Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbbi L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Putra, Aditya Maulana Perdana; Aulia, Desy; Wahyuni, Amaliyah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia akibat kekurangan insulin ataupun disebabkan karena terjadinya resistensi insulin. Dari angka kejadian diabetes melitus yang terus meningkat maka pengobatan diabetes mellitus perlu diperhatikan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Salah satu khasiat dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yaitu sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis yang paling efek ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan.Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian pre and post test with control group design terhadap mencit putih jantan pada bulan mei-juni 2017. Dua puluh lima ekor mencit putih jantan dibagi menjadi lima kelompok dengan berbagai kelompok perlakuan. Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Kadar glukosa darah diukur sebelum induksi, sesudah induksi dan setelah 14 hari perlakuan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat menurunkan kadar glukosa darah setelah 14 hari perlakuan. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah ekstrak etanol dengan dosis 250 mg/kgBB karena memiliki aktvitas yang sama dengan kontrol positif (metformin 100 mg/kgBB) dalam menurunkan kadar glukosa darah.(ρ=1.000).
GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN DALAM SWAMEDIKASI DEMAM DI APOTEK UTAMA HANDIL BAKTI BANJARMASIN Amaliyah Wahyuni; Diah Astuti
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi demam merupakan upaya menjaga kesehatan dengan melakukan pengobatan sendiri. Namun tidak semua orang mengetahui apa itu swamedikasi dan pentingnya swamedikasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tentang swamedikasi demam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Apotek Utama Handil Bakti Banjarmasin. Populasi penelitian ini adalah pasien yang datang ke Apotek Utama Handil Bakti Banjarmasin. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sebanyak 145 orang responden sesuai kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner yang telah lulus uji validasi. Analisis data dilakukan dengan cara mempersentasekan tingkat pengetahuan hasil kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang membeli obat demam dengan bentuk sediaan tablet dari 145 responden memiliki tingkatan pengetahuan baik sebanyak 46,21%, cukup 37,93%, dan kurang 15,86% dan untuk pasien yang membeli obat demam dengan bentuk sediaan syrup dari 76 responden memiliki tingkatan pengetahuan baik 36,84%, cukup 51,32% dan kurang 11,84%.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI RUMAH SAKIT TK. IV GUNTUNG PAYUNG BANJARBARU Amaliyah Wahyuni; Ade Rita Puspa Negara; Nurmiati Nurmiati
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i2.241

Abstract

High Alert drugs are drugs that must be watched out for because they often cause serious errors (sentinel events) and drugs that have a high risk of causing Unwanted Drug Reactions (ROTD). The High Alert drug group includes high-risk, look-alike and sound-alike drugs (LASA), and high concentrations. The purpose of this study was to determine the percentage of suitability of High Alert drug storage based on SPO at Tk Hospital. IV Guntung Umbrella Banjarbaru. The type of research used is non-experimental research with descriptive survey research methods. This research was conducted by cross-sectional and the sampling technique used was a saturated sampling technique. The study was conducted at the Tk Hospital. IV Guntung Umbrella Banjarabaru. The research tool used in this study was an observation sheet. The total number of High Alert drugs is (n=70) items, consisting of high-risk drugs (n=22); LASA (Look Alike Sound Alike) (n=45) items; and high concentrate (n=3) items. The results showed the percentage of storage suitability based on the SOP for Tk Hospital. IV Guntung Payung Banjarbaru amounted to 77.14% (54). While the suitability by category, high risk drugs is 72.72% (16), LASA (Look Alike Sound Alike) 77.78% (35), and High Concentrate is 100% (3).
ANALISIS ZAT PEMUTIH BERBAHAYA PADA KRIM MALAM DI KLINIK KECANTIKAN KOTA BANJARMASIN Siska Musiam; Ratu Mouly Noor; Indah Fitri Ramadhani; Amaliyah Wahyuni; Riza Alfian; Eka Kumalasari; Saftia Aryzki
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Face whitening cream is a facial lightening product that contains a mixture of chemicals and/or other ingredients with properties that can blot the black spots on the skin. Active ingredients that are often misused or added to excess in face whitening creams are mercury and hydroquinone. Whitening creams that contain mercury and hydroquinone are usually used in night creams related to the regeneration of skin cells that occur at night. The BPOM regulation states that the use of mercury is prohibited in cosmetics and the use of hydroquinone is still allowed for medical prescription purposes with a maximum limit of 4%. In this study testing of mercury and hydroquinone for night creams used in the beauty clinic of the city of Banjarmasin. Testing the presence of mercury using color reactions, and testing hydroquinone levels using spectrophotometry. The results showed that from 13 samples of night cream there were 3 positive samples containing mercury and hydroquinone simultaneously, 2 samples containing only mercury, 6 samples containing only hydroquinone, and 2 samples which did not contain mercury or hydroquinone. Of the 9 samples containing hydroquinone there were 5 samples that exceeded the maximum permissible level with the highest level was 11.41% (w/w).
EVALUASI PENYIMPANAN SEDIAAN FARMASI DI GUDANG PUSKESMAS SE KOTA BANJARMASIN Amaliyah Wahyuni; Saftia Aryzki; Isnani Yuliana
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v2i2.412

