Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum L.) TERHADAP Salmonella typhi Rakhmadhan Niah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit tersebut merupakan penyebab kematian terbanyak dengan jumlah kasus sebanyak 22 juta per tahun di dunia dan menyebabkan 216.000-600.000 kematian. Pengobatan Salmonella typhi menggunakan antibiotik yang biasanya menyebabkan efek samping yang sering merugikan kepekaan pasien terhadap penggunaan antibiotik. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mencari alternatif pengobatan dari bahan alam, seperti daun karamunting. Tanaman tersebut diduga memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tannin, fenol dan saponin. Daun karamunting merupakan obat tradisional yang sering digunakan penduduk Kalimantan sebagai pengobatan demam tifoid. Namun berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan kadar zat aktif dimasing-masing wilayah Kalimantan dapat mempengaruhi efektivitas terhadap pengobatan demam tifoid. Berdasarkan kajian tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas metabolit sekunder ekstrak etanol 96% daun karamunting didaerah Hulu Sungai Selatan terhadap Salmonella typhi penyebab demam tifoid. Penelitian dilakukan menggunakan metode sumuran dan hasil dianalisis melalui SPSS.Berdasarkan hasil tersebut, terlihat yang memiliki daya hambat tertinggi berturut-turut adalah kontrol positif (22,83 mm) kategori sangat kuat, konsentrasi 20% ekstrak etanol daun karamunting (11,43 mm) kategori kuat, konsentrasi 10% ekstrak etanol daun karamunting (6,00 mm) kategori sedang dan konsentrasi 5% ekstrak etanol daun karamunting (1,98 mm) kategori lemah.
Optimasi Ekstrak Daun Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dari Berbagai Pelarut sebagai Antibakteri Tifoid Rakhmadhan Niah; Dwi Rizki Febrianti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan Salmonellosis menggunakan antibiotik yang dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, kerusakan organ hati, ginjal dan resistensi dalam penggunaannya. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif senyawa baru sebagai antibiotik dengan efektivitas besar, efek samping kecil dan harga terjangkau. Daun Karamunting diduga memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tannin, fenol dan saponin. Namun perlu dikembangkan pemanfaatan daun karamunting dalam bentuk ekstrak dengan pemilihan pelarut yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah mengoptimasi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L.)  dari berbagai pelarut sebagai antibakteri Salmonella typhi penyebab demam typhoid.Penelitian dilakukan menggunakan metode difusi cara sumuran. Parameter yang digunakan pada penentuan aktivitas antibakteri yaitu zona hambat yang terbentuk. Konsentrasi yang digunakan adalah 2,5%b/v, 5%b/v, 10%b/v dan 20%b/v. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS versi 16.Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa pada kelompok konsentrasi yang memiliki daya hambat tertinggi berturut-turut adalah konsentrasi 20% ekstrak metanol (24,24 mm), kontrol positif (22,83 mm), konsentrasi 10% ekstrak metanol (16,37mm), konsentrasi 5% ekstrak metanol (10,75 mm), konsentrasi 20% ekstrak N-Heksane (6,06 mm), konsentrasi 10% ekstrak N-Heksane (2,09 mm), konsentrasi 5% ekstrak N-Heksane (1,14 mm ), konsentrasi 2,5% ekstrak metanol (1,14 mm) dan konsentrasi 2,5 % ekstrak N-Heksane tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Salmonela typhi.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT JERUK SIAM BANJAR (Citrus reticulata) Dwi Rizki Febrianti; Novia Ariani; Rakhmadhan Niah; Rahmatul Jannah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif telah menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. menghindari dampak negatif dari radikal bebas maka diperlukan antioksidan. Kulit jeruk siam banjar diekstraksi menggunakan metode maserasi, proses ekstrasksi dengan pelarut metanol. Tujuan dari penelitan adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit jeruk siam banjar meggunakan metode DPPH. Metode yang digunakan spektrofotometer UV-Visible, dimana hasil dari absorbansi dimasukkan dalam rumus persen aktivitas antioksidan. Setelah didapatkan persen aktivitas antioksidan dilakukan perhitungan IC50 menggunakan regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit jeruk siam banjar mengandung Antioksidan yaitu 175 ppm (14,01%), 200 ppm (22,25%), 225 ppm (31,73%), 250 ppm (45,32%), 275 ppm (54,53%) dengan nilai IC50 sebesar 264 ppm.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA (Spatholobus littoralis Hassk.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE Noverda Ayuchecaria; Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera; Rakhmadhan Niah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i1.478

