Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penerapan Elemen Estetis Modern Historical pada Interior Bangunan Cagar Budaya ‘Lalwani’ Jl. Tunjungan Faradiyah Naththis Hayya; Susy Budi Astuti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.72541

Abstract

Elemen estetis merupakan bagian dari interior yang mengandung keselarasan dari unsur-unsurnya, sehingga menimbulkan keindahan. Elemen estetis pada interior digunakan untuk mengangkat suasana pada suatu ruang. Elemen estetis ini juga berkaitan erat dengan kualitas kenyamanan dalam beraktivitas. Selain kebutuhan akan ruang, manusia juga membutuhkan seni sebagai ekspresi dalam kehidupannya. Seni dapat menjadi stimulus aktif dan pasif bagi manusia. Sebagai stimulus aktif, elemen estetis menjadi acuan skala dan acuan arah serta titik fokus yang dapat menarik perhatian. Sedangkan sebagai stimulus pasif, elemen estetis berfungsi sebagai dekorasi ruang yang menjadi simbol dari suatu kegiatan yang berlangsung di dalam ruang tersebut, menjadi pemacu semangat beraktivitas, membenkan karakter/identitas serta prestige kepada sebuah ruang. Hadirnya elemen estetis pada Bangunan Cagar Budaya ‘Lalwani’ Jl. Tunjungan dapat menunjang karakteristik pada nuansa Modern Historical yang ingin diterapkan pada interior.
Membangun Industri Halal dalam Mendukung Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia melalui Program Gerakan Menuju Sertifikasi Halal (GEMESH) Herdayanto Sulistyo Putro; Yatim Lailun Ni'mah; Susi Agustina Wilujeng; Susy Budi Astuti; Aunurohim; Taslim Ersam; Mardi Santoso; Lukman Atmaja; Adityo Pratomo Putro; Anisa Rahma Maharani; Ananda Krisna Aldianita; Cicilia Puspa Rini; Dheva Noveilya; Imelda Priskila Simanjuntak; M Daffa Aditya; Nabilah Dita Anaqah; Ni Kadek Githa Kartika Gunadyani; Nor Farida; Ruzain Rafie Sukma Putra; Vanuella Tresnaning Budi; Yaqdhan Nufal Rafi; Ardi Lukman Hakim; Fiqey Indriati Eka Sari
Sewagati Vol 7 No 4 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i4.544

Abstract

Berkembangnya era globalisasi serta perdagangan masyarakat ekonomi ASEAN, kebutuhan akan produk halal semakin besar dan diminati. Upaya Pemerintah dalam mendorong Indonesia menjadi produsen produk halal yakni membuat UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Sifat sertifikasi halal yang semula sukarela menjadi wajib bagi pelaku usaha. Sehingga, UMKM juga diwajibkan untuk menerapkan Sistem Jaminan Halal agar mutu dan kualitas produk menjadi lebih baik di mata konsumen. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Tim Pengabdi melalui GEMESH (Gerakan Menuju Sertifikasi Halal) yang telah membentuk suatu Kawasan Halal di Taman Indah, Sidoarjo. Tim Pengabdi memfasilitasi UMKM pangan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kaidah halal serta membantu proses sertifikasi halal produknya melalui kampanye GEMESH yang diintegrasikan dengan kegiatan KKN mahasiswa meliputi sosialisasi, diklat penyelia halal, seminar dan pelatihan proses produksi halal, hingga pendampingan proses sertifikasi halal serta dengan website gemeshalal.in untuk mendukung keberlanjutan kampanye GEMESH. Terdapat 1 UMKM yang telah verval berkas sertifikasi halal dan 3 UMKM lainnya belum tersertifikasi karena harus melakukan perbaikan data dalam pengajuan pendaftaran sertifikasi halal.
Karakter Nilai Preferensi Pengunjung Gen-Y pada Fasilitas Publik Museum, Studi Kasus: Museum Kereta Api Bondowoso Haidar Rozaan Darmawan; Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie
Syntax Idea 3737-3745
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i8.4302

