Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HAK WARIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA Jainuddin, Jainuddin; Putri, Kasturi Salsabila
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2623

Abstract

Anak berkebutuhan khusus di kecamatan wera oleh sebagian masyarakatnya di anggap sebagai anak yang berkekurangan baik dari fisik maupun keterbelakangan mentalnya, sehingga menimbulkan perlakuan yang tidak adil terhadap anak berkebutuhan khusus terlebih dari segi warisan, anak berkebutuhan khusus tetap mendapatkan warisan peninggalan orang tuanya tetapi tidak diberikan sesuai dengan bagian yang seharusnya sesuai dengan syariat islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian Hukum Empiris yaitu penelitian yang dilakukan langsung dengan instrumen penelitian berbentuk wawancara terhadap para orang tua serta wali dari anak berkebutuhan khusus, tujuan peneliti melakukan penelitian ini agar peneliti memahami dan mengetahui sepenuhnya bagaimana perlakuan orang tua atau wali anak berkebutuhan khusus dalam memenuhi serta memberikan hak yang harus di dapatkan oleh anak berkebutuhan khusus. Di Kecamatan Wera Kabupaten Bima orang tua dan wali dari anak berkebutuhan khusus masih memiliki pemahaman yang minim mengenai anak berkebutuhan khusus, sehingga dalam pembagian warisannya tidak diberikan dengan adil walau seperti itu dalam proses pengelolaan harta warisan dari anak berkebutuhan khusus tetap diterapkan sesuai dengan ketentuan dalam islam, yaitu menggunakan warisan itu untuk keperluan anak berkebutuhan khusus.
Implikasi Hukum Terhadap Hak Anak: Analisis dari Status Anak di kartu Kerluarga (Studi Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima) Jainuddin, Jainuddin; Yulianti, Mawarni; Hidayatullah, Syarif
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i2.3456

Abstract

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan dengan pengamatan langsung dilokasi penelitian dan objek yang diteliti.Peneliti menggunakan metode empiris karena ingin mengkaji dari segi kejadian dilapangan. Selain itu penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelah teori, konsep, asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kasus ini. Penelitian ini tidak hanya bergantung pada teori atau doktrin hukum, tetapi juga pada fakta-fakta yang ada dalam situasi nyata. Implikasi hukum terhadap hak anak dalam pemalsuan kartu keluarga bahwa perbuatan mengubah/menambah/mengurangi isi dokumen dalam kartu keluarga(KK) dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat. Dalam KUHP baru yaitu UU 1/2023 pasal 391, setiap orang yang membuat secara tidak benar atau memalsu surat jika penggunaan surat tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat, maka dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau pidana denda paling banyak 2 miliar.
Implementasi Digital Marketing Sebagai Strategi Pemasaran Guna Meningkatkan Daya Saing UMKM Fashion di Sila Perspektif Ekonomi Islam M. Dandi Delas Putra; Umar Sagaf; Jainuddin
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 6 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i6.7858

Abstract

The number of MSME players who market their products using traditional methods and MSME players in sila are still lacking in integrating Islamic economic principles in implementing digital marketing such as honesty, social justice, and gharar in online transactions which make it difficult for MSME players to reach a wider market. So this research aims to find out the Implementation of Digital Marketing as a Marketing Strategy to Increase the Competitiveness of Fashion MSMEs in Sila Islamic Economic Perspective. This research will be conducted in Sila, Bima Regency, West Nusa Tenggara. This research uses Qualitative Research with a Descriptive Approach. Data Collection Techniques are Observation, Interview and Documentation. Data Analysis Techniques are Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. Based on the results of this study, Digital marketing has proven to be an effective tool to increase the competitiveness of fashion MSMEs in Sila, both in terms of increasing sales, brand awareness, and market reach.
KULTUR KELUARGA ISLAM DENGAN FENOMENA PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR (Studi Kasus di Desa Pai Kecematan Wera Kabupaten Bima) Ifan; Jainuddin; Syarif Hidayatullah
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 6 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/usrah.v6i3.1956

Abstract

In addition to exploring the impact of Islamic family culture on the societal phenomena of underage marriage, this research seeks to ascertain the legal ramifications of making underage marriages lawful.  This research takes a descriptive qualitative tack, gathering information by methods such as participant observation, in-depth interviews, and document reviews.  The study's findings show that underage marriage in PAI Village, Wera District, Bima Regency, is a multi-faceted issue affected by many economic, social, cultural, and legal viewpoints. This practice has multidimensional impacts, including the breakdown of education, economic hardship, and health risks for mothers and babies. A holistic approach that integrates economic empowerment, religious education, and changes in social norms is needed to address this issue and build a sakinah family.  
Persepsi Masyarakat Tentang Perbankan Syariah: Studi Kasus pada Desa Mbawa Kecematan Donggo Kabupaten Bima Dede Gunawan; Ihwan p. Syamsudin; Jainuddin
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 5 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i5.7734

