Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Pencegahan Dan Penularan Hiv-Aids Pada Remaja Di Kabupaten Sidrap Darmawansyah, Darmawansyah
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.436 KB)

Abstract

Kabupaten Sidrap menembus angka 94 kasus HIV-AIDS. Masalah HIV/AIDS di Kabupaten Sidrap diyakini bagaikan fenomena gunung es karena laporan resmi jumlah kasus tidak mencerminkan masalah yang sebenarnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang peegahan dan penularan HIV/AIDS. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memberikan informasi kepada remaja melalui penyuluhan dan memberikan kesempatan kepada remaja untuk memberikan umpan balik.Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) berupa Penyuluhan HIV-AIDS Pada Kelompok Remaja di Kabupaten Sidrap berlangsung pada tanggal 30 Agustus 2016 selama 4 jam di Aula Kantor Dinas Pendidikan di Kabupaten Sidrap. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 57 orang pelajar SMU se kota Sidrap dari 50 orang yg direncanakan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Rektor Universitas Hasanuddin, ketua dan sekretaris LPPM Unhas, Ketua Senat Akademik Unhas serta Bupati Kabupaten Sidrap dan nyonya serta Kepala SKPD se Kabupaten Sidrap.
Potensi Pemanfaatan Limbah Isi Rumen Sapi Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman (Studi Pada Tanaman Terung Solanum melongena L.) Wijayanto, Teguh; Kandari, Aminuddin Mane; Darmawansyah, Darmawansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.267 KB) | DOI: 10.37149/4778

Abstract

Rumen’s animal waste is usually abundant in quantity.  The rumen is not only a store house of microbes that assist in the digestion of roughage in ruminant animals but it is also an important source of nutrient for crop plant. This study aimed to determine the effect of cow’s rumen waste on eggplant crop production. The study consisted of a single factor, the application of cow’s rumen contents, with 6 treatment levels, namely: R0 = Control (without giving cow's rumen); R1 = 5 tons cow’s rumen per hectare (3.6 kg per plot); R2 = 10 tons of cow's rumen per hectare (7.2 kg per plot); R3 = 15 tons of cow's rumen per hectare (10.8 kg per plot); R4 = 20 tons of cow's rumen per hectare (14.4 kg per plot); R5 = 25 tons of cow’s rumen per hectare (18 kg per plot); and R6 = 30 tons of cow’s rumen per hectare (21.6 kg per plot). The study was based on Complete Randomized Block Design (CRBD), which consisted of three blocks, so overall consisted of 21 experimental units. The results showed that the application of cow's rumen waste gave a very significant effect on the weight of eggplant fresh fruit, fruit diameter, fruit number, and gave significant effect on fruit length. The application of cow’s rumen with a dose of 25 tons per hectare (18 kg per plot) resulted in the highest agronomic results for eggplant production, which was 28.85 tons per hectare, or equivalent to 20.77 kg per plot. But economically, rumen dose of 15 tons per hectare (10.8 kg per plot) has given the best results, with production per hectare of 21:39 tons, or equivalent to 15.4 kg per plot.
MIXED METHODS RESEARCH STUDY KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU PADA PEKERJA TAMBANG EMAS TRADISIONAL (STUDI DI LEBONG TAMBANG BENGKULU) Darmawansyah, Darmawansyah; Wulandari, Wulandari; Diniarti, Fiya
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v5i3.6789

