 menit/ kapal. Waktu pelayanan kapal tersebut melebihi waktu pelayanan kapal yang telah ditetapkan di pelabuhan yaitu 120 menit/kapal.
Kajian Pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam Berdasarkan Demand Pull dan Supply Push Erika Buchari; Melawati Agustien; Edi Kadarsah; Henny Fitriani; Ormuz Firdaus; Wilmar Jonris
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v4i2.22888

Abstract

Pelabuhan Pangkal Balam terletak di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. Kondisi pelabuhan Pangkal Balam saat ini tidak tertata dengan baik dimana penempatan barang muatan tidak sesuai dengan tempatnya. Ditambah lagi persoalan sedimentasi d isepanjang alur pelayaran masuk dan keluar pelabuhan, serta sistem buka tutup (bascule) jembatan emas yang sangat mempengaruhi pergerakan kapal. Pengembangan Pelabuhan Pangkal Balam ke arah Muara Sungai, di Pasir Padi sudah mencapai tahap DED, yang mana hambatan produktivitas Pelabuhan akibat adanya buka tutup Jembatan Bascule diharapkan akan teratasi. Permasalahanyang timbul adalah bagaimana potensi Pangkal Balam setelah Pelabuhan Barang di pindah ke Muara (ke pantai Pasir Padi), apa dan bagaimana kajian potensi tarikan kebutuhan (Demand Pull) di pelabuhan Pangkal Balam, bagaimana kajian tentang dorongan dan insentif untuk mengadakan fasilitas (supply push). Paper ini dimaksudkan untuk menganalisis potensi lain dari Pelabuhan Pangkal Balam setelah pelabuhan barang dipindah ke pelabuhan Pangkal Balam baru, menganalisis tarikan baru dari pelabuhan pangkal balam, dan manganalisis dorongan/insentif penyediaan fasilitas baru dari pelabuhan pangkal balam lama untuk menarik potensi demand baru. di pelabuhan pangkal balam pada masa yang akan datang. Hasil riset menunjukkan bahwa Pelabuhan Pangkal Balam dapat dikembangkan sebagai pelabuhan pariwisata dengan pengoperasian mini cruise. Tarikan baru yang dapat diciptakan untuk Pelabuhan Pangkal Balam, yaitu berupa potensi pariwisata dan wisata kuliner. Sedangkan penyediaan baru yang perlu dipersiapkan adalah port of call dengan mini cruise yang bekerjasama dengan cruise dan mega cruise internasional yang memiliki rute Singapura dan Malaysia.
Analisis Perencanaan Tarif Kapal Bus Air Wisata Dalam Mewujudkan Konektivitas Angkutan di Kota Palembang FEBRI ANSYAH; ERIKA BUCHARI; EDI KADARSAH
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 17, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5111.655 KB) | DOI: 10.25104/mtm.v17i2.1290

Abstract

Pada tahun 2018, Kementerian Perhubungan memberikan bantuan 5 (lima) unit kapal bus air kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah Kota Palembang sendiri mendapatkan bantuan kapal bus air sebanyak 3(tiga) unit, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendapatkan masing masing sebanyak 1(satu) unit bus air (Ditjen Perhubungan Darat,2018). Pemberian bantuan kapal bus air ini dalam rangka pengembangan angkutan sungai dan angkutan pariwisata yang ada di Sumatera Selatan serta untuk menyukseskan Asian Games tahun 2018 di Palembang. Setelah selesai pelaksanaan Asian Games tahun 2018 Pemerintah Kota Palembang akan mengoptimalkan pemanfaatan kapal bus air ini salah satunya sebagai kapal pariwisata (cruise) di Kota Palembang. (Dinas Perhubungan Kota Palembang, 2018). Menurut Rohani, dkk (2015) untuk menentukan kelayakan tarif  kapal wisata dapat dinilai berdasarkan Biaya Operasional Kapal (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Menurut Chen,dkk (2016) identifikasi faktor yang mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) digunakan untuk meningkatkan pemasaran kapal wisata (cruise) di Pasar Asia.   Penelitian ini terkait  kajian tentang analisa perhitungan ATP dan WTP dalam rangka menentukan tarif bus air wisata di Kota Palembang berdasarkan ATP dan WTP penumpang. Kajian tarif rencana bus air wisata yang akan berlaku dilakukan pendekatan perhitungan BOK dengan metode dephub, daya beli masyarakat untuk membayar jasa dapat berupa proporsi alokasi budget dari total budget pengeluaran atau Ability to Pay (ATP) dan kemauan membayar yang didasarkan pada persepsi masyarakat atau Willingness to Pay (WTP). Metode dalam analisis Ability To Pay (ATP) dengan menggunakan metode household budget (anggaran rumah tangga) dan Willingness To Pay (WTP) menggunakan metode persepsi, dan dari hasil analisis di dapatkan BOK Biaya Operasional Kapal (BOK) didapatkan Rp.13.694,92/pnp-km untuk loadfactor 100%  dan Rp.19.564,17 untuk loadfactor 70%. ATP penumpang terendah yaitu Rp. 833/pnp/km dan ATP tertinggi yaitu Rp.22.633/pnp/km. Sedangkan dari analisis diperoleh WTP terendah yaitu Rp.2.600 dan WTP tertinggi Rp.30.000. Dalam hal ini ATP penumpang WTP penumpang dan diperlukan adanya evaluasi terhadap tarif yang akan diberlakukan karena kemampuan membayar lebih rendah dari pada keinginan membayar penumpang. Untuk mewujudkan konektivitas dengan angkutan umum maka diperlukan (1) Moda Penghubung (Connecting modes: access dan eggress), (2) Moda Utama (Main Modes), (3) Jaringan Multimoda (Multimodal Network: Main route dan Feeder Route), (4) Fasilitas peralihan moda (Transfer Point), (5) Fasilitas peralihan antar moda dengan jaringan berbeda (Intermodal Tranfer Point), dan (6) Peraturan