Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PERKUATAN STRUKTUR LANTAI DENGAN METODE CONCRETE JACKETING (STUDI KASUS BANGUNAN RUKO SETURAN RAYA) Yasin, Iskandar; Langga Chandra Galuh, Dimas; Nursupriyanti, Anik; Maulidifa Rizka Putri, Zalfa
Civil Engineering and Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2025): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/civetech.v7i1.2787

Abstract

Konteks pembangunan perkotaan yang semakin padat dan perekonomian yang semakin meningkat, kebutuhan akan kapasitas ruang pada bangunan, terutama bertipologi komersial seperti ruko, menjadi semakin mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil evaluasi struktur eksisting akibat dari rencana penambahan lantai bangunan dan sebagai rekomendasi perencanaan perkuatan pada elemen struktur eksisting yang memerlukan perkuatan. Penelitian ini dilakukan di Ruko Seturan Raya yang terletak di Jl. Seturan Raya No.100, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Pradesain struktur dilakukan untuk mendapatkan struktur awal bangunan 2 (dua) lantai yang difungsikan sebagai rumah toko menggunakan SNI 2847-2013. Evaluasi struktur yang direncanakan dengan menambahkan 1 (satu) tingkat menjadi bangunan 3 (tiga) tingkat yang dimodelkan 3D menggunakan software SAP2000. Elemen struktur dan pembebanan untuk tingkat yang ditambahkan sama dengan struktur awal dan analisis gempa dengan statik ekivalen. Analisis beban gempa berdasarkan SNI 1726-2019. Hasil evaluasi struktur yaitu kemampuan eksisting kolom akibat penambahan tingkat. Perkuatan elemen struktur yang dilakukan dengan concrete jacketing dan dilakukan beberapa permodelan sebagai rekomendasi perkuatan.
LOW CARBON CONCRETE: CEMENT REPLACEMENT UTILIZING FLY ASH Dimas Langga Chandra Galuh; M Afif Shulhan; Iskandar Yasin; Sukiyono Sukiyono
Journal of Green Science and Technology Vol 6 No 1 (2022): VOL 6, NO 1 (2022): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 6 NO. 1 MARCH 20
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v6i1.6495

Abstract

Reducing the cement content in concrete is the need for environmental sustainability, as cement produces a significant carbon emission. This work aims to study the effect of partial replacement of the cement utilizing fly ash at the various percentage of substitution by investigating the physical characteristic of concrete ingredients, compressive testing at various curing age, workability, and material cost reduction. Fly ash used in this research is categorized as type F, which obtained from Jepara powerplant. Along with fly ash, ordinary pozzolan cement (OPC) from Semen Gresik used as binder material. The fine and coarse aggregates quarried consecutively from Magelang Regency and Kulon Progo Regency, Indonesia. All the constitutes being observed on specific gravity, gradation test, clay lumps content, and abrasion resistance. The job mix formula developed adopting Indonesian Standard based on the physical data obtained previously, resulting in five levels of cement replacement which is 0%, 15%,20%, 25%, and 30% compared to cementitious weight. Concrete cylinder specimen having 150 mm on the diameter and length of 300 mm, tested at various age (7,14, and 28 days) to obtained compressive strength and strength development during curing age. The current works remarks that all level of replacement obtained a good agreement with targeted compressive strength (25 MPa) at the age of 14 days. However, the more fly ash supplemented in the mixture, strength development possesses a slower rate and a slight declining on workability. Eventhough the slump value still comply with the requirement given by the Indonesian Standard.
Studi Eksperimen Non-Destructive Test dengan Metode Semi-Direct pada Beton Ma'arif, Faqih; Yasin, Iskandar; Haza, Zainul Faizien
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i1.49118

Abstract

Teknik pengukuran kualitas beton dapat dideteksi dengan mengetahui besarnya kecepatan perambatan gelombang ultrasonik. Dalam prosesnya, akurasi hasil pengukuran ditentukan oleh jarak transducer dan receiver, mutu material, impedansi akustik material, dan salah satunya homogenitas material. Hingga kini, metode yang populer digunakan adalah direct dan indirect untuk mengetahui kualitas material dan deteksi kerusakan pada beton. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah ketika kedua metode tersebut tidak dapat digunakan disebabkan kondisi eksisting Gedung. Skema uji semi-direct diusulkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang tidak dapat dijangkau oleh metode direct dan indirect. Hasil akhir pengujian menunjukkan tingkat akurasi yang lebih rendah dibandingkan metode yang lainnya dengan selisih hasil pengujian 30%. 
ANALISIS PERBANDINGAN PONDASI TIANG PANCANG DAN PONDASI BORE PILE DITINJAU DARI SEGI KEKUATAN Haza, Zainul Faizien; Widaryanto, Lilik Hendro; Pratama, Andika Satria Putra; YASIN, Iskandar; Darmawan, Angga
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v10i2.21117

