Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Efektifitas Community Education System (CUBES) dengan Pendekatan Peer Group Education terhadap Kemampuan Bystander CPR Nove Lestari; Vela Purnamasari
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4874

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Kejadian henti jantung ditandai dengan tidak adanya tanda – tanda sirkulasi seringkali ditemukan terjadi diluar rumah sakit yang membutuhkan pertolongan pertama dari orang – orang yang berada di sekitar korban (Bystander). Community Education System (CUBES) dengan pendekatan Peer Group Education merupakan pemberian pendidikan kesehatan yang diberikan  sasaran dengan jumlah yang banyak dengan karakteristik sasaran yang hampir sama, yang dilaksanakan secara kontinue dan dalam periode tertentu yang dalam rentang waktu yang telah direncanakan tersebut ada evaluasi hasil secara berkala.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adayaitu sejumlah 8 respondenbulannya efektifitas Cubes dengan pendekatan peer grup education terhadap kemampuan bystander CPR. Metode: Metode penelitian yang digunakan quasy eksperiment melalui pendekatan  Pre dan Post Test Without Control dengan teknik Non Probability Sampling tipe Purposive Sampling dengan populasi 41 orang dan didapatkan sejumlah 8 responden. Hasil: Dari hasil uji T-Test berpasangan tersebut didapatkan hasil Significancy  0,000 dimana nilai p-value 0,05. Simpulan dan Implikasi: Terdapat perbedaan rerata kemampuan responden dalam melakukan CPR  yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Community Education System (CUBES) dengan pendekatan Peer Group. Diharapkan masyarakat selaku bystander CPR lebih berinsiatif serta berperan serta dalam pemberian bantuan hidup dasar kepada pasien henti jantung sehingga komplikasi bisa diminimalisir.
Phenomenology Study: Experiences Of Community Living Near A Road In Providing Help To Accident Victims Vela Purnamasari; Nove Lestari; Nurul
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v4i2.114