Abstract

Penyimpanan sediaan farmasi merupakan suatu kegiatan pengaturan terhadap sediaan farmasi yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutu nya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan yang di tetapkan. Peneliti tertarik ingin mengetahui persentase kesesuaian penyimpanan sediaan farmasi serta faktor-faktor ketidaksesuaiaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional yaitu mendeskripsikan peyimpanan sediaan farmasi di gudang puskesmas. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling yaitu sampling jenuh dimana seluruh populasi digunakan sebagai sampel. Hasil penelitian diperoleh kesesuaiaan penyimpanan sediaan farmasi se Kota Banjarmasin menggunakan dua parameter yaitu Permenkes No.74 tahun 2016 dan Peraturan badan POM No.4 tahun 2018 dengan 33 indiktor. Nilai persentase kesesuaian penyimpanan : 96,97% Puskesmas Pekapuran Raya, Puskesmas 9 November dan Puskesmas Pemurus Baru, 93,94% Puskesmas Sungai Mesa, Sungai Jingah, Kuin Raya dan Kelayan Dalam, 90,91% Puskesmas Cempaka dan Beruntung Raya, 87,88% Puskesmas Pelambuan dan Pekauman, 84,85% Puskesmas Basirih Baru, S.Parman, Pemurus Dalam dan Karang Mekar, 81,82% Puskesmas Terminal, Kelayan Timur, Alalak Tengah, Gedang Hanyar, Kayu Tangi dan Banjarmasin Indah, 78,79% Puskesmas Sungai Bilu dan Puskesmas Teluk Tiram. Penyebab ketidaksesuaian tersebut adalah penyusunan sediaan farmasi, tempat/ letak sediaan farmasi, ruang penyimpanan sediaan farmasi dan faktor manusia itu sendiri dalam melakukan penyimpanan.
PENGARUH BRIEF CONSELING FARMASIS DALAM PENINGKATAN PERILAKU DAN KEPATUHAN MINUM OBAT DI RSUD ULIN BANJARMASIN Saftia Aryzki; Amaliyah Wahyuni
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i2.482