Abstract

the lack of public knowledge about Islamic banks so that many experience misperceptions in the sharia values that exist in these Islamic banks.... So this research aims to find out the Public Perception of Islamic Banking (Case Study in Mbawa Village, Donggo District, Bima Regency). This research will be conducted in Mbawa Village, Donggo District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. This research uses Qualitative Research with a Case Study Approach. Data Collection Techniques are Observation, Interview and Documentation. Data Analysis Techniques are Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. Based on the results of the study, it can be concluded that this research shows that the perception of the Mbawa Village community towards Islamic banking is still at the initial stage of understanding, where most people have a positive view of the existence of Islamic banks, although they do not fully understand the underlying principles. Basic concepts such as the prohibition of usury, the profit-sharing system, and contracts in financial transactions have not been fully understood in depth.
The Negative Impact of Broken Home Children in the Increase in Criminal Cases that Occur in Society in terms of Analysis of Islamic Family Law Gafar Efendi; Jainuddin Jainuddin; Muh. Yunan Putra
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i5.1038

Abstract

This study will examine the impact of broken home families on children's behaviour. The effect of a broken home family condition can be analysed by observing a person's patterns and attitudes in daily activities. The observation procedure used is library research, using sources such as journals, books, and e-books relevant to this article's topic. In the analysis process, data is reviewed through the stages of review, sorting, grouping, and categorising to understand the impact of broken home families on children in increasing criminal cases in the community. The results showed that there are impacts of broken home families, including psychological effects that affect children's social life, children's knowledge of the criminal world, and spiritual effects that affect their religious behaviour.
ISTIHSAN; ANALISIS HISTORIS PEMIKIRAN IMAM AS-SYAFI’I Jainuddin H. Tajudin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v1i1.65

Abstract

Imam Syafi’I rejected the concept of Istihsan based on his reason, if someone uses the Ihtihsan as his reason, so he has made a new syare’at. As known, Imam Syafi’I committed to use Al-qur’an, As-Sunnah, Ijma’ and Qiyas as the mind of his construction thinking. It was not born suddenly, but influenced by other elements. Imam Syafi’I is the great Muslim Figure known by multidiscipline knowladge; he developed the Hizza’s model in his thinking which influenced by shades of science at Madinah and Iraq. To know deeply, this research uses the historical-approach, it purposes to know more easy his thinking about Istihsan and how it was born. Besides, Imam Syafi’I was not rejected totally the concept of istihsan, but there are some reasons to receive it. Refer to it, Imam Syafi’I rejected the concept of istihsan because it was assumed using extra logically in Istimbat.
SISTEM POLITIK DAULAH/KERAJAAN: KONSEPSI, BENTUK PEMERINTAHAN DAN INSTITUSI POLITIK ALIRAN SYI’AH Jainuddin Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v2i2.408

Abstract

Perang Shiffin berakhir dengan arbitrase yang berakibat terbentuknya tiga fraksi politik waktu itu, pertama golongan khawarij, kedua golongan muawiyah, dan ketiga golongan Ali yang kemudian terkenal dengan sebutan Syi’ah. Kaum Syi’ah adalah pengikut setia Ali bin Abi Thalib. Keyakinan mereka yang amat tinggi kepadanya membawa kepada satu keyakinan bahwa Ali Bin Abi Thalib adalah al-Khalifah al-Mukhtar (khalifah terpilih) dari Nabi Muhammad Saw., karena dianggap sahabat terbaik di antara sahabat-sahabat lain. Artinya mereka meyakini bahwa yang berhak mengendalikan pemerintahan pasca Nabi meninggal adalah Iman; baik kepemimpinan politik maupun kepemimpinan spiritual (agama). Dan jabatan Imam adalah istimewa ahlul al-bait (keluarga Nabi), yaitu Ali Bin Abi Thalib dan keturunanya. Dalam hubungan ini al-Muzaffar mengatakan “kami meyakini bahwa Imamah adalah salah satu ajaran Islam yang fundamental (ushul al-din), dan keyakinan seseorang tak pernah menjadi sempurna tanpa meyakini imamah itu”. Tulisan ini mengupas sisi lain dari perkembangan aliran politik syi’ah dalam peradaban Islam. Tulisan ini menggunakan pendekatan sejarah dan sosiologi Politik. pergolakan politik mazhab Syi’ah dalam pentas sejarah Islam melahirkan paham dan sekte-sekte yang beragam dan saling berseberangan. Para pemimpin dalam sekte Syi’ah saling mengklaim dan berebut pengaruh untuk mendapatkan pengikut dari dulu hingga sekarang. harus diakui dalam peta sejarah Islam Mazhab Syi’ah telah mampu membangun sebuah peradaban dan memberikan kontribusi dalam peradaban Islam ketika mazhab Syi’ah Ismailiyah membangun dinasti Fatimiyyah di mesir. Konsep Imamah dalam Mazhab Syi’ah merupakan konsep yang mempercayai Ali bin Abi Thalib yang berhak menggantikan posisi Nabi Muhammad sebagai pemimpin agama dan pemimpin Negara dari pada sahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman. Sebagian sekte-sekte tersebut tidak mengakui akan kepemimpinan Abu Bakar. Umar, dan Utsman dan menganggap mereka telah merampas hak Ali bin Abi Thalib sebagai penerima wasiat dari Nabi. Namun di sisi lain sekte-sekte syi’ah ada juga yang mengakui dan menerima kepemimpinan Abu Bakr, Umar, dan Utsman, sebagaimana halnya Syi’ah Zaidiyah namun tidak semua pecahan dari sekte Zaidiyah ini memiliki satu pendapat tentang hal demikian.
PEMBAGIAN WARIS PADA MASYARAKAT BIMA DI TINJAU DARI ASPEK SOSIOLOGI HUKUM Jainuddin Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v3i1.457

Abstract

Pembagian waris pada masyarakat Bima sangat mengedepankan asas hukum Islam yang dianggap sebagai yang utama untuk menyelesaikan persoalan waris tersebut. Namun disisi lain juga justru persoalan warisan menjadi salah satu aspek yang menimbulkan perselisihan yang berimbas pada renggangnya silaturahmi antara sesama saudara kandung, paman, bibi, dan bukan saaudara kandung. Bahkan yang lebih parah lagi adalah mengklaim warisan milik anak yatim dan piatu hanya karena hubungan sedarah dengan orang tua anak tersebut. Perilaku tersebut disebabkan karena menganggap anak yang ditinggalkan tersebut tidak memiliki pendidikan atau pemahaman tentang masalah tersebut. Tulisan ini mencoba mengurai pola pembagian waris pada masyarakat Bima di tinjau dari aspek sosiologi hukum. Tulisan ini akan menggunakan pendekatan sosiologi Hukum dengan teori Hukum sebagai perilku sosial. Digunakan untuk melihat implementasi perubahan perilaku kehidupan masyarakat Bima dalam hal pembagian harta waris. Persoalan warisan menjadi salah satu aspek yang menimbulkan perselisihan yang berimbas pada renggangnya silaturahmi antara sesama saudara kandung, paman, bibi, dan bukan saaudara kandung. Bahkan yang lebih parah lagi adalah mengklaim warisan milik anak yatim dan piatu hanya karena hubungan sedarah dengan orang tua anak tersebut. Dalam pembagian warisan, ada kecenderungan yang dilakukan oleh masyarakat, bahwa tanah warisan yang dibawah oleh bapak akan diwariskan kepada anak laki-laki jika punya anak laki-laki; sedangkan tanah warisan yang dibawah oleh ibu cenderung menjadi bagian warisan anak perempuan, kecuali tidak ada anak perempuan turun ke anak laki-laki dan sebaliknya. Namun ada juga pembagian warisan dilakukan berdasarkan atas dasar kesepakatan bersama tanpa membedakan haarta bawaan masing-masing (suami atau istri).
ISLAM DAN POLITIK ORDE LAMA; “DINAMIKA POLITIK ISLAM PASCA KOLONIAL SEJAK KEMERDEKAAN SAMPAI AKHIR KEKUASAAN SOEKARNO” Jainuddin Jainuddin
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v3i2.470

Abstract

Setelah mengeluarkan dekret, Soekarno yang sudah terobsesi untuk menjadi penguasa mutlak di Indonesia, memaksa pembubaran partai Masyumi pada 17 Agustus 1960. Pemberlakuan Demokrasi Terpimpin oleh Soekarno ternyata menimbulkan respon yang beragama dari kalangan partai Islam. Ahmad syafi’i ma’arif membagi era Demmokrasi Terpimpin ini menjadi periode kristalisasi dan Periode Kolaborasi. Periode kristalisasi ditandai dengan pemilihan kawan dan lawan, pendukung dan oposisi terhadap kebijakan Soekarno tersebut. Sementara periode kolaborasi ditandai dengan kerja sama partai-partai Islam yang ikut bersama demokrasi terpimpin, termasuk dengan komunis, yang merupakan salah satu pilar penyangganya. Islam dipandang sebagai salah satu unsur Nasakom dengan NU sebagai wakil utamanya, Partai-partai Islam yang lain dalam menghadapi berbagai isu politik lebih banyak meniru gaya NU sebagai kekuatan Islam terbesar saat itu.