Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Antioksidan Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B&K) Dwi Rizki Febrianti; Rakhmadhan Niah; Novia Ariani
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9108

Abstract

Daun Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Selatan. Secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional Dayak Meratus sebagai obat diare, demam, dan malaria. Tanaman ini dicurigai memiliki nilai antioksidan tinggi karena mengandung metabolit skunder fenolik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun E. inulifolium serta nilai IC50-nya. Penelitian ini menggunakan metode DPPH dengan instrumen spektofotometri UV-vis dengan panjang gelombang 517 nm. Dari hasil perhitungan dan replikasi nilai IC50 yang didapat sebesar 38,9 ppm. Ekstrak daun E. inulifolium memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dalam meredam radikal bebas. Kata Kunci: Daun, Potensi Antioksidan, Endemik, IC50, Ekstrak Etanol, Fenolik Kumpai Mahung (Eupathorium inulifolium H.B & K) leaves are one of the endemic plants of South Kalimantan. From generation to generation it is used as a traditional medicine for Dayak Meratus as a medicine for diarrhea, fever, and malaria. This plant is suspected of having high antioxidant value because it contains phenolic secondary metabolites. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the methanol extract of E. inulifolium leaves and its IC50 value. This study used the DPPH method with spectophotometer UV-vis instrument at wavelength of 517 nm. From the calculation and replication, the IC50 value obtained is 38.9 ppm. E. inulifolium leaf extract has very strong antioxidant activity in reducing free radicals. 
Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanolik Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Spektrofotometri UV-VIS Novia Ariani; Siska Musiam; Rakhmadhan Niah; Dwi Rizki Febrianti
Jurnal Pharmascience Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v9i1.10864

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat. Bagian yang sering dimanfaatkan adalah daging buah sedangkan kulit buah belum banyak dimanfaatkan. Kulit buah alpukat berpotensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan dengan kandungan senyawa aktif flavonoid. Proses pengolahan simplisia sangat penting terutama pada tahap pengeringan. Tahap pengeringan bertujuan untuk memperoleh simplisia yang tidak mudah rusak selama penyimpanan dalam waktu lama dan menjamin kandungan senyawa aktif yang memiliki khasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid ekstrak kulit buah alpukat. Jenis penelitian ini eksperimental. Teknik pengambilan sampel adalah Random Sampling. Metode pengeringan yang digunakan dengan penjemuran dengan sinar matahari dan menggunakan oven. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode analisis senyawa dilakukan dengan spektrofotometer Uv-Visible. Perbandingan dua metode pengeringan dianalisis dengan statistik Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan Kadar flavonoid kulit buah alpukat yang dikeringkan dengan oven sebesar 13,14% sedangkan yang dikeringkan dengan sinar matahari ditutup kain hitam sebesar 5,58%. Dari hasil kadar dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan kulit buah alpukat dengan oven lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak yang memiliki kandungan kadar flavonoid Kata Kunci: Flavonoid, Metode Pengeringan, Persea americana Mill., Spektrofotometri  Avocado (Persea americana Mill.) is a plant that has medicinal properties. The part that is often used is the flesh of the fruit, while the skin of the fruit has not been widely used. Avocado skin has which the potential to be developed as an antioxidant with the active compound being flavonoids. The processing of raw materials is very important, especially at the drying stage. The drying stage aims to obtain raw materials that is not easily damaged during long storage and ensures the content of active compounds that have medicinal properties. This study aims to determine the effect of the drying method on flavonoid levels of avocado peel extract. This type of research is experimental. The sampling technique was random sampling. Methods of the drying used is in the sun drying and using an oven. Extraction was carried out by maceration method using ethanol 96% solvent. The method of compound analysis was carried out with a Uv-Visible spectrophotometer. The comparison of the two drying methods was analyzed using the Independent T-Test statistic. The results showed that the flavonoid content of oven-dried avocado peels was 13.14%, while those dried in the sun covered with a black cloth were 5.58%. From the results, it can be concluded that the oven-drying method of avocado peel is more effective in producing extracts that contain higher levels of flavonoids than the sun drying method.