Abstract

ABSTRAKPenyakit tuberkulosis paru penyebab utama kecacatan dan kematian. Data dari WHO menunjukkan tahun 2017 kasus TB Paru sebanyak 10 Juta, dimana angka kematiannya sebesar 1,6 kasus. Kasus TB Paru di Indonesia mengalami peningkatan tiap tahunnya, tahun 2015 sebesar 130 per 100.000 penduduk, 2016 sebesar 139 per 100.000 penduduk, dan 2017 sebesar 161 per 100.000 penduduk. Kasus tuberkulosis paru pada pekerja tambang emas tradisional di Kabupaten Lebong terjadi peningkatan, dari 32% (44 kasus) menjadi 37% (51 kasus). Tujuan penelitian membuktikan faktor risiko kejadian Tuberculosis paru pada pekerja tambang emas tradisional. Penelitian ini menggunakan Mixed Methods Research Study yaitu pedeketan kuantitatif dengan desain case control study dan pendekatan kualitatif dengan indepth interview. Sampel penelitian ini sebanyak 98 responden terdiri dari 49 kasus dan 49 kontrol pada pekerja tambang emas tradisional. Penelitian dilakukan di Desa Lebong Tambang pada tahun 2018. Metode pengambilan sampel dengan cara consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada pekerja tambang emas tradisional adalah melakukan kegiatan pengeboran batu tambang (p=0,001, OR=19,2; 95%CI=6,3-36,0) dan adanya riwayat kontak penderita tuberkulosis paru di pertambangan (p= 0,048, OR=3,3; 95%CI=1,0-10,9). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru yang paling kuat adalah melakukan kegiatan pengeboran batu tambang emas.Kata-kata kunci: Tuberculosis paru, tambang emas tradisionalABSTRACTPulmonary tuberculosis is a major cause of disability and death. Based on WHO in 2017 there was 10 million case of pulmonary tuberculosis, with 1.6 cases of mortality. The incident of pulmonary tuberculosis in Indonesia have been increased every year, in 2015 there were 130 cases per 100.000 population, in 2016 there were 139 cases per 100.000 population, and in 2017 there was 161 cases per 100.000 population. The incidence of pulmonary tuberculosis of traditional gold mine workers in Lebong Regency have increased from 32%(44 cases) to 37% (51 cases). The aim of this study is to prove the risk factors for the incidence of pulmonary tuberculosis in traditional gold mining workers. This study utilized Mixed Method which is quantitative approach using case control study and qualitative approach using indepth interview. The samples of this study were 98 respondents consisting of 49 cases and 49 controls in traditional gold mining workers. This study was conducted at Lebong Tambang Village in 2018. Sampling method used is consecutive sampling. Data analysis was done by using chi square test and multiple logistic regression. Risk factors on the incidence of pulmonary tuberculosis in traditional gold mining workers are mine drilling activities (p= 0.001, OR = 19.2; 95% CI = 6.3-36.0) and contact history of pulmonary tuberculosis patients in mining (p= 0.048, OR = 3.3; 95% CI = 1.0-10.9). The strongest risk factor of pulmonary tuberculosis is carrying out gold mine drilling activities.Keywords: Pulmonary tuberculosis, traditional gold mining
PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Darmawansyah, Darmawansyah
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 11 No. 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v11i2.475

