Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Waktu Pelayanan Kapal di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api Novi Tri Susanto; Erika Buchari; Edi Kadarsa
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v5i1.25038

Abstract

The Ferry Port of South Sumatra Province is located in Tanjung Api-Api, Banyuasin Regency. This port connects to the Port of Tanjung Kelian – Muntok, Province of the Bangka Belitung Islands. Problems that often occur in the management and operation of the Tanjung Api-Api ferry port are service performance problems that cause ineffective port management due to low service and the occurrence of queues of ships to lean on and carry out loading and unloading activities because they have to wait for ships that have not finished doing the activity on the pier. So that it causes complaints and dissatisfaction of service users with crossing transportation services. This paper is intended to analyze the service time of ships at the port by calculating the average time of raising and lowering passengers and vehicles as well as the average time of maneuvering ships docking and leaving the port pool, as well as adding the variables of opening and closing times for ramps and processing time for approval letters. The sail has not been added by previous researchers. Then the calculation results are compared with the service time that has been set at the Tanjung Api-Api ferry port. The results of the study the average service time of ships at the Tanjung Api-Api ferry port is 121.175 minutes/ship. The ship's service time exceeds the ship's service time that has been set at the port, which is 120 minutes/ship. Abstrak Pelabuhan Angkutan Penyeberangan Provinsi Sumatera Selatan terletak di Tanjung Api-Api Kabupaten Banyuasin. Pelabuhan ini menghubungkan ke Pelabuhan Tanjung Kelian - Muntok Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Permasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api adalah masalah kinerja pelayanan yang menyebabkan pengelolaan pelabuhan yang tidak efektif dikarenakan rendahnya pelayanan dan terjadinya antrian kapal untuk bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat, karena harus menunggu kapal yang belum selesai melakukan aktivitas di dermaga. Sehingga menimbulkan keluhan dan ketidak puasan pengguna jasa terhadap pelayanan angkutan penyeberangan. Paper ini dimaksudkan untuk menganalisis waktu pelayanan kapal di pelabuhan dengan menghitung waktu rata-rata menaikkan dan menurunkan penumpang dan kendaraan serta waktu rata-rata manuver kapal merapat dan keluar dari kolam pelabuhan, serta menambahkan variabel waktu buka dan tutup pintu rampa serta waktu pengurusan surat persetujuan berlayar yang belum ditambahkan oleh peneliti sebelumnya. Kemudian hasil perhitungan dibandingkan dengan waktu pelayanan yang telah ditetapkan di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api. Hasil penelitian rata-rata waktu pelayanan kapal di pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api sebesar 121,175 menit/ kapal. Waktu pelayanan kapal tersebut melebihi waktu pelayanan kapal yang telah ditetapkan di pelabuhan yaitu 120 menit/kapal.
PENTINGNYA ALAT KESELAMATAN OPERATOR KAPAL SUNGAI DI KOTA PALEMBANG Elfita Agustini; Novi Tri Susanto; Vita Permata Sari; Febriansyah; Noor Sulistiyono; Surnata; Paulina M. Latuheru
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 2 No. 4 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v2i4.2154

Abstract

Penyuluhan keselamatan pelayaran bagi operator kapal sungai adalah sebagai bentuk upaya sosialisasi untuk memberi materi tentang keselamatan dan mencegah atau meminimalisir resiko kecelakan bagi operator kapal dan sebagai wujud nyata dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kesadaran yang rendah dan didukung dengan harga peralatan keselamatan yang dirasa cukup mahal membuat para penguna pelayaran kurang memenuhi kebutuhan keselamatan di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang keselamatan berlayar bagi para operator kapal sungai di Kota Palembang. Pemberian pengetahuan serta bantuan peralatan keselamatan bagi para peserta penyuluhan ini bermaksud agar terjadi peningkatan kemampuan, sikap dan kesadaran para pelayanan diperairan sungai. tentang pentingnya keselamatan serta mengenal teknik penyelamatan diri saat terjadi kecelakaan pada saat berlayar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi antara narasumber dan peserta dengan materi fokus pada keselamatan pelayaran. Hasil kegiatan ini, diharapkan mampu menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta akan pentingnya keselamatan pelayaran dan pemahaman teknik penyelamatan diri saat terjadi kecelakaan.
Evaluation Of Port Service User Services At Tanjung Kapal Crossing Port, Bengkalis District, Riau Province Wijaya, Novan Gunawan; Setiawan, Bambang; Agustini, Elfita; Susanto, Novi Tri; Azzahra, Istiana
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Inland Waterways Journal (IWJ:Oktober)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v5i2.174

