Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Evaluasi Fasilitas Sisi Udara Bandara Sisingamangaraja XII terhadap Pesawat Rencana A350 – 900 Ali Husin; Akiyas Afifullah; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandara Sisingamangaraja XII merupakan fasilitas strategis untuk memaksimalkan potensi kawasan wisata Danau Toba. Untuk memudahkan jangkauan wisatawan internasional ke kawasan wisata Danau Toba, maka diperlukan aksesibilitas kawasan internasional yang lebih mumpuni, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menggunakan pesawat yang lebih besar, dalam hal ini direncanakan A350-900. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan kebutuhan dimensi geometri serta tebal perkerasan terhadap pesawat rencana A350-900, kemudian hasil perencanaan dibandingkan dengan kondisi eksisting. Perencanaan geometri menggunakan metode ICAO dan perencanaan perkerasan menggunakan metode FAA .Hasil perencanaan untuk pesawat rencana A350-900 adalah sebagai berikut. Panjang eksisting runway 2650 meter perlu penambahan 3050 meter menjadi 5700 meter, panjang taxiway eksisting 123 meter perlu penambahan panjang 114 meter menjadi 237 meter, serta lebar apron eksisting 250 meter perlu pelebaran 48 meter menjadi 298 meter. Nilai ACR > PCR menunjukkan bahwa perkerasan tidak cukup kuat menerima beban pesawat serta CDF > 1 yang berarti umur perkerasan sudah habis. Perbaikan metode overlay dibutuhkan tambahan overlay 566 mm. Dengan metode rekonstruksi, runway dan taxiway memiliki lapisan permukaan 120 mm, lean concrete 150 mm, cement treated base 150 mm, serta Uncrushed Aggregate  844 mm. Pada apron direncanakan perkerasan kaku, lapisan permukaan 563 mm, lean concrete 150 mm, cement treated base 300 mm, serta Uncrushed Aggregate 300 mm. Karena dimensi geometri dan tebal perkerasan yang terlalu besar sehingga sulit diimplementasikan, maka direncanakan alternatif pesawat rencana A320 family. Dengan pesawat rencana A320 family diperoleh penambahan panjang runway 850 meter dari panjang eksisting 2650 meter, sehingga panjang runway menjadi 3500 meter. Dibutuhkan overlay  195 mm dengan perkerasan lentur di runway dan taxiway serta overlay 434 mm di apron dengan perkerasan kaku.. Dengan  demikian, Bandara Sisingamangaraja XII lebih ideal untuk melayani pesawat A320. Kata kunci: Bandara Sisingamangaraja XII, evaluasi fasilitas sisi udara bandara, pesawat A350-900, overlay perkerasan, pesawat A320
Perencanaan Geometrik dan Perkerasan Lentur Jalan Alternatif JLS Kretek – Girijati Yogyakarta Afifah Lathifunnisa; Ompusunggu, Samantha Rosa; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah adalah JLS Kretek–Girijati. Pada beberapa segmen jalan yang telah direncanakan terdapat kemiringan yang melebihi standar geometrik sehingga diperlukan peninjauan dan perencanaan ulang sekaligus perencanaan tebal perkerasan jalan untuk menjamin kemampuan struktur dalam menahan beban lalu lintas. Penelitian ini bertujuan  untuk merencanakan alinyemen horizontal dan vertikal yang mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (PDGJ 2021) dan Peraturan Menteri PUPR No. 5 Tahun 2023, serta merencanakan tebal perkerasan lentur menggunakan Manual Desain Perkerasan 2024 (MDP 2024). Data yang digunakan meliputi data lalu lintas, peta topografi, dan data CBR tanah dasar yang diperoleh dari B2PJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta. Proses perencanaan didukung oleh penggunaan aplikasi AutoCAD Civil 3D. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa ruas STA 3+000 – STA 5+779,940 dengan kecepatan rencana 40 km/jam, tipe jalan (2/2 TT), lebar lajur 3,50 m dan lebar bahu 2,00 m memiliki alinyemen horizontal yang terdiri atas 2 tikungan full circle dan 14 tikungan spiral–circle–spiral dengan Rmin 50 m dan superelevasi maksimum 8%, alinyemen vertikal terdiri atas 11 lengkung cembung dan 10 lengkung cekung dengan kemiringan maksimum 10%. Pada tebal perkerasan lentur didapat tebal jalur utama dengan lapis AC WC 40 mm, AC BC 65 mm dan 80 mm, LPA Kelas A 200 mm, serta LPA Kelas B 150 mm, sedangkan perkerasan bahu jalan terdiri atas AC WC 60 mm, LPA Kelas A 200 mm, dan LPA Kelas B 150 mm.