Abstract

The formation of personality is very meaningful, parents as the first personal coach in a child's life. Parenting activities are not only how parents treat children, but how parents educate, guide and protect children from childhood to adulthood in accordance with the values, norms and culture of the community. Parenting children in Islamic law (hadhanah) is the responsibility of both parents who should get special attention as; take care of, care for, educate and raise children who are still small and cannot take care of themselves, also parents should supervise children who are aged 7-18 years (adolescents) or the period after mumayyiz of things that are prohibited by Shari'ah, other than that in carrying out the duties of his hadhanah every parent must always be guided by Islamic rules based on the Qur'an and Al-Hadith.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA DENGAN KEBERHASILAN STBM PILAR STOP BABS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG LEAK KABUPATEN LEBONG WULANDARI, WULANDARI; DARMAWANSYAH, DARMAWANSYAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah sebuah pendekatan dan paradigma baru untuk pembangunan sanitasi di Indonesia yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan perubahan perilaku.Buang air besar di tempat terbuka merupakan masalah kesehatan dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian.Penduduk dengan kepemilikan jamban sehat sebesar 58,7% di Kabupaten lebong. Hal ini masih jauh dari target pembangunan nasional sebesar 80%. Data menunjukkan sebesar 77% masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Talang Leak melakukan Buang Air Besar Sembarangan di sungai dan parit,dan hasil survey pendahuluan menunukkan dari 10 responden sebanyak (70%) responden yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) melakukan BABs di sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan kepala keluarga dengan keberhasilan STBM Pilar Stop BABs di Puskesmas Talang Leak Kabupaten Lebong.Desain penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatancross sectional, jumlah sampel sebanyak 95 kepala Keluarga dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan hampir sebagian responden (38,9%) dengan pengetahuan cukup dan sebagian besar responden (65,3%) tidak berhasil melakukan STBM Pilar Stop BABs.Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kepala keluarga dengan keberhasilan STBM Pilar Stop BABs. Diharapkan hasil penelitian dapat menambah pengetahuan kepala keluarga terkait dengan STBM Pilar STOP BABs agar terhindar dari penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG SERAI KOTA BENGKULU DARMAWANSYAH, DARMAWANSYAH; WULANDARI, WULANDARI
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.Perspektif epidemiologi melihat kejadian penyakit sebagai hasil interaksi antar tiga komponen pejamu (host), penyebab (agent), dan lingkungan(environment). Salah satu faktor yang memepengaruhi kejadian Tb paru adalah tingkat pengetahuan.Berdasarkan data dari Puskesmas Padang Serai penderita TB mengalami peningkatan dari tahun ketahunnya, tahun 2017 sebanyak 30 kasus TB Paru, tahun 2018 sebanyak 61 kasus TB Paru dan tahun 2019 sebanyak 79 kasusTB paru BTA Positif.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan merupakan faktor risiko kejadian TB paru di Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu.Jenis penelitian yang digunakandeskriptif kuantitatifdengan rancangan Case Control. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sebanyak106 Responden yang terdiri dari 53 kelompok kasus dan 53 kelompok kontrol.Hasil penelitian sebagian besar dari responden (81,13%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil Analisis bivariat menunjukkkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu (p=0,001) OR:7,8795% CI (2,14-28,87). Diharapkan adanya peningkatan pengetahuan tentang Tuberculosis paru pada masyarakat agar lebih memahami pencegahan penyakit menular khususnya TB paru.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja steam di Kota Bengkulu Wijaya, M. Aldo; Habibi, Julius; Samidah, Ida; Darmawansyah, Darmawansyah
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v1i2.2943

