Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Proporsi Angkutan Umum Terhadap Kinerja Ruas Jalan Di Kota Malang Sabrina Handayani H; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.58 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu  kota tujuan wisata di Provinsi Jawa Timur yang perlu didukung dengan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Saat ini kemacetan lalu lintas merupakan persoalan hampir disetiap kota besar di Indonesia, dan hal ini juga terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Malang. Peningkatan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil pribadi merupakan salah satu penyebab hal tersebut. Akan tetapi ada faktor lain seperti perilaku angkutan umum di Kota Malang juga memberikan kontribusi terhadap kelancaran lalu lintas. Lalu lintas suatu ruas jalan biasanya dipengaruhi oleh kinerja ruas jalan tersebut. Dalam hal ini V/C ratio yang dapat menunjukkan baik dan buruknya tingkat pelayanan jalan. Oleh karena itu perlu melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh proporsi angkutan umum terhadap kinerja ruas jalan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan analisis kapasitas jalan dan analisis korelasi dan regresi linier. Penelitian ini dilaksanakan di sepuluh ruas jalan di Kota Malang dengan 2 tipe jalan yaitu 2/2 UD sebanyak 6 ruas jalan dan 4/2 UD sebanyak 4 ruas jalan. Dari hasil analisa diperoleh 2 variabel yang digunakan dalam analisis regresi linier yaitu proporsi angkot sebagai variabel penjelas (X) dan V/C ratio sebagai variabel respon (Y) .Nilai korelasinya sebagai berikut: Jalan Mergan 0,946; Jalan Jupri 0,942; Jalan IR Rais 0,873; Jalan Bandulan 0,967; Jalan Sumbersari 0,868; Jalan MT Haryono 0,893; Jalan Ade Irma Suryani 0,919; Jalan Besar Ijen 0,741; Jalan Jenderal Gatot Subroto 0,825; Jalan Semeru 0,975. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa proporsi angkot (X) berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas dalam hal ini V/C ratio (Y). 
Pengaruh Keberadaan Parkir dan Pedagang Kaki Lima Terhadap Biaya Kemacetan dan Polusi Udara di Jalan Kolonel Sugiono Malang Anna Aga Pertiwi; Achmad Wicaksono; Mustika Anggraeni
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.636 KB)

Abstract

Pengaruh keberadaan parkir dan PKL terhadap kemacetan dan polusi udara yang ditimbulkan di JalanKolonel Sugiono sangat merugikan pengguna jalan. Metode analisis yang digunakan yaitu metode deskriptifkualitatif untuk menggambarkan karakteristik pengguna jalan. Sedangkan metode evaluatif kuantitatif adalahdengan menghitung kinerja ruas jalan, biaya kemacetan dan biaya polusi udara di Jalan Kolonel Sugiono.Dari penelitian ini diketahui bahwa karakteristik pergerakan Jalan Kolonel Sugiono, mayoritas 43,94%berasal dari kantor, 17,91% berasal dari Kecamatan Klojen, 37,31% menuju ke kantor, 31,34% menuju keKecamatan Klojen, 52,25% maksud bekerja dan 20,09% lewat Jalan Kolonel Sugiono pukul 06.00 - 08.00.Tingkat pelayanan Jalan Kolonel Sugiono cenderung meningkat pada kondisi tanpa keberadaan parkir danPKL. Dengan kondisi tersebut, tingkat pelayanan pada segmen 1 mengalami peningkatan sebesar 20,65%,pada segmen 2 mengalami peningkatan sebesar 28,95%, dan segmen 3 mengalami peningkatan sebesar18,01%. Sedangkan biaya kemacetannya mengalami penurunan, yaitu pada segmen 1 sebesar 34%, segmen 2sebesar 39% dan segmen 3 sebesar 24%. Biaya polusi udara mengalami penurunan pada kondisi tanpakeberadaan parkir dan PKL. Penurunan yang terjadi pada segmen 1 sebesar 25%, segmen 2 antara 31% untukhari sibuk dan hari biasa serta sebesar 30% untuk hari libur. Pada segmen 3, penurunan antara 16% untukhari sibuk dan hari libur serta sebesar 17% untuk hari biasa. 
Pengaruh Asbuton Terhadap Karakteristik Marshall Perkerasan Daur Ulang Dengan Peremaja Oli Bekas Dan Solar Ludfi Djakfar; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono; Gagoek Soenar P.
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.225 KB)