Penilaian Kerusakan Jalan Menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dengan Membandingkan Metode IRI (International Rougness Index) dan PCI (Pavement Condition Index) Fazri Fadzila Alwi; Hendi Bowoputro; Roland Martin Simatupang
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan raya merupakan infrastruktur vital yang memerlukan pemantauan berkala demi menjamin keselamatan pengguna, yang umumnya dilakukan menggunakan metode konvensional seperti International Roughness Index (IRI) dan Pavement Condition Index (PCI); namun, tingginya intensitas kerusakan dan padatnya lalu lintas menuntut metode survei yang lebih efisien, cepat, dan aman. Dilakukan pada ruas Jalan Surabaya-Madiun (STA 8+800 – 10+800), penelitian ini mengumpulkan data primer melalui survei lapangan menggunakan pesawat nirawak, alat IRI Meter 2, serta survei visual manual, di mana data UAV diolah melalui tahapan fotogrametri digital hingga Orthomosaic untuk divalidasi dengan data manual. Hasil analisis menunjukkan tingkat akurasi metode UAV terhadap metode manual PCI sebesar 88% dengan kecenderungan estimasi luasan kerusakan lebih besar 12% akibat sensitivitas sensor kamera, yang menyimpulkan bahwa meskipun belum sepenuhnya dapat menggantikan metode manual, teknologi pesawat nirawak layak digunakan sebagai metode survei pendahuluan yang efektif dan minim risiko.
Perencanaan Jaringan Trayek Angkutan Umum (Angkutan Pelajar, Pasar, dan Wisata) di Kota Batu Sianipar, Yoel Kevin Gerardo; Muhammad Fariz; Hendi Bowoputro; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan trayek angkutan umum yang mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat secara efektif di Kota Batu, khususnya pada sektor pendidikan, pasar, dan pariwisata. Metode penelitian menggunakan pengumpulan data primer melalui survei asal-tujuan (O-D Survey), survei preferensi pengguna, serta observasi lapangan, dan data sekunder dari instansi terkait. Analisis dilakukan dengan penyusunan matriks asal-tujuan (MAT), analisis pola pergerakan menggunakan desire line, serta perencanaan jaringan trayek berbasis zona dengan tingkat pergerakan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan didominasi oleh perjalanan menuju kawasan pendidikan, pasar, dan wisata, dengan bangkitan dan tarikan tertinggi pada angkutan pelajar (Zona 5–Zona 1), angkutan pasar (Zona 1–Pasar Induk Among Tani), dan angkutan wisata (Zona 10 eksternal–Zona 1/Alun-Alun). Perencanaan menghasilkan jaringan trayek yang lebih efisien dengan penggunaan mobil penumpang umum (MPU) dan bus kecil sesuai kebutuhan. Selain itu, strategi peningkatan dilakukan melalui integrasi trayek, peningkatan pelayanan, serta penyediaan halte pemadu moda di Pasar Induk Among Tani guna meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan transportasi. Kata Kunci: Jaringan Trayek, Angkutan Umum, Pola Pergerakan, Matriks Asal-Tujuan, Kota Batu
Evaluation of the Impact of a Railway Level Crossing during Peak Hours on the Performance of a Signalized Intersection (Case Study: Jagir Wonokromo Street, Surabaya) Arya Reztu Prasetyo; Aisyah Aulia Salsabilla; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traffic problems in Surabaya, particularly on Jagir Wonokromo Road, are exacerbated by a level crossing located near a signalized intersection. This study aims to analyze traffic performance and propose alternative solutions to improve traffic flow.  This study uses the Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023) to analyze the traffic performance of road segments and signalized intersections. Primary data was collected through a four-day field survey covering traffic volume, crossing closure time, travel time, road geometry, recovery time, and lateral obstructions. The parameters analyzed include the degree of saturation, queue length, delay, and recovery time.  