Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Dalam Penerapan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Sefria Indah Primasari; Febria Listina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 2, No 2 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor  utama  sulitnya  penerapan  Kawasan  Tanpa  Rokok  (KKN) adalah  rendahnya  kesadaran masyarakat akan bahaya merokok yang ditunjukkan dengan angka tak terduga dari kelompok perokok usia 5 sampai 9 tahun. Hasil observasi diketahui bahwa sebagian besar petugas kesehatan laki-laki dan pengunjung di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan adalah perokok yang bahkan terkadang merokok di wilayah Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor kepatuhan dalam penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di Puskesmas Candipuro Lampung Selatan tahun 2019. Penelitian perencanaan ini menggunakan studi cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 7 responden yaitu pasien berjenis kelamin laki-laki di Puskesmas Candipuro Lampung Selatan, 263 responden, dan 162 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk segera diisi oleh responden. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa distribusi frekuensi 83 responden penurut (51,2%), yang kurang pengetahuan  94  responden  (58,0%),  yang  memiliki  sikap  positif  87  responden  (53,  7%),  yang memiliki keterampilan sosial baik sebanyak 115 responden (71,0%). Ada faktor pengetahuan (p value 0,001.OR 3,2), sikap (p value 0,000.OR 6,4), keterampilan sosial (p value 0,009.OR 2,7) yang menentukan kepatuhan penerapan kawasan tanpa rokok di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Saran untuk penelitian ini adalah pentingnya kesadaran dan pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok perlu dan ditingkatkan dengan menyebarluaskan informasi dalam bentuk apapun seperti dalam poster, brosur, atau leaflet agar kepatuhan masyarakat terhadap kawasan tanpa rokok meningkat. Dengan demikian, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dapat diterapkan secara efisien.Kata Kunci : Kepatuhan, Penerapan Kawasan Tanpa Rokok
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang SADARI Titannia Diah Pitaloka; Dwi Yulia Maritasari; Febria Listina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan wanita untuk mendeteksi secara dini kanker payudara. Kanker ini seharusnya dapat ditemukan pada tahap yang lebih dini, akan tetapi lebih sering diketahui stadium lanjut sehingga menyebabkan tingginya angka kematian. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung selatan tahun 2019, angka cakupan pemeriksaan SADARI di Kabupaten Lampung selatan sebesar 65%. Sedangkan cakupan SADARI di Puskemas Rawat Inap Sragi tahun 2019 sebesar 15% dengan target 50%.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang SADARI pada Wanita Usia Subur (WUS).Penelitian menggunakan desain Quasi Experimental serta menggunakan rancangan One Grup Pretest – Postest Design. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sragi Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) berjumlah 32 responden yang terdiri 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data univariat dan bivariate dengan uji statistik t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video terhadap pengetahuan tentang SADARI (pvalue = 0,0001). Ada perbedaan pengetahuan SADARI setelah diberikan pendidikan kesehatan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (pvalue = 0,001). Sebaiknya diberikan pemberian pendidikan kesehatan yang disertai dengan peragaan pemeriksaan SADARI, serta perlu adanya program konseling bagi wanita usia subur (WUS) mengenai pencegahan kanker payudara.Kata Kunci: SADARI, Kanker Payudara, Wanita Usia Subur
Health Education in Narcotics, Psychotropics and Addictive in Mts Miftahul Ulum Bandar Lampung Dian Utama Pratiwi Putri; Tubagus Erwin Nurdiansyah; Febria Listina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i3.131

Abstract

The problem of abuse of Narcotics, Psychotropic and Other Addictive Substances (NAPZA) or popular terms known to the public as Narcotics (Narcotics and Substance / Drug) is a very complex problem, which requires a comprehensive countermeasure effort involving multidisciplinary cooperation, multisector, and its role and the community is actively carried out continuously, consistently and consistently. Although in Medicine, most Narcotics, Psychotropic and other addictive substances (NAPZA) are still beneficial for treatment, but if abused or used not according to medical indications or treatment standards even more so if accompanied by illegal circulation, it will have a very detrimental effect on individuals and society especially young generation. Community service aims to increase the knowledge of teenagers, especially boys, about the dangers of narcotics, psychotropic substances and addictive substances. The method used is health education using written and pictorial material. And the question and answer session as a feed back of health education. The results obtained are children in MTs Miftahul Ulum Bandar Lampung better understand the dangers of narcotics, psychotropic substances and addictive substances
ANALISIS TARGET CAPAIAN PROGRAM KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2018 Febria Listina; Ni Ketut Dewi Asih
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.669 KB)