Abstract

The Tanjung Kapal Ferry Port serves one route, namely the Rupat – Dumai route. Based on the results of the survey in the field, it was found that several services for service users had not been implemented properly, such as the unavailability of fire extinguishers, evacuation route instructions, evacuation gathering points, first aid equipment, wheelchairs, floor plans/layouts port, passenger baggage, parking attendants, special needs passenger facilities, nursing mother room, signs at the pier, weigh bridge, and arrival and departure schedules at the counter. This research uses the methodPerformance Gap – Importanceto determine the gap between service users' expectations of perceived service quality and quadrant mapping Importance Performance Analysisto find out the attributes that are the main priority for improving service quality. Based on the results of Gap analysisPerformance – Importancea gap was found highest for passenger service at the port with a value of - 2.30 on attribute 32 and attribute. The highest gap for ship service at the port with a value of - 0.66 on attribute 1 and attribute 8. The highest gap for vehicle service at the port with a value of - 2 .10 on attribute.Based on the results of the Quadrant Mapping analysisImportance Performance Analysis There are 10 attributes in quadrant I for passenger services, 2 attributes for ship services and 8 attributes for vehicle services as the main priority for improvement so that the level of service user satisfaction can increase.
Evaluasi Penerapan Pemasangan Automatic Identification System (AIS) Pada Kapal Penyeberangan Yang Beroperasi Di Pelabuhan Paciran Apriani, Dahlia Dewi; Sidharta, Driaskoro Budi; Amrillah, M.Fahmi; Susanto, Novi Tri; Sulistyono, Noor; Audina, Mia
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.207

Abstract

Pelabuhan Paciran merupakan pelabuhan yang berlokasi di Tunggul, Kec. Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Agar keamanan dan keselamatan pelayaran dapat terjamin maka perlu adanya Automatic Identification System (AIS) yang aktif selama kapal beroperasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian pemasangan klas AIS pada kapal yang beroperasi dan mengetahui kelengkapan informasi statik maupun dinamik yang dikirimkan operator kapal melalui AIS serta untuk mengetahui kepatuhan operator kapal dalam mengaktifkan AIS pada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Paciran. Adapun hal yang akan di analisa pada penelitian ini yaitu pemasangan Klas AIS, Kelengkapan informasi statik maupun dinamik yang dikirimkan oleh operator kapal pada AIS dan ketertiban operator kapal dalam mengaktifkan AIS terutama pada saat kapal berlayar. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Kondisi eksisting dan metode Observasi dengan melihat secara langsung permasalahan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa seluruh kapal yang beropreasi di Pelabuhan Paciran sudah memasang AIS klas A sesuai persyaratan Konvensi Safety Of Life At Sea ( SOLAS ). Namun ,masih terdapat kapal yang belum mengirimkan informasi secara lengkap baik data statis maupun dinamis.
EVALUASI TATA CARA PEMUATAN KENDARAAN DIATAS KAPAL PENYEBERANGAN PADA LINTASAN BIRA - PAMATATA PROVINSI SULAWESI SELATAN Febriansyah, Febriansyah; Paulina M. Latuheru; Vita Permata Sari; Novi Tri Susanto; M. Royhan
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 5 (2024): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v2i5.2151