Based on the results of an analysis using Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2023), the at-grade crossing on the east side of Jagir Wonokromo Road was found to fail to meet feasibility criteria, thereby reducing traffic performance. Under normal conditions, the road section’s degree of saturation is 0.507 and increases to 0.820 when a train passes, with an average recovery time of 220.832 seconds. At the signalized intersection, the degree of saturation reaches 1.881 with a service level of F and a delay of 372.40 sec/veh. Weekday conditions also show poorer performance compared to weekends. As a corrective measure, traffic engineering is recommended in the form of a ban on right turns directly from the southern approach, which is diverted via a U-turn on Ngagel Road. Simulation results show a reduction in the degree of saturation of up to 83.24% and a 91% reduction in queue length, thereby increasing the level of service to level C under normal conditions. The recommendations provided include the need to evaluate the suitability of the U-turn location in relation to on-site conditions, as well as the provision of supporting facilities to reduce lateral obstructions.  Keywords: Signalized Intersection, At-Grade Railroad Crossing, Traffic Performance, Simple Linear Regression, U-turn 
Analisis Dampak Pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto terhadap Kinerja Simpang dan Ruas Suryosadewo, Dynaldi Prio Suryosadewo; Hendi Bowoputro; Lasmini Ambarwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto ke Kecamatan Mojosari sebagaimana direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mojokerto Tahun 2012–2032 diperkirakan akan meningkatkan bangkitan dan tarikan perjalanan yang berpotensi memengaruhi kinerja jaringan jalan di sekitar kawasan pemerintahan baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemindahan pusat pemerintahan terhadap kinerja simpang dan ruas jalan serta menyusun alternatif penanganan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas. Objek penelitian meliputi satu simpang bersinyal, satu simpang tak bersinyal, dan satu ruas jalan. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan memodelkan pergerakan lalu lintas akibat pemindahan pusat pemerintahan melalui distribusi perjalanan Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan lokasi tempat tinggal serta bangkitan perjalanan yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 17 Tahun 2021. Evaluasi dilakukan pada kondisi eksisting, kondisi setelah pemindahan pusat pemerintahan, serta proyeksi jangka menengah dan jangka panjang menggunakan parameter derajat kejenuhan (Dj) dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting nilai Dj simpang bersinyal, simpang tak bersinyal, dan ruas jalan berturut-turut sebesar 0,98 (LOS E), 2,04 (LOS F), dan 0,85 (LOS D). Setelah pemindahan pusat pemerintahan, nilai Dj meningkat menjadi 1,79, 2,42, dan 0,93, kemudian bertambah menjadi 2,07, 2,88, dan 1,04 pada proyeksi jangka menengah serta mencapai 2,52, 3,42, dan 1,15 pada proyeksi jangka panjang, yang menunjukkan penurunan kinerja lalu lintas pada seluruh objek penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan perubahan pengaturan fase sinyal dari empat fase menjadi tiga fase disertai pembatasan pergerakan pada simpang bersinyal, perubahan tipe ruas menjadi 4/2-TT dengan lebar lajur 3 meter, serta pemasangan APILL, penyediaan lajur khusus selebar 3 meter pada pendekat utara, dan pelebaran pendekat barat sebesar 2 meter pada simpang tak bersinyal. Penerapan rekomendasi tersebut mampu meningkatkan kinerja lalu lintas dengan nilai Dj berkisar antara 0,82–0,84 (LOS D).