Abstract

Dermatitis kontak iritan adalah peradangan pada kulit yang terjadi akibat terpajan oleh bahan iritan. Pekerja steam merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko mengalami dermatitis kontak iritan akibat penggunaan deterjen yang mengandung alkylbenzene sulfonate.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian steam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja cucian steam di Kota Bengkulu yang berjumlah 51 orang dan seluruhnya dijadikan sampel dalam studi ini (total sampling). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan alat bantu kuesioner. Setelah data terkumpul kemudian peneliti melakukan analisis data dengan menggunakan SPSS. Analisis data dalam penelitian ini ada 2 yaitu analisis univariat bertujuan untuk menghasilkan tabel distibusi dan persentase dari setiap variabel dan analisis bivariat bertujuan untuk menghasilkan hasil uji apakah ada atau tidak hubungan variabel independen (bebas) dengan variabel dependen (terikat) dengan mengunakan uji Chi square. Studi ini menyimpulkan APD, personal hygiene, riwayat atopi, bahan kontakan dan riwayat alergi berhubungan dengan dermatitis kontak irritant pada pekerja cucian steam. Disarankan kepada pekerja cucian steam agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu berupa saat bekerja diharuskan untuk menggunakan sarung tangan dan menjaga personal hygiene dengan baik seperti mencuci tangan dan kaki dengan air mengalir dan sabun setelah bekerja, sebelum dan setelah makan, serta menggunakan barang pribadi milik sendiri. Disarankan bagi pengelola untuk menyediakan sarana dan prasarana personal hygiene yang baik dan alat pelindung diri (sarung tangan) yang sesuai.
ANALISIS KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEGINIM KABUPATEN BENGKULU SELATAN Octafia, Hery; Darmawansyah, Darmawansyah; Nurdan, Jon Hendri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Data WHO prevalensi stunting tahun 2022 sebesar 33,6%. Prevalensi stunting di Asia tahun 2022 sebesar 33,0%. Data SSGI prevalensi stunting di Indonesia tahun 2022 sebesar 21,6%, angka tersebut masih diatas standar sebesar 20%. Provinsi Bengkulu data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting sebesar 19,8%, angka tersebut belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan 18,84%. Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang mengalami peningkatan angka prevalensi stunting dari 20,8% menjadi 23,2%. Data stunting di Puskesmas Seginim setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tujuan Penelitian untuk menganalisis Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional Study. Jumlah sampel pada penelitian adalah 78 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil : Hasil penelitian menunjukan sebagian kecil dari responden mengalami stunting sebesar 29,5%, sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan cukup sebesar 51,3%, sebagian kecil dari responden memiliki pendapatan < UMR sebesar 23,1%, hampir sebagian dari responden tidak ASI ekslusif sebesar 42,3%. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000), pendapatan (p=0,002), penyakit infeksi (p=0,007) dengan kejadian stunting di Puskesmas Seginim Bengkulu Selatan.Saran : Diharapkan dilakukan penelitian lanjutan dapat melihat faktor risiko yang lainnya dengan menggunakan desain dan analisis penelitian yang lebih mendalam.Kata Kunci    : Stunting, Pengetahuan, ASI Ekslusif, Penyakit Infeksi ABSTRACTBackground: The data from WHO, the prevalence of stunting in 2022 is 33.6%. The prevalence of stunting in Asia in 2022 is 33.0%. SSGI data on the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 is 21.6%, this figure is still above the standard of 20%. SSGI data of Bengkulu Province in 2022, the prevalence of stunting is 19.8%, this figure is not in accordance with the target that has been set at 18.84%. South Bengkulu Regency is one of the regency that has experienced an increase in the stunting prevalence rate from 20.8% to 23.2%. Stunting data at Seginim Health Center increases in every year. The aim of the research is to analyze the incidence of stunting among toddlers in the working area of Seginim Health Center, South Bengkulu Regency. Method: This research is a quantitative research using a cross sectional study design. The number of samples in the study was 78 respondents. The sampling technique used Simple Random Sampling. The analysis used is univariate and bivariate analysis with the chi-square test. Results: The research results showed that a small portion of respondents experienced stunting at 29.5%, the majority of respondents had sufficient knowledge at 51.3%, a small portion of respondents had income < minimum wage at 23.1%, almost half of the respondents did not breastfeed exclusively at 42.3%. There is a significant correlation between knowledge (p=0.000), income (p=0.002), infectious diseases (p=0.007) and the incidence of stunting at Seginim Health Center, South Bengkulu. Conclusion: It is hoped that further research can be carried out to look at other risk factors using more in-depth research design and analysis.Keywords: Stunting, Income, Knowledge, Exclusive Breastfeeding, Infectious Diseases.
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN TB PARU PADA PEKERJA TAMBANG EMAS DI KABUPATEN LEBONG Darmawansyah, Darmawansyah; Novega, Novega
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.403