Abstract

Background: A phenomenon that often occurs in the community when a traffic accident occurs is that those who provide first aid (first responders) are mostly not medical officers but ordinary people around the scene. Of course, ordinary people will have unique and profound experiences that need to be explored to describe rescue actions when finding accident victims with all their limitations. Methods This study uses a qualitative design with an interpretive phenomenological approach to explore the meaning of the experiences of ordinary people who live close to the highway in assisting accident victims. Data saturation was achieved with 7 participants. The instrument in this research is the researcher as the core instrument, and other supporting tools in the form of a netbook equipped with a voice recording program (Camtasia studio ), ballpoint pen, and paper for field notes. Data collected through in depth interviews processed into transcripts and then analyzed using Interpretive Phenomenological Analysis (IPA) . Results: The results of the study found three major themes, namely trying to help victims as best they could, hoping for the best for victims and hoping for cooperation between the rescue team and the health care system. The three major themes are built from several sub-themes.. Conclusion: The conclusion is that people who live near highways will have the potential to become first responders in helping accident victims in the prehospital phase . With good cooperation between the general public and special lay parties and assisted by health services, it will greatly assist the process of first aid and follow-up assistance to accident victims, so that morbidity and mortality in accident victims can be minimized.
PkM Optimalisasi Mekanisme Koping Masyarakat Menghadapi Pandemi Yang Berkepanjangan: Indonesia Nurul Laili; Nove Lestari; Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 01 (2022): SPIKesNas - Agustus 2022
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A prolonged pandemic with various policies in all sectors of life has an impact on the physical and psychic of individuals. People feel a continuous increase in stress and decreased physical condition. The problems of life due to a prolonged pandemic require a person to be able to adapt to conditions, which can affect individual coping mechanisms. The purpose of community service activities is to provide education about ways of adaptive coping mechanisms in dealing with prolonged pandemic conditions so that people are more able to think positively and be able to adapt and find constructive solutions for their next life. Education or counseling will be held from March 31, 2022, to April 2, 2022, in the PKM Puhjarak Working Area, Kediri Regency, East Java. 20 participants attended. The number of students who participated in the activity was 3 students. The method used is lecture, discussion/question and answer using leaflet media, and explanation of material using LCD and laptop media. From the results of interviews and filling out questionnaires on how to cope with community coping mechanisms during a prolonged pandemic, it was found that most of the respondents had adaptive coping mechanisms and almost half of the respondents had maladaptive coping mechanisms. Adaptive coping mechanisms during a prolonged pandemic can be done by improving problem-solving strategies by learning and trying to adapt to new situations, accepting conditions and staying positive about situations, asking for help from others and seeking information, and making plans to solve problems and straighten thoughts or perceptions of the problem.
PERAN KELUARGA PADA LANSIA YANG MEMILIKI RESIKO JATUH DI DUSUN SELUR DESA TANGKIL KECAMATAN PANGGUL KABUPATEN TRENGGALEK Vela Purnamasari; Dwi Murti
Prosiding SPIKesNas : Seminar Publikasi Ilmiah Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2022): SPIKesNas - November 2022
Publisher : STIKES dan AKZI Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of the family in the elderly who are at risk of falling consists of educators, motivators, and facilitators. Falls in the elderly will cause disability, experience limitations in carrying out daily activities, and decrease quality of life and death. The family has a role as a caregiver in providing actions to prevent the risk of falling in the elderly and improve their quality of life for the elderly to be better. The purpose of the study was to determine the role of the family in the elderly who are at risk of falling in Selur Hamlet, Tangkil Village, Panggul District, Trenggalek Regency. Descriptive design, a population of 227 respondents and a sample of 23 respondents, using purposive sampling technique, the instrument using a questionnaire sheet, the research was carried out on August 26 – September 10, 2022. Variable role of the family in the elderly who have a risk of falling in Dusun Selur, Tangkil Village, Panggul District, Trenggalek Regency. From the results of the study, it was found that almost half of the respondents with good family roles were 39% and most of the respondents with sufficient family roles were 61%. The role of the family is influenced by age, gender, education, living with, the closest family member to the elderly, active participation in the posyandu for the elderly, history of previous falls, history of comorbidities, and use of hearing/vision aids. It is expected that respondents have a good family role and can increase knowledge, and awareness, provide education, motivation, and facilities to prevent the risk of falling in the elderly, and create a situation with minimal risk factors so that the quality of life of the elderly can improve.
Sikap Ibu Dalam Memberikan Pertolongan Pertama Pada Batita Yang Tersedak Di Desa Sukomoro Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Shava Nanda Justitia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus tersedak sering terjadi pada anak-anak terutama pada anak berusia 0-36 bulan hal ini dikarenakan saluran pernafasan anak yang masih kecil dan sempit, serta kemampuan anak untuk mengunyah makanan belum sempurna, sehingga menyebabkan korban sulit bernafas dan kekurangan oksigen, bahkan apabila tidak tertangani segera akan menimbulkan kematian. Penanganan kasus tersedak membutuhkan sikap yang tepat, dalam hal ini sikap ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak. Tujuan untuk mengidentifikasi sikap ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada batita yang tersedak di Desa Sukomoro Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Desain penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian sebanyak 69 responden, sampel 59 responden, teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi, variabel yaitu sikap ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada batita yang tersedak, instrument penelitian lembar kuesioner. Analisa hasil penelitian menggunakan prosentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar dari responden memiliki sikap baik (66%), hampir setengah dari responden memiliki sikap cukup (27%), dan sebagian kecil responden memiliki sikap kurang (7%). Sikap ibu yang dalam memberikan pertolongan pertama saat batita tersedak ini di pengaruhi oleh keaktifan mengikuti posyandu batita, pernah menolong batita yang tersedak, umur anak (0-12 bulan), umur ibu, jumlah anak, dan pendidikan terakhir ibu. Diharapkan ibu dapat meningkatkan sikapnya dengan cara aktif mencari informasi tentang tata laksana pertolongan pertama pada batita yang tersedak dari berbagai sumber contohnya dari penyuluhan, petugas kesehatan saat di posyandu atau di puskesmas, dan untuk petugas kesehatan di desa di harapkan dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang tata laksana pertolongan pertama pada batita yang tersedak.
CARING PERAWAT PADA PASIEN DALAM KONDISI KRITIS DI KABUPATEN KEDIRI Vela Purnamasari; Dewi Yunicha
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v7i1.553