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya angka kelahiran di Indonesia meliputi usia, tingkat pendidikan, keadaan ekonomi, penggunaan alat kontrasepsi/KB, umur perkawinan pertama, perpindahan penduduk, dan lain-lain. Faktor yang paling menonjol dalam mempengaruhi tingginya angka fertilitas di Indonesia, yaitu tingkat pendidikan dan keadaan ekonomi penduduk Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis target capaian program KB di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Ketapang Lampung Selatan tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah informan. Teknik Pengambilan Informan dilakukan dengan wawancara mendalam. Pengumpulan data dengan lembar wawancara. Analisis data adalah terstruktur menggunakan lembar pertanyaan, ditanyakan oleh peneliti dan dijawab oleh informan. Hasil penelitian adalah cakupan target program KB di UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang diperoleh data bahwa cakupan peserta KB baru KB baru sebanyak 892 (8,1%) dan peserta KB aktif adalah 7.888 (80%) dari jumlah PUS sebesar 9.681. Ada beberapa faktor penghambat program KB di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang Lampung Selatan, yaitu Faktor Kepercayaan, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Ekonomi. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan mampu menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk meningkatkan kinerja dan promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan dan mencapai target Keluarga Berencana/KB sebesar 100%.
Faktor Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Dalam Penerapan Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Sefria Indah Primasari; Febria Listina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor  utama  sulitnya  penerapan  Kawasan  Tanpa  Rokok  (KKN) adalah  rendahnya  kesadaran masyarakat akan bahaya merokok yang ditunjukkan dengan angka tak terduga dari kelompok perokok usia 5 sampai 9 tahun. Hasil observasi diketahui bahwa sebagian besar petugas kesehatan laki-laki dan pengunjung di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan adalah perokok yang bahkan terkadang merokok di wilayah Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor kepatuhan dalam penerapan kebijakan kawasan tanpa rokok di Puskesmas Candipuro Lampung Selatan tahun 2019. Penelitian perencanaan ini menggunakan studi cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 7 responden yaitu pasien berjenis kelamin laki-laki di Puskesmas Candipuro Lampung Selatan, 263 responden, dan 162 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk segera diisi oleh responden. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa distribusi frekuensi 83 responden penurut (51,2%), yang kurang pengetahuan  94  responden  (58,0%),  yang  memiliki  sikap  positif  87  responden  (53,  7%),  yang memiliki keterampilan sosial baik sebanyak 115 responden (71,0%). Ada faktor pengetahuan (p value 0,001.OR 3,2), sikap (p value 0,000.OR 6,4), keterampilan sosial (p value 0,009.OR 2,7) yang menentukan kepatuhan penerapan kawasan tanpa rokok di Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Saran untuk penelitian ini adalah pentingnya kesadaran dan pengetahuan tentang kawasan tanpa rokok perlu dan ditingkatkan dengan menyebarluaskan informasi dalam bentuk apapun seperti dalam poster, brosur, atau leaflet agar kepatuhan masyarakat terhadap kawasan tanpa rokok meningkat. Dengan demikian, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dapat diterapkan secara efisien.Kata Kunci : Kepatuhan, Penerapan Kawasan Tanpa Rokok
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang SADARI Titannia Diah Pitaloka; Dwi Yulia Maritasari; Febria Listina
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan wanita untuk mendeteksi secara dini kanker payudara. Kanker ini seharusnya dapat ditemukan pada tahap yang lebih dini, akan tetapi lebih sering diketahui stadium lanjut sehingga menyebabkan tingginya angka kematian. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung selatan tahun 2019, angka cakupan pemeriksaan SADARI di Kabupaten Lampung selatan sebesar 65%. Sedangkan cakupan SADARI di Puskemas Rawat Inap Sragi tahun 2019 sebesar 15% dengan target 50%.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang SADARI pada Wanita Usia Subur (WUS).Penelitian menggunakan desain Quasi Experimental serta menggunakan rancangan One Grup Pretest – Postest Design. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Sragi Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) berjumlah 32 responden yang terdiri 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data univariat dan bivariate dengan uji statistik t-test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video terhadap pengetahuan tentang SADARI (pvalue = 0,0001). Ada perbedaan pengetahuan SADARI setelah diberikan pendidikan kesehatan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (pvalue = 0,001). Sebaiknya diberikan pemberian pendidikan kesehatan yang disertai dengan peragaan pemeriksaan SADARI, serta perlu adanya program konseling bagi wanita usia subur (WUS) mengenai pencegahan kanker payudara.Kata Kunci: SADARI, Kanker Payudara, Wanita Usia Subur
Health Education in Narcotics, Psychotropics and Addictive in Mts Miftahul Ulum Bandar Lampung Dian Utama Pratiwi Putri; Tubagus Erwin Nurdiansyah; Febria Listina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, September 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i3.131