Abstract

Bajakah tampala (Spatholobus littoralis Hassk) is one of the most widely grown plants in Central Kalimantan but has not been widely used. This plant has been empirically used to treat various diseases by the Dayak community. Efficacy obtained is suspected due to the presence of various phenol compounds in the plant. But until now there has been no further research to determine the levels of phenols contained therein. This study aims to determine the total phenolic levels in the stem of the Spatholobus littoralis Hassk. Phenolic compounds in the stem are extracted using maceration method with ethanol solvent. Total phenolic levels were determined using the UV-visible spectrophotometric method with Follin-Ciocalteau reagents and as a comparison used gallic acid. The results showed that in phytochemical screening, the stem extracts were contained phenolic compounds, tannins and saponins. Whereas in the quantitative examination it can be concluded that the average total phenolic content of the stem of the Bajakah extract with a concentration of 500 ppm is 12.33 mg GAE/g.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEPAT (Mitragynaspeciosa) DAN DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L.) Rakhmadhan Niah; Dwi Rizki Febrianti; Novia Ariani
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i2.586

Abstract

Sepat leaaf (Mitragynaspeciosa) and dadangkak leaf (Hydrolea spinosa L.) are native plants of South Kalimantan. These plants have high phenolic and flavonoid content. The content of these secondary metabolites is thought to have antioxidant activity. Phenolic compounds and flavonoids work through free radical scavenging mechanisms and reduce oxidative stress. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of sepat leaf and dadangkak leaf using the DPPH (1,1-diphenyl-2picrylhydrazyl) method. Sepat and dadangkak leaf extracts were prepared by maceration method using 96% ethanol as a solvent. The extract obtained was tested for antioxidant activity using the DPPH (1,1-diphenyl-2picrylhydrazyl) method. The results showed that the antioxidant activity was very strong (<50 ?g / mL) in the ethanol 96% extract of sepat leaf with a value of 39.04 ?g / mL and the ethanol extract 96% of dadangkak leaf with a value of 41.84 ?g / mL.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanolik Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitr Novia Ariani; Dwi Rizki Febrianti; Rakhmadhan Niah
Jurnal Pharmascience Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8080

Abstract

ABSTRAK Tanaman kemangi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengobatan infeksi khususnya bagian daun. Hal ini dikarenakan daun kemangi memiliki senyawa aktif seperti minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoid, triterpenoid, steroid, tannin dan fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas, mengetahui diameter zona hambat dan mengetahui klasifikasi kekuatan aktivitas daya hambat antibakteri ekstrak etanol daun kemangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode difusi lubang sumuran dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling.  Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, sedangkan untuk kontrol positif digunakan klindamisin 30µg, dan kontrol negatif yang digunakan etanol 96%. Hasil diameter zona hambat yang terbentuk diukur dengan jangka sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter rata-rata yang didapat dari setiap perlakuan yaitu 100% (10,08 mm), 80% (8,10 mm), 60% (6,49 mm), 40% (4,29 mm), 20% (2,26 mm), dan sebagai klasifikasi kekuatan aktivitas daya hambat antibakteri yaitu pada konsentrasi 100% kuat, 80%-60% sedang dan 40%-20% lemah. Kata Kunci : Daun kemangi, Ekstrak, Difusi, Staphylooccus aureus  ABSTRACT Part of the basil plant (Ocimum sanctum L.) that widely used by people for treatment of infections is basil leaves. This is because basil leaves have active compounds such as essential oils, alkaloids, saponins, flavonoids, triterpenoids, steroids, tannins and phenols which can inhibit bacterial growth. This research aimed to find out the presence or absence of activity, to determine the diameter of the inhibitory zone and the classification of antibacterial mention against what the name of bacterial is activity of ethanol extract of basil leaves. The type of this research is experimental research with a well diffusion method with sampling technique is purposive sampling. The concentration of extracts used were concentrations of 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, while as positive control is  clindamycin 30µg, and the negative control used 96% ethanol. The resulting diameter of the inhibition zone is measured by the calipers.  The results showed that the ethanol extract of basil leaves had an activity in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an average diameter obtained from each treatment that was 100% (10,08mm); 80% (8,10mm); 60% (6,49mm); 40% (4,29mm); 20% (2,26mm), and as the antibacterial activity classification, that were strong in 100% of extract concentration, medium in 60-80% of extract concentration, and weak in 20-40% of extract concentration. Keywords : Basil leaf, Extract, Diffusion, Staphylooccus aureus
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah Super (Hyclocereus costaricencis) Rakhmadhan Niah; Riki Nirwan Baharsyah
Jurnal Pharmascience Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v5i1.5781