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien dengan kondisi yang mengancam keselamatan jiwa, pasien yang mengalami disfungsi atau kegagalan satu maupun lebih organ/system sehingga hidupnya tergantung pada alat, monitoring serta terapi canggih. Dalam upaya pemenuhan pelayanan keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan kondisi kritis diperlukan perilaku caring dari perawat tersebut agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberi manfaat bagi pasien dalam kondisi kritis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuicaring perawat pada pasien dalam kondisi kritis. Desain penelitian menggunakan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 16 orang dan sampel 16 responden sehingga menggunakan teknik total sampling sesuai dengan kriteria penelitian, instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner, penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2020– 12 Juni 2020 menggunakan variabel tunggal yaitu caring perawat pada pasien dalam kondisi kritis. Data dianalisa menggunakan rumus persentase dan diinterpretasi secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 16 responden, hampir seluruh responden mempunyai caring yang baik sebanyak 13 responden (81%), sebagian kecil dari responden mempunyai caring yang cukup sebanyak 3 responden (19%). Caring perawat dalam menerapkan caring pada pasien dalam kondisi kritis dipengaruhi oleh faktor usia,jenis kelamin, pendidikan,pernah mengikuti pelatihan keperawatan caring di rumah sakit maupun diluar rumah sakit , lama bekerja, serta posisi atau jabatan di tempat kerja. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dalam menerapkan caring perawat pada pasien dalam kondisi kritis di pelayanan kesehatan dandiharapkan perawat dapat mengikuti pelatihan pada daerah setempat maupun luar daerah, mengikuti seminar nasional maupun internasional guna menambah wawasan terhadap sikap caring bagi perawat.
Pengenalan & Edukasi Tentang Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Anggota Keluarga Yang Beresiko Mengalami Serangan Jantung Di UPTD Puskesmas Gurah Kabupaten Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto; Enur Nurhayati Muchsin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2277

Abstract

Serangan jantung (infark miokard) adalah darurat medis serius saat aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena sumbatan plak di arteri koroner, yang menyebabkan kerusakan atau kematian otot jantung. Gejalanya meliputi nyeri dada kiri seperti ditekan, menjalar ke leher/lengan, sesak napas, dan keringat dingin. Penatalaksanaan non farmakologis dengan cara modifikasi gaya hidup dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup yang sehat pada pasien beresiko terjadinya serangan jantung sangat dipengarungi oleh support yang diberikan oleh keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan edukasi pada keluarga tentang pentingnya perawatan keliuarga pada pasien beresiko serangan jantung dirumah melalui pengenalan dan edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dengan melibatkan 27 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan resiko terjadinya serangan jantung yang meliputi pasien hipertensi, hiperglikemia serta kolesterol tinggi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 2 sesi yakni : pengenalan dan edukasi tentang perawatan keluarga pada pasien beresiko serangan jantung. Tanya jawab hasil dari kuesioner yang telah di isi oleh responden. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam memahami tentang perawatan pasien beresiko serangan jantung di rumah yakni yang sebelumnya pengetahuan keluarga dari sebagian besar (59%) dalam kategori kurang (sebelum kegiatan) meningkat menjadi hampir setengah (44%) dalam kategori baik. Edukasi dan pengenalan dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang modifikasi gaya hidup dan tata cara perawatan anggota keluarga yang beresiko mengalami serangan jantung. Metode pengenalan dan edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu media penyampaian informasi dalam peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan anggota keluarga beresiko mengalami serangan jantung dirumah.
Stres Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Mahasiswa Di STIKES Karya Husada Kediri Nove Lestari; Vela Purnamasari; Junanto Waldyansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2281

Abstract

Mahasiswa seringkali dihadapkan pada berbagai tekanan yang dapat memicu stres, seperti beban akademik, jadwal perkuliahan yang padat, masalah keuangan, tekanan sosial, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan organisasi. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif terhadap perilaku, kesehatan mental, dan kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa (ORMAWA) di STIKES Karya Husada Kediri. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel sebanyak 70 mahasiswa aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 19 April - 30 Mei 2025. Tempat penelitian di STIKES Karya Husada Kediri menggunakan Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner DASS-42, dan analisisa data dilakukan dengan rumus persentase yang kemudian diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori normal 29 responden (41%), hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori ringan 19 responden (27%), dan hampir setengah dari responden mengalami stres dalam kategori sedang 22 responden (31%). Tingkat stres pada mahasiswa yang mengikuti organisasi mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi usia, jenis kelamin, jurusan atau program studi, jenis ORMAWA yang diikuti, jabatan dalam organisasi, lama berorganisasi, semester, frekuensi keikutsertaan dalam kegiatan organisasi, serta pernah mendapat informasi tentang penanganan stres. Disarankan mahasiswa yang mengalami stres diharapkan beradaptasi dengan lingkungan yang dialami serta dapat mengukur kemampuanaktivitas sesuai toleransi, tetap perlu menjaga kesehatan dan cara mengatasinya dengan baik.
Pengenalan & Edukasi Tentang Peningkatan Kemampuan Keluarga Dalam Perawatan Pasien Krisis Hipertensi Di Rumah Melalui Pendekatan “Family Support Education” Di UPTD Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto; Neny Triana; Nove Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2090