Abstract

Generasi Y, lahir antara tahun 1981 hingga 1995, memiliki karakter berwawasan teknologi tinggi karena tumbuh di era teknologi. Fleksibilitas dan impulsivitas Gen Y muncul dari banyaknya alternatif pilihan yang dimiliki. Karakteristik ini tercermin antara lain dalam preferensi rekreasi mereka, yang memprioritaskan pengalaman praktis dan kontribusi aktif. Museum Kereta Api Bondowoso yang menawarkan pengalaman imersif perlu dinilai tingkat kesesuaiannya dengan preferensi yang dimiliki oleh pengunjung Gen Y. Penelitian ini bertujuan mengukur sejauh mana Museum Kereta Api Bondowoso memenuhi ekspektasi ini dengan membandingkan preferensi pengunjung Gen Y menurut literatur dengan fasilitas dan aktivitas saat ini yang disediakan oleh museum. Penelitian ini membuktikan bahwa preferensi Gen Y terhadap kunjungan museum tidak hanya didorong oleh faktor rekreasi, tetapi juga kemudahan akses informasi dan relevansi pengetahuan yang disampaikan di era kemajuan teknologi yang merupakan bagian dari preferensi pengunjung Gen Y
ADAPTIVE REUSE BANGUNAN HERITAGE SEBAGAI RUANG KOMERSIAL: EKSPLORASI DAYA TARIK GENERASI Z Rizda Alifiana Wiranda Putri; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.13404

Abstract

Adaptive reuse bangunan heritage menjadi strategi penting untuk melestarikan warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan ruang komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait penerapan adaptive reuse pada bangunan heritage dan daya tariknya bagi Generasi Z. Generasi ini dikenal memiliki ketertarikan terhadap desain yang berkelanjutan, inovatif dan estetik. Peneliti melakukan kajian melalui metode literature review dengan menganalisis jurnal maupun artikel yang relevan mengenai konsep adaptive reuse pada bangunan heritage. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai aspek serta poin adaptive reuse sangat sesuai dengan karakteristik dan daya tarik Generasi Z. Generasi Z dipilih menjadi fokus utama dalam penelitian karena keberlanjutan demi masa depan ada di tangan mereka. Kajian ini memberikan landasan teoritis untuk penelitian lebih lanjut dalam merancang ruang komersial berbasis adaptive reuse yang sesuai dengan daya tarik generasi muda.
Transformasi Digital dan Sumberdaya Manusia dalam Konsep Intelligent City di Kawasan Pesisir Wilayah Perkotaan Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni; Onna Anieqo Tanadda; Lutfita Ashri Azahra; Mahardika Rachma Dewi; Maria Anugrahaning Kesuma Putri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v13i2.75132

Abstract

Penelitian ini membahas peran transformasi digital dalam konsep Intelligent city sebagai landasan menuju penyetaraan pembangunan pesisir di perkotaan, dengan fokus pada studi kasus Kampung Nelayan Kenjeran di Surabaya. Wilayah ini merupakan kawasan pesisir dekat pusat kota yang seharusnya menjadi kemudahan dalam laju pengembangan modernisasi, Namun pada faktanya justru terdapat kesenjangan pada pilar aspek keberlanjutan dengan wilayah disekitarnya, sehingga fenomena ini menarik untuk dikaji baik potensi maupun kendalanya, terkait peran kehadiran teknologi digital dan sumberdaya manusianya. Metodologi penelitian menggunakan mix-method berupa kualitatif dan kuantitatif. pengumpulan data meliputi wawancara dengan masyarakat desa, observasi lapangan, dan tinjauan pustaka. Hasil temuan menyatakan bahwa masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran Surabaya sebagian telah mengenal adanya internet dan kemajuan teknologi, namun hadirnya internet di wilayah ini kurang menghadirkan peran positif dalam kenaikan taraf hidup masyarakatnya karena hambatan dan tantangan pada setiap elemen masyarakatnya. Hambatan tersebut meliputi tingkat keterbatasan akses, kurangnya pemahaman teknologi, serta ketidaksetaraan dalam pemanfaatan dan penguasaan sumber daya digital.  Untuk itu diperlukan intervensi khusus sesuai dengan pola perilaku masyarakat Kampung Nelayan Kenjeran guna menyelaraskan pembangunan wilayah ini dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat mencapai kesetaraan pengembangan wilayah dan lingkungan pesisir yang berkelanjutan. Luaran penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan program pengembangan pesisir di perkotaan yang berkelanjutan, dan dapat mengimbangi laju perkembangan modernisasi dan transformasi digital.
Integrating Façade Design with Perceptions of Light to Shape the Spatial Experience in Libraries: A Systematic Literature Review Ayu Nashrhifa Salsabila; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti
Journal of Social Research Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i6.3198

