Yuni Priyandani
Departemen Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Profil Pengetahuan Vitamin untuk Pencegahan COVID-19 pada Pekerja Industri di Kota Cilegon Salsabila Salsabila; Liza Pristianty; Abdul Rahem; Yuni Priyandani
Majalah Farmasetika Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v6i0.36789

Abstract

Banyaknya industri di Kota Cilegon yang tetap beroperasi saat pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) membuat pekerja industri harus tetap pergi bekerja sehingga berpotensi tertular. Usaha pencegahan infeksi COVID-19 dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan dan peningkatan sistem imun. Peningkatan penjualan vitamin B, C, D, dan E hingga tiga kali lipat selama pandemi menandakan bahwa masyarakat berusaha berperilaku untuk meningkatkan sistem imun. Pengetahuan merupakan tahap awal seseorang dalam menerima stimulus baru yang akan menentukan sikap dan tindakan dalam berperilaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pengetahuan tentang vitamin sebagai peningkat sistem imun untuk pencegahan COVID-19 pada pekerja industri di Kota Cilegon. Desain penelitian merupakan observasional secara cross sectional dengan teknik accidental sampling dan snowball sampling. Penelitian ini mendapatkan keterangan layak etik dari Komisi Etik Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Penelitian dilakukan pada 100 responden pekerja industri pada bulan Mei sampai Juni 2021 di Kota Cilegon. Responden diberikan instrumen kuesioner secara daring (online) dengan Google Form. Instrumen kuesioner terdiri tiga indikator yaitu pengetahuan tentang COVID-19, pengetahuan tentang sistem imun, dan pengetahuan tentang vitamin sebagai peningkat sistem imun untuk pencegahan COVID-19. Analisis data dilakukan dengan Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 25. Analisis data menunjukkan 1% responden memiliki pengetahuan rendah, 32% responden berpengetahuan sedang, dan 67% responden berpengetahuan tinggi. Pengetahuan pekerja industri di Kota Cilegon tentang vitamin sebagai peningkat sistem imun untuk pencegahan COVID-19 menunjukkan hasil pengetahuan tinggi.
PROFIL PERILAKU PENGELOLAAN OBAT PADA LANSIA Ubaida Assalwa; Galuh P. Ningrum; Terid M. Tindawati; Sa’adatuz Zahro; Rizqa R. Trisfalia; Agnes P. Yuliani; Firman Syarifudin; Adinda L.N Najah; Adelia S. Devi; Feriska Irmatiara; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.798 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v8i1.21916

Abstract

Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Pada usia ini terjadi penurunan fungsi organ (fisiologis), penurunan pengetahuan (kognitif), dan penurunan psikologis yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit sehingga menyebabkan lansia menerima obat dalam jumlah yang banyak dan dapat mengakibatkan permasalahan dalam mengkonsumsi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil perilaku pengelolaan obat pada lansia. Lokasi pengambilan data dilakukan di kelurahan Pucang Sewu pada tanggal 11-15 September 2019. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada lansia. Variable penelitian ini meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang digunakan oleh lansia. Dari 108 responden, sebanyak 51,85%  menjawab lansia menebus obat untuk dirinya sendiri, sebanyak 12,96% keluarga lansia membantu lansia untuk minum obat, sejumlah 21,30% menyimpan obat untuk lansia disembarang tempat, dan 60,19% obat langsung dibuang ke tempat sampah tanpa dihancurkan/dikeluarkan isinya terlebih dahulu.
PERILAKU MAHASISWA TERKAIT CARA MENGATASI JERAWAT Retno Try Lestari; Lailatul Zakiyah Gifanda; Erika Lailia Kurniasari; Ragilia Puspita Harwiningrum; Ardiansyah Putranda Ilham Kelana; Kholidatul Fauziyah; Setia Laili Widyasari; Tiffany Tiffany; Dewi Islamiah Krisimonika; Daniel Dwi Christiananta Salean; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi Komunitas
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.047 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v8i1.21922