Pengaruh Penambahan Minyak Jelantah dan Solar sebagai Peremaja pada Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) terhadap Karakteristik Marshall Sugiharto, Adhelia Andari Putri; Ramadhani, Rizka Nova; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan material baru di tengah keterbatasan sumber daya alam menjadi  salah satu alasan penggunaan dari Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari RAP yang diberi peremaja berupa campuran minyak jelantah dan solar terhadap karakteristik marshall pada campuran hot mix. Variasi kadar RAP yang digunakan yaitu pada kadar RAP 40%, 50%, dan 60% dengan kadar peremaja tetap 3% terhadap berat RAP, sedangkan peremaja yang digunakan adalah minyak jelantah dan solar sebagai solvent dengan perbandingan 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10 dan kadar aspal optimum yang digunakan sebesar 5,5%. Pengujian dilakukan menggunakan metode marshall dengan tujuan untuk mengetahui nilai dari VIM, VMA, VFB, Stabilitas. flow, dan Marshall Quotient yang kemudian di analisis menggunakan metode grafik pita, grafik 3D, uji homogenitas, dan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan RAP memberikan pengaruh yang signifikan pada parameter marshall. Namun, proporsi minyak jelantah yang lebih tinggi cenderung menghasilkan kinerja campuran yang lebih baik. Kombinasi terbaik berada pada kadar RAP 40% dengan peremaja minyak jelantah sebesar 70% dan solar sebesar 30%, dengan stabilitas rata-rata yaitu 809,91 kg dan MQ 309,23 kg/mm.
Analisis Laik Fungsi Jalan Gubukklakah KM 38 - KM 39 (Bromo - Malang) Fitria, Dewi; Wisnu Eka Satriya; Hendi Bowoputro; Achmad Wicaksono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 merupakan ruas jalan kolektor primer yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan kawasan wisata Gunung Bromo serta memiliki karakteristik geometrik berupa tikungan dan kelandaian pada medan pegunungan. Kondisi tersebut menyebabkan ruas jalan ini berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas sehingga diperlukan evaluasi terhadap aspek laik fungsi jalan dan geometriknya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi laik fungsi Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 berdasarkan Pedoman Uji Laik Fungsi Jalan (ULFJ) Tahun 2024, menganalisis kondisi geometrik berdasarkan Pedoman Desain Geometrik Jalan (PDGJ) Tahun 2021 serta hubungannya dengan data kecelakaan lalu lintas, dan menyusun rekomendasi teknis untuk meningkatkan keselamatan jalan. Penelitian dilakukan melalui survei inventarisasi jalan, pengukuran geometrik, pengumpulan data lalu lintas, serta analisis data kecelakaan dari Satlantas Polres Kabupaten Malang. Evaluasi laik fungsi dilakukan menggunakan metode Star Rating Score (SRS) sesuai ULFJ 2024, sedangkan evaluasi geometrik mengacu pada ketentuan PDGJ 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas Jalan Gubukklakah KM 38–KM 39 memperoleh nilai Star Rating Score sebesar 6,67 atau termasuk kategori Bintang 3, yang menunjukkan ruas jalan telah memenuhi persyaratan laik fungsi berdasarkan ULFJ 2024. Berdasarkan analisis geometrik, seluruh tikungan memenuhi persyaratan PDGJ 2021, namun masih ditemukan beberapa kekurangan pada perlengkapan jalan berupa rambu, marka tepi, guardrail, dan fasilitas pendukung keselamatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan penambahan perlengkapan jalan untuk meningkatkan tingkat keselamatan pengguna jalan serta mendukung fungsi Jalan Gubukklakah sebagai jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Kata kunci : Uji Laik Fungsi Jalan, ULFJ 2024, PDGJ 2021, Star Rating Score, geometrik jalan, keselamatan jalan.