Abstract

Natural lighting in research spaces such as libraries often only prioritizes arrangements that meet functional needs. Meanwhile, users as the subjects most affected by light quality, need visual stimuli that can influence emotional and comfort in carrying out visual-intensive activities. The facade as an exterior mediator in the interior plays a crucial role in distributing light to form the visual aesthetics and ambience of space, through the diffusion patterns and character of the light formed. This study adapted the Systematic Literature Review method to identify the relationship between facades, natural light, and visual perception in shaping spatial experience in the library. The synthesis of these findings indicates that the dimensions, position, and the complexity of façade geometry and openings affect the perception of light and visual comfort in space. The results of the synthesis of findings in the literature show that the dimensions and position of openings, as well as the complexity of patterns in facade design, affect the perception of light and visual comfort in space. The facade design and light character can modify the visual quality and meaning of the space holistically, especially in the spatial design arrangement of the library. Thus, these findings confirm that interior and facade design not only need to meet technical standards but also must integrate a user-based design approach that is oriented towards the quality of space and subjective experience.
Self-Simulation as a Dimension of Spatial Behaviour in Space Fabianty Edgar Aretha; Firman Hawari; Susy Budi Astuti; Anggri Indraprasti
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19561

Abstract

Kajian perilaku spasial dalam ruang interior umumnya menjelaskan hubungan antara konfigurasi ruang dan tindakan pengguna melalui pendekatan psikologi lingkungan maupun konfigurasi spasial seperti space syntax. Namun, proses proyektif berupa kemampuan individu mengantisipasi pengalaman sebelum berinteraksi dengan ruang belum banyak dirumuskan secara eksplisit dalam kerangka perilaku spasial interior. Penelitian ini mengusulkan self-simulation sebagai kerangka konseptual untuk memahami proses proyektif sebagai dimensi laten dalam perilaku spasial ruang interior. Self-simulation dipahami sebagai kerangka yang menjelaskan keterhubungan antara representasi mental, simulasi pengalaman, dan evaluasi prospektif dalam membentuk antisipasi pengguna terhadap kemungkinan pengalaman spasial di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber literatur dari Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2014-2025. Sebanyak 24 literatur dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perilaku spasial tidak hanya terbentuk sebagai respons langsung terhadap kondisi fisik ruang, tetapi juga melibatkan proses proyektif sebelum interaksi aktual terjadi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model konseptual self-simulation untuk menjelaskan keterhubungan antara konfigurasi ruang, proses kognitif proyektif, dan pembentukan perilaku spasial pengguna di dalam ruang interior.   Kata Kunci : perilaku spasial; proses proyektif; ruang interior; self-simulation; spatial cognition
Kajian Literatur: Atensi Individu terhadap Elemen Interior Mellani Vionita; Mahendra Wardhana; Susy Budi Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64550

Abstract

Desain interior memegang peranan penting bagi individu di dalamnya, baik dalam membentuk pengalaman maupun respon kognitif individu tersebut di dalam sebuah ruang. Proses kognitif individu terhadap elemen interior di dalam ruangan diawali dengan proses atensi, dimana elemen interior yang dapat diraba indera individu merupakan stimulus bagi proses atensi tersebut. Proses atensi ini menjadi proses awal dalam menentukan respon individu selanjutnya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan antara elemen interior dengan atensi individu dan faktor apa saja dari elemen interior yang mempengaruhi atensi tersbut. Pendekatan metode yang diterapkan merupakan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review), dimana dengan mengkaji penelitian-penelitian terdahulu dan menarik kesimpulan secara objektif dan transparan. Penelitian mengenai atensi individu dimulai dengan penggunaan metode penelitian kuantitatif atau campuran dengan teknik pengambilan data eye-tracking test untuk mengidentifikasikan area mana yang mendapatkan atensi individu. Selain itu, pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara dapat memperdalam maksud responden dalam penelitian atensi terhadap elemen interior. Hasil sintetis penelitian menunjukkan bahwa elemen interior berperan dalam penentuan atensi individu secara signifikan. Contohnya, elemen dinding yang selevel penglihatan, penggunaan material yang dipakai, hingga dekorasi dan tanaman. Selain itu, ada keterkaitan dengan elemen desain di dalam elemen interior tersebut yang mempengaruhi atensi individu. Mulai dari penggunaan warna, bentuk, garis, form, ruangan, hingga cahaya, dapat mempengaruhi arah atensi individu di dalamnya. Kajian ini diharapkan memberikan informasi kepada khalayak umum, desainer, praktisi, dan dalam dunia penelitian mengenai faktor elemen desain interior apa saja yang mempengaruhi atensi individu dan bagaimana pengalaman individu di dalamnya.