Abstract

Hypertension is one of the deadliest diseases in the world. As many as 1 billion people in the world or 1 in 4 adults suffer from this disease. Patient behavior by controlling the patient's blood pressure will help achieve the success of patient therapy. The purpose of this study was to determine the Brief Effect of Pharmacist Counseling in Improving Behavior and Adherence to at Ulin Hospital, Banjarmasin. The study was a quasi-experimental study using two groups. The sampling method was carried out by counsecutive sampling with simple random that met the inclusion and exclusion criteria. The sample in this study was 60 samples with 30 samples from the control group and 30 samples from the intervention group. This research was conducted at the Internal Medicine Polyclinic at Ulin Hospital from March-June 2020. The data collection technique used in this study was a questionnaire on the level of treatment behavior, the MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) and EQ5D (Euro Quality of Life) compliance questionnaire. The results of this study were brief pharmacist counseling in improving behavior, medication adherence and the results of hypertension therapy at RSUD Ulin Banjarmasin which had a positive effect on the intervention group.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL TENTANG KONSUMSI Tablet Fe DENGAN APLIKASI POIN OTDA DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN Amaliyah Wahyuni; Ahmad Maki Zamzami
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i1.499

Abstract

Smartphones seem to be a mandatory item for humans in searching for information, including pregnant women can easily found a health information. Knowledge of the importance of nutritional needs during pregnancy is very influential on maternal and infant health, during pregnancy, nutritional consumption needs increase rapidly, especially consumption of iron. Iron deficiency during pregnancy can cause babies born to be at risk for Stunting. Good knowledge and adherence can minimize the risk of maternal and child. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and adherence of pregnant women about Fe consumption with the application of OTDA points. The next objective was to find out whether there was a difference between the knowledge before and after giving the application of OTDA points. The study population was pregnant women who had their pregnancies examined at the South Alalak Health Center. Respondents used in this study were 266 people. The level of knowledge of respondents before giving the OTDA application was sufficient (61.61%) and after giving the application increased to a good category (72.66%). While the level of compliance with the use of iron Fe was measured when the non-compliant post-test was 66% and the obedient was 34%
KESESUAIAN PENGELOLAAN DAN GAMBARAN PENGGUNAAN LOGISTIK FARMASI TROLI DI RUANG ICU RSUD ULIN BANJARMASIN Amaliyah Wahyuni; Alifa Husnul Khotimah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i2.583

Abstract

Emergency medicine is life saving, so emergency management is important to improve emergency services. The implementation of emergency pharmaceutical logistics management must use an effective, coordinated and multidisciplinary process. The purpose of this study was to determine the percentage of suitability of emergency trolley management and the type of emergency pharmacy logistics with the highest frequency percentage of using emergency trolleys in the ICU room of RSUD Ulin Banjarmasin. This research is a non-experimental descriptive study, data were collected prospectively using observation sheets based on SPO and use sheets for emergency pharmacy logistics in the ICU room at RSUD Ulin Banjarmasin. The population and sample of this study were all observation data of emergency trolley management in the ICU Room. The sampling technique used is saturated sampling technique all populations as samples. Data analysis was performed by calculating the percentage of suitability and the data were presented in tabular form. The results showed that the overall percentage of suitability for emergency trolley on SPO was 43.4% and 56.6% unsuitable. The highest frequency of use of emergency drugs was Vascon (norefinephrine) 73.33%, while the highest medical equipment was at Surflo 20,22,24 86.67% and Spuit NGT 50cc / Spuit 50cc 86.67%.
EVALUASI PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU Amaliyah Wahyuni; Saftia Aryzki; Ita Feteriah
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i1.688

Abstract

Pembangunan kesehatan adalah suatu upaya yang bertujuan untuk membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup bagi setiap orang agar dapat memperoleh derajat kesehatan yang setinggi tingginya. Pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai melalui pelayanan kefarmasian di puskesmas meliputi beberapa kegiatan yaitu perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian dan administrasi. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai yang efisien, efektif dan rasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif. Populasi dan sampel adalah seluruh data pengelolaan obat yang mencakup perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, dan administrasi Puskesmas Tahun 2019 dan 2020. Tempat dan waktu penelitian; tempat di Puskesmas Landasan Ulin Banjarbaru pada bulan Maret-April 2020. Data digunakan berupa lembar obsevasi dengan pengolahan data kesesuaiannya dengan SOP Kefarmasian dan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kemenkes RI Tahun 2019 serta faktor yang mempengaruhi ketidaksesuaiannya Data dikumpulkan secara langsung menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai belum semuanya sesuai dengan pedoman yaitu SOP Kefarmasian di Puskesmas dan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kemenkes RI Tahun 2019.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbbi L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Aditya Maulana Perdana Putra; Desy Aulia; Amaliyah Wahyuni
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2017): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.64 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v2i2.120