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara penghasil tanaman buah naga, terutama daerah tropis. Kalimantan Selatan meruakan salah satu daerah yang menghasilkan buah naga, terutama buah naga super yang berwarna merah. Buah naga merah super (Hyclocereus Costaricencis) banyak diperdagangkan dalam bentuk cemilan, minuman jus dan pewarna. Tiga puluh lima persen bagian buah naga tersebut adalah kulit buah yang merupakan produk sampingan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya dibuang menjadi sampah. Kulit buah naga diduga memiliki kadar flavonoid yang besar seperti daging buah yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui % aktivitas antioksidan dan nilai IC50 yang terdapat pada ektrak kulit buah naga merah super. Penelitian ini menggunakan spektofotometri dengan reagen DPPH pada ektrak kental yang terbagi menjadi konsentrasi 1%, 0,5%, ,25%, 0,125%, dan 0,0625%. Pengukuran aktivitas antioksidan dinilai sampai diperoleh IC50 dengan memasukan nilai y (y=50) pada persamaan garis y = bx + a. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai % aktivitas paling besar terdapat pada konsentrasi 1 % yaitu sebesar 36,73 % dan nilai % aktivitas paling rendah adalah pada konsentrasi 0,0625% yaitu sebesar 10,48%. Nilai IC50 yang didapat sebesar 1,583 % atau 15.830 ppm dengan katagori aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Kata Kunci : Kulit Buah Naga Merah Super, Antioksidan, DPPH ABSTRACT Indonesia was the country plants producing fruit, especially the tropics. South Kalimantan is one of the areas that produce the fruit, especially the super Dragon fruit red. Super Dragon fruit Red (Hyclocereus Costaricencis) lots traded in the form of snacks, drink juice and coloring. Thirty-five percent of the parts of the Dragon fruit is fruit leather is a byproduct of untapped optimally and often simply dumped into the garbage. The peel of the fruit is suspected of having large levels of flavonoids such as fruit that can be used as an antioxidant. This research aims to know the percent of antioxidant activity and IC50 values contained on the super Red Dragon fruit extract peel leather. This research use reagents with the DPPH spektofotometri on ekstract which is divided into a thick concentration of 1%, 0.5%, .2,5 %, 0.125% and 0.0625%. Measurement of antioxidant activity assessed until retrieved with IC50 value is input y (y = 50) in the equation of the line y = b x + a. The results showed that the value of % activity concentration is present on most 1% i.e. of 36.73% and % the lowest activity was at a concentration of 0.0625% i.e. of 10.48%. IC50 values obtained amounted to 1.583% or 15,830 ppm with the requirement of the antioxidant activity is very weak. Keyword : Super dragon fruit red peel, Antioxidant, DPPH
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah Daerah Pelaihari, Kalimantan Selatan Dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Rakhmadhan Niah; Helda Helda
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5736

Abstract

Stres oksidatif merupakan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif mulai dari tingkat sel, jaringan, hingga ke organ tubuh. Stres oksidatif dapat diatasi dengan antioksidan alami, seperti kulit buah naga merah yang mengandung antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persen aktivitas antioksidan dan IC50 dari ekstrak etanol kulit buah naga merah. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Analisis data yang dihasilkan berupa persen aktivitas antioksidan dan nilai IC50 dari ekstrak etanol kulit buah naga merah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit buah naga merah dengan konsentrasi 0,0625; 0,125; 0,25; 0,5; dan 1 gram/100 mL memberikan persentse aktivitas antioksidan dengan rata-rata masing-masing sebesar 6,468%; 9,738%; 12,286%; 13,141% dan 20,867%. Ekstrak etanol kulit buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 3,14 gram/100 ml. Kata kunci : kulit buah naga, antioksidan, DPPH
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk Siam Banjar (Citrus reticulata) Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa Dwi Rizki Febrianti; Yugo Susanto; Rakhmadhan Niah; Siti Latifah
Jurnal Pharmascience Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i1.6070