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bira dikelola dan diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan yang dibina oleh UPTD ASDP Bira dan pada sarananya dikelola oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Selayar. Penyeberangan Bira ini memiliki 5 kapal yang beroperasi yang masing – masing kapal melayani satu lintasan pada lintasan Bira – Pamatata. lintas komersil yang membutuhkan jarak tempuh 18 mil laut yang dilayani oleh 2 unit kapal yaitu kapal KMP. Balibo dan KMP. Bontoharu penyeberangan dengan waktu tempuh ± 2 jam, Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 115 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Pengangkutan Kendaraan Di atas Kapal, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2016 Tentang Kewajiban Pengikatan Kendaraan Pada Kapal Angkutan Penyeberangan. Jarak antara sisi kendaraan dan jarak antara muka dan belakang yang dimuat di KMP Balibo dan KMP Bontoharu kurang dari 30 cm, jarak kendaraan terhadap dinding kapal kurang dari 60 cm dan jumlah petugas lashing yang ideal pada setiap kapal membutuhkan 2 - 3 petugas khusus untuk melakukan pengikatan kendaraan sehingga keselamatan kendaraan di atas kapal
ANALYSIS OF USER SATISFACTION IN THE IMPLEMENTATION OF ONLINE TICKET ORDERING SYSTEM AT LEMBAR FERRY PORT, WEST NUSA TENGGARA PROVINCE Sulistiyono, Noor; Susanto, Novi Tri; Kartini, Sri; Setiawan, Bambang; Sidharta, Driaskoro Budi; Ahmad, Jeannova Shabilla
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 6 No. 2 (2024): International Water Transport Journal (IWTJ: October)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembar Ferry Port is a very important commercial port in developing and connecting West Nusa Tenggara Province, especially Lombok Island with Bali Province. This makes the port management as a service provider industry continue to strive to develop services to increase the potential of the port and the satisfaction of service users, one of which is the online ticket booking system. This study aims to analyze the level of service user satisfaction with the implementation of the online ticket booking system using the Customer Satisfaction Index (CSI) method at Lembar Ferry Port as one of the providers of ferry transportation services on Lombok Island. Data collection was conducted by distributing questionnaires to users of Lembar Ferry Port services as respondents to obtain data on the level of expectations and performance felt by service users. Based on the results of the study, service users have felt quite satisfied with the performance of the online ticket booking system carried out by the management of Lembar Ferry Port. This can be seen from the CSI value obtained, which is 59.12%. The things that need to be improved or corrected from the online ticket booking system at Lembar Ferry Port, one of which is the system display for service users which is simple but still informative because it has the highest expectation value from service users.
RANCANGAN SISTEM ZONASI DAN MANAJEMEN LALU LINTAS DI PELABUHAN PENYEBERANGAN BALOHAN KOTA SABANG Susanto, Novi Tri; Agustini, Elfita; Wibowo, Rifki Putra
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 7 No. 1 (2025): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Balohan, sebagai pintu gerbang Kota Sabang, memiliki peran strategis yang perlu mendapat perhatian sinergis dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) guna mendukung perkembangan industri, pariwisata, dan jasa. Untuk menciptakan ketertiban, keteraturan, kelancaran, dan kenyamanan aktivitas di pelabuhan, penerapan sistem zonasi dan manajemen lalu lintas menjadi sangat penting. Namun, saat ini, Pelabuhan Penyeberangan Balohan belum memiliki sistem zonasi dan manajemen lalu lintas yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Hal ini mengakibatkan tercampurnya area penumpang dan kendaraan, akses ke area khusus yang masih dimasuki oleh orang orang yang tidak berkepentingan, serta area perkantoran yang bercampur dengan ruang tunggu. Selain itu, masih banyak pedagang dan kendaraan yang parkir secara sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem zonasi, manajemen lalu lintas, serta kebutuhan rambu lalu lintas yang diperlukan untuk mendukung penerapan sistem zonasi dan manajemen lalu lintas tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis terhadap sistem zonasi, manajemen lalu lintas, dan kebutuhan rambu lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa Pelabuhan Penyeberangan Balohan belum memiliki sistem zonasi dan manajemen lalu lintas yang sesuai, serta tidak terdapat rambu-rambu lalu lintas yang memadai. Oleh karena itu, pihak pengelola pelabuhan perlu mengusulkan penerapan sistem zonasi dan manajemen lalu lintas yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta menyediakan rambu-rambu lalu lintas yang mendukung implementasi sistem zonasi dan manajemen lalu lintas tersebut. Kata Kunci: Rancangan, Sistem Zonasi, Manajemen Lalu Lintas
Evaluation of Motor Boat Passenger Safety Equipment to Support Ecotourism at Bukit Cinta Pier, Rawa Pening Lake, Semarang Regency, Central Java Province Susanto, Novi Tri; Agustina, Hera; Atika, Aulia Ika; Saputra, Andena Nugraha
IWTJ : International Water Transport Journal Vol. 7 No. 2 (2025): International Water Transport Journal (IWTJ:October)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa Pening Lake is a lake located in Semarang Regency, Central Java. With an area of about 2,670 hectares, it occupies the area of Ambarawa, Bawen, Tuntang and Banyubiru Districts. This study discusses safety equipment based on the Regulation of the Director General of Land Transportation Number: KP.3424/AP.402/DRJD/2020. The purpose of this study is to determine the suitability and availability of safety equipment on ships operating at Bukit Cinta Pier using qualitative methods. Based on the results of the research that has been carried out, the condition of the safety equipment on motorboats operating at the Bukit Cinta Pier is not in accordance with existing regulations. This is because there are still ships that have not equipped safety equipment on their ships and there are safety equipment that are not suitable and not in accordance with the number they should be. So it is necessary to add safety equipment to every ship operating at the Bukit Cinta Pier to comply with applicable regulations.