Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GRADIEN

Gambaran Hitung Jenis Leukosit Siswa Kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang Yang Terinfeksi Cacing Nematoda Usus Hayati, Inayah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.638 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai gambaran hitung jenis leukosit pada siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang yang terinfeksi cacing nematoda usus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis yang terinfeksi cacing nematoda usus dan mengetahui gambaran hitung jenis leukosit siswa tersebut yang terinfeksi cacing nematoda usus. Sampel pada pemeriksaan adalah feses siswa kelas 1-3 dengan jumlah 30 pot sampel feses dan 5 sampel darah untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit dari 30 siswa yang terinfeksi kecacingan. Dari hasil pemeriksaan diperoleh hasil bahwa ada 5 orang siswa (16 %) yang terinfeksi kecacingan. Setelah dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit terhadap kelima anak yang terinfeksi, jenis leukosit yang mengalami peningkatan adalah sel eosinofil dengan jumlah masing-masing, yaitu 19%, 5%, 11%,17%, dan 10%  yang semestinya nilai normal eosinofil  1-3%.
Identifikasi Jamur Malassezia Furfur Pada Nelayan Penderita Penyakit Kulit di RT 09 Kelurahan Malabro Kota Bengkulu Hayati, Inayah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 10, No 1 (2014): (Januari 2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah pada nelayan penderita penyakit kulit di RT 09 kelurahan Malabero Kota Bengkulu terinfeksi jamur Malassezia furfur. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif observasi, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah kerokan kulit para nelayan penderita penyakit kulit sebanyak 15 sampel. Dari hasil penelitian diperoleh 11 orang nelayan penderita penyakit kulit terinfeksi jamur Malassezia furfur dan 4 orang nelayan penderita penyakit kulit tidak terinfeksi jamur Malassezia furfur.