Abstract

Teknologi perkerasan daur ulang dapat mengembalikan kekuatan perkerasan, mengurangi ketergantungan terhadap material baru, serta mengurangi limbah perkerasan yang dewasa ini kurang optimal pemanfaatannya. Pada metode pencampuran aspal dingin (coldmix), digunakan peremaja untuk melunakkan aspal yang terkandung dalam perkerasan daur ulang. Peremaja yang digunakan yaitu oli bekas dan solar dengan proporsi oli bekas : solar yaitu 0 : 100, 25 : 75, 50 : 50, 75 : 25, dan 100 : 0, dengan kadar peremaja yang dicampurkan 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% terhadap berat benda uji. Selain itu digunakan asbuton sebagai filler untuk mengisi rongga kosong dalam agregat perkerasan daur ulang. Kadar asbuton yang dicampurkan yaitu 3%, 6%, 9% dan 12% terhadap berat benda uji. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode regresi dan metode analisis ragam dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Berdasarkan hasil dari metode tersebut, semakin banyak asbuton yang dicampurkan maka nilai stabilitas semakin meningkat. Proporsi paling optimum yaitu 75 : 25 dengan kadar asbuton 12% dan peremaja 2,9%. Dari nilai stabilitas benda uji yang diperoleh, nilai stabilitas benda uji tidak memenuhi standar Laston, namun dapat dijadikan alternatif pengganti Latasir. 
Analisis Dampak Pengembangan Terminal Tipe A Bayuangga Kota Probolinggo Terhadap Kinerja Lalu Lintas Disekitarnya Bena Madya; Achmad Wicaksono; Muhammad Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.017 KB)

Abstract

Terminal merupakan salah satu fasilitas umum yang menunjang pergerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Dalam rangka meningkatkan pelayanan, pemerintah kota/kabupaten selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanan fasilitas ini. Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perhubungan berupaya meningkatkan pelayanan terminal melalui Pengembangan Terminal Bayuangga, yang didalamnya terdiri dari beberapa kegiatan fungsional yang berupa terminal, hotel, rumah makan/restoran. Pada hasil analisa menunjukkan bahwa pengembangan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo menimbulkan bangkitan/tarikan sebesar 21,79 smp/jam. Setelah dilakukan pembebanan, maka tingkat pelayanan jalan dan persimpangan yang terdampak oleh pengembangan Terminal Bayuangga masih dalam kondisi baik. Saran penanganan terhadap masalah yang mungkin timbul baik di ruas jalan maupun di persimpangan meliputi penanganan pada saat pembangunan maupun pada saat pengoperasian Terminal Bayuangga setelah adanya pengembangan terminal, antara lain terdiri dari penempatan petugas pemandu dan rambu-rambu lalu lintas, pemasangan lampu peringatan (warning light), dan pengaturan ulang waktu siklus pada Alat Pengatur Isyarat Lampu Lalu Lintas (APILL). 
Dampak Pemberlakuan Kebijakan Sepeda Motor Menyalakan Lampu Utama Terhadap Pengurangan Kecelakaan Di Kota Surabaya Arief Agus Marwan; Achmad Wicaksono; Sobri Abusini
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.479 KB)

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menurut data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan adalah rata-rata korban meninggal dunia dalam 1 tahun sejumlah 10.696 jiwa. Keselamatan lalu lintas dengan memperhatikan banyak faktor tersebut telah diatur dalam UU, salah satunya adalah UU No. 22 Tahun 2009 yaitu kewajiban pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu pada siang hari terdapat pada Pasal 107 ayat (2). Dengan adanya pasal tersebut, mewajibkan pengendara sepeda motor untuk menyalakan lampu kendaraannya pada siang hari namun dalam kenyataannya masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak menjalankan peraturan tersebut. Dari hasil analisis yang dilakukan, adanya peraturan tersebut terbukti mengurangi angka kecelakaan. Sebelum tahun 2009, grafik kecelakaan meningkat hingga mencapai 562 kecelakaan di Kota Surabaya, pada tahun 2010 setelah adanya peraturan UU No. 22 Tahun 2009, angka kecelakaan menurut mencapai angka 294. Sehingga, UU terbukti efektif mengurangi angka kecelakaan. Kemudian berdasarkan hasil analisis IPA, menurut persepsi masyarakat, variable yang dianggap penting tetapi memberikan kepuasan yang rendah adalah sosialisasi pentingnya menyalakan lampu kendaraan roda 2. Berdasarkan hasil analisis SWOT, arahan kebijakan yang tepat adalah dengan melakukan sosialisasi pentingnya menyalakan lampu utama kendaraan roda dua di siang hari oleh petugas berwenang, serta diberikannya sanksi tegas kepada pengendara sepeda motor yang tidak mentaati aturan standar berlalu lintas, dan melakukan razia terhadap kendaraan kendaraan yang mengganti lampu utama dengan lampu lain yang tidak sesuai standar. 
Evaluasi Kinerja Angkutan Sekolah Gratis Di Kota Blitar M. Zainul Arifin; Achmad Wicaksono; Nika Devi P. W; Delisa Prita D.
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.202 KB)