Abstract

ABSTRAK Jeruk siam yang berkembang di Kalimantan Selatan telah dikukuhkan menjadi varietas unggul nasional dengan nama jeruk siam Banjar. Kulit jeruk belum dimanfaatkan secara optimal hanya dibuang sebagai limbah. Kulit jeruk mengandung beberapa senyawa salah satunya mengandung senyawa aktif minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar (Citrus reticulata) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. metode penarikan minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar menggunakan metode destilasi air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar diperoleh sebanyak 10 mL (0,58%), berwarna kuning, aroma khas jeruk, bentuk cair, rasa getir dan tidak ada noda transparan. Hasil penelitian uji aktivitas menunjukkan minyak atsiri kulit jeruk siam Banjar dapat menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Pada volume 50 µL, 75 µL, dan 100 µL minyak atsiri kontrol positif (ciprofloxacin) sedangkan kontrol negatif (aqua pro injection). diameter zona bening disekitar cakam  dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan beturut-turut 3,55 mm, 4,54 mm, 5,14 mm, 22,38 mm, dan 0 mm. Kata kunci: Kulit jeruk siam Banjar (Citrus reticulata), Minyak atsiri,  Pseudomonas aeruginosa. ABSTRACT Jeruk siam that develop in South Kalimantan have been confirmed as national superior varieties by the name of jeruk siam banjars. Citrus skin has not been used optimally only as waste. Orange peel contains several compounds, one of which contains active compounds of essential oils. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of essential oils of jerk siam banjars skin (Citrus reticulata) to the growth of Pseudomonas aeruginosa. method of withdrawal of jeruk siam banjars essential oil using a water distillation method. Antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method against the bacterium Pseudomonas aeruginosa. The results showed that 10 mL (0.58%) of essential oil from the jeruk siam banjars, yellow, orange aroma, liquid form, bitter taste, and no transparent stains. The results of the activity test showed that the essential oil of the skin of the jeruk siam banjars could inhibit the growth of the bacterium Pseudomonas aeruginosa. At the volume of 50 µL, 75 µL, and 100 µL of essential oil control positive (ciprofloxacin) while the negative control (aqua pro injection). the diameter of the clear zone around the paper disk with the average diameter of the inhibition zone produced was 3.55 mm, 4.54 mm, 5.14 mm, 22.38 mm and 0 mm respectively.Keywords: jeruk siam banjar (Citrus reticulata), essential oil, Pseudomonas aeruginosa.
ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Anona muricata L.) PADA MENCIT JANTAN SECARA IN VIVO Dwi Rizki Febrianti; Rakhmadhan Niah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2018): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.893 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v3i2.183

Abstract

Peneltian ini mengukur kandungan flavonoid dan menguji aktivitas antihiperursemia terhadap mencit jantan putih galur Balb-C dari ekstrak etanol daun sirsak asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengukuran flavonoid dalam ekstrak ditentukan dengan standar kuersetin metode spektrofotometri UV-Visible. Aktivitas antihiperursemia dilakukan dengan induksi hati sapi, kontrol positif menggunakan allupurinol dan ditentukan pengurangan kadar asam urat menggunakan reagen strip. Hubungan antara kandungan flavonoid diperoleh y = 0,02288x + 0,0209, R = 0,99493 dengan kandungan 2,31±0,144 gram kuersetin/100 gram sampel. Aktivitas antihiperurisemia menunjukan ekstrak etanol daun sirsak dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB memiliki efek penurunan kadar yang signifikan berurutan yaitu 2,03±0,635; 2,07±0,379; 2,23±0,404. Korelasi hasil dari pengukuran flavonoid dan hewan uji dari ekstrak etanol daun sirsak bahwa 100 mg ekstrak terkadung 23,1 mg gram ekivelen kuersetin dan mampu menurunkan kadar asam urat sebanyak 2,03 mg/dL pada hewan uji dosis 100mg/kgBB.