Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengenalan & Edukasi Tentang Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Anggota Keluarga Yang Beresiko Mengalami Serangan Jantung Di UPTD Puskesmas Gurah Kabupaten Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto; Enur Nurhayati Muchsin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2277

Abstract

Serangan jantung (infark miokard) adalah darurat medis serius saat aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena sumbatan plak di arteri koroner, yang menyebabkan kerusakan atau kematian otot jantung. Gejalanya meliputi nyeri dada kiri seperti ditekan, menjalar ke leher/lengan, sesak napas, dan keringat dingin. Penatalaksanaan non farmakologis dengan cara modifikasi gaya hidup dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup yang sehat pada pasien beresiko terjadinya serangan jantung sangat dipengarungi oleh support yang diberikan oleh keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan edukasi pada keluarga tentang pentingnya perawatan keliuarga pada pasien beresiko serangan jantung dirumah melalui pengenalan dan edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dengan melibatkan 27 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan resiko terjadinya serangan jantung yang meliputi pasien hipertensi, hiperglikemia serta kolesterol tinggi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 2 sesi yakni : pengenalan dan edukasi tentang perawatan keluarga pada pasien beresiko serangan jantung. Tanya jawab hasil dari kuesioner yang telah di isi oleh responden. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam memahami tentang perawatan pasien beresiko serangan jantung di rumah yakni yang sebelumnya pengetahuan keluarga dari sebagian besar (59%) dalam kategori kurang (sebelum kegiatan) meningkat menjadi hampir setengah (44%) dalam kategori baik. Edukasi dan pengenalan dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang modifikasi gaya hidup dan tata cara perawatan anggota keluarga yang beresiko mengalami serangan jantung. Metode pengenalan dan edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu media penyampaian informasi dalam peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan anggota keluarga beresiko mengalami serangan jantung dirumah.
Pengenalan & Edukasi Tentang Peningkatan Kemampuan Keluarga Dalam Perawatan Pasien Krisis Hipertensi Di Rumah Melalui Pendekatan “Family Support Education” Di UPTD Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto; Neny Triana; Nove Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2090

Abstract

Krisis hipertensi merupakan akibat dari hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik, ditandai dengan tekanan darah yang sangat tinggi sehingga diperlukan pertolongan awal serta perawatan untuk mengontrol tekanan darah dengan cara penatalaksanaan farmakologis maupun non farmakologis. Penatalaksanaan non farmakologis dengan cara modifikasi gaya hidup dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup yang sehat pada pasien krisis hipertensi sangat dipengarungi oleh support yang diberikan oleh keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan edukasi pada keluarga tentang pentingnya family support education sebagai upaya meningkat kemampuan keluarga dalam perawatan pasien krisis hipertensi dirumah melalui pengenalan dan edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dengan melibatkan 25 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat krisis hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 2 sesi yakni : pengenalan dan edukasi tentang family support education dan sesi diskusi dan Tanya jawab hasil dari kuesioner yang telah di isi oleh responden. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam memahami tentang perawatan pasien krisis hipertensi di rumah dengan pendekatan family support education yakni dari sebagian (50%) dalam kategori kurang (sebelum kegiatan) meningkat menjadi hampir seluruhnya (80%) dalam kategori baik. Edukasi dan pengenalan dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang modifikasi gaya hidup dan tata cara perawatan anggota keluarga dengan krisis hipertensi dirumah. Metode pengenalan dan edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu media penyampaian informasi dalam peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan pasien krisis hipertensi dirumah
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYEBAB GAGAL GINJAL PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI DUSUN NGELO DESA SUKORAME KABUPATEN TRENGGALEK Dodik Arso Wibowo; Lilik setiawan; Wahyu tanoto
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4212