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia akibat kekurangan insulin ataupun disebabkan karena terjadinya resistensi insulin. Dari angka kejadian diabetes melitus yang terus meningkat maka pengobatan diabetes mellitus perlu diperhatikan salah satunya menggunakan pengobatan alternatif menggunakan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Salah satu khasiat dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yaitu sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis yang paling efek ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih jantan yang diinduksi aloksan.Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian pre and post test with control group design terhadap mencit putih jantan pada bulan mei-juni 2017. Dua puluh lima ekor mencit putih jantan dibagi menjadi lima kelompok dengan berbagai kelompok perlakuan. Daun belimbing wuluh diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Kadar glukosa darah diukur sebelum induksi, sesudah induksi dan setelah 14 hari perlakuan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat menurunkan kadar glukosa darah setelah 14 hari perlakuan. Dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah ekstrak etanol dengan dosis 250 mg/kgBB karena memiliki aktvitas yang sama dengan kontrol positif (metformin 100 mg/kgBB) dalam menurunkan kadar glukosa darah.(ρ=1.000).
Co-Authors Abdul Mahmud Yumassik Abdul Mahmud Yumassik Ade Rita Puspa Negara Ahmad Maki Zamzami Aisya Novrida Putri Aisyah, Noor Aisyah, Noor Aisyah, Noor Aisyah Alfiannor, M. Alifa Husnul Khotimah Amalia Amalia Amalia, Senya Puteri Anna Khumaira Sari Ariani, Novia Aulia Rahim Aulia, Desy Ayu Lestari, Desy Ayuchecaria, Noverda Desy Aulia Diah A Puspandari Diah Astuti Eka Kumalasari Eka Kumalasari Eka Kumalasari Eka Kumalasari Erna Prihandiwati Erna Prihandiwati Farida Istiqamah Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra Fatmala, Yola Fitrah Shafran ilahi Ilahi, fitrah shafran Illahi, Fitrah Shafran Indah Fitri Ramadhani Isnani Yuliana Isninoriyah Isninoriyah Ita Feteriah Kurniawan, Henny Lestari, Desy Ayu Maria Ulfah MARIA ULFAH Mawaddah Mawaddah Ma’ruf, Muhammad Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Hafiz Abiyyu Fathin Fawwazi Muhammad Hafizh Abiyyu Fathin Fawwazi Muhammad Ma'ruf Nanda Oktaviani Narulita, Feni Niah, Rakhmadhan Nida Munirah Noor Aisyah Norhilaliyah, Norhilaliyah Normilawati, Normilawati Novia Ariani Novia Ariani Nur Ainah Nur Azizah Nurjihan, Lu’lu Nurmiati Nurmiati Prihandiwati, Erna Puteri Amalia, Senya Putra, Aditya Maulana Perdana Raihana Raihana Rakhmadhan Niah Rakhmadhan Niah Ratu Mouly Noor Reda Riski, Akhmad Riza Alfian Riza Alfian Riza Alfian Rizki Febrianti, Dwi Roseyana Asmahanie Rustandi, Tedi Saftia Aryzki Sari, Ratih Pratiwi shafran ilahi, fitrah Siska Musiam Soraya Soraya Susanto, Yugo Susilo, Yudi Hardi Tia Nor Aprilia Tri M Andayani Wahyudi Wahyudi Widodo, Arif Nur Yugo Susanto Yumassik, Abdul Mahmud