Abstract

Krisis hipertensi merupakan akibat dari hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik, ditandai dengan tekanan darah yang sangat tinggi sehingga diperlukan pertolongan awal serta perawatan untuk mengontrol tekanan darah dengan cara penatalaksanaan farmakologis maupun non farmakologis. Penatalaksanaan non farmakologis dengan cara modifikasi gaya hidup dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup yang sehat pada pasien krisis hipertensi sangat dipengarungi oleh support yang diberikan oleh keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan edukasi pada keluarga tentang pentingnya family support education sebagai upaya meningkat kemampuan keluarga dalam perawatan pasien krisis hipertensi dirumah melalui pengenalan dan edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dengan melibatkan 25 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat krisis hipertensi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 2 sesi yakni : pengenalan dan edukasi tentang family support education dan sesi diskusi dan Tanya jawab hasil dari kuesioner yang telah di isi oleh responden. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam memahami tentang perawatan pasien krisis hipertensi di rumah dengan pendekatan family support education yakni dari sebagian (50%) dalam kategori kurang (sebelum kegiatan) meningkat menjadi hampir seluruhnya (80%) dalam kategori baik. Edukasi dan pengenalan dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang modifikasi gaya hidup dan tata cara perawatan anggota keluarga dengan krisis hipertensi dirumah. Metode pengenalan dan edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu media penyampaian informasi dalam peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan pasien krisis hipertensi dirumah
Gambaran Self Management Pasien Beresiko Stroke Dengan Pendekatan Teori Konservasi Myra Estrin Levine Di Wilayah Dukuh Tempuran Dusun Cangkring Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Vela Purnamasari; Nove Lestari; Dewi Retno Asmaul Nafita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2091

Abstract

Penyakit – penyakit seperti hiperkolesterol, hiperglikemi, hipertensi, asam urat tinggi, kebiasaan merokok, penyakit jantung dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Apabila pasien mengeluh dengan kondisi tersebut mengakibatkan penurunan fungsi tubuh yang signifikan. Dengan kondisi tersebut perlunya self management pada penderita stroke untuk melakukan perawatan diri mandiri agar dapat mempertahankan kesehatan dan mencegah komplikasi pasien berisiko stroke. Kondisi ini sesuai dengan teori konservasi Myra Estrin Levine bertujuan menjaga konservasi energi, integritas struktural, pribadi, dan sosial. Penelitian bertujuan mengidentifikasi gambaran self management pasien berisiko stroke dengan pendekatan teori konservasi Myra Estrin Levine. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi dan sampel seluruh pasien berisiko stroke di Posyandu Lansia Dukuh Tempuran Dusun Cangkring, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, sebanyak 35 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan di wilayah Posyandu Lansia pada bulan april 2025. Variabel penelitian adalah self management pasien berisiko stroke dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis menggunakan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 responden, sebagian besar yaitu 22 responden (63%) memiliki self management cukup, hampir setengah yaitu 12 responden (34%) memiliki self management baik, dan sebagian kecil yaitu 1 responden (3%) memiliki self management kurang. Self management pasien berisiko stroke dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan, keberadaan orang terdekat di rumah, keaktifan dalam posyandu lansia, serta paparan informasi tentang manajemen diri. Hasil penelitian diharapkan menjadi informasi bagi pasien berisiko stroke dalam meningkatkan manajemen diri, serta referensi bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan dalam penerapan teori konservasi Myra Estrin Levine. Responden diharapkan menerapkan pola hidup sehat seperti makan bergizi, rutin berolahraga, dan menghindari merokok untuk menurunkan risiko komplikasi stroke.