Abstract

Demi meningkatan kinerja moda angkutan sekolah gratis, kebutuhan akan peningkatnya mutu layanan sangat di harapkan bagi pengguna jasa transportasi. Angkutan sekolah gratis di Kota Blitar sudah berjalan sekitar satu tahun, perlu adanya evaluasi terhadap rute yang dilalui. Apakah rute tersebut masih sesuai dengan kondisi saat ini sehingga keberadaannya masih efektif atau perlu adanya perubahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan serta tingkat pelayanan dari bus sekolah gratis. Berdasarkan analisis IPA mengenai 27 variabel yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pengguna, terdapat 13 variabel yang paling penting namun kinerjanya tidak memuaskan. Berdasarkan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) angkutan bus sekolah gratis, subsidi yang diberikan pemerintah kepada setiap penumpang pertahun sebesar Rp202.466,00 yang diperoleh dari perhitungan total Biaya Operasional Kendaraan (BOK) selama satu tahun di bagi dengan total penumpang pertahunnya 
Studi Alternatif Perencanaan Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi Achmad Wicaksono; Asril Kurniadi; Ika Rahmawati
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.599 KB)

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, meliputi pada sektor agraris, maritim, industri, perdagangan dan pariwisata. Untuk melanyani tingkat kebutuhan transportasi yang menuntut kecepatan mobabilitas masyarakat dimasa yang akan datang, maka untuk memfasilitaskan pergerakan manusia dan barang sebagai konsukuensi dari usaha peningkatan dan pengembangan sumber daya alam dan manusia dipilih transportasi udara. Untuk kebutuhan sarana transportasi udara pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun Bandar Udara Blimbingsari. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banyuwangi dengan bertambahnya jumlah penduduk Banyuwangi yang cukup pesat tentunya juga akan mempengaruhi pertumbuhan di bidang ekonomi sehingga mempengaruhi pertambahan jumlah penumpang. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi fasilitas sisi udara yang meliputi runway, taxiway, apron dan perkerasan dalam rangka tahap pengembangan tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan jasa penerbangan di tahun yang akan datang.Dalam studi ini pesawat rencana adalah Boeing 737-500 untuk penerbangan domestik. Umur rencana ditentukan 20 tahun. Peramalan penumpang dilakukan dengan metode regresi linier. Dari hasil peramalan didapat :Penerbangan kedatangan tahun 2028 sejumlah 7 pesawat rata-rata per hari.Penerbangan keberangkatan tahun 2028 sejumlah 8 pesawat rata-rata per hari.Perhitungan perencanaan fasilitas sisi udara menggunakan metode FAA. Dari hasil analisis didapatkan bahwa :Panjang runway rencana adalah 3.000 m, lebih panjang dari runway eksisting (2.250 m). Kebutuhan lebar runway adalah 30 m, sama dengan lebar runway eksisting (30 m).Taxiway rencana dengan lebar 30 m, lebih panjang dari taxiway eksisting ( 23 m). Jumlah taxiway rencana sebanyak 2 buah, lebih banyak dari taxiway eksisting (1 buah).Apron eksisting seluas 180x80 m, sedangkan hasil perhitungan didapat 220x100m. Pintu apron (apron-gate) rencana didapat 4 pintu tipe Tahap I (30,6 cm) dan Tahap II (31,7cm), serta area transisi Tahap I (23,6 cm) dan Tahap II (23,9 cm ). Tebal perkerasan eksisting adalah 78 cm (area kritis), 57 cm (area nonkritis), dan 38 cm (area transisi). Hasil A untuk penerbangan.Tebal perkerasan yang didapat berdasarkan hasil perhitungan adalah pada area kritis Tahap I (37 cm) dan Tahap II (38,4 cm), area non kritis perhitungan yang didapat lebih kecil dari kondisi eksisting. 
Kajian Kinerja Angkutan Barang Di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo Saikudin Saikudin; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol. 8 No. 3 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.571 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo saat ini, mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang yang disediakan di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, serta membuat rekomendasi arah pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo sesuai fungsi dan hasil evaluasi para pengguna fasilitas pelabuhan angkutan barang. Untuk mengetahui kinerja angkutan barang dilakukan melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kepuasan operator dan pengguna jasa angkutan barang terhadap fasilitas pelabuhan barang, digunakan metode IPA menggunakan metode wawancara dengan 5 skala Likert. Sedangkan untuk mengetahui strategi yang akan digunakan oleh Pelabuhan Tanjung Tembaga sebagai dasar pembuatan arahan pengembangan, maka digunakan metode SWOT, dengan mengambil 100 sampel pengguna jasa angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Tembaga dan menggunakan 4 skala Likert. Dari hasil analisis, maka untuk tingkat kepentingan dan kepuasan yang menggunakan metode IPA didapatkanhasil Kuadran 1, tingkatkan kinerja adalah ketersediaan fasilitas dan peralatan bingkar muat barang, ketersediaan area parkir kendaraan di pelabuhan, kondisi dermaga, aksesibilitas gudang ke dermaga, aksesibilitas dermaga ke jalan, aksesibilitas gudang dengan jalan raya serta sistem penerangan di pelabuhan. Sedangkan untuk metode SWOT didapatkan strategi SO1 meningkatkan keamanan dan kenyamanan di lingkungan pelabuhan, mempertahankan kualitas SDM serta meningkatkan pelayanan operator bongkar muat barang. 
Influence of Residential Spatial Position to Trip Generation in Surabaya Wahju Herijanto; Indrasurya B. Mochtar; Achmad Wicaksono
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3274

Abstract

Zonal trip generation is usually assummed to be influenced only by demographic and economic variables. It is seldom to consider spatial position of the zones as an influence variables to its trip generation. In actual condition, people will consider strategic position of residential area when they choose to buy or rent of their home, in accordance with their place of activities such as working, studying for their children and shopping. This research aim is to calculate the influence of spatial position of residential zones from the activities centers to zonal trip generation in Surabaya, Indonesia. Surabaya has several activities centers that can be classified as urban centers and suburban centers. In order to define position of residential zones in relation with activities centers, travel time is defined as a spatial measure which can be measured using Google Maps. Trip generation data is compiled from origin-destination matrix from household interview survey. Regression analysis is used for calculation of the influence of spatial position of residential zones in relation to the activities centres to zonal trip generation. The result shows that travel time to urban center influences reduction of the residential trip generation more than travel time to suburban centers does. However, still many trips were not influenced by travel time from residential to city center since housing ownership in Surabaya is fixed system more than flexible one, and housing at periphery area much cheaper than at city center.
Kajian Lokasi Halte Dan Jam Operasi Angkutan Kota Malang Berdasarkan SPM 2015 (Studi Kasus : Trayek LDH, AH, DAN ADL) Gina Nabila Andriani; Laksmita Olyvia Ardiansyah; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2017): Simposium I Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Infrastruktur Indonesia (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.887 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i5.3121

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum menyebabkan berbagai masalah salah satunya kemacetan. Hal tersebut disebabkan oleh kinerja pelayanan angkutan umum yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  2015 dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) serta kinerja operasi angkutan kota di Kota Malang dan solusinya mengenai kinerja pelayanan dari angkutan kota terkait penempatan halte dan jam operasi di Kota Malang.Pada kajian ini didapatkan jumlah sampel sebesar 68 responden untuk setiap trayek dengan tingkat keandalan 90% (galat 10%). Terdapat 2 metode survei yang digunakan, yaitu metode survei statis dan survei dinamis. Metode yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA), Kinerja Operasi, dan Multikriteria.Dari hasil analisis IPA diperoleh 13 atribut yang dianggap penting namun kinerjanya masih kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasaan responden. Tiga atribut diantaranya  kapasitas daya angkut yang berlebihan,  ketepatan waktu perjalanan, ketersediaan halte. Untuk analisis kinerja operasional didapatkan dari faktor muat ketiga trayek masih berada dibawah standar 70% sehingga perlu adanya peningkatan kinerja. Untuk waktu antara berkisar 2-5 menit pada waktu puncak, waktu tidak puncak belum mencapai standar  yaitu 5-10 menit.  Sedangkan  kinerja pelayanan mengenai penempatan titik lokasi halte diperoleh 72 titik dengan 10 titik lokasi yang telah memiliki halte, untuk itu diperlukan peraturan dan meningkatkan  prasarana halte. Sedangkan hasil analisis jam operasi didapatkan jumlah armada yang beroperasi tidak sesuai dengan SK Dirjen sehingga perlu adanya penyesuaian jumlah armada.