Abstract

Acne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit akibat peradangan kronis dengan patogenesis kompleks yang melibatkan beberapa komponen. Jerawat menyerang 85% populasi dunia yang berusia 11-30 tahun. Salah satu cara mengatasi jerawat adalah dengan menggunakan produk antiacne. Namun, kekeliruan pemilihan produk antiacne dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa mengenai jerawat dan cara mengatasinya. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan instrumen berupa kuesioner yang dilakukan secara interview administered questionnaire. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Survei ini diikuti oleh 120 mahasiswa dengan rentang usia 17-23 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 120 responden, sebesar 98,3% responden pernah berjerawat, 60,8% responden beranggapan bahwa salep antiacne yang sudah digunakan dan masih tersisa dapat digunakan lagi hingga tanggal kedaluwarsa, 75,0% responden merasa tidak perlu berkonsultasi dengan dokter umum/spesialis/klinik kecantikan ketika timbul jerawat, dan 97,0% responden tidak ingin pergi ke klinik kecantikan ketika berjerawat.
Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Mahasiswa dalam Pemakaian Tabir Surya saat Menggunakan Gawai selama Pembelajaran Daring Muhammad Ilham Royyan Nafi'; Ikbar Nanda Pratama; Brian Karno Chairul; Emmanuel Wisnu Galih Kuntjoro; Adelia Fransiska; Anggun Putri Paramita; Rifda Tarimi Octavia; Lintang Arum Cindravani; Angghia Calvina Izumi; Annisa Dayu Syifa Ramadhani; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.422 KB) | DOI: 10.20473/jfk.v9i1.24112

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah semua sektor kehidupan termasuk pada sektor pendidikan yaitu perubahan metode pembelajaran menjadi daring. Pembelajaran daring mengharuskan mahasiswa berhadapan dengan gawai yang memancarkan sinar biru. Sinar biru diketahui berbahaya bagi kulit dan harus dilakukan perlindungan dengan mineral sunscreen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan mahasiswa mengenai penggunaan tabir surya dalam mengatasi dampak sinar biru gawai. Studi ini bersifat cross-sectional dengan analisis kuantitatif menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Kuesioner disebarkan melalui ruang chat media sosial. Dari 106 responden, 76% responden memiliki pengetahuan baik, 59% responden memiliki sikap baik dan 72% memiliki tindakan baik. Masih ada beberapa pertanyaan yang belum dijawab benar. Dari analisis hubungan pengetahuan dan tindakan didapatkan nilai p > 0,05 yang menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh responden tidak ada korelasi dengan tindakannya. Responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, tindakan yang baik dalam pemakaian tabir surya saat menggunakan gawai selama pembelajaran daring.
Profil Pengetahuan Remaja tentang Suplemen Kesehatan pada Remaja di Surabaya selama Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi COVID-19 Fahreza Adi Prasetyo; Betria Dwi Agustin; Vika Diajeng R. M.; Rafifah Fadhilah; Syarifah Sutra Dewangga; Andrew Gani Mulya; Rosida Tsani; Ade Syamsi Kristiaji; Faradilla Amelia Raissa; Adinda Aulia Rosdiyanti; Ludwina Ruth; Wildan Ismail Putra; Nadya S. H . Assagaf; Safira Elkania Putri; Yuni Priyandani
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v9i2.32898

Abstract

Pemerintah Indonesia membuat kebijakan baru dalam memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah dan perguruan tinggi pada masa pandemi COVID-19.  Kebijakan PTM mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan pola hidup sehat agar dapat menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh yaitu dengan mengkonsumsi suplemen kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pengetahuan tentang suplemen kesehatan pada remaja di Surabaya selama PTM saat pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan google form menggunakan metode non random sampling yaitu accidental sampling. Terdapat 147 responden yang mengikuti studi ini. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 77,55% responden memiliki pemahaman yang baik dan 22,45% responden memiliki pemahaman sedang mengenai suplemen kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah remaja di Surabaya telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai suplemen kesehatan yang bermanfaat dalam menjaga imunitas, terlebih pada saat PTM diberlakukan. Namun, pengetahuan tentang suplemen masih dapat ditingkatkan misalnya terkait cara penggunaan suplemen agar manfaatnya dapat lebih optimal.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATKAN PEMAHAMAN KELOMPOK TANI DAN KADER TUBERCULOSIS TERHADAP PENYAKIT TUBERCULOSIS, PENGOBATAN DAN PENCEGAHANNYA Abdul Rahem; Wahyu Utami; Liza Pristianty; Andi Hermansyah; Anila Impian Sukorini; Titik Puji Rahayu; Ana Yuda; Arie Sulistyarini; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka V; Yuni Priyandani
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 3 No 1 (2023): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v3i1.1359