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal bisa menyerang pada anak usia 6-12 tahun yang terjadi akibat zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak. Ibu yang tidak memiliki pengetahuan mengenai penyebab gagal ginjal pada anak kemungkinan besar mengalami keterbatasan informasi terkait faktor penyebab gagal ginjal pada anak. Penting bagi ibu memiliki pengetahuan tentang penyebab gagal ginjal pada anak agar tidak meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun di dusun Ngelo desa Sukorame Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek.Desain penelitian Deskriptif, populasi ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun berjumlah 112 ibu, sampel berjumlah 36 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret – 12 April 2025 di Dusun Ngelo Desa Sukorame Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterprestasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 36 responden, sebagian besar responden yaitu 26 responden (72%) memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil dari responden yaitu 6 responden (17%) memiliki peran cukup dan sebagian kecil responden yaitu 4 responden (11%) ibu memiliki pengetahuan kurang. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan perbulan, jumlah anak, pernah mendapatkan informasi tentang penyakit gagal ginjal, sumber informasi yang di dapat. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang kurang diharapkan pemerintah desa memberikan penyuluhan pada ibu dan ibu dapat memperbanyak informasi tentang penyebab gagal ginjal melalui media elektronik, media cetak maupun tenaga kesehatan.
Pengetahuan Ibu Tentang Penyebab Gagal Ginjal Pada Anak Usia 6-12 Tahun Di Dusun Ngelo Desa Sukorame Kabupaten Trenggalek Dodik Arso wibowo; Wahyu Tanoto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2111

Abstract

Gagal ginjal bisa menyerang pada anak usia 6-12 tahun yang terjadi akibat zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak. Ibu yang tidak memiliki pengetahuan mengenai penyebab gagal ginjal pada anak kemungkinan besar mengalami keterbatasan informasi terkait faktor penyebab gagal ginjal pada anak. Penting bagi ibu memiliki pengetahuan tentang penyebab gagal ginjal pada anak agar tidak meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun di dusun Ngelo desa Sukorame Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Desain penelitian Deskriptif, populasi ibu yang memiliki anak usia 6-12 tahun berjumlah 112 ibu, sampel berjumlah 36 responden, dengan teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret – 12 April 2025 di Dusun Ngelo Desa Sukorame Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek. Dengan variabel tunggal yaitu Pengetahuan ibu tentang penyebab gagal ginjal pada anak usia 6-12 tahun, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterprestasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 36 responden, sebagian besar responden yaitu 26 responden (72%) memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil dari responden yaitu 6 responden (17%) memiliki peran cukup dan sebagian kecil responden yaitu 4 responden (11%) ibu memiliki pengetahuan kurang. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu yaitu, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan perbulan, jumlah anak, pernah mendapatkan informasi tentang penyakit gagal ginjal, sumber informasi yang di dapat. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang kurang diharapkan pemerintah desa memberikan penyuluhan pada ibu dan ibu dapat memperbanyak informasi tentang penyebab gagal ginjal melalui media elektronik, media cetak maupun tenaga kesehatan.
Fungsi Sosial Lansia Di Wilayah UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri Wahyu Tanoto; Dodik Arso Wibowo
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i1.248

Abstract

Latar Belakang: Menua adalahkondisi fisiologis yang akan terjadi di seluruh kehidupan manusia. dimulai sejak permulaan kehidupan. Masa lansia dimaknai sebagai masa kemunduran, diantaranya penurunan fisik, psikis, dan sosial lansia. Perubahan sosial pada lansia meliputi penurunan aktivitas, peran dan partisipasi sosial. Tujuan penelitian Proses menua terjadi sepanjang hidup, tidak hanya dimulai dari suatu waktu tertentu. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana fungsi sosial lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian menggunakan desain deskriptif. Populasi sebesar 46 responden menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan sejumlah 14 responden. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 26 Maret sampai 18 Juni 2023. Variabel penelitian adalah fungsi sosial lanjut usia. Alat ukur menggunakan kuesioner fungsi sosial melalui metode wawancara terstruktur. Analisa data dengan prosentase dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, dan di interprestasikan secara kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 11 responden (79%) mengalami fungsi sosial tinggi dan sebagian kecil responden 3 responden (21%) mengalami fungsi sosial sedang. Kesimpulan: Lansia dapat mengurangi dampak terjadinya penurunan fungsi sosial dengan cara melakukan kegiatan di rumah maupun di masyarakat seperti berkumpul bersama dengan keluarga dan dapat mengikuti kegiatan di masyarakat, misal pengajian, posyandu.