Abstract

Pondasi dalam merupakan struktur bawah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah keras yang berada jauh dari permukaan t anah. Suatu pondasi dapat dikategorikan sebagai pondasi dalam apabila perbandingan antara kedalaman deng an lebar pondasilebih dari sepuluh (Df/B >10). Material pondasi dalam bisa dari kayu, baja, beton bertulang, dan beton pratekan. Pondasi dalam dapat dibedakan menjadi Pondasi Tiang Pancang, Pondasi Bore Pile dan Pondasi Caisson. Ada banyak alasan yang mempengaruhi penggunaan pondasi dalam, beberapa alasan umum adalah beban yang sangat besar, tanah yang buruk pada kedalaman dangkal, atau kendala situs. Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan ditemukan perbedaan kekuatan dari macam pondasi dalam jenis Pondasi Tiang Pancang dan Pondasi Bore Pile.
STUDI NUMERIK PENGARUH LEBAR SPESIMEN TERHADAP SIFAT TARIK AISI 1010 MENGACU PADA ASTM E8 Iskandar Yasin; Andi Ibrahim Soumi
CivETech: Civil Engineering and Technology Journal Vol. 7 No. 2 (2025): CivETech
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi lebar spesimen terhadap sifat mekanik tarik baja karbon rendah AISI 1010 melalui pendekatan simulasi numerik berbasis metode elemen hingga (Finite Element Analysis/FEA) menggunakan perangkat lunak Ansys Workbench. Spesimen uji tarik dimodelkan dalam bentuk dog-bone sesuai standar ASTM E8 dengan dua variasi lebar daerah ukur, yaitu 6 mm (sub-size specimen) dan 12.5 mm (standard specimen). Parameter material dimasukkan berdasarkan data sifat mekanik AISI 1010, sedangkan pembebanan diberikan dalam bentuk kendali perpindahan aksial pada ujung penjepit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa spesimen dengan lebar 12.5 mm memiliki tegangan maksimum dan deformasi plastis yang lebih tinggi serta distribusi regangan yang lebih homogen dibandingkan spesimen 6 mm. Sebaliknya, spesimen berlebar 6 mm cenderung mengalami konsentrasi regangan pada daerah transisi fillet–gage sehingga kekuatan tarik yang diperoleh lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan lebar spesimen sesuai standar ASTM E8 berperan penting dalam memperoleh hasil uji tarik yang representatif dan akurat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mengenai pengaruh geometri spesimen terhadap karakterisasi sifat mekanik material serta menjadi rujukan bagi penelitian dan pengujian lanjutan yang menggunakan pendekatan simulasi numerik.
NUMERICAL INVESTIGATION OF THICKNESS AND MATERIAL EFFECTS ON THE MECHANICAL BEHAVIOR OF MILD STEEL DAMPERS USING FINITE ELEMENT ANALYSIS Yasin, Iskandar; Sutrisno, Widarto; Hasan, Nurul; Soumi, Andi Ibrahim
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v27i1.16741

Abstract

Mild steel dampers are widely utilized as energy dissipation devices due to their ductility and stable mechanical behavior. This study presents a numerical investigation of the effects of plate thickness and material variation on the mechanical performance of an H-type mild steel damper using nonlinear finite element analysis. The model is developed in ANSYS with three-dimensional solid elements, incorporating material and geometric nonlinearity to capture structural response under loading. Two parametric studies are conducted, including plate thickness variations (15 mm, 20 mm, 25 mm, and 30 mm) and material variations (structural steel, grey cast iron, and aluminum alloy). The mechanical behavior is evaluated based on deformation, equivalent stress, and strain distribution along the damper height. The results show that increasing plate thickness significantly reduces deformation and strain while improving stress distribution, indicating enhanced structural stiffness. However, excessive thickness may limit deformation capacity. In terms of material performance, structural steel exhibits the most stable behavior with low deformation and controlled stress and strain distribution. Aluminum shows higher deformation and strain due to its lower stiffness, while grey cast iron demonstrates limited ductility and higher stress concentration. An optimal configuration is identified at a thickness of 20-25 mm using structural steel, providing a balance between stiffness and deformation capability. These findings contribute to the design optimization of metallic dampers for structural applications.
PERBANDINGAN KLASIFIKASI MUTU BATAKO PASIR PROGO, BATAKO PASIR OPAK DAN BATAKO PASIR MERAPI maka bana; Iskandar Yasin; Lilik Hendro; Afif Shulhan; Ibnu Kosim
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v11i1.22727

Abstract

Batako is usually used in the pavement of an area. Bricks are made with a mixture of cement, water and fine aggregate without additives. Batako has its own standard quality level to determine the use and function of the brick. The standard is contained in SNI 03-0349-1989. Where Batako is divided into 4 classifications, namely Quality Level I, Quality Level II, Quality Level III, and Quality Level IV. The calcification is obtained from the compressive strength value of a brick. Therefore, this research was conducted to examine the strength comparison of compressive strength values between Progo sand brick, Opak sand brick and Merapi sand brick. This study used experimental research methods in the laboratory using 3 test objects, each of which was represented by 3 samples. So that the total test object used is 9 pieces of test object. object 1 is Progo sand brick, object 2 is Opak sand brick and object 3 is Merapi sand brick. The test results show that Progo sand brick has an average strength value of 19.333 MPa, Opak sand brick has a compressive strength value of 27 MPa. Meanwhile, Merapi sand brick has a compressive strength value of 37 MPa. Keywords: Progo Sand Bricks, Opak Sand Bricks, Merapi Sand Bricks