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease which ranks second as the cause of death in the infectious disease class after infection of Human Immunodeficiency Virus. Countries contributing to the largest cases of tuberculosis starting from the highest order are India, Indonesia, China, the Philippines and Pakistan. East Java is in second place after West Java Province. Sumenep Regency, ranks first in East Java Province in 2019. Sumenep Regency, has 126 islands, of which 48 islands are inhabited by the community. In mainland Sumenep, the most cases of pulmonary tuberculosis are located in Bluto District, one of the endemic areas. Therefore, community service by a team of lecturers from the Faculty of Pharmacy, Airlangga University, Surabaya was carried out in Bluto District, Sumenep Regency. This targets four categories of Sustainable Development Goals, namely Good health and well-being; Quality education; Peace, justice and strong institutions; and Partnership for the goals. Besides that, this community service targets achievement on Key Performance Indicators 2, 3, 5 and 7. The four KPIs characterize off-campus activities and involvement with the community. Therefore, this community service formulates a comprehensive and systematic approach in responding to problems related to the TB infectious disease. The community service was carried out for two days, namely on Saturday and Sunday, September 10-11 2022 at Kampung Negara, Bungbungan Village, Bluto District, Sumenep Regency. The participants in this first year were farmer groups and health center staff, as well as pharmacists who practice in various health facilities serving TB patients. From the results of the evaluation through a questionnaire with statistical analysis, and the results of the discussion it can be concluded that this counseling is very useful for participants according to their confession and can increase participants' understanding of TB disease, its treatment and prevention.
Pelatihan Penggunaan Obat Secara Benar dan Cara Mengatasi Efek Samping Bagi Penderita Tuberculosis (TB) di Kabupaten Pamekasan Abdul Rahem; Yuni Priyandani; Arie Sulistyarini; Ana Yuda; I Nyoman Wijaya; Gusti Noorrizka Veronika Ahmad; Gesnita Nugraheni; Wahyu Utami; Umi Athiyah; Liza Pristianty; Andi Hermansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i1.5550

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang menjadi peringkat kedua sebagai penyebab kematian dalam golongan penyakit infeksi setelah penyakit infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Kabupaten Pamekasan menduduki peringkat kelima di Jatim dalam hal kasus TBC tersebut, setelah Kabupaten Sumenep, Lumajang, Kota Malang, dan Jember. Kondisi yang ada penderita TB tidak patuh menggunakan obat karena merasa tidak nyaman dan takut terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat TB tersebut. Sementara para pengelola TB tidak dapat memberi jalan keluar atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh penderita. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan berkomitmen untuk meningkatkan  pemahaman pengelola TB di Puskesmas terkait penggunaan obat yang rasional dan cara mengatasi efek samping dari semua obat TB, sehingga mereka dapat membantu para penderita menjalankan pengobatan jangka panjang tanpa merasa takut. Metode kegiatan berupa pelatihan tentang Pengobatan TB pada pengelola TB Puskesmas dan Penglola obat pada Puskesmas di Kabupaten Pamekasan. pelaksanaan kegiatan pada tanggal 16 oktober 2021 bertempat di aula Balai Redjo, di Pamekasan. Peserta sebanyak 53 orang yang terdiri dari perawat, apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Hasil evaluasi terhadap pemahaman peserta  menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman yaitu dengan nilai rata-rata 65,98 setelah pelatihan dan 45,22 sebelum pelatihan dengan p wikcoxon signed ranks test = 0,000. Kesimpulan Pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman pengelola TB dan Penglola obat Puskesmas di Kabupaten Pamekasan terkait pengobatan TB dan cara mengatasi efek samping obat TB.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kota Bengkulu Syaripah Ulandari; Abdul Rahem; Yuni Priyandani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.12700