Abstract

The problem of abuse of Narcotics, Psychotropic and Other Addictive Substances (NAPZA) or popular terms known to the public as Narcotics (Narcotics and Substance / Drug) is a very complex problem, which requires a comprehensive countermeasure effort involving multidisciplinary cooperation, multisector, and its role and the community is actively carried out continuously, consistently and consistently. Although in Medicine, most Narcotics, Psychotropic and other addictive substances (NAPZA) are still beneficial for treatment, but if abused or used not according to medical indications or treatment standards even more so if accompanied by illegal circulation, it will have a very detrimental effect on individuals and society especially young generation. Community service aims to increase the knowledge of teenagers, especially boys, about the dangers of narcotics, psychotropic substances and addictive substances. The method used is health education using written and pictorial material. And the question and answer session as a feed back of health education. The results obtained are children in MTs Miftahul Ulum Bandar Lampung better understand the dangers of narcotics, psychotropic substances and addictive substances
Parental Knowledge and Oral Health Maintenance in Kindergarten Children: A Study at UPTD Ulak Rengas Health Center, 2025 Jihan Salsabila; Syiefa Renanda Surya; Febria Listina
PROMOTOR Vol. 9 No. 2 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i2.1924

Abstract

Dental and oral health problems in children, such as dental caries, can cause toothache that disrupts sleep and concentration, impair chewing ability which reduces nutritional intake, and potentially affect cognitive and psychomotor development. According to the Indonesian Health Survey (SKI, 2023), the prevalence of dental caries among children aged 3–4 years is 81.1%, among those aged 5–9 years is 92.6%, and among those aged 10–14 years is 73.4%. Preliminary survey results indicated that most kindergarten children experience dental and oral health problems. This study aims to examine the relationship between parents’ knowledge and the maintenance of dental and oral health in kindergarten children in the working area of UPTD Ulak Rengas Public Health Center, North Lampung, in 2025. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The sample consisted of 59 parents, selected using proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire. The frequency distribution test results showed that 19 respondents (32.2%) had poor dental health maintenance, while 40 respondents (67.8%) had good dental health maintenance. The chi-square statistical test revealed a significant relationship between knowledge (p-value = 0.007; OR = 5.815) and dental health maintenance. It is recommended that the public health center strengthen regular and scheduled dental and oral health education and counseling programs for the community through posyandu (integrated health service posts), schools, and other community activities.
Evaluasi Pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tri Karya Mulya Tri Desiyana Sugianto; Dwi Yulia Maritasari; Febria Listina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17352

Abstract

ABSTRACT Posbindu PTM is an integrated coaching activity to control PTM opportunity factors and is a form of community independence in detecting and monitoring PTM opportunity factors routinely. From the available data, it is known that the achievement of Posbindu PTM visits at the Tri Karya Mulya Health Center in 2023 was 17.5% while the indicator for both Regency or Province was 20%. Due to the lack of public interest in checking their health early, a health service approach is needed through the establishment of Posbindu PTM in villages. The purpose of this study was to evaluate the implementation of Posbindu PTM in an effort to increase community activity in the Tri Karya Mulya Health Center work area in 2024. This research is a qualitative research with a case study approach. The research location was in the Tri Karya Mulya Health Center Work Area and was carried out in June-July 2024. The research informants numbered 22 people consisting of the head of the health center, the person in charge of the Posbindu PTM program and cadres and the community. The research instrument was the researcher himself with interview guide tools, cellphones, cameras and notebooks. Data collection through in-depth interviews, FGDs and observations of related documents and triangulation of sources, techniques and time. The data analysis process in this study is data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study related to the objectives of the program have been implemented but not optimally. However, human resources are available but not sufficient, facilities are available but not complete, funds are only limited to BOK funds. The implementation of 5 tables has not been carried out comprehensively and the achievement of target targets in the utilization of posbindu which is expected to increase has not been achieved.  It is better to establish a commitment with the village regarding the procurement of BMHP in the form of blood sugar sticks, cholesterol, uric acid and the addition of IVA examinations and lung function tests. Keywords: Non-communicable Diseases, Utilization, Posbindu  ABSTRAK Posbindu PTM adalah kegiatan pembinaan terpadu untuk mengendalikan faktor peluang PTM dan merupakan bentuk kemandirian masyarakat dalam mendeteksi dan memonitor faktor peluang PTM secara rutin. Dari data yang ada diketahui bahwa capaian kunjungan Posbindu PTM di Puskesmas Tri Karya Mulya tahun 2023 sebesar 17,5% sedangkan indikator baik Kabupaten atau Provinsi sebesar 20%. Karena kurangnya minat masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara dini maka diperlukan adanya pendekatan layanan kesehatan melalui dibentuknya Posbindu PTM di desa-desa. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan Posbindu PTM dalam upaya meningkatkan keaktifan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tri Karya Mulya Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Tri Karya Mulya dan dilaksanakan pada Juni-Juli 2024. Informan penelitian berjumlah 22 orang yang terdiri dari kepala puskesmas, penanggung jawab program posbindu PTM dan kader serta masyarakat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu pedoman wawancara, handphone, kamera dan buku catatan. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, FGD serta observasi dokumen terkait dan dilakukan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Proses analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Terkait tujuan program sudah terlaksana hanya belum maksimal. Akan tetapi SDM sudah ada tetapi belum mencukupi , fasilitas sudah tersedia namun belum lengkap, dana hanya terbatas pada dana BOK. Pelaksanaan 5 meja belum dilakukan secara menyeluruh dan pencapaian target sasaran dalam pemanfaatan posbindu yang diharapkan meningkat belum tercapai. Sebaiknya menjalin komitmen dengan desa terkait pengadaan BMHP berupa stik gula darah, kolesterol, asam urat dan  penambahan pemeriksaan IVA dan uji fungsi paru. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Pemanfaatan, Posbindu
Hubungan Kelengkapan Resume Medis terhadap Ketepatan Waktu Klaim BPJS Kesehatan di Puskesmas Klumbayan Barat Kabupaten Tanggamus Eka Reni Sugianto; Febria Listina; Nurul Aziza
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17349

