Edi Safitri
Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Unisia

Persoalan Pangan dan Keamanan Pangan Dalam Perspektif Ormas K eagamaan di Indonesia (Studi Kasus di NTB dan Yogyakarta) Edi Safitri
Unisia Vol. 33 No. 73 (2010): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol33.iss73.art7

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan dan menawarkan suatu yang baru tentang cara melihat isu keamanan pangan nasional. Yang ditawarkan penelitian ini adalah melakukan reformulasi fi qh pangan untuk mendukung food safety education program. Kekhasan dari penelitian ini adalah melihat isu kemanan pangan berbasiskan legitimasi agama. Di tengah masyarakat Indonesia yang masih kental dengan tradisi agama, pendekatan berbasis agama untuk memecahkan problem-problem riil di masyarakat sangatlah penting, termasuk dalam hal isu keamanan pangan ini. Sebab, masyarakat selalu dan masih menoleh agama sebagai inspirasi sikap dan gerakannya setiap hari. Kebaruan yang ditawarkan oleh penelitian ini, melihat respon fi qh dan kalangan agama (dengan mengambil wilayah NTB, dan Yogyakarta) menyikapi isu keamanan pangan, dengan memakai pendekatan yang melampaui konsep halal-haram. Pendekatan interdisipliner dipilih untuk mereformulasi fi qh pangan ini, dengan pertimbangan bahwa dalam melihat problem sosial, agama (termasuk fi qh) tidak boleh melepaskan diri dari disiplin ilmu yang lain, seperti kesehatan, gizi, kimia dan lain-alin; dan di sisi lain agama harus bisa memecahkan dan menjawab problem riil di masyarakat dengan arif dan kontekstual. Berdasarkan temuan, respon fi qh dan kalangan agamawan yang berada di Ormas keagamaan( NU, Muhamdaiyah, Nahdlatul Wathan dan MUI) ternyata masih belum beranjak dari paradigma halal-haram sebagaimana terumuskan dalam fi qh klasik. Pendekatan semacam ini jelas kurang memadai menjawab persoalan pangan dan keamanan pangan yang kian komplek sekarang ini.