Abstract

ABSTRACT Treatment adherence is an important aspect of TB treatment and has a positive impact on treatment success. A predisposing element that could influence an individual's behavior is knowledge. The patient's adherence will be better the more knowledgeable they are. The purpose of this study is to evaluate the level of knowledge of TB patients who follow the Bengkulu City Health Center for treatment. This study used a crosssectional method. A total of 36 respondents who sought care at the Padang Serai Health Center, Betungan Health Center, and Telaga Dewa Health Center constituted the sample. The level of knowledge was assessed using answers from a knowledge questionnaire. The majority of respondents (63.89%) had a high school diploma, and the majority of respondents (52.78%) were male, according to the univariate data. he results of TB patient knowledge showed that most TB patients had moderate knowledge (50%).The level of knowledge about TB patients at the health center in Bengkulu City is moderate. Therefore, it is necessary to increase knowledge through health programs. Keywords: Tuberculosis, Knowledge, Adherence ABSTRAK Kepatuhan pengobatan merupakan aspek penting dalam pengobatan TB dan berdampak positif terhadap keberhasilan pengobatan. Pengetahuan adalah faktor predisposisi yang dapat merubah perilaku individu. Semakin tinggi pengetahuan pasien akan berdampak baik terhadap kepatuhan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien TB yang berobat di Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode crosssectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden yang berobat di Puskesmas Padang Serai, Puskesmas Betungan dan Puskesmas Telaga Dewa. Tingkat pengetahuan di nilai dengan menggunakan jawaban dari kuesioner pengetahuan. Hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 18-35 tahun (47,22%), sebagian responden berjenis kelamin laki-laki (52,78%), mayoritas responden merupakan lulusan SMA (63,89%). Hasil pengetahuan pasien TB menunjukkan bahwa sebagian besar pasien TB memiliki pengetahuan yang sedang (50%).Pengetahun pasien TB di puskesmas Kota Bengkulu termasuk dalam kategori sedang. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan pengetahuan melalui program kesehatan. Kata Kunci: Tuberkulosis, Pengetahuan, Kepatuhan
Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Pengaruh Kepemilikan Apotek Terhadap Pelaksanaan Pelayanan Konseling dan Pelayanan Informasi Obat Oleh Apoteker Deny Manurung; Abdul Rahem; Yuni Priyandani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15935

Abstract

ABSTRACT Counselling and Drug Information Services (PIO) is one of the pharmaceutical services that involves interaction between pharmacists and patients to meet the "needs and wants" of patients so that the treatment provided is effective. One of the factors related to the quality of pharmaceutical services is pharmacy ownership. A research instrument is needed, namely a valid and reliable questionnaire to measure the effect of pharmacy ownership on the implementation of counselling and PIO by pharmacists. This study aims to measure the validity and reliability of the questionnaire for the implementation of counselling and PIO by pharmacists. This study used a crossectional method. The sample size was 30 respondents, namely pharmacists in charge of pharmacies in the Surabaya area.  The results of the validity test of the counselling and PIO questionnaire showed that 18 and 19 questions were valid with a value of r count r table. The results of the reliability test, the Cronbach's Alpha value of the counselling and PIO questionnaires were 0.898 and 0.896 0.6. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the questionnaire can be declared valid and reliable. Keywords: Counselling, Drug Information Services (PIO), Pharmacy Ownership, Validity, Reliability  ABSTRAK Konseling dan Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang melibatkan interaksi antara apoteker dan pasien untuk memenuhi “need and want” pasien supaya pengobatan yang diberikan efektif. Faktor yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian salah satunya adalah kepemilkan apotek. Diperlukan intrumen penelitian yaitu kuesioner valid dan reliabel untuk mengukur pengaruh kepemilikan apotek terhadap pelaksanaan konseling dan PIO oleh apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur validitas dan realibilitas kuesioner pelaksanaan konseling dan PIO oleh apoteker. Penelitian ini menggunakan metode crossectional. Jumlah sampel 30 responden yaitu apoteker penanggung jawab di apotek wilayah Surabaya.  Hasil uji validitas kuesioner konseling dan PIO menunjukkan bahwa 18 dan 19 pertanyaan valid dengan nilai r hitung r tabel. Hasil uji realibilitas, nilai Cronbach’s Alpha kuesioner konseling dan PIO adalah 0.898 dan 0.896 0.6. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel. Kata Kunci: Konseling, Pelayanan Informasi Obat (PIO), Kepemilikan Apotek,Validitas, Reliabilitas
Karakteristik Pasien Gangren Diabetik di Rumah Sakit Sulistiya Ningsih; Yunita Nita; Yuni Priyandani
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.15567