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: TB Paru disebabkan Mycobacterium Tuberculosis. Kasus TB Paru sebesar 10 juta orang di seluruh dunia dan 1,5 juta orang penderita meninggal. Kasus TB Paru di Indonesia hingga berjumlah 842.000 kasus dan kematian akibat TB Paru sebesar 16%. Kasus TB Paru di Provinsi Bengkulu sebanyak 7.188 kasus serta angka kematian TB Paru selama pengobatan 100 kasus.  Kasus TB Paru di Kabupaten Lebong tahun 2020 tercatat 117 kasus TB Paru, tahun 2021 sebanyak 147 kasus dan pada tahun 2022 sebanyak 187 kasus, dimana 33%, terjadi pada pekerja tambang emas tradisional. Kondisi pertambangan emas tradisional yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan berisiko menjadi sumber penularan penyakit TB Paru. Penyakit TB Paru terjadi karena perilaku hidup yang tidak memprioritaskan kesehatan pada saat bekerja, kondisi didalam lubang pertambangan yang sempit. Tujuan penelitian untuk melakukan analisis perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas di Kabupaten Lebong.Metode: Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi seluruh pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong sebanyak 1.257 responden. Teknik Simple Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Pengetahuan pekerja tambang emas tradisonal sudah dikategorikan baik sebesar 63,9%. Perilaku pencegahan TB Paru pekerja tambang tradisional hampir seluruh responden berperilaku negatif sebesar 75,9%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan TB Paru pada pekerja tambang emas tradisional Kabupaten Lebong (Pvalue: 0,119).Saran: Pekerja tambang harus berperilaku positif dipertambangan seperti menggunakan alat pelindung diri pada saat berkerja, jaga jarak dengan penderita TB Paru, dan tidak merokok.Kata Kunci: TB Paru, Pekerja Tambang, Pengetahuan, Perilaku.                 ABSTRACTBackground: Pulmonary TB is caused by Mycobacterium Tuberculosis. Pulmonary TB cases amounted to 10 million people worldwide and 1.5 million sufferers died. Pulmonary TB cases in Indonesia have reached 842,000 cases and deaths due to pulmonary TB are 16%. Pulmonary TB cases in Bengkulu Province were 7,188 cases and the death rate for pulmonary TB during treatment was 100 cases.  In 2020 there were 117 cases of pulmonary TB in Lebong Regency, in 2021 there were 147 cases and in 2022 there were 187 cases, of which 33% occurred in traditional gold mining workers. Traditional gold mining conditions that do not meet health requirements will risk becoming a source of transmission of pulmonary TB disease. Pulmonary TB disease occurs due to lifestyle behavior that does not prioritize health when working, conditions in narrow mining pits. The aim of the research was to analyze pulmonary TB prevention behavior among gold mining workers in Lebong Regency.Method: Quantitative Research with a Cross Sectional Study design. The population of all traditional gold mining workers in Lebong Regency was 1,257 respondents. Simple Random Sampling Technique. The total sample was 108 respondents. Univariate analysis and bivariate analysis with Chi-Square test Results: The knowledge of traditional gold mining workers is categorized as good at 63.9%. The pulmonary TB prevention behavior of traditional mining workers, almost all respondents behaved negatively, amounting to 75.9%. There is no significant relationship between knowledge and pulmonary TB prevention behavior among traditional gold mine workers in Lebong Regency ( Pvalue: 0.119). Conclusion: Mining workers must behave positively in mining, such as using personal protective equipment when working, keeping their distance from pulmonary TB sufferers, and not smoking.Keywords: Pulmonary TB, Mining Workers, Knowledge, Behavior. 
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang Apriani, Rensi; Rohani, Tuti; Darmawansyah, Darmawansyah
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jkm.v2i1.178