Abstract

ABSTRACT Often Puskesmas usually cannot submit JKN claims on time, which will have an impact on the financial cycle of the Puskesmas and also affect health services to patients. The cause that is often encountered is the return of claim files because the diagnosis on the medical resume sheet submitted is incomplete or inaccurate. The data obtained from BPJS health Tanggamus Regency with a time span of submitting claims from January to April 2024 is 87.8% of the number of claims that are eligible to be paid from the total number of claims submitted by the First Level Health Facility. The purpose of this study was to determine the relationship between the completeness of medical resumes and the timeliness of BPJS health claims at the West Klumbayan Health Center, Tanggamus Regency. This type of quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were all BPJS health patients registered at the West Klumbayan Health Center as many as 428 patients, with a sample of 207 BPJS patients using purposive sampling technique. The research was conducted at the West Klumbayan Health Center, Tanggamus Regency in July 2024. Data collection using questionnaires and observation. Data analysis was univariate and bivariate (chi square). Univariate research results obtained as many as 144 (69.6%) respondents with complete medical resume completeness and as many as 163 (78.7%) respondents with appropriate claim timeliness. Bivariate analysis there is a relationship between the completeness of medical resumes and the timeliness of BPJS health claims at the West Klumbayan Health Center, Tanggamus Regency (p-value = 0.009). Suggestions for health workers must understand and apply the SOP for filling out medical resumes in accordance with applicable regulations and conduct periodic evaluations to improve the discipline of health workers with quality medical resume content. Keywords: Completeness of Medical Resumes and Timeliness of BPJS Claims  ABSTRAK Seringkali Puskesmas biasanya tidak bisa mengajukan klaim JKN tepat waktu akan berdampak pada siklus keuangan Puskesmas dan juga berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan terhadap pasien. Penyebab yang sering dijumpai adalah adanya pengembalian berkas klaim karena diagnosa pada lembar resume medis yang diserahkan tidak lengkap atau tidak akurat. Adapun data yang diperoleh dari BPJS kesehatan Kabupaten Tanggamus dengan rentang waktu pengajuan klaim bulan Januari hingga April 2024 adalah sebanyak 87,8% jumlah klaim yang layak dibayarkan dari total seluruh pengajuan klaim yang diajukan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Diketahui hubungan kelengkapan resume medis terhadap ketepatan waktu klaim BPJS kesehatan di Puskesmas Klumbayan Barat Kabupaten Tanggamus. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien BPJS kesehatan yang tercatat di Puskesmas Klumbayan Barat sebanyak 428 pasien, dengan sampel yang digunakan sebanyak 207 pasien BPJS menggunakan Teknik purposive sampling. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Klumbayan Barat Kabupaten Tanggamus pada bulan Juli 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Univariat didapatkan sebanyak 144 (69.6%) responden dengan kelengkapan resume medis lengkap dan sebanyak 163 (78.7%) responden dengan ketepatan waktu klaim tepat. Analisis bivariat ada hubungan kelengkapan resume medis terhadap ketepatan waktu klaim BPJS kesehatan di Puskesmas Klumbayan Barat Kabupaten Tanggamus (p-value = 0.009). Saran bagi tenaga kesehatan wajib memahami dan menerapkan SOP pengisian resume medis sesuai dengan peraturan yang berlaku dan melakukan evaluasi berkala demi meningkatkan kedisplinan tenaga kesehatan dengan isi resume medis yang berkualitas Kata Kunci: Kelengkapan Resume Medis Dan Ketepatan Waktu Klaim BPJS