Pengaruh Penambahan Serat Kenaf Terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC) Anugrah, Ixco; Hendi Bowoputro; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat alam berpotensi meningkatkan kinerja campuran beraspal sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan tambah sintetis. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh panjang dan kadar serat kenaf terhadap karakteristik Marshall campuran asphalt concrete-wearing course (AC-WC) dan menentukan kombinasi yang memenuhi seluruh persyaratan kinerja. Aspal penetrasi 60/70 dan agregat terlebih dahulu dikarakterisasi. Kadar aspal optimum sebesar 6,5% ditetapkan dari seri kadar aspal 5%, 6%, dan 7% menggunakan metode grafik pita. Rancangan faktorial 3 x 3 terdiri atas panjang serat 6, 8, dan 10 mm serta kadar serat 0,2%, 0,3%, dan 0,4% terhadap berat agregat kering, dengan tiga ulangan untuk setiap kombinasi. Serat dikeringkan pada suhu ruang selama 24 jam, dicampurkan pada 160 °C, dan benda uji dipadatkan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi. Parameter yang dianalisis meliputi VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall quotient (MQ). Dua kombinasi memenuhi seluruh batas rata-rata Bina Marga 2025, yaitu 8 mm/0,3% dan 10 mm/0,3%. Kombinasi 10 mm/0,3% dipilih karena menghasilkan stabilitas lebih tinggi, dengan VIM 4,67%, VMA 18,23%, VFB 74,63%, stabilitas 1.369,59 kg, flow 3,87 mm, dan MQ 355,08 kg/mm. Stabilitas tertinggi terjadi pada 10 mm/0,4%, tetapi kombinasi tersebut tidak memenuhi batas VIM, VFB, dan flow. ANOVA dua arah menunjukkan bahwa panjang serat berpengaruh signifikan terhadap VFB, stabilitas, flow, dan MQ; kadar serat hanya berpengaruh terhadap flow; dan seluruh interaksi tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi serat kenaf harus mempertimbangkan seluruh respons Marshall, bukan stabilitas saja. Kata kunci: AC-WC, serat kenaf, uji Marshall, panjang serat, bahan tambah alami, ANOVA dua arah.
Evaluasi Kebutuhan Bangunan Halte Bus Trans Jatim Koridor I Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal dan Metode IPA (Segmen Terminal Landungasari – Terminal Batu) Pamungkas, Tri Anggara; Hendi Bowoputro; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Layanan Bus Trans Jatim Koridor I pada segmen Terminal Landungsari-Terminal Batu menghadapi distribusi beban penumpang yang tidak merata dan kesenjangan prasarana halte terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini bertujuan menghitung aktivitas penumpang pada setiap halte, mengevaluasi kondisi fisik dan geometrik halte, menentukan prioritas peremajaan berdasarkan persepsi pengguna, serta menyusun rekomendasi desain prasarana. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui survei dinamis di dalam bus pada empat sesi perjalanan, observasi checklist 14 atribut fasilitas berdasarkan PM 29 Tahun 2015, pengukuran geometrik berdasarkan KP 271/1996, dan kuesioner skala Likert 1-5 kepada 108 pengguna. Data dianalisis menggunakan Gap Analysis dan Importance Performance Analysis (IPA). Survei mencatat 116 aktivitas naik-turun, terdiri atas 39 penumpang naik dan 77 penumpang turun. Terminal Batu menjadi halte tersibuk dengan 60 aktivitas atau 51,7%, sedangkan dua halte teratas menyumbang 61,2% dari seluruh aktivitas. Pemenuhan fasilitas tertinggi terdapat pada aspek keamanan sebesar 91,67%, sedangkan aspek kesetaraan sebesar 0%. Seluruh halte belum memenuhi panjang minimum ruang tunggu karena dimensi eksisting hanya 4,00 m dibandingkan standar 12,00 m. Sebanyak 21 dari 23 atribut memiliki gap negatif; kesenjangan terbesar terdapat pada lampu penerangan malam hari (-0,54). IPA menempatkan lima atribut pada Kuadran I, yaitu lampu malam, marka pembatas halte, pemisahan area tunggu dari lajur kendaraan, guiding block, dan ramp kursi roda. Terminal Batu ditetapkan sebagai prioritas sangat tinggi. Rekomendasi utama berupa halte 12,00 x 2,00 m berkapasitas 48 orang serta penambahan fasilitas keselamatan dan aksesibilitas pada empat halte prioritas.   Kata Kunci: Halte Bus, Trans Jatim, Standar Pelayanan Minimal, Importance Performance Analysis, Gap Analysis.