Abstract

Exclusive breastfeeding for babies given by mothers turns out to have an important role, namely increasing the baby's body resistance. Therefore, it can prevent the baby from being attacked by various diseases that can threaten the baby's health. The purpose of this study was to determine the factors associated with exclusive breastfeeding at the Muara Pinang Inpatient Health Center, Empat Lawang Regency. The method used was analytical survey research with a cross sectional research design, data collected in the form of primary data by distributing questionnaires to mothers who have babies aged> 6-12 months at the Muara Pinang Inpatient Health Center, Empat Lawang Regency using simple random sampling technique as many as 57 mothers. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results of univariate analysis showed that more than half of the mothers had less knowledge, more than half of the mothers had working status, more than half of the mothers with unsupportive attitudes and more than half of the mothers whose families did not support. The results of bivariate analysis there is a relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding (p=0.006), there is a relationship between maternal employment status and exclusive breastfeeding (p=0.028), there is a relationship between maternal attitudes and exclusive breastfeeding (p=0.014) and there is a relationship between family support (husband) with exclusive breastfeeding (p=0.026). Researchers suggest to the health center that the results of this study can be used as additional data for the Inpatient Health Center in increasing the achievement of exclusive breastfeeding
Co-Authors A. Hafiz Abadi, Muh Yusri Abadi, Muhammad Yusri Agutina, Maya Diana Ahmad, Mardiana Amanda, Dea Susita Amin, Muhammad All Aminuddin Mane Kandari, Aminuddin Mane Amran Razak Anggraini, Ika Novia Anggraini, Nova Apriani, Rensi Aprianti , Delta Arifin Arifin Arsyad Rahman Astuti, Rika Mulya Aulia, Ebik Azissah, Danur Bagaswara, Azi Balqis Balqis Birawa, Rio Aristo Budu - Candra, Heri Darhamsyah, Darhamsyah diniarti, fiya Edi Santosa Efendi, Heru Emi Pebriani Erpina, Popi Fajrin, Muhammad Al Fauzan, Moh Rizki Febriani, Emi Febriyanti, Fitria Fikitri Marya Sari Gusnawati F, Riska Gustian, Tedi Gustiana, Sika Mana Habibi, Julius Hairil Akbar Handayani, Tita Septi Hanila, Rese Hatta, Herman Hermawati, Dwi Hermiati, Dilfera Hikmah Hikmah Indar indar Indarty Moedjiono, Apik Indriani, Vira Ardita Jainuddin Jaya, Donal Jayanti, Riski Jihadi, Muhammad Jumrah Jumrah Kadir, Sultan A Khatimah, Khusnul M A Chozin M. Yamin Maharani, Fera Sepi Handaryanti Maharani, Nanda Mappajanci, Masni Marzuki, Dian Saputra Meriyansyah, Meriyansyah Milanisti, Anggi Yanda Putri Misnawati, Andi Muh Arif, Muh Muhammad Alwy Arifin Muhammad Rifial Muhammad Syafar Nia Rahmawati, Nia Novega, Novega Novelia Novelia, Novelia Nurdan, Jon Hendri Nuvriyanti, Liza Octafia, Hery Octavia, Hery Pebrianti, Nesa Pratama, Cindi Rahmatia Rahmatia, Rahmatia Rayani, Desma Retni Retni Risana, Dyah Ritonga, Arya Widura Rizki, Kemas Rosa, M Khairul Amri Rosdiana Rosdiana Rosita Rosita Rossita, Taufianie S. Otoluwa, Anang Samidah, Ida Saputra, Yopi Sari , Lola Anma Sari, Fikitri Marva Sari, Fikitri Mrya Sari, Hartini Saputri Endang Sari, Sandri Fatika Saru, Amaliah Amriani Amran Sepriwendi, Sepriwendi Sianturi, Saidah Sonia I, Putri Suci Rahmadani SULASTRI, MEPI Surahman, Feri Surahman, Fery SUSANTI, MERI EPRIANA Sutadi Lanyumba, Fitrianty Sutriyawan, Agung Suyanto, Jipri Teguh Wijayanto Theresiana, Yunita Tranado, Hengki Tuti Rohani, Tuti Wanti , Sindi Silviya Wijaya, M. Aldo Wulandari Wulandari Yulianti , Syami Yuniarsih, Tri Yuniarti, Elza Yusran Fauzi Yusran Fauzi Zantika, Ninalia