Abstract

ABSTRACT Indonesia was ranked sixth in the world in terms of deaths due to diabetes mellitus in 2021. Gangrene is tissue death due to blockage of blood vessels that provide nutrients to those tissues and is a form of complication of diabetes mellitus. Diabetic gangrene can occur in every part of the body that is lowest, especially in the lower extremities. Diabetes mellitus in an advanced time will cause complications of angiopathy and neuropathy which are the basic causes of gangrene. This study aims to determine the characteristics of diabetic gangrene patients at dr. Mohammad Zyn Sampang Hospital based on demographic data. This study is an analytical research with an observational design through a cross-sectional approach. The population of this study is all patients with a diagnosis of diabetes mellitus with gangrene in the inpatient period from March 1 to July 31, 2023. Sampling uses the total sampling technique or saturated sampling, which is a sampling technique when all populations are used in the study which aims to obtain generalizations with a very small error rate. Data analysis uses SPSS version 25 descriptive analysis. There are a total of 96 samples of inpatient diabetic gangrene patients. The results of the study were obtained by the characteristics of the majority of diabetic gangrene patients who were female with a total of 56 (58.3%)  in the age range of 51 – 60 years with a total of 33 (34.4%), the level of elementary education / equivalent became the highest level of education by 33 (34.4%) and working as housewives with a total of 41 (42.7%). The conclusion of this study is that the female gender is elderly, with the level of elementary education / equivalent is a characteristic and works as a housewife, most commonly found in diabetic gangen patients at dr. Mohammad Zyn Sampang Hospital. Keywords: Diabetic Gangrene, Gender, Age, Education Level, Occupation  ABSTRAK Indonesia menduduki peringkat keenam kasus kematian akibat diabetes melitus di dunia pada tahun 2021. Gangren adalah kematian jaringan karena obstruksi pembuluh darah yang memberikan nutrisi ke jaringan tersebut dan merupakan salah satu bentuk komplikasi dari penyakit diabetes melitus. Gangren diabetik dapat terjadi pada setiap bagian tubuh yang terendah terutama pada ekstremitas bawah. Diabetes mellitus dalam waktu yang lanjut akan menyebabkan komplikasi angiopathy dan neuropathy yang merupakan penyebab dasar terjadinya gangren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita gangren diabetik di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang berdasarkan data demografi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan observasional melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien dengan diagnosis diabetes melitus dengan gangren  di rawat inap periode 1 Maret sampai dengan 31 Juli 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling atau sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel apabila semua populasi digunakan dalam penelitian yang bertujuan agar didapatkan generalisasi dengan tingkat kesalahan yang sangat kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif SPSS versi 25. Total terdapat 96 sampel pasien gangren diabetik rawat inap. Hasil penelitian didapatkan karateristik mayoritas pasien gangren diabetik berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 56 (58,3%) pada rentang usia  51 – 60 tahun dengan jumlah 33 (34,4%), tingkat pendidikan SD/Sederajat menjadi jenjang pendidikan terbanyak sebesar 33 (34,4%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga dengan jumlah sebesar41 (42,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah jenis kelamin perempuan yang berusia lanjut, dengan tingkat pendidikan SD/Sederajat merupakan karakteristik dan bekerja sebagi ibu rumah tangga, paling umum yang ditemukan pada pasien gangen diabetik di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Kata Kunci: Gangren Diabetik, Jenis Kelamin, Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan